Weather With You Anime : Kisah Pawang Hujan Remaja

Weathering with you


Weathering With You adalah anime movie  mengisahkan tentang dua remaja yang memiliki usaha sebagai pengendali cuaca. Keduanya banyak menolong orang-orang di Tokyo agar dapat melakukan kegiatan yang sesuai dengan permintaan. 

Cuaca yang dikendalikan adalah hujan. Di mana saat itu, Tokyo menjadi kota yang mulai tak jelas cuacanya. Lebih sering hujan dibanding cerah. Sementara, banyak yang membutuhkan cuaca cerah agar seremoni atau kegiatan yang mereka lakukan berjalan lancar. 

Memang keren, ya. Cuma ada di Jepang, pengendali hujan dibuatin anime. Kalau di Indonesia, sepertinya sosok pawang hujan ini enggak sekece yang ada di anime sih, ya. Dalam bayanganku, sosok pawang hujan itu, bapak-bapak berusia lanjut, mengenakan baju koko dan sering dipanggil saat ada acara atau pembangunan. 

Persis, sih. Mirip banget antara Gadis Cerah dengan Pawang Hujan di Indonesia. Sama-sama dibutuhkan pada saat ada acara atau kegiatan yang membutuhkan cuaca cerah seperti mungkin ngecor jalan, bangun jembatan. Eh, tapi, kalau di anime ini enggak ada momen ngecor jalan, sunatan, kondangan sama bangun jembatan, hehe. 


Kehidupan Masa Remaja


Apa yang paling identik dalam kehidupan remaja? Buatku, tema mengenai pencarian jati diri sampai seberapa penting kehidupan adalah tema yang sering diangkat dalam anime kisah remaja. 

Di luar dari cerita romansa, ya. Karena, kisah romansa memang sering ada di anime genre apa saja yang sudah saya tonton. Meski hanya sekilas saja bobot romansanya, tapi tetap ada konten romansa ini. Demikian juga di kisah pengendali cuaca atau istilah khas Indonesianya yaitu pawang hujan, hehe. 

Remaja lelaki yang tinggal sejak kecil di sebuah pulau terpencil. Melakukan tindakan yang nekat yaitu kabur dari rumah. Ia hendak mengejar cahaya mentari yang entah mengapa, baginya cahaya tersebut seolah masa depannya. 

Di Tokyo, ada pula dua kakak dan adik yang tinggal hanya berdua. Ibu mereka sudah meninggal dunia. Kakak perempuannya bekerja di sebuah restoran cepat saji. Sementara sang adik masih sekolah.

Keduanya bertemu saat hujan di Tokyo. Sang gadis menawari bantuan pada remaja lelaki yang kabur dari rumah untuk tinggal di apartemen mereka. Pertolongan kecil yang bisa membuat remaja lelaki itu bisa memiliki tempat tinggal. 

Hodaka, remaja lelaki yang kabur, akhirnya banyak mengenal Hina Amano yang ternyata memiliki kemampuan untuk menghentikan hujan dan mendatangkan sinar mentari yang cerah. 

Pada bagian ini, penonton akan disuguhi beberapa tayangan mengenai kondisi di Jepang yang akan menangani secara serius anak dan remaja. Hodaka beberapa kali kepergok oleh polisi yang mencurigainya. Kecurigaan polisi tersebut benar adanya, bahwa Hodaka kabur dari rumah. 

Tak hanya itu, pihak berwenang pun sempat mengunjungi Hina Amano, yang diketahui sudah tak memiliki wali di tempat tinggalnya. Sehingga, pihak dinas sosial pun sudah berencana membawa Hina dan adiknya dari apartemen mereka.

Kemudian, baik Hodaka dan Hina mulai dicurigai banyak petugas karena keduanya tak berangkat sekolah. Apalagi, saat Hodaka bekerja, tempat bekerjanya pun didatangi pihak kepolisian dengan dugaan mempekerjakan anak di bawah umur. 

Di bagian ini, kehidupan Hodaka yang ingin lepas dari pulau terpencil dan hidup di Tokyo. Menjadi bumbu dari anime ini. Tentang remaja yang memberontak dan menganggap bahwa ia mampu menghidupi dirinya sendiri. 

Sementara sisi remaja dalam diri Hina Amano, ia menjadi remaja yang harus memikul beban tulang punggung demi menghidupi dirinya dan adiknya. 

Dua kehidupan yang bertolak belakang namun terjalin menjadi kehidupan khas remaja yang saling bersinergi antara keduanya.. 


