13 September, 2018

Pengalaman Menggunakan Kartu Sehat Kota Bekasi Di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur



Kartu Sehat Bekasi



Anda warga Bekasi, sudah memiliki Kartu Sehat? Kalau dalam kondisi mendadak dan butuh perawatan dari Rumah Sakit kelas menengah, namun tidak menerima layanan BPJS. Anda cukup memeriksa di daftar Rumah Sakit yang menerima layanan Kartu Sehat.

Saat saya menggunakan layanan ini, kondisi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur tidak begitu ramai. Untuk pelayanannya pun sama, tidak sepenuh antrain BPJS. Untuk pelayanan yang berbeda itu berupa obat-obatan, dipilih yang tidak mahal. Kemudian tempat mendaftarnya.

Ketika saya berobat dengan keluhan meriang dan batuk kering, saya mengalami kebingungan yang disebabkan kesalahan saya. Awalnya, ingin menggunakan kartu asuransi seperti biasa, tapi ada kendala yang membuat kartu asuransi saya harus dicetak ulang dan sampai sekarang belum datang. Saat datang, saya lupa menanyakan pendaftaran untuk pengguna Kartu Sehat. Otomatis, saya bolak-balik karena kurang lengkap saat bertanya.

Jadi, untuk pasien khusus pengguna Kartu Sehat khusus Kota Bekasi ini, pendaftarannya di Ruang Kaca Amarilis yang letaknya persis di belakang pendaftaran Poli Anak. Di situ Anda akan dimintai beberapa fotocopy yang harus sudah dipersiapkan, yaitu :


  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy KTP pasien
  • Fotocopy Kartu Sehat



Kartu Sehat Bekasi


Kalau ketiga persyaratan di atas sudah dipenuhi. Anda tinggal mengikuti perintah harus menunggu di bagian mana atau di ruangan apa. Kelebihan dari Kartu Sehat ketimbang BPJS ini yang paling tampak adalah Pilihan Rumah Sakitnya. Dimana Mitra Keluarga Bekasi Timur hanya menerima pasien pengguna BPJS Ketenagakerjaan itu pun untuk beberapa kasus tertentu. Sementara untuk BPJS Kesehatan tidak tersedia di rumah sakit ini. Sehingga, saya merasakan betul kemudahannya terutama karena dokter langganan saya ada di sini.

Untuk pelayanannya juga sama dengan pasien pengguna Asuransi atau Pribadi. Dari mulai dokter yang menangani, ruang perawatan sampai pelayanan pembayaran dan semuanya itu sama. Saya membandingkannya dengan kondisi ketika saya sebagai pasien pengguna Asuransi. Karena ini merupakan pengalaman saya pribadi, terutama ketika antrian di farmasi pun tidak ada perbedaan. Hanya berbeda di tempat pendaftaran dan juga pilihan obat.

Jadi, pilihan obat yang diberikan untuk pengguna Kartu Sehat ini, diberikan obat yang harganya memang tidak mahal. Tapi, tetap ampuh. Bisa dikatakan pilihan generik dari obat yang diresepkan si dokter. Ini memang ketentuan dari kerjasama antara rumah sakit dan pemerintah Kota Bekasi, ya. Bukan semau-maunya pihak rumah sakit. Apakah penyakit saya sembuh? Iyalah, kalau enggak saya disuruh kembali lagi ke dokter yang sama, untuk diperiksa secara menyeluruh penyebab batuk saya yang ternyata batuk alergi.


Pengalaman Operasi Usus Buntu Dengan Kartu Sehat Bekasi



Kalau tadi adalah pengalaman saya pribadi, untuk bagian ini saya akan menyeritakan pengalaman dari adik saya yang paling kecil. Sekitar dua minggu yang lalu, saat mengikuti upacara di sekolahnya, dia pingsan. Sampai diantar oleh dua orang gurunya dari sekolah untuk memastikan bahwa adik saya langsung dibawa ke rumah sakit. Pasalnya, keluhan dia ini sudah didiagnosa oleh dokter dari rumah sakit lain, bahwa ada kemungkinan dirinya harus menjalani operasi usus buntu.

Mendengar kata operasi usus buntu, seketika ingatan saya kembali ke sekitar tahun 2012, dimana keponakan saya meninggal dunia usai menjalani operasi usus buntu. Tidak hanya itu, HRD di kantor lama pun baru meninggal dunia sebulan sebelum adik saya didiagnosa usus buntu. Kondisi keduanya, baik keponakan maupun rekan kerja ini, usai menjalani operasi usus buntu yang keputusan diagnosanya ini cukup cepat, tidak sadarkan diri paska operasi. Tidak lama berselang meninggal dunia.

Bagaimana saya tidak ketar-ketir, coba? Mengingat dua kejadian tersebut membuat perut saya seketika mulas. Takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan juga takut kalau saya menyeritakan pada Ibu, nanti beliau stress dan gula darahnya meningkat. Namun, ada satu hal yang saya rasakan betul yaitu pihak rumah sakit tidak terburu-buru melakukan keputusan. Tetap menjalani prosedur seperti observasi lebih lanjut sampai penjelasan yang sangat-sangat detil sehingga saya saat itu juga langsung merasa tenang dan yakin.

Sebelum melakukan operasi, ada banyak sekali dokumen yang harus diisi dan ditandatangani. Ini semua merupakan prosedur dari kerjasama Kartu Sehat dengan Rumah Sakit, ya. Jadi, jangan mengeluh harus tanda tangan ini dan itu. Sudah, ikut saja prosedurnya sambil dibaca baik-baik dan ditanyakan juga dengan baik pada perawat atau petugas yang memintanya. Allhamdulillah, selama pengalaman dua kali menggunakan Kartu Sehat ini, tidak saya temui perawat atau petugas yang jutek atau tidak informatif hanya karena kami menggunakan Kartu Sehat.

