22 May, 2018

Aktivitas Selama Menunggu Waktu Buka Puasa


Buka Puasa



Bulan puasa tahun 2018 ini, cuaca tampaknya sedang asyik-asyiknya untuk menjemur pakaian atau kasur. Meski terkadang diselingi hujan sekali atau mendung beberapa kali. Tentu ada efek yang sering dikeluhkan orang yang ada di sekitar saya : gerah. Mau bagaimana pun kondisi dan keadaan cuaca hari ini di tempatmu, memang sepatutnya tidak dimaki apalagi dicaci, sih. Baiknya disyukuri, meski sedikit ada keluhan “duh, gerah.”

Kali ini, saya melewati bulan Ramadan di tempat yang baru. Dengan wajah-wajah baru dan suasana yang baru. Apa yang dirindukan dari tempat tinggal yang lama? Posisi rumahnya, yang dekat dengan jalan utama dan tinggal lima langkah sudah sampai jika ingin membeli aneka makanan untuk berbuka puasa. Sementara di tempat tinggal sekarang ini, harus menggunakan kendaraan dulu untuk menuju tempat yang menyediakan aneka makanan untuk berbuka.

Tapi, rindu tinggallah rindu, dimana pun saya tinggal memang ada kondisi enak dan tidak enaknya. Tidak ada kondisi sempurna di dunia ini, betul? Hehehe. Itulah kenapa, aktivitas saya menjelang buka puasa juga sedikit berbeda. Yang sebelumnya jalan kaki berkunjung dari satu pedagang ke pedagang lain. Sekarang bisa sambil muter-muter dari satu perumahan ke perumahan lain sambil jalan-jalan dengan kendaraan bermotor.

Pun jalan-jalan dengan kendaraan, saya lakukan kalau sedang bebas waktunya. Kalau tidak, saya menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas lain yang setidaknya enggak begitu menguras tenaga.



1. Membaca Buku


Apalagi sih ya yang saya lakukan kalau sedang free time? Pastinya saya menghabiskan waktu dengan menikmati bacaan, apalagi karena saya punya target membaca tahunan, jadi membaca buku adalah pilihan tepat dan bermanfaat untuk mengisi waktu luang.

Saya bukan tipe pembaca yang hanya akan membaca buku-buku tertentu saja. Meski saat ini sedang berpuasa, saya tetap membaca buku-buku yang sesuai dengan selera saya. Kebetulan sedang tertarik menuntaskan beberapa buku klasik dan serial anak-anaknya Enid Blyton. Ada yang suka karyanya Eyang Enid? Toss...kita samaan.


2. Food Preparation



Sejak mengintip ide ini melalui Pinterest, saya sempat terpengaruh ingin ikut mempraktekkan ide-ide tersebut segera. Tapi, nyatanya saya menundanya terlalu lama hingga baru-baru ini saja saya memulai praktek agar kulkas di rumah lebih rapi dan juga saat memasak lebih efisien. Pun karena beberapa blogger sudah mulai melakukannya sehingga saya seperti terpecut semangatnya untuk ikut mempraktekkan Food Preparation ini.

Namun, saya tidak langsung mempersiapkan kotak-kotak yang digunakan untuk menyimpan sayur mayur atau bahan mentah untuk memasak lainnya. Karena sebenarnya, tanpa saya sadari, saya memiliki banyak sekali kotak makan plastik yang saya dapat setiap membungkus makanan dari tempat makan. Kebanyakan dari mereka menggunakan kotak makan plastik yang masih bisa digunakan kembali. Inilah yang membuat saya tambah semangat, tidak perlu membeli lagi, cukup menggunakan yang ada di rumah.

Karena itulah, saat menunggu waktu berbuka, saya manfaatkan waktu luang untuk membersihkan sayur mayur, bumbu dapur sampai ayam atau daging dan telur yang saya beli hari itu. Pun, karena saya tidak ingin ada bahan mentah yang terbuang akibat terlalu lama mengendap di lemari es, saya menjadualkan pembelian bahan mentah setiap tiga hari sekali. Itu pun harus dipastikan semua bahan diolah agar tidak ada yang terbuang dengan percuma. Selain membuat kulkas lebih rapi, nyatanya, menerapkan Foor Preparation ini memberi kemudahan untuk saya saat harus menyiapkan hidangan untuk makan sahur. Karena saya tinggal mengolah bahan yang sudah bersih dan siap untuk langsung dimasak tanpa perlu mengiris atau memotongnya lagi. Jadi, benar-benar efisien dan menghemat waktu.



3. Ngeblog, dong!



Biar selama Ramadan ini blog saya enggak sepi dan nanti usai lebaran tidak banyak sarang laba-laba yang menghuni. Ngeblog menjadi salah satu aktivitas yang juga bermanfaat untuk mengisi waktu luang, loh. Seperti mencari ide kira-kira apa yang ingin ditulis atau melakukan riset untuk tulisan agar tidak berisi informasi yang tidak valid. Dengan memanfaatkan waktu luang, apalagi untuk menulis atau ngeblog, rasanya menunggu waktu berbuka tidak akan terasa berat, terutama karena saat ini cuaca sedang panas-panasnya, bisa saja bayangan akan es buah atau bahkan sekadar air putih dingin bisa begitu menggoda, hehehe. Karena itu, mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif, insya allah bisa membawa energi positif untuk diri kita sendiri.


