Panduan Menulis Dengan Teknik Copywriting

Copywriting

Copywriting - Dalam dunia digital marketing saat ini, yang namanya Copywriting bukan hal yang tidak mungkin bisa dipelajari. Sudah banyak seminar-seminar bahkan workshop terkait Copywriting yang ternyata memiliki banyak manfaat. Selain untuk pemasaran produk bagi pemilik usaha, teknik menulis yang satu ini juga baik jika diterapkan oleh para penulis artikel.

Dengan tujuan, agar pembaca tidak bosan dan mampu menonjolkan sesuatu tanpa memiliki kesan dipaksakan. Tentunya, teknik menulis ini bukanlah sebuah teknik yang digunakan untuk menipu - meski banyak juga yang menggunakannya untuk menipu - namun lebih fokus pada menarik minat pembaca.

Kalau teknik menulis ini diterapkan dalam marketing produk atau usaha, sebagai contohnya, ini bisa menarik pelanggan melalui pendekatan masalah yang mereka hadapi. Misal calon pelanggan melihat iklan susu untuk menggemukkan badan, dengan penerapan teknik ini sehingga dibuatlah judul dan tulisan yang menarik, sehingga calon pelanggan yang memang tengah mencari jalan keluar bagi problemnya yaitu ingin menggemukkan badan akhirnya tertarik.

Demikian juga bagi penulis artikel atau narablog. Penerapan teknik menulis ini salah satunya agar calon pembaca tertarik membaca tulisan kita sampai habis tanpa merasa bosan. Ini yang bagi saya masih lumayan sulit, tapi oh tapi, copywriting itu bukan hal yang tidak mungkin dipelajari.

Kali ini saya ingin sedikit membagikan ilmu yang saya dapat dari buku berjudul Easy Copywriting karya Dewa Eka Prayoga. Rangkuman ini saya pilih berdasarkan hal-hal utama dan mendasar serta beberapa contoh yang mungkin bisa diterapkan.

Jika gemar berkelana di kanal sosial Pinterest, pasti bisa menemukan juga salah satu bagian dari teknik copywriting ini. Dari hasil jalan-jalan di Pinterest, saya jadi tahu, bahwa prinsip Copywriting yang mendasar itu sama di seluruh negara. Sekarang tinggal berlatih bagaimana caranya menerapkan tulisan dengan teknik Copywriting ini.

3 Hal Penting Yang Tak Boleh Dilupakan Dalam Menerapkan Teknik Copywriting

1. Traffic

Tentunya kita tidak boleh melupakan bahwasannya dalam menerapkan teknik copywriting ini, tujuan utama kita adalah mendatangkan orang yang mau membaca tulisan kita. Ada 3 sumber traffic yaitu Organic Traffic dimana biasanya orang-orang ini menemukan bisnis atau artikel yang kita tulis melalui mesin pencari, Paid Traffic ini merupakan pengunjung yang datang melalui iklan yang ditayangkan, serta Direct Traffic merupakan pengunjung yang kita giring secara langsung untuk mengunjungi webstore atau artikel atau toko online.

Jika tidak ada traffic yang baik, maka penerapan teknik penulisan copywriting ini masih belum berhasil. Itu tandanya harus terus diasah agar bisa menghasilkan tulisan yang baik.

2. Conversion

Ini terkait aksi apa saja yang dilakukan oleh pengunjung yang datang ke toko online atau blog yang dikelola. Apakah mereka akan langsung membeli atau bertanya pada pemilik usaha? Atau meninggalkan komentar di blog? Atau justru langsung meninggalkan begitu saja dalam waktu sekian detik (ini bisa dideteksi dari bounce rate blog dilihat dari Google Analytics).

Dan kalau nilai konversi dari produk atau artikel yang tayang masih kurang, berarti penerapan copywriting ini masih harus diasah lagi dan lagi.

3. Relationship

Baik pemilik bisnis atau usaha maupun narablog, tentunya membangun hubungan yang baik merupakan hal yang sangat penting. Bagi pemilik usaha, network building itu mudah selama hubungan antara owner dengan calon pelanggan atau pelanggan tetap itu baik dalam jangka panjang. Karena bisa dengan demikian Anda sudah menjaga pelanggan tetap Anda dalam waktu yang lama.