Operasi Usus Buntu yang dijalani adik saya dilakukan sekitar pukul setengah enam sore. Saya, Bapak dan Ibu serta adik saya yang lelaki, ikut menunggu di ruang tunggu khusus pasien yang menjalani operasi. Setiap dering telpon yang berbunyi membuat jantung saya berdebar. Meski yang dituju adalah pasien lain. Oiya, saya ingin mengingatkan, bagi Anda yang ikut menunggu di ruang tunggu khusus pasien operasi, jika ada fasilitas telpon, mohon sekiranya untuk mengangkat jika letaknya berada di dekat Anda. Meski itu ditujukan untuk orang lain, bantulah orang lain dengan menjadi relawan yang meneruskan informasi dari ruang tindakan.

Karena, ada beberapa orang yang menunggu di ruang tersebut namun tidak menggubris bunyi telpon yang berdering sama sekali. Itu pun baru ketahuan saat orang-orang yang memang menanti kabar dari pasien yang ada di ruang tindakan baru masuk kembali ke ruang tersebut. Saya hanya bisa berbaik sangka, mungkin mereka tidak mengerti atau tidak mengetahui arti dari dering telpon di ruang tunggu operasi. Tapi, sangat berarti bagi mereka yang menanti kabar dari kerabat atau keluarga yang masih berada di ruang tindakan.

Tidak lama berselang, saya dipanggil untuk masuk ke ruang pemulihan. Di sana, saya diserahkan usus yang sudah ‘dipotong’. Tolong jangan dibayangin, hehehehe. Karena tidak semenakutkan dari yang dibayangin. Setelah saya menerimanya, kemudian menandatangani beberapa dokumen, saya juga melihat adik saya sudah mulai bisa diajak berbincang. Namun, dari ruang pemulihan tidak langsung dibawa ke ruang perawatan. Kenapa? Karena menunggu mereka benar-benar sadar dari bius. Perawat yang berada di ruang pemulihan juga menjelaskan kalau kesadaran dari adik saya ini masih belum sepenuhnya, masih sedikit terpengaruh obat bius.

Jadi, kami sekeluarga tinggal menunggu lagi sampai adik saya benar-benar sudah pulih. Tidak lama berselang, usai azan Isya berkumandang, adik saya baru bisa pindah dari kamar pemulihan ke kamar perawatan. Semua wajah keluarga saya terlihat lega dan senyum serta canda gurau kembali menghiasi suasana malam itu. Setelah sebelumnya semua mendadak tegang meski saya sudah memastikan adik saya ini sudah sadar.

Ada yang bertanya, apakah ada biaya yang dikeluarkan selama perawatan dan operasi usus buntu? Saya jawab, iya. Ada biaya yang tidak dibayarkan oleh Kartu Sehat. Yaitu biaya sarung tangan sebesar Rp 9.000. Jadi, selama sekitar 3 hari, adik saya dirawat di rumah sakit sampai dioperasi, total biaya yang dikeluarkan untuk dibayar ke rumah sakit itu sebesar sembilan ribu rupiah. Bagi saya pribadi, ini adalah hal yang memberi kemudahan bagi penduduk Bekasi.

Untuk yang ingin berobat menggunakan Kartu Sehat ini, diharapkan mengecek terlebih dahulu daftar Rumah Sakit yang bekerja sama dengan Kartu Sehat ini, ya. Jadi, tidak ada keributan kecil atau keluhan yang sebenarnya kesalahan dari pasiennya.

Ini saya sertakan beberapa nama rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan KIS Bekasi.


Rumah Sakit Dalam Kota Bekasi Yang Menerima Kartu Bekasi Sehat



  1. RSUD Kota Bekasi
  2. RS. Awal Bros
  3. RS Hermina
  4. RS Ananda Bekasi
  5. RS Mitra Keluarga Timur
  6. RS Mitra Keluarga Barat
  7. RS Bhakti Kartini
  8. RS Graha Juanda
  9. RS Sentosa
  10. RS Mekarsari
  11. RS Anna Medika
  12. RS Juwita
  13. RS Rawalumbu
  14. RS Anna Pekayon
  15. RS Hermina Galaxy
  16. RS Kartika Husada Jatiasih
  17. RS Mas Mitra
  18. RS Jatisampurna
  19. RS Mitra Keluarga Cibubur
  20. RS Permata Cibubur
  21. RS Permata Bekasi
  22. RS THB
  23. RS Citra Harapan
  24. RS Seto Hasbadi
  25. RS Karya Medika
  26. RS Bela
  27. RS Masmitra
  28. RS St. Elisabeth
  29. RS Hosana Medika Bekasi
  30. RS Satia Medika
  31. RS Subki Abdul Qadir
  32. RS Persada Medika Jt, Rahayu
  33. RS Ratna Evita
  34. RSIA Rinova Intan
  35. RSIA Karunia Kasih
  36. RSIA Seelasih
  37. RSB THB



Rumah Sakit Luar Kota Bekasi Yang Menerima Kartu Bekasi Sehat




  1. RS Sintanala
  2. RS Cipto Mangun Kusumo
  3. RS POLRI
  4. RS Persahabatan
  5. RS Sulianti Saroso
  6. RS Harapan Kita
  7. RSAB Harapan Kita
  8. RS Fatmawati
  9. RS Suharto Herjan
  10. RS Duren Sawit
  11. RSJ Islam Klender
  12. RS Haji pondok Gede
  13. RS Tiara
  14. RS Hermina Grand Wisata
  15. RS Puspa Husada
  16. RS Al-Mutazam
  17. RS Kartika Husada Setu
  18. RS Hermina Cileungsi
  19. RS Kartika Husada Tambun




***


Meski saya yakin, fasilitas Kartu Sehat ini yang bagi saya membantu. Pasti tetap akan ada orang-orang yang mengeluh terkait fasilitas dan prosedurnya. Saya tidak heran, karena memang sistem Kartu Sehat ini sendiri pun masih sangat baru. Jadi, jika ada kekurangan, tentunya akan selalu bisa ditemukan. Semoga saja meski masih baru, tapi sistem kesehatan ini bisa membantu banyak warga Bekasi yang membutuhkan. 

