Melejitkan Engagement Akun Instagram Tanpa Stres

Posting Komentar


Engagement rate

Menaikkan Engagement Akun Instagram, saya memilih webinar tentang ini di acara peringatan ulang tahun Emak Blogger beberapa waktu lalu. Tujuannya, ingin menaikkan jumlah follower pastinya. Serta menaikkan engagement rate yang masih menyedihkan.

Bermain Instagram bisa membuat stres kalau tidak dipahami maksud dan tujuan dari penggunaan Instagram. Walaupun ilmu tentang hal ini segudang, saking banyaknya. Tapi, enggak semua cara bisa berhasil walaupun sudah dicoba.

Namun, tips menaikkan engagement rate ini membuat saya teralihkan fokus. Saat ini, saya ingin belajar menerapkan apa yang diinginkan oleh Instagram. Being socialized at Instagram.

Dari yang kucatat, ada beberapa hal yang menarik dan ternyata cukup mumpuni menaikkan engagement rate akunku. Apa saja? Simak baik-baik, ya.


Tips Meningkatkan Engagement Rate Instagram


1 Engaging Before Upload

Ternyata, beberapa influencer yang sudah menjadi selebgram. Menerapkan pola interaksi ini sebelum mereka posting foto di Instagram. Jadi, ada tips dari pemateri untuk melakukan interaksi berupa like dan komen di foto teman-teman kita sebelum posting.

Menurut pemateri webinar, interaksi ibaratnya untuk 'membangunkan' sistem atau algoritma Instagram. Biar saat unggahan sudah tayang, sistem ini mudah membacanya karena sudah sadar sepenuhnya.


2. Engaging After Posting

Pernah dengar kan, istilah "Jangan langsung tinggal Instagram setelah posting?" 

Maksudnya, setelah unggahan tayang di IG. Sebaiknya jangan langsung tutup aplikasinya. Tapi, lakukan interaksi dengan menjawab komen yang masuk. Karena faktanya 30 menit pertama itu memang termasuk golden time banget.


3. Engaging Hashtag

Nah, siapa yang masih suka jarang buka hashtag yang dipakai? Pernah enggak, dikomen sama bule saat habis posting foto? 

Kalau iya, berarti bule itu lagi optimasi Instagramnya dengan interaksi ke akun di hashtag tertentu. Penentuan hashtag ini bukan random, loh. Tapi, hashtag yang kita pakai saat unggah foto.

Jadi, kalau habis unggah foto, baiknya memang langsung interaksi sama temen. Sambil interaksi ke akun-akun yang menggunakan hashtag yang sama.

Lebih nampol lagi kalau interaksinya ke akun yang baru aja posting juga dengan menggunakan hashtag yang sama. Sukur-sukur bisa saling mengunjungi dan malah menambah follower. Kalaupun enggak, tetap akun kita dianggap aktif sama Instagram.


Apa Solusi Kalau Unggahan Kita Sepi?


Aktif Interaksi Duluan

Postingan kita sepi biasanya karena kita jarang interaksi. Selain itu, bisa jadi kita seringnya interaksi ke akun yang enggak langsung balas interaksi kita.

Saran dari pemateri waktu itu, terus interaksiin semua follower sampai akun yang kita following. Temukan dan tandai akun-akun yang senantiasa interaksi balik. 

Setelah dicatat atau ditandai. Nantinya, kita bisa terus rajin interaksi ke akun-akun tersebut. Biar apa? Biar makin kenal dan nambah pertemanan di dunia online.

Pengalaman pribadiku pun sama. Sejak awal dibuat akun @alenaslibrary ada beberapa akun luar negeri yang rajin banget interaksi. Awal mula follow dia tuh masih baru 5000 follower. Sekarang? Udah lebih banget, kalau enggak salah udah 67rb followernya.

Dari yang kulihat, dia memang cukup rajin memanjakan followernya dengan IG Story yang beragam tentang buku, penulis dan hal lain tentang baca. Tak hanya itu, foto-foto yang disajiin juga kece badai sih buatku. 