Kalau Anda, apa yang dilakukan selama mengisi waktu luang atau waktu senggang di bulan Ramadan? [Ipeh Alena]

18 May, 2018

Beberapa Barang Ini Sangat Membantu Saat Pindahan Rumah


Pindah Rumah


"Besok kita pindahan, mumpung masih ada orang yang reparasi rumah, biar dibantu sama mereka." Demikianlah ketika pindah rumah justru harus dilakukan dalam waktu singkat. Padahal pindahan itu tidak semudah menggeser barang dari satu titik ke titik lain. Pindahan rumah berarti memindahkan segala macam isi, baik itu barang-barang yang masih dipakai, barang-barang yang jarang dipakai, hingga sampah yang belum sempat dipisah dan dibuang. Dan, pindahan rumah bukan perkara mudah.

Berawal dari rencana untuk pindah rumah usai renovasi, meski tanggalnya masih belum ditentukan. Saya sudah mulai mencari tahu, kira-kira apa saja sih barang-barang yang dibutuhkan agar mempermudah proses pindahan rumah? Walaupun sebetulnya, ini bukan pertama kali saya pindahan tempat tinggal. Dulu, saya pernah pindahan dari rumah Mamah ke rumah Ibu di rawa lumbu. Kemudian dari rumah Ibu ke Pengasinan. Setelahnya dari Pengasinan ke Pondok Hijau Permai. Dan, kali ini pindahan dari Pondok Hijau Permai ke Lambangsari.

Meskipun sudah beberapa kali pindah tempat tinggal, tetap saja saya merasa ada beberapa hal yang sebenarnya masih belum saya pahami. Dalam hal ini, mengemas barang agar lebih efisien dan mudah. Apalagi, sejarah pindahan sebelumnya ini, dilakukan dengan cara mencicil alias pindahannya sedikit demi sedikit. Tapi, saat harus pindah ke Lambangsari, saya dituntut untuk bisa memindahkan semua barang dalam satu hari. Tidak ada lagi waktu dan kesempatan untuk mencicilnya.

Dari hasil temuan saya melalui aplikasi Pinterest yang merupakan aplikasi segudang ide, saya temukan banyak informasi berguna yang akhirnya saya contoh. Dan beberapa barang ini, sangat teramat bermanfaat. Apa saja barang-barang murah nan istimewa ini? Disimak, ya.



1. Plastik Wrapping



Sebelum mendapat berita agar segera pindahan, waktu rumah masih di renovasi, saya sudah mempersiapkan plastik wrapping ini untuk membungkus buku-buku saya yang belum memiliki rumah sendiri. Apalagi, penyakit buku yang sering membuat saya ketakutan adalah rayap! Sementara di rumah yang sebelumnya, rayap bertebaran di mana saja. Saking takutnya, akhirnya saya mencari informasi bagaimana cara melindungi buku-buku dari serangan rayap dan meminimalisir buku tersebut terjangkit jamur.

Hasilnya adalah membungkus buku-buku dengan plastik wrapping. Saya membeli plastik wrappingnya yang khusus untuk barang, bukan plastik wrapping untuk makanan. Kenapa? Karena harganya mahal sekali yang food grade, hehe. Lagi pula ini kan untuk buku, jadi saya tidak membutuhkan plastik yang food grade itu.

Sambil membungkus buku-buku tersebut ke dalam plastik wrapping. Saya juga mendata berapa banyak buku-buku yang saya punya di rumah. Apalagi, wacana mendata buku ini sudah sejak sekitar tahun 2016 ingin saya lakukan tapi tak kunjung dipraktekkan karena rasa malas yang tinggi. Akhirnya, karena terpaksa agar lebih berfaedah kegiatan membungkus buku, saya sambi dengan mendatanya. Total ada 325 buku yang saya miliki di rumah, bukannya senang saya justru merasa glegekan karena bingung mau ditempatkan dimana buku-buku ini.

Buku, memang harta karun yang tidak mampu saya deskripsikan bagaimana rasa bahagia saya memiliki mereka. Namun, ruangan yang kurang memadai justru membuat saya sadar bahwa saya harus mulai memikirkan hal ini. Itulah sebabnya, belakangan saya lebih sering membaca buku elektronik dibanding membeli buku fisik. Demi mengamankan ruang lebih agar tidak dipenuhi tumpukan buku, hehe. Beginilah nasib pembaca buku dan penimbun buku sekaligus, rasanya tidak bisa diwakilkan dengan kata-kata.