Dan, semoga pemerintah Kota Bekasi bisa terus komitmen dalam menyediakan pelayanan yang maksimal agar tidak ada keluhan dari banyak pihak terkait kendala pembayaran tagihan kesehatan. Sehingga setiap petugas dan pegawai di rumah sakit serta pasien pun sama-sama nyaman. [Ipehalena.com]

21 August, 2018

Cara Membuat Logo Dengan Canva

Logo Creator Canva


Senang enggak, kalau pagi hari, ketika sedang kurang semangat dengan ide yang sudah tercatat, kemudian datang ide lain usai percakapan yang hanya sebentar? Saya senang banget tentunya. Dan ide hari ini datang dari Kak Ria Tumimomor. Terima kasih, Kak, idenya cukup membuatku bersemangat hari ini!

Jadi, ide ini sesuai dengan judulnya : Membuat logo dengan menggunakan aplikasi Canva. Bagi Anda yang malas memasang aplikasi ini di gawai, bisa juga menggunakan Canva versi website. Pastikan bagi yang ingin mencobanya di gawai, Anda sudah memasang aplikasi Canva yang bisa diunduh di Playstore (bagi pengguna Android).



Langkah Membuat Logo Di Canva 



1. Jalankan Aplikasi Canva.

Logo Creator Canva


2. Setelah masuk di Menu utama. Pilih Instagram Post.

Logo Creator Canva




3. Di menu Instagram Post, pilih Blank. Kenapa saya enggak pilih menu Create? Karena saya malas mengukur ukuran canvasnya. Jadi, lebih enak pilih yang sudah ada saja.


Logo Creator Canva



4. Di Blank canvasnya, klik icon “+” di situ Anda bisa menambahkan apa saja sesuai selera. Kalau mengikuti cara saya, saya menambahkan TEXT.

Logo Creator Canva


Logo Creator Canva



5. Di bagian kotak TEXT saya ketik huruf R. Karena Kak Ria yang memberikan saya ide, jadi saya pakai untuk contoh.


Logo Creator Canva




6. Setelah huruf R ditulis di kotak, pilih JENIS HURUF yang sesuai dengan selera. Kemudian bisa diatur kecil atau besar dengan mengubah UKURAN FONT.

Logo Creator Canva


Logo Creator Canva



7. Saya juga menambahkan GRAPHIC bentuk lingkaran. Oiya, saya menambahkan tulisan "ia" sebagai kepanjangan nama dari Ria.


Logo Creator Canva




8. Karena penambahan Graphicnya setelah huruf, biasanya posisinya akan menutupi huruf. Jadi KLIK GAMBAR GRAPHICNYA, kemudian PILIH ICON yang berada di pojok kanan atas. Nantinya tampilannya, graphic lingkaran akan berada di belakang huruf. Posisikan sesuai selera.


Logo Creator Canva



9. Setelah menambahkan graphic lingkaran, saya juga menambahkan GRAPHIC ICON dengan mengetik di kotak pencarian. Anda bisa mencari apa saja yang sesuai dengan kebutuhan, kalau saya menggunakan dua kata kunci yaitu TRAVEL DAN FOOD. Usahakan menggunakan icon yang gratis. Icon dengan logo koin berarti icon tersebut berbayar. Kalau dipaksa, akan memunculkan watermark milik Canva. Jadi, pakai yang gratis saja, biar enggak ada logo Canva-nya.

Logo Creator Canva



10. Kalau sudah selesai merapikan logo sesuai selera, klik TOMBOL SHARE di bagian kanan atas. Saya tidak memilih mau dibagikan kemana, sih, cukup di klik BACK. Karena, gambar otomatis sudah tersimpan walaupun tidak memilih ingin membagikan kemana.



Logo Creator Canva



Nah, ini hasilnya. Sebagai contoh percobaan. Kalau ingin membuat yang lebih keren lagi, bisa cek logo-logo brand profesional. Dilihat tata letaknya, kalau mau, bisa juga mempelajari filosofi warna dan bentuk sebelum membuat logo. Jadi, walaupun pakai aplikasi Canva yang notabennya gratisan, tetap bisa tampak profesional karena niat untuk mendesainnya agar lebih sesuai dan tepat bagi personal branding si empunya logo.



Bagaimana? Mau mencoba juga? Semoga langkah-langkah yang saya jelaskan di atas cukup bisa membantu, ya. Semoga bermanfaat. [Ipeh Alena]

20 August, 2018

Hal Menarik Yang Terjadi Di Bulan Agustus 2018



https://www.ipehalena.com/2018/08/hal-menarik-di-bulan-agustus-2018.html



Bagi saya pribadi, bulan Agustus tahun 2018 ini adalah bulan yang paling mengharukan. Bagaimana tidak? Di bulan ini, ada hari kemerdekaan Indonesia, yang mana tentunya dirayakan oleh semua masyarakat Indonesia di seluruh penjuru dunia. Hal ini saya rasakan, bukan karena saya memilih presiden ini dan itu, sih. Karena seingat saya, saat pemilihan umum beberapa tahun lalu, saya termasuk orang yang tidak datang dan tidak menggunakan hak pilih saya. Kenapakah? Kalau tidak salah ingat, saat itu saya tengah sakit. 

Lagipula, saya termasuk salah satu penduduk di Indonesia, yang tidak terlalu mengagungkan satu orang. Karena saya orangnya cepat bosan, jadi kalau mau ngefans harus dengan banyak orang. Seperti ngefans dengan Stephen King dan Bernard Batubara. Atau di lain kesempatan ngefans dengan Ji Chang Wook dan Lee Min Ho. Pun dengan presiden, saya tidak pernah ngefans yang berlama-lama, siapa pun presidennya, ya sudah saya lihat apakah ada kebaikan yang bisa saya ingat selama usia saya?