Sampai sekarang, walaupun followernya udah banyak. Dia masih loh mampir ke akun yang komentar di postingan dia. Enggak cuma mampir kasih like tapi juga drop comment di postingan.

Nah, belajar dari akun besar. Intinya aktif dan mau interaksi. 


Ikut LFL Atau OLOC

Istilah Like for Like maupun One Like One Comment sudah kukenal sejak awal melihat hashtagnya ramai dipakai di Instagram. Tapi, mengenal grup khusus LFL ataupun OLOC. Baru kukenal dari grup optimasi yang isinya didominasi online shop.

Sekitar tahun 2015 atau 2016 saat mulai mengenal akun Bookstagram. Terus beberapa brand juga mulai menjadikan Instagram sebagai media kampanye. Akhirnya, saya mulai mencari informasi mengenai cara dapat like banyak tanpa beli.

Tak lama pencarian saya menemukan informasi melalui Instagram Muslimah Entrepreneur waktu itu. Entah sekarang masih ada atau enggak. Yang jelas, akun ini menyelenggarakan event LFL dan OLOC di aplikasi Line.

Waktu pertama saya mengenal grup ini. Sempat kaget karena grup ini sudah beberapa tahun berdiri dan sudah banyak akun IG yang ikut serta. Bayangkan saja sehari harus like 100 akun dan wajib like 3 foto teratas.

Awal bergabung, jangan ditanya bagaimana rasanya? Yang pasti mata ini lelah banget. Padahal baru hari pertama. Tapi, karena rasa penasaran yang tinggi, aku mulai rutin mengikuti alurnya.

Berita mengenai grup LFL ini sampai juga di telinga blogger. Yang kemudian ada yang mengatakan itu hal curang atau apalah itu namanya. Maklum, soalnya belum terbiasa.

Tapi, tak lama setelah masalah kontra mengenai grup LFL yang sudah dijalankan oleh akun-akun online shop. Mulailah bermunculan grup pendukung optimasi Instagram khusus blogger dan influencer.

Saat mulai muncul dan menjamur, saya merasa sangat senang. Karena, bisa ikut serta di grup optimasi yang punya selera yang sama.

Kelebihan ikut LFL dan OLOC ini tentunya engagement rate kita meningkat. Serta, postingan kita enggak sepi lagi. Dan pastinya, akun yang like dan comment bukan akun robot. Jadi, enggak bakal kena semprit Instagram.


Say No Beli Follower Instan Dan Optimasi Instan

Maksudnya optimasi instan itu kaya beli follower, beli like sampai beli komen secara instan. Lebih baik mengikuti grup-grup optimasi biar aman.

Kalau beli follower, nikmatnya hanya bisa sebentar kita rasakan. Soalnya, Instagram sering menghapus akun-akun robot yang digunakan oleh penyedia jasa jual beli follower. Sayang banget kan? Udah beli tapi malah turun lagi kembali fitri eh kembali ke angka semula atau malah berkurang gara-gara kena razia Instagram.

Belakangan ini juga marak ikut giveaway patungan demi meningkatkan follower. Buatku kalau cara ini sah-sah aja. Karena kita hitungannya jadi sponsor. Tapi, menurut pengalaman kak Deris, justru cara ini juga bisa bikin follower kita berkurang setelah giveaway selesai. Jadi, memang enggak ada jaminan akan awet kecuali kita menaikkan follower dengan cara organik.


Penutup

Namanya main Instagram memang kadang bisa bikin stress. Apalagi kalau enggak sesuai target. Terlebih, semisalnya postingan itu termasuk sponsored post. Rasanya harus ekstra kerja keras ya biar maksimal.

Biar enggak stres. Bisa juga dengan ikut di grup optimasi. Pilih aja yang sesuai. Atau bisa juga pakai jasa admin LFL yang terpercaya. Biasanya mereka dibayar mulai dari 4000 rupiah per satu event. 


Kalau pembaca biasanya apa yang dilakukan untuk optimasi Instagram? Terutama saat harus memaksimalkan postingan tertentu, apa yang biasanya dilakukan?


Ipeh Alena
Blogger Bekasi - Amatir Fotografer - Content Writer For more information visit : here

Related Posts

Posting Komentar