2. Kardus Dengan Ukuran Khusus



Begini, meski jadual pindahannya termasuk dadakan, tapi persiapannya sudah saya lakukan jauh-jauh hari, termasuk memesan kardus dengan ukuran yang khusus. Apalagi, kebanyakan kardus yang beredar, menurut saya masih kurang besar untuk menampung barang-barang yang ingin saya pindahkan. Khususnya untuk buku, karena itu saya memutuskan untuk mencari informasi penyedia kardus dengan ukuran yang bisa dimodifikasi tapi harganya murah.

Dapatlah saya informasinya melalui marketplace hijau dengan harga Rp 6.500 / kardus. Menurut saya sangat murah, apalagi saat itu kondisinya saya kesulitan mencari kardus dengan ukuran yang sering ditemui seperti kardus mie instan atau kardus air mineral. Padahal rumah saya sebelumnya ini dekat sekali dengan pasar pagi, otomatis beberapa warung di sana pasti memiliki kardus yang tidak terpakai. Sayangnya, ketika saya ingin membeli kardus pada mereka, kardus-kardus tersebut sudah diambil oleh pengepul kardus. Akhirnya, saya kesulitan mencarinya dan memutuskan membelinya secara online.


Menurut saya, kardus yang saya beli dengan spesifikasi single wall ini kualitasnya sangat bagus. Karena kardus yang digunakan untuk memodifikasi ukurannya, merupakan kardus dengan kualitas yang masih bagus meski bekas. Tidak ada bagian yang rusak, kecuali beberapa rekatan karena tempelan agar ukurannya sesuai. Tapi, tidak mengganggu fungsinya, sih.



3. Plastik Jumbo



Tahu kan plastik yang ukurannya panjang dan besar? Ukurannya 90 x 120, cukup besar untuk membungkus pakaian. Nah, pakaian yang saya gantung, tidak saya lepas satu-persatu, tapi saya bungkus dengan plastik dimana gantungannya tetap di posisinya. Cara membungkusnya sama seperti gambar yang saya ambil dari pinterest akun buzzfeed ini :


Source : Pinterest Buzzfeed 

Karena baju saya banyak yang panjang, alhasil saya beli plastik yang ukurannya besar. Dengan cara seperti ini justru benar-benar mempermudah sekali. Saya tidak perlu melipat pakaian sehingga nantinya harus bekerja dua kali untuk menggantungnya kembali. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah plastik yang digunakan untuk membungkus pakaian ini, bisa saja robek saat ditumpuk dengan barang-barang yang lain. Jadi, pastikan kita memantau dimana pakaian ini ditumpuk di mobil. Selain agar tidak robek, juga agar terhindar dari barang-barang cair yang bisa membuat pakaian kita terkena noda atau basah.



4. Boks Kontainer Plastik



Bagi saya, peralengkapan dapur seperti piring, gelas dan segala macam yang ada di dapur lebih aman jika disimpan di dalam boks kontainer berbahan plastik. Saya punya boks kontainer ini yang ukuran 150 liter. Fungsinya untuk menyimpan piring, gelas, kotak makan dan tempat minum serta beberapa panci dan wajan. Awalnya saya pikir akan memakan banyak tempat dan tidak efisien. Tapi, rupanya justru lebih mempermudah, apalagi saat diangkut dengan mobil bak terbuka, digabung dengan barang-barang lain, otomatis bisa aja pecah atau lecet saat perjalanan.

Apalagi, saya tidak bisa mengatakan kalau orang-orang yang membantu saya pindahan ini termasuk yang mengenal dengan baik, barang mana yang harus ditumpuk di atas dan mana yang harus di tumpuk di bawah. Berbeda dengan jasa khusus pindahan di luar negeri yang bahkan sudah sangat paham mengenai posisi barang saat pindahan. Itulah kenapa saya pikir memiliki kotak kontainer plastik ini semacam investasi yang nantinya tetap bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang lainnya.

Kotak ini juga bisa untuk menyimpan boneka, mainan, buku, tas dan beberapa pakaian yang jarang dipakai, loh. Jadi sangat banyak fungsinya sehingga tidak akan mubazir setelah membelinya.



5. Isolasi Dan Label



Tentunya saat mengemas barang dan memasukkannya ke dalam kardus kita akan membutuhkan isolasi sebagai perekat. Dan pastinya membutuhkan isolasi ukuran besar yang banyak. Saya bahkan menghabiskan sekitar enam isolasi ukuran besar selama packing barang-barang di rumah. Apalagi ada beberapa barang yang saya letakkan di kardus. Dan isolasi juga berfungsi untuk melapisi kulkas dan lemari agar selama perjalanan di atas mobil, pintunya tidak terbuka dan tertutup sehingga bisa cepat rusak. Dengan melapisi kulkas dan lemari selama perjalanan juga bisa melindungi bagian body-nya agar tidak lecet.