Ingatan saya saat Presiden Soeharto adalah hari libur sekolah yang panjang, sistem sekolah dengan menggunakan nama Caturwulan dan ujian Ebtanas. Kemudian B.J Habibie, yang saya ingat adalah masa periode yang singkat namun bisa menyelamatkan Indonesia dari krisis moneter parah. Bagi saya, beliau termasuk yang tidak neko-neko. Dilanjut dengan Gus Dur rahimahallah, saya sangat ingat keragaman dalam beragama ini terasa sangat damai. Beliau presiden yang tidak peduli dengan label yang ditudingkan kepadanya saat mengucapkan hari raya seluruh umat beragama. Saat Ibu Megawati memimpin, saya ingat dengan kondisi dimana ternyata presiden perempuan itu mungkin dan tidak jadi soal selama mampu. Terus hingga kepemimpinan Pak SBY, dimana yang saya ingat adalah KPK yang sering tayang di televisi. Kenapa saya ingat? Karena sebelum tahu dengan singkatan KPK yang formal saya mengenal singkatan ini sebagai kepanjangan dari Kopok. Dan hingga presiden Joko Widodo, dimana yang saya ingat adalah jalur mudik yang sudah ditata sedemikian rupa sampai lihat video jalur selatan yang ternyata cantik sekali pemandangannya.

Saat menulis ini, saya sempat bertanya, kira-kira komentar julid yang seperti apa dan bagaimana yang akan dilontarkan para warganet? Begitulah, pencapaian warganet Indonesia, bukan karena siapa presidennya, sih. Karena kesadaran diri, kesehatan mental dan pemahaman diri setiap orang tidak dipengaruhi oleh siapa presidennya. Walaupun mungkin saja percuma saya menuliskan kalimat di atas, tapi siapa tahu masih bisa bermanfaat bagi segelintir orang yang membutuhkan.


Baiklah, saya tinggalkan racauan yang terlalu melelahkan kalau diteruskan. Sekarang saya ingin langsung menuju hal-hal yang membuat saya mengharu-biru selama bulan Agustus ini. Ada yang mengharu-biru tapi ada juga yang membuat jengkel-jengkel-bahagia, gitu.



pramuka


1. Hari Pramuka



Semasa sekolah, saat pertama kali mengenal dunia sekolah, hal yang membuat saya senang itu adalah Hari Sabtu. Kenapa? Karena, dulu saat saya masih sekolah dasar, hari Sabtu adalah hari dimana saya mengenakan seragam Pramuka dan pulang sekolah bisa mengikuti kegiatan pramuka. Yang saya suka itu secara keseluruhan, dari mulai kegiatan baris-berbaris, menulis lagu-lagu yang cuma ada saat kegiatan Pramuka.


Untuk lagunya, saya masih ingat dulu ada lagu, “Cipela cipetong hau hau hong, cipela cipetong hau kariye…” Eh, ini serius enggak tahu itu lagu apa tapi ngikut aja saya mah. Dan tentunya kegiatan yang mengasah kreativitas seperti membuat yel-yel, menghapal Tri Satya sampai belajar menggunakan Semapur.

Di bulan Agustus, tanggal 14 tepatnya, merupakan hari Pramuka. Kemarin, saya seperti tertarik kembali ke masa-masa sekolah di SDN Bojong Rawa Lumbu jembatan 13. Duh, dulu itu sekolahnya sebelas-dua-belas seperti sekolahnya Lintang di Laskar Pelangi. Cuma, kelebihannya, kami semua mengenakan seragam. Tapi, percaya enggak, kalau dulu di kelas saya waktu masih kelas 3 SD, ada seorang anak yang usianya bertahun-tahun di atas kami. Tapi, karena dia baru bisa sekolah di usia yang sudah tidak lagi muda, akhirnya bedanya jauh banget! Saya masih ingat, namanya Abdul Rojak.

Yang saya ingat juga adalah pengalaman pertama mengikuti kegiatan Kemping di halaman belakang sekolah. Karena tempat saya sekolah dulu itu tempatnya di kampung, otomatis, sekolahannya memiliki halaman belakang yang sangat luas. Sampai bisa dijadikan tempat untuk kemping dari kelas 3 sampai kelas 6. Memori yang tidak pernah saya lupakan dari kegiatan itu adalah kejadian horor sampai kenangan saya pertama kali mencuci beras dan memasak nasi.

Karena teman-teman saya mayoritas adalah anak-anak kampung. Mereka yang notabennya dari kelas 1 SD bahkan sudah bisa memasak nasi, ini membuat saya merasa bangga. Kebanggaan ini juga mengilhami nama Ipeh Alena, dimana nama Ipeh ini memiliki kesan ‘ndeso’ atau Kampungan. Sementara Alena tampak seperti kota atau modern. Jadi, saya adalah anak kampung yang bangga dengan pengalaman saya bersama orang-orang kampung namun tidak menutup diri dari kemajuan dan perkembangan zaman. Ah, terlalu memuji diri sendiri saya, ya.

Lanjut, tentang Hari Pramuka. Ada beberapa yang ingin sekali saya pertanyakan pada setiap sekolah di Bekasi. Ada dua sekolah, yang memang sudah saya perhatikan tampak aneh. Yang menaikkan level anak-anak SD dimana seharusnya mereka masih level SIAGA, tiba-tiba langsung diangkat menjadi Penggalang. Padahal untuk pangkat SIAGA ini juga dibedakan dari TKU yang mereka terima melalui usaha. 

Masih ingat film UP dari disney? Bagaimana Russel berusaha menolong si Kakek hanya untuk mendapatkan penghargaan. Kalau di Pramuka Indonesia namanya SKU. Dulu, untuk mendapatkan SKU, kami harus melakukan banyak hal sesuai dengan TKU. Seperti memiliki keahlian untuk menghapal Dwi Satya, Dwi Darma, Tri Satya sampai Dasa Darma. Seingat saya waktu itu masih siaga cukup mengingat Dwi Satya dan Tri Satya. Terus, berpakaian yang rapi, semua pelengkap seperti tambang, ikat pinggang sampai topi dan peluit serta pisau harus dikenakan. Kemudian dilihat dari kecakapan saat berada di regu, apakah mau menolong atau pasif.

Nah, dari semua kegiatan yang dilakukan, barulah kami mendapat SKU yang nantinya bisa dipasang di baju. Dan TIDAK SEMUA anak bisa dengan mudah menjahitnya. Tidak asal. Lah, sekarang ini justru anak-anak yang jarang mengikuti Pramuka bahkan kegiatannya juga di beberapa sekolah tidak begitu tampak. Tiba-tiba mereka sudah diminta untuk menjahit SKU di pakaian tanpa melalui tes keahlian lebih dulu.