Sementara bagi narablog, hubungan yang baik dengan para pengunjung yang meninggalkan komentar bisa dibangun dengan membalas komentar (ini masih PR buat saya) hingga mengunjungi kembali blog visitor kita. Dengan menjalin hubungan seperti ini, tentunya nilai Return Visitor bisa menyeimbangkan dengan grafik Organic Visitor pada Google Analytics (ini juga masih PR untuk saya).

Jika tiga hal di atas sudah terpenuhi, maka GOAL dalam penerapan teknik Copywriting sudah berhasil. Apabila masih belum, mari lanjutkan membaca tulisan ini karena saya akan membahas anatomi Copywriting.

Copywriting Anatomy

Headline

Ini adalah bagian terpenting dalam Copywriting karena dari judul yang Anda tuliskan bisa menentukan apakah dapat membuat calon pengunjung atau calon pembeli tertarik dengan produk atau artikel Anda atau tidak.

"3 Detik Pertama Anda Menentukan Segalanya ... " ~ Easy Copywriting

Pasti sering mendengar istilah Clickbait? Yaitu berita atau artikel yang menggunakan teknik Copywriting ini untuk mengundang calon pembaca agar mengunjungi blog atau website yang mereka kelola? Nah, dalam copywriting ini sendiri, penulisan judul merupakan hal yang penting. Karena berkaitan juga dengan SEO.

Dari banyaknya ilmu mengenai tulisan yang ramah SEO, salah satunya yaitu penulisan judul yang menarik. Jika pengunjung sering melihat judul artikel dari website sekelas Tirto atau Mojok, pasti selalu mendapati artikel-artikel yang memiliki headline kreatif sehingga banyak yang penasaran dengan isi artikel tersebut.

Karena itulah headline memiliki posisi yang penting dalam tulisan entah itu untuk promosi produk atau usaha atau bahkan untuk tulisan artikel. 

Offering

Untuk pemilik usaha, penawaran ini merupakan hal yang harus Anda ketahui. Karena sebuah promosi akan gagal jika penawarannya tidak cukup kuat. Sehingga Anda benar-benar harus mengenal produk yang Anda jual.

Sementara bagi narablog, meski tulisan yang Anda tayangkan berisi tentang curahan hati, tetap pengunjung mempertanyakan kira-kira apa yang akan saya dapat dari membaca tulisan ini? Itulah kenapa sangat penting untuk menyematkan hal-hal yang bermanfaat pada tulisan yang diunggah. Meski berisi curahan hati, tapi jika pengalaman dari Anda bisa membantu calon pengunjung yang juga mengalami hal yang sama, tentunya ini merupakan manfaat yang bisa mereka dapat.

Ada cara yang tepat jika ingin menuliskan offering ini

  • Pengantar 

- Pemilik Usaha : Anda bisa langsung menuliskan intro yang sesuai dengan headline. Atau melakukan pendekatan dengan calon pelanggan dengan menanyakan kabar mereka.

- Narablog : Sebelum masuk ke inti dari cerita, ada beberapa narablog yang menuliskan kalimat pengantar dengan garis besar isi artikel atau justru pengalaman pribadi terkait tema tulisan. Namun, dari website mba Carolina Ratri menjelaskan bahwa 100 kata pertama pada tulisan di artikel sangat menentukan, jadi jangan lupa untuk menyematkan kata kunci pada kalimat pengantar.

  • Deskripsi

- Pemilik Usaha : Jelaskan dengan rinci apa yang Anda jual. Tunjukkan kepada calon pembeli bagaimana Anda dapat membantu mereka melalui produk atau usaha yang Anda tawarkan.

- Narablog : Ini berkaitan dengan akar masalah, kira-kira apa yang ingin Anda bahas? Atau cerita apa yang ingin Anda tonjolkan dan sajikan bagi pembaca? Melalui deskripsi yang bisa mewakili tema utama dari tulisan, dapat membantu pengunjung memahami apa yang akan dibahas pada artikel atau tulisan Anda.