Selain itu saya juga merekomendasikan penggunaan label pada setiap kotak atau kardus. Ini berguna untuk menuliskan barang apa saja yang ada di dalam kotak atau kardus tersebut. Cara ini sangat mempermudah, loh, terutama usai pindahan sehingga kita bisa tahu dimana meletakkan barang tersebut. Karena saya benar-benar mengalami, ketika usai barang sampai di rumah, saya tidak bisa langsung membongkar kardus dan kotak kemudian merapikannya. Butuh waktu beberapa hari untuk meletakkan kembali barang-barang tersebut ke tempatnya semula. Untuk itu, ketika sedang membutuhkan sesuatu, saya sudah tahu ada di kardus atau kotak mana barang yang saya cari.

Penulisan di dalam labelnya pun bukan sekadar jenis barang yang saya simpan saja. Tapi saya juga menuliskan, asal barang tersebut dari mana, apakah dari ruang tamu, kamar depan, kamar belakang, kamar mandi atau justru dari dapur. Dengan begini, orang yang membantu mengangkat barang-barang kita saat pindahan, tahu dimana harus meletakkan barang tersebut dari tulisan yang kita pasang pada setiap kardus atau kotak.



***


Pindahan rumah itu sangat melelahkan, loh. Apalagi usai pindahan, bahkan saya membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk mengeluarkan barang-barang dari kardus / kotaknya. Karena hari pertama setelah pindahan, saya mengalami pegal-pegal seluruh badan yang membuat saya akhirnya merasa lemas. Alhasil, minggu pertama sesudah pindahan, saya menghabiskan waktu untuk istirahat agar tidak terlalu memaksa tubuh saya untuk bekerja.

Kelima barang di atas cenderung cukup mudah di dapat. Apalagi setelah benar-benar mempraktekkan tips dari pinterest, saya merasa cara tersebut sangat efisien dan memberikan kemudahan bagi orang yang membantu kita saat pindahan. Dengan memberikan kemudahan pada mereka, kita jadi meringankan pekerjaan mereka juga. Itulah kenapa, meski tampaknya "ribet banget" tapi mengemas barang-barang kita dengan cara yang lebih rapi dan mudah justru memberikan keuntungan yang sangat besar untuk kita.

Bagaimana dengan Anda, apakah ada pengalaman seru dan unik yang dialami saat pindahan tempat tinggal? Silakan berbagi di kolom komentar. Semoga tulisan saya bermanfaat. [Ipeh Alena]

16 May, 2018

Impian Selanjutnya Ingin Berkunjung Ke Dieng Plateu Dan Menikmati Dinginnya Udara Di Sana




Sebelum saya melanjutkan cerita tentang perjalanan saya di Malang, kali ini saya ingin menuliskan tentang impian saya. Yaitu keinginan untuk mengunjungi Dieng Plateu atau Dataran Tinggi Dieng yang konon katanya tingginya menempati posisi kedua sementara Dataran Tinggi Tibet menempati posisi pertama. Pastinya dong, jadi semakin penasaran saya. Apalagi beberapa blogger, sempat terlintas di linimasa kanal sosial, menyeritakan betapa dinginnya cuaca di sana. Bahkan bisa mencapai titik nol derajat.

Bayangkan saja, kemarin saat mengunjungi Bromo, itu pun bagi saya sudah dingin. Bahkan embunnya seperti saya menggenggam air dari kulkas, saking dinginnya. Bagaimana dengan Dataran Tinggi Dieng ini? Pastinya lebih menantang juga, ya. Dan yang membuat saya bertambah mupeng, saat berangkat menuju Malang, adik saya bercerita tentang pengalamannya mengunjungi tempat ini.

Adik saya ini yang cowok dan yang cewek (bontot), bersama dengan komunitas motor, berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng (lihat di sini). Dimana saat tiba di sana, menurut pengakuan adik bontot saya, dia bahkan sampai tidak bisa bebas bergerak saking dinginnya. Setelah buang air pun dia mengaku sampai tidak berani menyentuh air. Kemudian, saat malam menjelang, keduanya sampai tidak bisa tidur meski sudah mengenakan sleeping bag karena udara yang demikian dingin. Oiya, kedua adik saya ini menghabiskan malamnya dengan mendirikan kemah di kawasan ini. Kebayangkan, ya, bagaimana dinginnya Dieng.

Dari cerita inilah, saya jadi semakin penasaran dengan Dataran Tinggi Dieng. Apalagi ditambah dengan foto-foto yang dipamerkan ke saya. Semakin menjadi-jadi keinginan saya untuk bisa mengunjungi Dieng. Sebelum berangkat, mendingan saya cari informasi dulu enaknya naik apa ke Dieng.



Naik Pesawat Ke Dieng Pesannya Di Traveloka



Saat hendak memesan tiket Pesawat dan Hotel di website Traveloka, saya sudah disuguhi dengan paket yang menarik ditambah harga yang lebih murah 20% meski tanpa kode diskon. Awgewla aja, belum dikasih diskon harga normalnya saja sudah murah banget! Lumayan murah loh, ketimbang saya memesannya secara terpisah. Next time, sepertinya saya memilih memesan tiket pesawat sekaligus hotel daripada memesannya secara terpisah. Lebih efisien dan menghemat waktu pastinya.