Ini membuat saya bertanya-tanya kemudian. Ada tidak sih, basis ahli PRAMUKA di Bekasi? Yang menangani masalah dasar dan hal dasar yang harus dilakukan saat kegiatan Pramuka? Yang menjelaskan apa dan bagaimana pemahaman dari Dwi Satya, Dwi Darma, Tri Satya sampai Dasa Darma? Yang memiliki Pembina Pramuka tersertifikat sehingga tidak asal main comot sana sini. Bahkan, beberapa Pembina Pramuka yang pernah melatih di sebuah sekolah yang pernah saya amati, ini sangat TIDAK KOMPETEN dalam melatih baris-berbaris yang notabennya adalah hal dasar dalam kegiatan Pramuka.

Saya jadi ragu untuk merekomendasikan kegiatan Pramuka ini kepada dedek-dedek unyu, karena saya melihat pembina Paskibra lebih serius dalam menangani setiap peraturan yang sudah sejak dahulu ada. Sedih saya jadinya, kasihan Lord Baden Powell susah-susah membuat Pramuka dan setiap filosofinya tapi tidak diwarisi dengan baik kepada setiap generasi.



merdeka


2. Hari Kemerdekaan Indonesia



Siapa yang tidak menanti hari yang sangat istimewa ini? Kalau dulu, saat saya masih kecil, saya selalu menanti tanggal 17 Agustus karena ingin ikutan lomba! Lomba yang memang cuma ada di tanggal spesial ini. Baik itu lomba kelereng, makan kerupuk sampai balap karung dan panjat pinang. Semuanya masih kekal dalam ingatan saya. Sayangnya, perayaan Hari Kemerdekaan kemarin, saya tidak berdaya, hanya bisa mendekam di rumah karena sedang tidak enak badan.

Tapi, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang sering saya lakukan sejak saya sekolah. Menonton upacara pengibaran bendera Merah Putih di Istana Negara. Rasanya tuh ada rasa haru-biru. Meski dulu saya paling ogah jika disuruh ikut ekstrakurikurer Paskibra. Karena, dulu melihat kakak-kakak seniornya bertampang galak, jadilah saya tak kuasa untuk mengikutinya, ahahahahahaha alasan saja saya nih.

Upacara Hari Kemerdekaan kemarin, saya benar-benar baru menyaksikan prosesi Kirab Bendera. Entah kenapa tahun yang lalu saya tidak melihat prosesi ini. Sampai saya kira, prosesi Kirab baru dilakukan tahun ini yang ternyata sudah beberapa kali dilakukan. Huhuhuhuhu, kemana saja sih saya?

Setiap menyaksikan upacara di Istana Negara, saya selalu berkata dalam hati, “kapan ya bisa mengikuti upcara di sana. Duduk di kursi yang khusus itu.” Sebenarnya kesempatan itu pernah datang satu kali dalam hidup saya. Namun, kalau kesempatan ada tapi izin itu belum turun, rasanya sama saja seperti Allah masih belum mengizinkan. Itu saja, sehingga saya masih memendam keinginan ini sampai detik ini.



Asian Games


3. Opening Ceremony Asian Games 2018



Woah…. Siapa di sini yang masih terbawa euforia pesta pembukaan Asian Games tanggal 18 kemarin? Kalau saya, jangan ditanya. Sampai saya ulang-ulang, terutama bagian tarian dari Aceh, kemudian saat para atlit masuk satu persatu dari negara-negara berbeda. Wajah dan ekspresi mereka itu juga sama antusiasnya seperti saya! Ya ampun, pastinya mereka merasa “WAH” juga kali, ya.

Apalagi saat di televisi diputar kembali bagaimana semaraknya Asian Games tahun 1962, saat itu bahkan Bung Karno melakukan pembangunan besar-besaran. Mengingat pesta pembukaan Asian Games, saya juga tidak menutup telinga dari sekitar. Tentu ada banyak orang yang komentarnya sudah bisa ketebak, salah satunya orang yang ada di dekat saya yang membuat saya cuma bisa tertawa dan menjelaskan dengan sabar.

Memang, menghadapi perbedaan politik pada masa sekarang itu lebih sulit. Karena harus memiliki kesabaran yang ekstar. Sementara saya tumbuh di zaman ketika politik itu harus satu dan kalau berbeda tentu akan mendapat kecaman dan hal-hal yang tidak diinginkan. Suasana saat itu seragam, pilihan partai juga tidak banyak. Apalagi pilihan presiden, tidak ada lagi selain beliau yang di-pertuan-selama-lebih-dari-10-tahun.

Ada lagi yang membuat saya mengharu-biru, saat beberapa Atlit Indonesia yang pernah mengharumkan nama Indonesia juga ikut hadir. Terutama saat saya melihat sendiri salah satu dari 3 Srikandi, Ibu Lenny, yang membuat mata saya sontak tidak bisa ditahan lagi air matanya. Huhuhuhuhu, itulah kenapa saya ikhlas mengulang-ulang dari bagian Pak Jokowi naik motor gede. Yang kemudian dibahas pula masalah stunt-man-nya. Sungguh, kalau orang sudah membenci sesuatu atau seseorang, akan sulit bagi mereka melihat kebaikan.

Padahal mayoritas yang membenci itu mengaku muslim, yang notabennya dalam Alquran pula dijelaskan bahwa Jangan Membenci Sesuatu Secara Berlebihan Karena Bisa Jadi Itu Baik Untukmu Dan Jangan Menyukai Sesuatu Secara Berlebihan Karena Sama Bisa Jadi Tidak Baik. Sayangnya, mereka banyak yang tidak memahami arti dari ayat tersebut. Sudahlah, saya cukup menertawakan dari sisi tribun, hehehe. Malas berdebat hal yang tidak akan pernah kunjung selesai, karena yang diperdebatkan bukan esensinya tapi EGO-nya.