Menjadi Pawang Hujan


Setelah mengetahui bakat yang dimiliki Hina Amano, bersama Hodaka keduanya membuka jasa mengendalikan hujan. Latar cerita dalam anime Weathering With You ini di masa Tokyo memiliki curah hujan yang tinggi. Sehingga, jasa pawang hujan atau mengendalikan cuaca ini mendapat sambutan yang cukup baik. 

Banyak dari klien mereka yang meminta agar hari cerah. Seperti ketika seorang nenek meminta agar perayaan hari kematian sang suami, kondisi langit sedang cerah. Katanya, agar arwahnya yang hendak mampir ke rumah untuk pulang, tidak tersesat karena hujan. 

Begitu juga dengan beberapa acara yang menggunakan jasa Hina Amano agar langit cerah. Sehingga acaranya berjalan lancar. Persis memang seperti kondisi di Indonesia, ya. 

Tapi, kehidupan Hina Amano tidak sepenuhnya menyenangkan. Semenjak doanya dikabulkan dan bisa mengendalikan cuaca. Hina Amano melebur bersama cuaca itu. Sehingga, mitos mengenai gadis suci yang disampaikan kepala kuil, bahwa nasibnya menyedihkan, benar adanya. 


Weathering With You


Enggak diragukan lagi kalau bahas kualitas gambar dan art di anime besutannya Makoto Shinkai. Pokoknya perfect banget lah. 

Udah nonton juga yang The Garden of Words, Your Name yang terkenal itu, 5 centimeters per second dan children who chase lost voices from deep below. Sisanya masih belum sempat ditonton lagi. 

Kalau mau dibandingin sama Your Name, film anime Weathering With You ini enggak semengenaskan Your Name. Bisa dibilang, happy endingnya tampak nyata dan dilanjut sampai penonton puas. Sebenernya hampir sama dengan CWCLVFDB, karena enggak begitu happy ending. Cuma, entah kenapa, kesan emosionalnya emang paling berkesan di Your Name sama 5 centimeters per second. 

Di film ini, yang paling menonjol buatku bagian kerumitan hidup remaja kalau enggak tinggal bersama orangtua atau wali. Beda dengan beberapa anime yang kutonton dan mereka ngekos sendiri di apartemen. Mungkin, karena sudah ada izin dari orangtua, ya. Jadi enggak ada masalah. 

Sementara Hina Amano dan Hodaka ini tinggal di apartemen yang notabennya enggak ada izin. Pertana, Hodaka itu kabur dari rumah. Udah pasti dicariin sama orangtuanya dan diuber-uber polisi. Kedua, Hina Amano ini ditinggal bapak dan ibunya. Jadi, dia tinggal berdua aja sama adiknya. Dalam artian, enggak ada wali yang bisa jamin kehidupan mereka. 

Otomatis, sepanjang film isinya ngumpet sama pihak kepolisian. Rumitnya di sini buatku. Tapi, di sini jadi gambaran yang baik juga. Kalau di Jepang, mau di Tokyo yang termasuk kota besar pun. Izin ngurus untuk anak sekolah harus ketat. Kalau enggak, pasti akan diincer sama dinas sosial dan kerjasama dengan polisi. Apalagi kalau berkeliaran pas jam sekolah. 

Sepanjang nonton, ada satu hal yang bikin saya kepo tapi belum nemu info mengenai sejarah aslinya. 

Jadi, ada momen Hodaka duduk berbincang sama nenek yang jadi kliennya. Si nenek bilang, Tokyo itu dulunya teluk. Terus dibangunlah kota di teluk ini. Sampai pesat kemajuannya hingga akhirnya menjadi ibu kota. Yang awalnya ibu kotanya adalah Kyoto. 


Penutup


Nonton film ini tuh udah lama. Tapi, baru ditonton ulang dari baru kesampaian untuk mengulas ini. Beberapa hal yang membuat tertarik itu yaa sejarah Tokyo sama mitos Gadis Suci ini. 

Soalnya, penampakan si gadis suci ini mirip sama Kikyo di anime series Innuyasha. Kan sama, dia penjaga kuil dan termasuk pendeta yang suci gitu. Dan alasan inilah yang membuatku penasaran sama kisah Gadis Suci ini. 

Buat teman-teman yang mau nonton anime movie dengan kualitas art yang keren banget. Anime tapi rasa realistisnya kental banget. Bisa nonton film-filmnya Makoto Shinkai. 

Kalau bingung mau nonton di mana? Di Netflix ada, kok. Malah bisa nonton banyak anime movie di sini. Bisa puas nonton. 

Ipeh Alena
Blogger Bekasi - Amatir Fotografer - Content Writer For more information visit : here

Related Posts