Tiket pesawat ke dieng murah


Nah, saya memang merencanakan untuk berangkat ke Dieng sekitar tanggal 15 Agustus. Alasannya, karena saya ingin muter-muter di Jogjakarta sebentar, kemudian bertolak ke Dieng demi bisa mengikuti ikutan upacara Hari Kemerdekaan di sini. Siapa tahu saya beruntung, bisa bergabung dengan para turis yang ikut mengadakan upacara, tentunya ini bisa menjadi pengalaman yang istimewa untuk saya. Apalagi udara di bulan Agustus biasanya cerah.

Menurut beberapa sumber yang saya dapat, jika ingin berkunjung ke Dieng dengan menggunakan pesawat, tujuan akhirnya bisa di bandara Yogyakarta atau di Solo. Setelahnya nanti menyambung kembali naik bis dengan tujuan ke Wonosobo. Karena Dieng memang lokasinya berada di Kabupaten Banjarnegara, dekat dengan Wonosobo. Sesampainya di Wonosobo, bisa melanjutkan perjalanan ke Dieng lagi dengan menggunakan kendaraan umum.

Pengalaman saya selama di Malang kemarin, kami sering loh menggunakan angkutan umum yang membuat kami justru melewati tempat-tempat yang menarik. Apalagi saat melewati sekolah Dempo yang kemudian mengembalikan ingatan akan nasi gorengnya yang enak. Nah, perjalanan menuju Dieng pun kalau ditempuh dengan menggunakan angkutan umum, siapa tahu justru menambah pengalaman yang menarik untuk kita, saya aja kali ya, hehe.

Oiya, sebelumnya, kenapa saya langsung merekomendasikan pembaca untuk pesan ke Traveloka. Alasannya, setelah saya cek ke beberapa website penyedia tiket kereta, pesawat dan hotel lainnya. Setelah saya hitung lagi, justru jadi lebih mahal hitungannya. Mungkin karena pesannya misah-misah kali, ya. Soalnya ada juga beberapa website yang menyediakan diskonan khusus penginapan, pun setelah dihitung lagi, jatuhnya sama harganya.

Untuk menghemat waktu dan tenaga serta kuota. Terutama bagi pembaca yang tengah terburu-buru, saya saranin sih langsung saja pesan hotel dan tiket pesawat. Sudah ada kok, fiturnya di website Traveloka.


Tiket pesawat ke dieng murah



Kenapa pesannya di Traveloka?



  • Mudah. Pesannya di satu tempat. Jadi enggak perlu buka-buka tab lain di browser.
  • Efisien. Tidak ribet karena pesannya cukup satu langkah saja.
  • Menghemat waktu dan juga kuota internet. Meski menggunakan layanan internet tanpa batas, tapi kalau sedang teburu-buru, kemudian menghadapi dilema karena sinyal kurang kuat. Oleh karena itu, memesan langsung di website Traveloka justru membantu Anda menghemat waktu.
  • Lebih murah. Karena ada diskon yang cukup lumayan bisa menghemat pengeluaran. 
  • Terpercaya. Iya dong, saya kenal Traveloka dan sudah memesan tiket dari websitenya sejak tahun 2016-an. Dan customer servicenya juga sangat informatif membantu sesuai dengan pengalaman saya di sini : Perjalanan Lancar Berkat Customer Service Traveloka.
  • Metode pembayarannya beragam. Saya beberapa kali transaksi di Traveloka seringnya menggunakan pembayaran kartu kredit. Pernah juga memesan menggunakan pembayaran melalui ATM. Jangan salah, sering juga saya membantu kerabat dekat yang ingin bepergian, dengan memesankan mereka tiket melalui Traveloka dengan membayarnya melalui ATM. Lebih mudah dan gampang.

Pesan Tiket Traveloka


Pesan Tiket Murah

Pesan Tiket Murah


Lengkapi Perlengkapan Anda Sebelum Menginap Di Dieng




1. Bawa jaket atau pakaian pelindung yang bisa melindungi tubuh Anda dari udara yang dingin


Tidak perlu malu kalau tubuh kita kurang terbiasa dengan udara yang teramat dingin. Terutama bagi yang hendak menyewa tenda untuk bermalam di Dieng, bawa selimut tambahan agar saat tidur tetap bisa nyenyak. Meski sudah menyiapkan sleeping bag, siapa tahu tetap merasa kedinginan sehingga jaket atau selimut tebal bisa membantu tubuh kita agar tidak menggigil.


2. Bawa obat-obatan seperlunya


Ini pengalaman saya saat ke Bromo kemarin, saya mengalami hal yang membuat saya terkejut. Seluruh wajah dan tubuh saya dihiasi bentol yang ukurannya besar-besar. Ternyata saya alergi dengan udara yang teramat dingin sehingga mengalami biduran. Karena saya tidak menyadari kalau saya punya alergi, alhasil saya tidak membawa apalagi mempersiapkan obat-obatan untuk mencegah alergi saya bertambah parah.