Klik gambar untuk membaca tulisan


4. Hari Diskon Buku Nasional



Enggak sih, tapi setiap hari Kemerdekaan, beberapa toko buku seketika menawarkan diskonan yang otomatis membuat saya jengkel-jengkel-bahagia. Kenapa jengkel? Karena tentunya ini adalah momen paling kalap yang membuat saya kembali harus berpikir ulang. Apalagi sebentar lagi Big Bad Wolf akan kembali diadakan di Surabaya, duh, semakin membuat hati saya menjerit. Ada enggak sih yang bisa nanem pohon uang? Wkwkwkwkwkw, ini sih suara hati penimbun Buku. Eh tapi sekarang saya lebih sering menimbun Ebook, terutama kalau diskonan di Kindle, hehe.

Sementara saya tengah menjerit-jerit, banyak pula teman yang mengingatkan, bahwa sebentar lagi pun akan ada Harbolnas yang tentunya bisa membuat jantung berdebar kencang bak gadis yang ingin bertemu lelaki pujaannya. Sungguh, hidup ini penuh dengan hal-hal yang sudah bisa diduga namun ternyata masih mendatangkan debaran yang berbeda, eeaa.



***

Tentunya, bulan Agustus tahun ini, saya semakin banyak belajar. Belajar untuk merdeka dari kebodohan, belajar untuk memerdekakan diri sendiri agar bahagia dengan cara yang sederhana, belajar juga untuk mencari makna dari hidup ini. [Ipeh Alena]


Kalau Anda, apa yang paling berkesan di Bulan Agustus 2018 ini? Silakan berbagi di kolom komentar.



13 August, 2018

Ini Pengalaman Saya Bergonta-ganti Platform Menulis Di Blog


menulis


Jadi, kapan pertama kali Anda memutuskan untuk mulai menulis di blog? Saat ini saya sedang ingin menulis sesuatu yang ringan setelah menyadari 10 hari telah berlalu tanpa ada tulisan terbaru, ahaahaha. Sungguh kuterlalu. Pertanyaan ini memang ditujukan buat Anda atau siapapun yang mampir ke blog ini, baik yang pernah punya blog maupun sedang dalam masa hiatus dalam dunia tulis menulis. Bisa juga mengingat kembali akan kenangan lama itu, ehe ehe.


Menulis Di Buku Harian



Saya bersyukur sebenarnya. Mengenal buku harian justru dari cerita di Majalah Bobo. Kisah tentang seorang anak yang ingin menjadi wartawan. Kemudian dia diberi buku harian sama tantenya yang notabennya seorang wartawan profesional. Sehari-hari dia menulis semua pengalamannya di sekolah dalam buku harian. Suatu hari, dia bermain ke rumah temannya yang ternyata tinggal di lorong stasiun. Dimana pencahayaan dan tempat tinggalnya minim sekali.

Bahkan, jangan harap bisa merasakan suasana yang sunyi dan sepi saat belajar. Tentunya karena suara kereta api kerap terdengar berlalu-lalang. Cerita ini membuat saya kemudian bersemangat untuk ikut juga menulis di buku harian. Padahal, isi pertama buku harian saya itu berisi puisi berjudul payung. Yang kalau diingat-ingat, bocah banget isinya. Ahahahaha.

Kelebihan saya senang menulis di buku harian adalah saya bisa menyeritakan SEMUA cerita rahasia teman-teman saya. Dari rahasia tergelap sampai rahasia memalukan. Saya juga sering menulis kegundahan saya akan masa depan. Dan bayangan saya bahwa tahun 2000 nanti mobil bisa terbang. Duh, peh kecil, nyatanya yang ada mobil bentuk drone yang terbang, ehehehehe.

Saya masih tetap menulis di buku harian, sampai saat ini. Sebagai upaya saya agat jemari saya tidak kelu jika digunakan untuk menulis. Biar terus latihan menulis. Meski terkadang isinya hanya berbentuk mind mapping karena sudah terlalu full sepertinya otak saya. Hehehe.






menulis



Menulis di Friendster



Kalau diingat-ingat, pertama kali menulis panjang itu di Friendster. Saya lupa waktu itu nama fiturnya apa, intinya saya mengisi di fitur tersebut segala macam puisi yang tengah melintas dalam kepala saya. Begini, saya yang dahulu itu, sukar sekali mengungkapkan apa yang tengah saya katakan atau pikirkan dalam bentuk kata demi kata yang runut. Duh, sesungguhnya ini masih hal yang sedikit sulit sampai sekarang, tapi kini sudah sedikit membaik. Jadi, saya memilih media puisi sebagai bentuk penyampaian yang terkadang bisa dicerna dengan cepat tapi juga seringnya tidak bisa dicerna.

Siapa yang pernah juga nulis di Friendster? Jangan takut dibilang generasi tua. Serius deh, saya bangga meski saya mengenal FS ini justru ketika saya duduk di bangku kelas 3 SMA, bulan-bulan terakhir hampir ujian. Dimana saat itu teman-teman saya yang lainnya sudah memiliki 3 atau 4 akun yang keseluruhannya bertuliskan : Full atau Penuh. Enggak tahu lagi bagaimana cara menuhinnya, ahahahaha.


Menulis di Blogspot



Nah, sebenarnya saya mengenal Blogspot terlebih dahulu dari platform lain. Cuma, sayangnya, saya itu tidak begitu antusias karena tampilannya itu menurut saya aneh. Meski, ya, karena waktu itu menulis di Blogspot sedang ramai dengan topik meraup dollar dari blogspot. Akhirnya saya ikutan. Diisi dengan tulisan pasang-tempel berisi trailer film-film yang sedang booming.

Tidak lupa mendaftarkan adsense untuk pertama kalinya. Entah sekitar tahun berapa, saya lupa. Yang jelas, dulu itu tidak sesulit sekarang untuk mendaftar adsense. Beruntungnya, ketika akun baru saya yang saya ajukan ditolak. Saya tinggal memanfaatkan akun lama, biar enggak mubazir juga. Yang pasti waktu itu menulis di blogspot bukan sesuatu yang menyenangkan. Mungkin karena komunitasnya waktu itu masih jarang, kali ya.