  • Detail 

- Pemilik Usaha : Seperti yang tadi saya tekankan, sebagai pemilik usaha Anda harus benar-benar memahami apa yang Anda jual, sehingga Anda bisa menjabarkan manfaat apa yang bisa didapat oleh calon pembeli.

- Narablog : Melalui detil seperti kronologi peristiwa atau kronologi kejadian dalam tulisan bisa menambah nilai bagi pembaca, sehingga mereka bisa mengetahui seperti apa rangkaian kisahnya. Atau jika menulis terkait curahan hati, justru bisa dituliskan rangkaian kejadian sebelum masuk ke klimaks.

Untuk narablog, Anda bisa belajar dari selebblog yang memiliki pengunjung setia, dari situ Anda bisa melihat seperti apa mereka mengemas cerita dalam artikel yang mereka sampaikan sehingga pengunjung tertarik membacanya sampai habis. Analisa juga perlu, bagian-bagian mana yang dijelaskan secara detil sehingga Anda bisa mempelajarinya serta mempraktekkannya.

  • Reason

Alasan yang paling sering membuat tulisan atau iklan itu gagal adalah penulis atau pengiklan lupa menjelaskan mengapa orang-orang tersebut harus membeli atau membaca tulisan Anda. Inilah yang harus ditanyakan pada diri kita sendiri sebelum menjual produk atau menulis artikel :

Narablog :

- Kenapa harus membaca tulisan ini ?

- Apa yang didapat oleh pembaca melalui tulisan Anda?

- Kenapa mereka harus membaca sampai tuntas?


Pemilik usaha :

- Kenapa produk yang Anda jual lebih baik dari produk kompetitor yang sejenis?

- Kenapa mereka harus percaya kepada Anda?

- Kenapa mereka harus membeli produk Anda?

  • Bonus

Siapa yang tak suka bonus? Bagi pemilik usaha, memberikan bonus bisa menguatkan calon pembeli untuk membeli produk Anda. Sementara bagi narablog, dengan memberikan bonus seperti catatan tambahan atau daily hack pada tulisan bisa menambah semangat pengunjung yang mampir ke blog Anda.

Hal yang perlu ditekankan bahwa pemberian bonus ini harus sesuai seperti :

* Nilai : harus ada value yang didapat dari calon pelanggan atau pengunjung blog dari apa yang Anda sajikan.

* Relevan : tentunya, memberikan bonus yang sama sekali enggak nyambung dengan produk yang Anda iklankan, atau bahkan memberikan tips dan trik dalam artikel yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan artikel itu merupakan hal yang lumayan melenceng. Jadi, usahakan agar tetap relevan.

* Berkualitas : meski namanya bonus itu hanya sekadar nilai tambah, tapi jangan tanggung-tanggung dalam memberikan bonus bagi para pemilik usaha. Harus serius dan menghargai calon pelanggan sehingga mereka akan senang membeli produk kita. Sementara bagi narablog, memberikan tips dan trik yang ternyata sangat bermanfaat bagi pembaca itu akan membuat mereka senang mampir ke blog Anda sehingga menambah nilai Return Visitor.

  • Testimoni

Eits, ini bukan saja khusus untuk para pemilik usaha atau pebisnis, dengan menyematkan testimoni dalam iklan bagi penjual produk tentu akan mendatangkan kepercayaan bagi calon pelanggan. Ingat, testimoni yang ditampilkan harus asli, jangan sampai testimoni yang abal-abal apalagi tipuan.

Sementara bagi narablog, menulis testimoni pada artikel terkait produk atau jasa tertentu juga sangat bermanfaat. Bisa membuat pengunjung blog bisa mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Seperti beberapa beauty blogger yang sering saya hampiri blognya, selalu menyematkan kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut sehingga sangat bermanfaat bagi pembaca.