Jadi, disediakan saja. Kalau-kalau Anda tidak tahu apakah tubuh Anda alergi terhadap cuaca yang teramat dingin atau tidak. Lebih baik sedia obat-obatan sebelum mengalami alergi, hehe.




3. Pakai sarung tangan dan penutup kepala


Sewaktu mengunjungi Bromo kemarin, saya tidak lupa untuk membawa sarung tangan rajut yang biasa saya kenakan saat mengendarai motor. Awalnya, saya pikir akan tetap terasa dingin, tapi ternyata justru membantu jemari saya agar tidak beku karena kedinginan. Nah, bagi yang ingin mengunjungi Dieng, jangan lupa juga untuk mengenakan sarung tangan. Juga penutup kepala atau topi berbentuk kupluk.

Konon, jika telinga kita tertutup saat berada di lingkungan yang udaranya dingin, maka bisa membantu mencegah masuk angin apalagi menggigil karena kedinginan. Enaknya lagi, mengenakan topi kupluk juga bisa menjadi aksesoris fashion, agar tampil beda gitu loh.



4. Perlengkapan sholat jangan lupa dibawa


Iya dong, masa jalan-jalan membuat kita lupa untuk mendirikan solat. Jangan sampai perjalanan wisata alam membuat kita lupa untuk beribadah, ya. Justru harusnya dijadikan sebagai aktivitas yang bisa mendekatkan kita pada Yang Maha Pencipta. Karena itu, mukena dan sajadah jangan lupa dibawa, ya.



5. Siapkan kapasitas penyimpanan kamera atau gawai yang memadai



Sama seperti pengalaman saya mengunjungi beberapa tempat wisata di Malang. Karena terlalu bersemangat akhirnya lupa untuk memeriksa kapasitas penyimpanan di gawai. Akhirnya, saat ada momen yang ingin sekali saya abadikan, harus rela saya tinggalkan karena tempat penyimpanan saya penuh! Duh, rasanya tuh sedih sekali, loh. Apalagi kalau Anda ingin menikmati pemandangan alam sampai menikmati pagi hari di Dieng yang asri dan dingin ini, tentunya kapasitas penyimpanan di kamera atau gawai kita harus benar-benar memadai, kalau bisa bawa yang jumlah kapasitasnya besar, jadi bisa mengabadikan banyak foto sekaligus.



***


Tiga tahun yang lalu, saya bermimpi ingin mengelilingi kota Malang dan berkunjung ke Bromo. Keinginan tersebut sering hadir ke dalam mimpi-mimpi saya kala malam sebelum tidur. Kali ini, keinginan untuk menjejakkan kaki ke Dieng, saya harapkan bisa terwujud di tahun 2018 ini sesuai dengan tanggal yang sudah direncanakan. Agar bisa merasakan upacara hari kemerdekaan di tempat yang berbeda. Semoga saja situasi dan kondisinya mendukung, mengingat beberapa waktu yang lalu lokasi Dieng ini sempat ditutup karena adanya aktivitas alam yang tidak terduga.

Jadi, Anda punya keinginan untuk mengunjungi Dieng seperti saya? Atau ada tempat lain yang ingin dikunjungi juga? Jangan lupa untuk mengecek harganya secara teliti dan bandingkan dengan Traveloka, karena lagi ada diskon yang lumayan banyak, loh. [Ipeh Alena]

13 May, 2018

Berkunjung Ke Museum Angkut Di Batu Malang



Museum Angkut Malang


Mungkin kunjungan saya ke museum angkut ini terbilang telat. Karena hype-nya sudah lewat. Tapi, ternyata masih banyak pula wisatawan lokal yang belum mengunjungi tempat ini. Karena itu, ketika hari sudah beranjak sore, kami tiba di Museum Angkut yang letaknya di Batu - Malang ini, masih ramai oleh pengunjung yang rupanya banyak berasal dari luar Malang.


Museum Angkut Malang



Memasuki areal museum tepat pukul empat sore, saya sempat merasa takjub. Bukan apa-apa, saya merasa teramat senang sekaligus terharu karena Allah masih mewujudkan doa dan harapan saya untuk mengunjungi tempat ini. Sesampainya di lokasi, saya tahu kalau waktu saya di sini tidak akan begitu lama. Jadi, saya harus mempersiapkan diri jikalau harus pulang lebih cepat.


Area Museum Angkut ini terbilang cukup luas. Meski awalnya saya berpikir kalau ruangannya hanya segitu-gitu saja, mengingat lantai utamanya hanya menunjukkan kalau ruangannya tersedia sedikit saja. Eh, tapi, saya salah. Ternyata setelah lantai satu yang berisi barisan mobil-mobil lawas serta beberapa penampakan sepeda. Ada lagi lantai di atas yang berisi banyak kendaraan angkut jaman dahulu.