Menulis di Multiply



Nah, di sini nih saya mulai senang-senangnya menulis. Dari nulis cerita horor, puisi sampai perasaan saya setiap mendengarkan sebuah lagu. Semua isinya ya, tetek bengek, lah. Di blog ini juga saya belajar menulis ulasan buku. Kalau tidak salah, dulu saya belajar menulis ulasan buku karya Asma Nadia. Meski tidak memenangkan perlombaan, waktu itu, tapi saya senang karena eh karena, saya bisa berkenalan dengan mbw Ifa Avianty.

Beliau penulis buku yang namanya sering nyempil di deretan penulis kumpulan cerita terbitan FLP. Buku-buku terbitan FLP milik saya sudah nangkring di perpustakaan teman saya, semoga saja dijaga dengan baik.

Selain bisa berkenalan dengan mba Ifa. Saya juga senang karena ada grup yang tersedia untuk bisa saling berkunjung satu sama lain di dunia maya ini. Meski saya memang tidak begitu tertarik untuk pertemuan offline para pemilik blog di Multiply. Tapi saya senang, karena dulu saya bisa berkenalan dengan para pedagang online yang menjual vcd original Berty Tilarso. Ahahaha, ini epik banget soalnya buat saya pengalamannya.

Yang pasti, saat itu saya mengisi blog saya dengan sesuatu yang buat senang-senang saja.


Menulis Di Tumblr


Nah, dulu saya masih beruntung berarti, ya. Semenjak Tumblr jalurnya diblock banyak yang akhirnya terhenti kegiatan ngeblog-nya. Dulu, saya memulai ngeblog di sini setelah menghentikan kegiatan menulis diberagam tempat. Apalagi semenjak saya mulai menghentikan menulis di Multiply, tidak lama berselang tutup pula platform ini. Kemudian, saya beralih ke Tumblr karena alasan interfacenya ringan.

Siapa sangka kalau menulis di Tumblr justru lebih membutuhkan usaha besar ketimbang nulis di Blogspot dan Wordpress. Ada yang bilang, menulis di Tumblr itu enggak ada tantangannya. Itu karena belum merasakan menulis sambil menyematkan gambar secara manual. Bukan hanya secara manual saja saya harus menngunggah gambar di tempat lain agar bisa muncul di Tumblr. Tapi juga menulis sambil menuliskan pula kode html dalam drafnya.

Biar apa? Biar rapi. Dari mulai kode <p> untuk menentukan paragraf. Kemudian agar spasinya lebih rata, menggunakan kode juga berupan<br> sampai penyematan tautan dan gambar pun pakai kode yang diketik sendiri. Kesulitan lainnya apa lagi?

Menggunakan Tumblr, sulit untuk bisa langsung dideteksi melalui mesin pencari. Saya sudah mengubek-ubek cara agar terindeks langsung di google. Ternyata, memang tidak banyak yang bisa langsung terdeteksi. Beruntungnya, sebelum Tumblr diblokir, saya sudah memindahkan tulisan-tulisan ke blog baru.

Kembali Ke Habitat Asli



Aha, iya serius ini. Saya kembali menggunakan Blogspot karena merasa lebih nyaman. Setelah bergonta-ganti platform, meski pernah mencoba Wix tapi saya tidak terlalu lama dan tidak terlalu aktif menggunakannya, akhirnya saya kembali menjadi pengguna Blogspot.

Kelebihannya tentu saya tidak perlu berpikir masalah biaya hosting untui file blog saya. Kemudian saya tinggal menggunakan saja, meski beberapa hal masih dituntut untuk menggunakan kode yang disematkan sendiri.  Akunnya terhubung dengan semua aplikasi yang menggunakan nama yang sama. Meski tetap memang ada kekurangan dan kelebihan di banding Wordpress.

Saya pernah menggunakan Wodpress. Tapi kemudian saya pindahkan lagi ke blogspot. Karena sudah merasa nyama  di sini. Kalau tidak ada hambatan, mungkin saya tidak akan berpindah ke lain hati. Cukup diseriusi saja agar tidak kelamaan hiatus-nya.

Walau bagaimana pun, saya semakin sadar. Mau dimana pun tempatnya. Saya memang senang menulis. Mau itu menulis di caption Instagram atau dimana saja. Tetap menarik buat saya.


menulis


Kesimpulan


Buat saya, dimana pun tempat atau wadah Anda untuk menulis. Sebenarnya tidak menjadi masalah. Masalahnya adalah seberapa besarkah manfaat yang kita sebar dari tulisan tersebut? Bagi Anda yang masih bingung dalam menentukan ingin menulis dimana. Banyak yang merasa nyaman dengan platform Wordpress. Karena editor WP di handphone tetap menyediakan banyak fitur yang hampir sama dengan versi websitenya. Sementara untuk blogspot, masih sangat terbatas.

Saya sendiri lebih sering menggunakan editor blogspot di browser. Karena memang masih terbatas fungsi fiturnya kalau menggunakan aplikasi di handphone. Jadi, saya serahkan pada Anda, yang penting menulislah untuk kebermanfaatan bukan untuk menyebarkan berita bohong dan kebodohan.





Kalau Anda, ada platform menulis lainnya yang membuat Anda betah? Silakan berbagi di kolom komentar.

03 August, 2018

Pengalaman Mendaftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan Untuk Proses Pengajuan Klaim


BPJSTKU



Sedang mencari tahu bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan yang Anda miliki? Dahulu, layanan ini dikenal dengan nama Jamsostek yang kemudian diganti menjadi BPJSTK. Bagi para pekerja, memiliki jaminan selama bekerja itu adalah hal yang lumrah. Hitung-hitung sebagai tabungan untuk hari tua. Nah, kali ini saya ingin menyeritakan pengalaman saya, yang lumayan memusingkan, saat harus mendaftarkan diri di Antrian Online BPJSTKU.

Jadi, pencairan uang di BPJSTKU saat ini, bisa melalui dua cara yaitu datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau mencairkannya melalui aplikasi BPJSTKU. Tapi, menurut pengalaman banyak orang, pencairan dengan datang langsung ke kantornya lebih cepat. Memakan waktu satu minggu jika tidak ada kesalahan dalam data Anda. Kalau ada kendala, tentunya bisa menghabiskan waktu lebih dari seminggu atau bisa jadi sebulan.