Catatan khusus untuk pemilik atau pelaku usaha dalam meminta dan menggunakan testimoni pelanggan :

  • Mintalah kepada pelanggan yang sudah menggunakan produl Anda. Saat minta testimoni, tanyakan juga apakah mereka berkenan jika testimoninya ditampilkan dalam iklan atau produk yang dijual.
  • Tunjukkan beberapa testimoni saja, jangan semuanya. Karena peran testimoni ini sebagai penguat sehingga mendatangkan kepercayaan dari calon pelanggan.
  • Perlihatkan testimoni yang menuliskan secara spesifik manfaat produk / usaha yang Anda tawarkan.
  • Jika mereka berkenan, tunjukkan nama dan screenshot percakapan asli Anda dengan pelanggan, agar tidak sekadar kata-kata saja.
  • Bisa menayangkannya dalam bentuk video atau bahkan cerita. Seperti contoh beberapa iklan produk atau usaha yang sering tayang di kanal sosial Facebook yang menampilkan video berisi testimoni atau cerita terkait pengalaman pelanggan menggunakan jasa atau produk tersebut.
  • Jika ingin digunakan dalam banyak promosi produk atau usaha Anda, jangan lupa untuk meminta izin kembali kepada pelanggan Anda. Bahwa nama atau foto atau video mereka akan ditampilkan dalam setiap promosi.

  • Garansi

Bagi pemilik atau pelaku usaha, dengan memberikan garansi maka akan menghancurkan keraguan dari calon pelanggan Anda. Karena dengan begitu Anda benar-benar yakin dengan produk yang Anda jual. Sebab ketakutan yang terbesar yang dimiliki oleh calon pembeli adalah rasa takut dibohongi dan terlihat bodoh.

Namun, untuk narablog atau bahkan penulis artikel, pernah membaca tulisan atau review yang berisi honest opinion? Garansi dari artikel yang kita tulis itu harus mewakili opini terjujur dalam diri narablog atau sang penulis. Ini akan menguatkan sisi tulisan yang Anda buat.

  • Call to Action

Tujuan dari call to action ini adalah bagaimana caranya agar calon pembeli benar-benar terdesak untuk melakukan aksi saat itu juga dengan memesan atau membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Jika Call to action Anda lemah, maka orang-orang hanya akan menikmati promosi Anda saja tanpa membelinya.

Berikut contoh frasa Call to Action yang biasa digunakan dan bisa Anda praktekkan untuk promosi bisnis atau produk Anda :

- Beli Sekarang!

- Sms Sekarang

- Klik Di sini

- Dapatkan katalog gratis kami. Hubungi....

- Telpon atau Whatsapp sekarang juga!

- Untuk informasi lebih lanjut, hubungi...

- Action sekarang juga!

- Berminat? Hubungi....

- Hanya ada satu kesimpulan. Beli Sekarang!

- Anda harus mengambil keputusan penting SEKARANG!

Teruntuk narablog, call to action ini juga cocok jika ingin mengundang pengunjung untuk melakukan subscribe ke blog yang Anda kelola. Atau follow akun IG, bisa untuk mengundang mereka dalam grup facebook yang Anda kelola.

Copywriting Tips : Headline Itu Penentu Jadi Cek Dulu Sebelum Publikasi Artikel Atau Iklan

  • Cek apakah headline sudah menarik perhatian pembaca?
  • Apakah sudah membangun keterikatan dengan pembaca?
  • Apakah pengantar yang diberikan sudah memenuhi prinsip YES-SET? (Membuat pembaca mengangguk-angguk atau setuju saat membaca headline)
  • Apakah sudah menjelaskan detil dan manfaat dari produk yang ditawarkan?
  • Apakah sudah menjelaskan secara gamblang alasan kenapa harus membaca atau membeli produk yang ditawarkan?
  • Apakah dalam copywriting yang diterapkan sudah menyematkan testimoni?
  • Apakah sudah cukup membuat penasaran pengunjung atau calon pembeli?
  • Apakah sudah memainkan unsur SIMILARITY dengan pembaca?

Copywriting Tips : 13 Ways To Write A Killer Headline

WAH banget ya, rasanya. Sebenarnya ini termasuk bantuan dalam menuliskan headline untuk promosi iklan atau tulisan Anda. Ada 13 hal yang bisa menjadi alat bantu Anda, apa saja? Simak ya...