Beberapa juga masih digunakan hingga saat ini seperti Becak dan ada juga penampakan mobil Tucuxi yang pernah mengalami kecelakaan saat dikendarai oleh Dahlan Iskan. Ternyata mobil tersebut adalah mobil asli yang disimpan sebagai pengingat bahwa mobil tersebut merupakan karya anak bangsa. Sekaligus pemicu semangat agar bisa membuat mobil yang lebih bagus lagi.


Museum Angkut Malang


Untuk biaya masuknya, karena saya datang hari Minggu, dikenakan biaya Rp 100.000/orang. Kalau mau datang ke Museum Angkut, jangan lupa untuk menyiapkan kapasitas penyimpanan kamera atau gawai yang cukup. Karena, penyimpanan di gawai saya kapasitasnya langsung penuh akibat banyak sudut keren yang sayang kalau enggak diabadikan.


Selain menyiapkan kapasitas penyimpanan untuk kamera atau gawai yang cukup. Ada beberapa hal juga yang sebaiknya diperhatikan sebelum berkunjung ke Museum Angkut.


Museum Angkut Malang



1.Gunakan Pakaian Yang Nyaman



Terutama saat ingin berkunjung di sekitar bulan Mei - Agustus, ada kemungkinan cuacanya cerah atau berawan. Tentunya saat cuaca cerah, udara juga bisa panas atau adem atau justru gerah. Persiapkan saja dengan mengenakan pakaian yang nyaman di tubuh. Agar tetap bisa beraktivitas dan menjelajah setiap sudut ruangan di Museum ini.


Museum Angkut Malang


2. Kenakan Alas Kaki Yang Menghindari Kita Dari Cepat Lelah


Museum Angkut Malang


Begini, di museum ini terdapat beberapa anak tangga yang lumayan banyak. Apalagi kalau mau berkunjung ke atapnya, dimana ada miniatur pesawat terbang yang akan membuat banyak anak-anak tertarik untuk melihat langsung dari dekat. Berarti Anda harus mengenakan alas kaki yang nyaman dan juga dapat melindungi kaki Anda dari kelelahan.


Museum Angkut Malang


Kalau saya menyarankan mengenakan sepatu, sih. Soalnya selama berkunjung ke tempat ini, saya merasa nyaman dan enggak cepat lelah. Apalagi saat itu saya baru saja sampai kota Malang pukul tiga pagi. Otomatis, tubuh masih belum optimal sehingga terbantu sekali dengan mengenakan alas kaki yang sesuai.



3. Hati-hati Jika Mengajak Orangtua Dan Anak-anak


Museum Angkut Malang


Jika Anda mengajak anak Anda mengunjungi tempat ini. Saya sarankan untuk benar-benar menjaganya. Bukan karena tempat ini teramat berbahaya. Tapi, karena tangga yang cukup tinggi, serta beberapa miniatur di sana ada yang tidak boleh disentuh. Daripada terjadi sesuatu yang kurang mengenakkan dan mengganggu liburan Anda, sepertinya lebih enak kalau benar-benar mengawasi dan memberi mereka pengertian.


Untuk Anda yang mengajak orangtua, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk naik-turun tangga sebaiknya bertanya langsung ke petugas di sana, dimana tempat yang enak untuk beristirahat atau jalur yang bisa mengarah langsung ke bagian lainnya tanpa menggunakan tangga. Saya belum tahu sih, apakah ada jalan pintas atau enggak, karena saya mengikuti jalur yang direkomendasikan oleh kakak saya, jalur yang banyak melewati anak tangga.

Museum Angkut Malang


4. Bawa Barang Atau Tas Seperlunya Saja



Saat mengunjungi Museum Angkut ini, kalau Anda membawa banyak sekali tas. Sebaiknya dititipkan di loker yang letaknya tepat di pintu masuk. Karena, percuma juga kalau dipaksa ingin membawa tas-tas Anda, sementara di pintu masuk nanti Anda akan diminta untuk menyimpan tas Anda di loker.

Museum Angkut Malang


Ini berlaku untuk Anda yang membawa tas besar, ya. Kenapa enggak boleh? Karena di dalam museum ini banyak miniatur kecil yang memang dilarang untuk dibawa pulang. Namun, demi menjaga keamanan dan kenyamanan, tentunya peraturan tersebut sebaiknya ditaati. Tidak akan rugi, kok.


Kemarin, untungnya, saya diinformasikan oleh Kakak saya, sehingga saya menitipkan dompet di tas selempang kecil adik saya dan gawai saya bawa sendiri karena selama di sana, sama sekali saya enggak bisa berhenti untuk memotret.


***

Bagian paling favorit selama berkunjung ke Museum Angkut yaitu atap museum dimana kita disuguhi pemandangan rumah-rumah warga dan gunung yang sangat asri. Apalagi anginnya juga sepoi-sepoi membuat sore hari yang cukup gerah itu menjadi terasa adem dan menyenangkan.