Beberapa kendala yang saya tuliskan di bawah ini berdasarkan pengalaman orang-orang yang berada di sekita saya saat mengurus BPJS-TKU.

  • Belum mendaftar Antrian Secara Online. Sebelum Anda bisa mengurus pengajuan klaim dengan datang langsung ke kantor BPJS-TKU di daerah terdekat, Anda memang harus sudah terdaftar dalam Antrian Online yang bisa diakses di https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id/. 
  • Status keanggotaan masih AKTIF walaupun sudah mendapat surat keluar atau PHK atau pensiun dari kantor. Namun, selama pihak kantor Anda belum mengurus keanggotaan Anda dan mengubahnya menjadi NonAktif, percayalah, pengajuan proses klaim akan tetap mengalami kendala dan Anda juga tetap akan diminta untuk mengurusnya ke kantor Anda yang lama.
  • Nama yang tertera dengan nama di KTP atau KK berbeda. Ini akan mendapatkan dampak yang cukup besar, karena perbedaan atau kesalahan penulisan nama tetap tidak akan membuat Anda bisa langsung mengurus pengajuan klaim. Yang ada Anda justru akan diminta mengurusnya terlebih dahulu.


BPJSTKU


Kali ini saya tidak sedang ingin membahas bagaimana cara menghadapi dan menangani kendala yang Anda hadapi. Tapi, saya hanya ingin bercerita pengalaman saya saat mendaftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan. Baiklah saya memulainya dengan dua kata : PUTUS ASA.

Sewaktu mencari informasi terkait cara pengajuan klaim BPJS-TKU, saya mendapati ada beberapa informasi mengenai Antrian Online ini. Dimana setiap peserta yang ingin mengajukan klaim harus dan wajib mengambil antrian secara online. Ini adalah program yang sudah dijalankan oleh pihak BPJS demi mengurangi penumpukan antrian di kantor-kantor cabang di berbagai daerah. Namun, ada banyak hal yang membuat saya akhirnya menyerah. Saat hendak mendaftar di website Antrian Online, berkali-kali saya mendapat informasi bahwa antrian penuh.

Bahkan ketika saya mencoba satu persatu tanggal di bulan Agustus pun informasinya tetap : Antrian Penuh. Hingga saya mencoba ke daerah lain yaitu Karawang, juga sama hasilnya : Penuh. Terus saya coba lagi dan lagi hingga akhirnya saya menyerah dan memutuskan untuk nekat langsung datang ke kantor BPJS-TKU. Tapi, seperti yang Anda tahu, saya ditolak dan tetap diminta untuk mencoba mendaftar kembali di website tersebut.

Kemudian, seorang bapak yang baik hati, memberitahu kepada saya resepnya yang setelah saya coba akhirnya berhasil.



Cara Mendaftar Antrian Secara Online Untuk Pengajuan Klaim BPJS-TK



1. Pastikan Anda meluangkan waktu sekitar pukul 12 malam sampai 3 dini hari untuk melakukan pendaftaran secara online. Kenapa? Karena, di waktu-waktu seperti ini orang yang mengakses website BPJS-TKU tidak banyak, sehingga Anda bisa dengan mudah mendapatkan kuota untuk mendaftar.

2. Buka Website Antrian Online di tautan ini https://antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id/ .

3. Isi formulir lengkap dengan data diri Anda. Jangan sampai ada yang salah isi.

4. Jika tanggal yang Anda pilih sudah penuh, coba lagi memilih tanggal hingga seminggu ke depan.

5. Jika sudah berhasil, simpan bukti pendaftaran dan cetak. Karena nanti saat datang ke kantor BPJS-TKU, Anda akan ditanya oleh pihak keamanan bukti antrian online-nya. Nantinya di sana Anda akan diminta untuk mengisi formulir.


***


Bagi Anda yang enggan untuk mengantri dan ribet mendaftarkan di website Antrian Online, bisa juga dengan cara mengaktifkan akun Anda di https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs . Jika Anda belum memiliki akun, bisa langsung mendaftarkan di website ini pada pilihan Buat Akun. Ini khusus bagi Anda yang memang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS-TKU, ya. Kalau ingin membuat kartu BPJS-TK sendiri, silakan langsung datang ke kantor BPJS-TKU terdekat.

Setelah membuat akun di website tersebut, Anda bisa langsung gunakan fasilitas E-Claim pada menu utama. Kemudian isi sesuai dengan pilihan. Jika sudah selesai, Anda tinggal menunggu proses klaim disetujui. Memang mengajukan proses klaim secara online itu mudah, tapi seperti yang sudah saya singgung di atas, memakan waktu yang lebih lama dari proses pengajuan klaim langsung datang ke kantor.

Dari banyaknya fasilitas dan servis dari pemerintah yang saya gunakan dan saya urus sendiri beberapa hal yang sesuai kebutuhan saya, mengurus BPJS-TKU ini bagi saya yang paling menyulitkan. Serius. Tidak adanya notifikasi apakah antrian selama seminggu itu sudah penuh atau belum, sehingga saya mengira websitenya sedang rusak. Sampai tidak adanya informasi bahwa mengambil Antrian Online itu wajib sebelum datang ke kantor BPJS-TKU terdekat. Kemudian, kuota antrian yang kalau dicoba di siang hari tidak bisa digunakan dengan lancar, justru harus menunggu hingga dini hari baru lancar. Serius deh, hanya untuk mendaftar Antrian Online saja sampai begini sulitnya, bagaimana kalau orang-orang yang tidak mengerti aka para pensiunan yang masih belum terbiasa dengan sistem ini? Kasihan kan jadinya.


Menurut Anda bagaimana? Adakah pelayanan publik yang menurut Anda terlalu bertele-tele, masih belum bagus sistemnya dan masih kurang informasinya? Silakan berbagi di kolom komentar. Siapa tahu saya bisa bersiap-siap jika suatu hari harus mengurus sesuatu di kantor pelayanan publik.


Semoga artikel ini ada manfaatnya :). [Ipeh Alena]