1. Benefit Headline : fokus pada keuntungan dari produk / usaha atau tulisan yang Anda sajikan.

Contoh untuk Narablog :

* Posisi Menggendong Menentukan Kesehatan Anak - Contoh Dari website Tirto (https://tirto.id/posisi-menggendong-menentukan-kesehatan-anak-cx7S)

* MENABUNG RECEHAN, HASILNYA JUTAAN - Contoh Dari Website Mojok.co (https://mojok.co/redaksi-mojok/corak/kilas/menabung-recehan-hasil-jutaan/)

Contoh untuk pelaku usaha :

- Beli satu dapat DUA

- Gratis Iphone terbaru!

- Paket Ekonomis harga Krisis

- Super hemat 50%

- Bonus senilai Rp 5.700.000 khusus pembelian hari ini!

2. News Headline : judul dengan gaya berita atau pengumuman.

Contoh untuk pelaku usaha :

- Pertama dan Terakhir di tahun 2017

- Gebyar Undian 1 Milyar

- Kami Temukan Cara Terbaik untuk Menyelamatkan Nyawa Anda

- Kondotel Mewah di Lokasi Strategis

- Terobosan Nyata Dalam Memerangi Efek Penuaan

Contoh untuk Narablog atau penulis artikel :

* Contoh Dari Tirto : Tersandera Kompensasi Lahan, Proyek MRT Jakarta Jalan Terus (https://tirto.id/tersandera-kompensasi-lahan-proyek-mrt-jakarta-jalan-terus-cycb)

* Contoh Dari Mojo.co : DWI HARTANTO, KEBOHONGAN, DAN KEBUTUHAN AKAN PENGAKUAN (https://mojok.co/redaksi-mojok/corak/kilas/dwi-hartanto-kebohongan-dan-kebutuhan-akan-pengakuan/)

3. Selective Headline : judul yang ditargetkan untuk orang-orang tertentu.

Contoh untuk Narablog atau penulis artikel :

* Dari Tirto

Judul : Jangan Main Ponsel Menjelang Tidur (https://tirto.id/jangan-main-ponsel-menjelang-tidur-cybA)

Target : Pemilik ponsel

Contoh untuk pelaku usaha :

- Khusus Pengguna Kartu Telkomsel

- Khusus Pemilik Kartu Member Gramedia

- Khusus Untuk Wanita

- Untuk Kamu Yang Suka Musik

- Untuk Pria Yang Ingin Berhenti Bekerja

4. Curiosity Headline : judul yang mendatangkan rasa penasaran bagi yang membacanya.

Contoh untuk narablog atau penulis artikel :

Dari website Mojo.co : SUAMI-SUAMI TAKUT TUPPERWARE (HILANG) (https://mojok.co/farchan-noor/esai/suami-suami-takut-tupperware-hilang/)

Contoh untuk pelaku usaha :

- Satu Teknik Sederhana yang Selalu Dilakukan TOP Salesman Dunia

- Sebuah Kesalahan Senilai 7 Milyar Rupiah yang Dapat Dihindari Dengan 60 Ribu Rupiah

- Sebuah Kesalahan Senilai 10.000 Dolar!

- Kesalahan kecil yang merugikan petani Rp 300.000.000 per tahun!

- Kesalahan Paling Mahal Dalam Hidup Anda

- Satu Perintah Hipnosis yang Selalu Manjur

- Ini Dia 7 Tips Diet Praktis Buat Si Wanita Karir

5. Gimmic Headline : judul dengan permainan kata atau kalimat, bisa berupa perulangan bunyi, efek kejutan atau tipuan.

Contoh untuk narablog atau penulis artikel :

Dari website Mojo.co : HARI KESAKTIAN PANCASILA, KESAKTIAN SIAPA YANG KITA BELA? (https://mojok.co/redaksi-mojok/corak/kilas/hari-kesaktian-pancasila/)

Contoh untuk pelaku usaha :

- Jualan Terus, Rezeki Mulus

- Banjir Order dari Reseller

- Rezeki Banter dari Twitter

- Update Status Dapat Fulus

- Sekali Broadcast Dapat Cash

6. Fear Headline : judul yang seolah-olah menakuti pembaca.

Contoh untuk pelaku usaha :

- Awas bangkrut!

- Awas! Ada Kuman Dimana-mana

- Jangan Sampa Anda Kehilangan Masa Depan Anak Anda!