Museum Angkut Malang



Kami langsung menyudahi kunjungan karena tubuh sudah meminta istirahat setelah perjalanan 13 jam 50 menit di kereta menguras energi kami. Tapi, keseruan di Museum Angkut membuat kami tak lupa. Apalagi saat kunjungan kemarin, bertepatan dengan acara yang menghadirkan Irvan Hakim sebagai bintang tamunya. Jadilah bertambah ramai saja tempat ini.


Ingin berkunjung ke Malang dan mengunjungi lokasi Museum Angkut? Silakan catat alamatnya.


D’topeng Kingdom Museum


Jl. Terusan Sultan Agung No.2, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314

06 May, 2018

Wisata Dadakan Ke Malang Hari Pertama





Akhirnya, terwujud juga keinginan saya untuk kembali menjejak ke kota Malang. Setelah sekian waktu berharap dan berdoa agar diberi kesempatan lagi untuk menikmati kota ini. Berangkat dengan menggunakan kereta api, Jayabaya. Saya dan rombongan berangkat dari stasiun Pasar Senen. Sekitar pukul tiga pagi tadi (6 Mei 2018) kami tiba di stasiun Malang.

Dari awal berangkat yang sebenarnya serba dadakan ini. Kami belum tahu hendak menginap dimana. Namun, beberapa alternatif rencana sudah kami persiapkan sambil terus membicarakannya selama di perjalanan.

Dan seperti yang pernah saya tulis sebelumnya di tulisan : Perjalanan Ke Sukabumi . Setiap kali bepergian ke luar kota. Pasti ada sesuatu yang penting untuk dikerjakan. Jadi, saya belum pernah menikmati liburan yang telah direncanakan sebelumnya, jauh-jauh hari. Kali ini alasan saya bisa menjejak ke Malang adalah karena mengantar adik saya untuk mendaftar kuliah di ITN.

Kenapa di ITN? Yang pasti, tempat ini rekomendasi dari banyak orang yang terpercaya, terutama untuk fakultas Teknik Mesin-nya. Selain itu, beban biaya yang ditawarkan juga tidak terlalu tinggi dibanding tempat lain. Itulah kenapa, setelah riset sana riset sini, akhirnya pilihannya jatuh ke ITN.


***

Selama perjalanan, kami mencari rekomendasi penginapan yang dekat dengan kampus ITN melalui situs penyedia informasi : Trivago. Setelah membandingkan harga, menyusun rencana hingga memesan kamar di perjalanan, kami merasakan kemudahan dan efisiensi serta harga yang cocok melalui Trivago.





Akhirnya kami memesan tiket untuk menginap di Hotel yang dekat dengan kampus ITN dan juga dekat dengan stasiun. Lokasinya persis di depan alun-alun Malang. Jenis tempat penginapan bintang 1, kalau dilihat dari informasi di Trivago.

Tapi, karena kereta kami tiba dini hari. Sementara tempat penginapan tersebut baru mulai beraktivitas sekitar pukul delapan pagi. Mau tidak mau kami harus mencari tempat penginapan lain demi kemakmuran mata kami yang sudah “lima watt”. Dapatlah penginapan lain di Jalan Mor Sugiopranoto.

Allhamdulillah penginapan ini buka 24 jam. Jadi, kami bisa langsung check-in. Namun, sungguh tak terduga saat kami masuk ke dalam kamarnya. Rasanya aneh, bukan tentang hal mistis ya. Tapi, karena ruangannya sedikit pengap, meski ada Air Conditioner. Kemudian, lantainya memang tampak di sapu. Tapi, di area-area tertentu saja. Sementara di samping-samping lemari, kolong kasur sampai belakang pintu. Kotor sekali. Sampai-sampai sarang laba-laba menghiasi setiap sudut dinding.

Belum lagi, kamar mandinya yang bagi saya sulit untuk diceritakan. Saya bahkan mandi dengan terburu-buru, hingga kesulitan untuk buang air besar karena rasanya tidak sanggup harus berdiam diri, konsentrasi dan fokus di kamar mandi yang kurang bersih.

Singkat cerita, saya tidak bisa istirahat sampai siang menjelang. Dan sekitar pukul 10 pagi, usai mencari sarapan dan berkunjung ke pasar tempat menjual binatang di dekat penginapan. Kami memutuskan untuk langsung check-out. Lagi pula sudah tidak tersisa lagi keinginan untuk berlama-lama di sana.


***


Setelah check-out, awalnya kami sudah janjian dengan kakak kami yang tinggal di Probolinggo. Namun, karena kemacetan, akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung ke rumah salah satu teman yang tinggal di daerah terdekat. Kami menghabiskan waktu cukup lama di rumah kawan kami ini. Sambil bercerita tentang masa-masa muda, tak terasa sore menjelang. Dan kami akhirnya bisa bertemu dengan kakak kami yang kemudian mengajak kami ke Museum Transportasi yang hits itu.


Insya allah bersambung.