Aplikasi Family Link For Parents Untuk Pantau Aktivitas Handphone Anak

Posting Komentar


Family link

Anak-anak kecanduan pegang handphone? Udah ada solusi buat mengurangi intensitas anak-anak menggunakan handphone? Kalau belum, bisa unduh aplikasi Family Link.

Awal mulanya pakai Family Link ini saat anak-anak harus berlibur ke rumah nenek dari ayahnya karena saya harus mengurus orangtua saya. Kondisi yang darurat seperti ini, kadang enggak memungkinkan saya untuk bisa kontrol penggunaan handphone anak-anak.

Apalagi kalau sudah enggak langsung diawasi. Kadang, masih suka berlebihan menggunakan handphonenya. Terlebih, beberapa kali kecolongan handphone anak-anak terkena malware karena mengunduh aplikasi aneh yang didapat dari temannya.

Alhamdulillah memang aplikasinya bukan aplikasi yang bermuatan konten tak senonoh. Tapi, aplikasi permainan yang tampaknya disusupi malware di dalamnya. Akibatnya, handphone enggak bisa dipakai optimal dan sering ada kejanggalan dalam pengoperasian.

Setelah diperbaiki akhirnya saya mencari informasi mengenai aplikasi untuk menjaga keamanan handphone anak-anak. Ketemulah aplikasi Family Link ini.


Aplikasi Family Link

Untuk menggunakan aplikasi ini. Tentunya harus digunakan di kedua handphone. Yaitu handphone orangtua dan handphone anak.

Family Link for Parents application untuk diunduh dan dipasang pada gawai orangtua.

Family Link for Children Application yang dipasang untuk anak-anak. Usahakan agar aplikasi ini harus terus terpasang di gawai anak-anak agar bisa terus dioperasikan.

Aplikasi yang dibuat oleh Google ini memang sangat bermanfaat. Sebab, saya jadi bisa tahu seberapa lama anak-anak menggunakan handphone mereka. Serta, aplikasi apa saja yang mereka unduh.


Cara Menggunakan Aplikasi Family Link Parents

Setelah berhasil diunduh. Anda bisa menambahkan gawai anak Anda dalam aplikasi ini. Cukup dengan memasukkan alamat email Gmail yang digunakan di handphone tersebut.

Family link

Pada menu pengaturan, Anda bisa mengatur beberapa aplikasi bawaan dari Google seperti mengatur aplikasi apa saja yang bisa diunduh di Google Play.

Anda juga bisa mengatur hasil pencarian di Google Chrome dan Google Search. Dengan menyaring hasil yang muncul, bisa meminimalisir anak-anak terpapar konten yang tidak baik untuk mereka.

Bisa juga mengatur video apa saja yang bisa tayang dan muncul di beranda Youtube. Dengan mudah Anda bisa atur langsung melalui aplikasi Family Link Parents.

Selain itu, Anda juga bisa memantau lokasi tempat anak Anda berada. Ini perlu khususnya jika anak-anak lupa memberitahu kegiatan dan rencana bepergian mereka kepada Anda.

Ada juga menu khusus untuk mematikan handphone anak-anak sehingga tak bisa digunakan sama sekali. Namun, kondisi handphone masih tetap menyala. Caranya : Anda tinggal cari tombol bertuliskan Lock Now pada beranda family link parents.

Kalau sudah terkunci, hanya bisa dibuka melalui aplikasi yang ada di hape orangtua. Jadi, bukan sekadar kunci otomatis yang bisa dibuka dengan password atau pattern. Enggak. Sangat berbeda. 

Sebab, tampilan layar di gawai anak Anda akan keluar dari layar utama. Dan hanya akan menampilkan jam atau widget tertentu yang tampil dalam keadaan lock.

Ada juga fitur Daily Limit yang memungkinkan Anda mengatur berapa lama penggunaan handphone anak Anda dapat dioperasikan.


Pengalaman Menggunakan Family Link

Sebelum menggunakan aplikasi ini. Saya memang membicarakannya pada anak-anak. Agar mereka paham dan sama-sama saling menghargai keputusan masing-masing.

Awalnya memang agak kurang kondusif. Wajar, karena harus beradaptasi agar lebih terbiasa dengan kondisi ini. 

Beberapa kali pernah masuk laporan permintaan izin saat salah satunya hendak mengunduh aplikasi permainan yang memiliki konten kekerasan, salah satunya game PUBG.

Dari laporan tersebut, saya bisa langsung menolak memberikan izin pemasangan aplikasi tersebut. Padahal, saya sedang tak berada di dekat mereka. Jadi lebih mudah dalam memantau aktivitas handphone mereka.

Alasan melarang memainkan PUBG karena mereka masih di bawah umur. Apalagi permainan tersebut, memang ditujukan untuk usia 16 tahun ke atas. Jadi sangat tidak sesuai untuk mereka. Mengingat ada juga peristiwa tragis karena game ini dari tulisan kak Noven.

Setelah ditolak, aplikasi yang akan mereka unduh. Tidak akan bisa diunduh lagi. Jadi, seperti langsung tertandai bahwa aplikasi tersebut berbahaya. Dan langsung otomatis non aktif saat hendak diunduh.

Tak hanya tentang unduhan aplikasi. Saya pun bisa mengetahui berapa lama penggunaan aplikasi dalam satu hari. Misalnya, salah satu dari anak saya ada yang menonton youtube lebih dari satu jam.

Berarti, saya harus mengingatkan dahulu agar tidak kelamaan menonton youtube. Kalau saat itu tak terpengaruh. Mau tak mau, handphonenya akan saya Lock dari aplikasi Family Links Parents.


Penutup

Untuk aplikasi gratisan dari Google. Sejauh ini, masih cukup efisien digunakan terutama untuk memantau aktivitas anak-anak dalam menggunakan handphone. Walaupun sayangnya masih belum bisa merekam pencarian apa saja yang dilakukan di youtube.

Jadi, masih harus rajin mengecek langsung handphone anak Anda. Sekaligus memberikan pemahaman mengenai literasi digital. Agar anak-anak paham peraturan apa saja yang bisa dan tidak boleh dilakukan selama menggunakan gawai dan internet.

Dengan memberikan pemahaman, saya juga sambil mengajari tanggung jawab pada mereka. Apa saja yang boleh dan tak boleh dilanggar selama perjanjian. Agar anak pun paham mengenai konsekuensinya.

Hubungan antara anak dengan gadget memang sering membawa hal yang kurang menguntungkan bagi orangtua. Meski ada pula yang mampu memaksimalkan penggunaannya untuk hal bermanfaat. Semua keberhasilan itu tentunya karena ada bimbingan dari orangtua dan pemahaman mengenai literasi digital pada anak.

Kalau pembaca, selama ini pakai aplikasi apa untuk memantau penggunaan gawai pada anak? Apakah pembaca juga memberikan pemahaman mengenai literasi digital pada anak Anda?


Ipeh Alena
Blogger Bekasi - Amatir Fotografer - Content Writer For more information visit : here

Related Posts

Posting Komentar