- Hati-hati! Kanker Serviks Bisa Menyerang Anda!

Contoh untuk penulis artikel atau narablog :

Judul : Di Balik Larangan Selfie bagi Tentara (https://tirto.id/di-balik-larangan-selfie-bagi-tentara-cx7M)

Fear : Larangan Selfie

7. Question Headline : judul yang memberikan pertanyaan kepada pembaca.

Contoh untuk pelaku usaha :

- Sudahkan Anda Minum Yakult Hari Ini ?

- Apakah kamu Melakukan Beberapa Hal Yang Memalukan Ini ?

- Apakah Anda Melakukan Kesalahan Ini Dalam Berbisnis?

Contoh untuk penulis artikel atau narablog :

Dari website Mojo.co : KAU INI MAHASISWA ATAU FIRAUN? (https://mojok.co/dillan-gusti/corak/mop/kau-ini-mahasiswa-atau-firaun/)

8. Quotation Headline : judul yang mencantumkan Quote dari orang lain.

Contoh untuk pelaku usaha :

- "Semua pengusaha wajib ikut seminar ini..." kata (nama orang)

- "Produknya enak. Saya suka..." kata (nama orang)

Contoh untuk penulis artikel :

Judul : TEORI NETIZEN: AIDIT TIDAK MEROKOK DI RUMAH KARENA ISTRINYA DOKTER (https://mojok.co/redaksi-mojok/komen/status/aidit-tidak-merokok-di-rumah-karena-istrinya-dokter/)

Quote : Teori Netizen

9. Command Headline : judul yang memerintahkan atau mengajak seseorang melakukan sesuatu.

Contoh untuk pelaku usaha :

- Ayo Sekolah!

- Beli atau Gigit Jari!

- Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga!

- Yuk Nonton Bareng Liga Champion Di Channel Ini

Contoh untuk penulis artikel :

KOMPLAIN ITU YA KE ORANGNYA DULU BARU KE MEDSOS, JANGAN KEBALIK (https://mojok.co/sigitbudhi/esai/komplain-ya-langsung-ke-orangnya/)

10. Claim Headline : judul yang mengaku-ngaku, menyatakan sesuatu secara sepihak. Merasa paling, satu-satunya nomor satu dan ter- ter- ter-.

Contoh untuk pelaku usaha :

- Wahana Bermain Terluas se-Asia

- Suplemen Penurun Berat Badan Tercepat

- Kripik Singkong Paling Diburu Sejak Sekarang

11. You amd I Headline : judul yang berbicara langsung dengan pembaca. Biasanya menggunakan kata Saya dan Anda/Kamu.

Contoh :

- Saya akan tunjukkan kepada Anda bagaimana Saya Bisa Menurunkan Berat Badan hingga 20 Kg hanya dalam 1 bulan

- Saua sedang Mencari Partner Bisnis. Apakah Anda yang beruntung menjadi partner Saya selanjutnya?

12. Teaser Headline : judul yang seolah-olah menantang pembaca untuk membuktikan kemampuan mereka.

Contoh :

- Anda pasti tak sanggup mencapainya

- Uang Anda tak akan cukup menggantikannya

- Setan pun tidak akan bisa menggodanya

- Anda tak akan berani membiarkannya

13. Merk Headline : judul yang mencantumkan merk atau logo perusahaan.

Contoh :

- Tupperware Wadah Paling Ekonomis

- Samsung Handphone Tercanggih


Penutup

Tentunya, menulis dengan menerapkan ilmu Copywriting ini bukan hal yang mudah. Bagi pemilik usaha atau pelaku usaha, Anda bisa mencontoh website-website penyedia produk yang terjamin kualitasnya untuk Anda jadikan kompetitor dalam usaha sehingga bisa mempelajari teknik promosi mereka.

Sementara itu bagi Anda penulis blog atau penulis artikel, bisa mempelajari dari tulisan para selebblog atau dari website-website yang sering dibagikan di timeline kanal sosial Anda. Untuk dipelajari teknik si penulis dalam menulis headline sampai menggiring pembaca untuk beropini.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pengunjung. Mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan dalam penyampaian. Terima kasih. [Ipeh Alena]


Postingan Terkait