19 January, 2018

Wisata Edukasi Bersama Keluarga Yang Murah Meriah Tapi Tetap Menyenangkan





Pernah terlintas keinginan untuk eksplorasi wilayah pulau Jawa bersama dengan keluarga? Tentunya jika itu harus mengikut-sertakan anak-anak Anda yang mungkin masih kecil, memang dibutuhkan informasi yang sangat lengkap demi mencegah sesuatu yang tidak diinginkan. Semisalnya tempat yang terlalu curam sehingga berbahaya jika membawa anak-anak, atau sistem perlindungan untuk mencapai tempat tersebut tidak terawat dengan baik. Tentu akan mengkhawatirkan dan membuat suasana liburan menjadi tidak menarik lagi.

Saya mengenal seorang blogger, beliau tinggal di Tuban, Jawa Timur. Seorang Ibu dari 3 anak lelaki, bernama Nur Rochma. Hal yang senantiasa membuat saya teringat oleh beliau adalah Rekreasi Alam Dengan Keluarganya. Apalagi, Mba Rochma ini termasuk yang sering membagikan foto-foto hasil perjalanannya di beberapa kanal sosial yang saya ikuti.

Foto yang Mba Rochma ambil selalu tampak unik di mata saya. Bahkan terkesan dramatis dan mampu menyampaikan sebuah cerita yang mungkin tidak disadari jika hanya memandangnya sekilas. Selain membagikan foto-foto hasil perjalanannya bersama keluarga. Beliau juga kerap membagikan foto makanan. Jadi, ada dua hal yang beliau senangi sekali : Makanan dan Jalan-jalan. Siapa yang tidak suka??? Saya juga suka. Betul...betul...betul.


Wisata Ke Museum Selain Mengasyikkan Juga Memberi Edukasi Pada Anak-anak



Saya termasuk orang yang senang sekali kalau diajak ke museum. Bahkan, sekitar tahun 2014 / 2015, memutuskan untuk mengunjungi museum di Taman Mini Indonesia Indah satu hari satu museum. Keinginan ini demi menikmati dengan tenang dan santai apa saja yang ada di dalam museum, jadi benar-benar tereksplorasi dengan optimal.

Selain mengunjungi beberapa museum di TMII, tentunya saya juga menyempatkan diri berkunjung ke Museum di dekat Kota Tua. Meski sayangnya, tidak semua museum saya kunjungi. Bahkan bangunan gedung POS di Kota Tua saja baru saya masuki ketika acara Asean Literary Festival diadakan. Kalau tidak, mungkin saya tidak pernah masuk ke gedung tersebut.



Ternyata, kegemaran mengunjungi museum juga dilakukan oleh Mba Rochma dengan mengajak anak-anaknya. Dalam tulisannya berjudul "Ada Gerbong Maut di Museum Brawijaya ", mba Rochma menyeritakan pengalamannya mengunjungi museum ini. Menurutnya, meski mengunjungi museum yang berisi barang-barang peninggalan sejarah dan tidak tersedia taman bermain. Tetap saja, merupakan wisata edukasi yang dapat meningkatkan ikatan antara orangtua dan anak.

Ada satu pesan yang beliau sampaikan dalam tulisannya, ini penting setiap kali mengajak anak-anak mengunjungi museum : Membawa anak-anak ke ruang pajang benda-benda sejarah ini mesti hati-hati. Anak-anak bisa saja penasaran dan tiba-tiba memegang benda yang dipajang. Padahal sudah jelas ada tulisan yang melarang pengunjung untuk memegangnya. 



Mengunjungi Pelabuhan Dengan Anak-anak Tetap Menyenangkan



Boleh jujur? Saya loh belum pernah sama sekali mengunjungi pelabuhan. Sewaktu hendak pergi ke Anyer, saya pernah melewati beberapa pelabuhan kecil yang terletak di pinggir pantai di sepanjang jalan menuju hotel di Anyer. Itu pun tidak ada Kapal Lautnya, hanya tempat yang cukup besar seperti jalanan yang lebar. 

Sepanjang perjalanan menuju Hotel, saya menyenandungkan lagu anak-anak. "Lihatlah sebuah titik jauh di tengah laut. Makin lama makin jelas bentuk rupanya. Itulah Kapal Api yang sedang berlayar...." Baiklah, saya tidak sedang mempromosikan sebuah merk kopi, tapi benar-benar tengah senandung karena teringat dengan ke-kudet-an saya yang tak pernah menjejakkan kaki di pelabuhan.

Di tulisan Mba Rochma berjudul "Ada Apa di Surabaya North Quay ", beliau merekam kunjungannya ke pelabuhan tempat bersandarnya kapal pesiar internasional. Astaga, semenjak saya dibolehkan menonton film Titanic, sampai sekarang, saya hanya mampu melihat kapal pesiar dari layar televisi atau layar kamera (dalam bentuk foto) saja. Huwah! 

Tentu saja, tulisan mba Rochma yang satu ini membuat saya berkedut-kedut. Ah, betul juga, mengajak anak-anak untuk mengunjungi pelabuhan tentunya bisa membuat mereka tidak kudet. Minimal ketika besar nanti mereka ditanya, apakah sudah pernah melihat kapal pesiar dan berkunjung ke pelabuhan, mereka bisa menjawab dengan percaya diri : PERNAH DONG! 

Wisata edukasi dengan mengunjungi pelabuhan juga mengenalkan anak-anak pada ragam profesi yang ada di sana. Tentunya dengan begitu mereka bisa terbuka pikirannya pada banyak hal yang ada di sekitar mereka. Ternyata perihal tentang "Orang Kurang Piknik" itu ada. Karena saya termasuk salah satunya, yang kurang piknik, pikniknya kurang jauh dan kurang berfaedah, sampai-sampai melihat foto-foto hasil kunjungan mba Rochma saja sudah excited!

Jadi... ada yang mau ngajak saya melihat bentuk pelabuhan???


Tips berkunjung ke pelabuhan dari Mba Rochma : Agar lebih menyenangkan, sebaiknya memilih hari libur saja. Suasana di jalan menuju pelabuhan cukup lenggang karena truk libur juga. Lalu, di SNQ, saya tidak tahu di hari-hari biasa lebih padat atau sebaliknya.  Namun, di hari libur seperti ini membuat saya dan anak-anak merasa leluasa saja.



Rekreasi Sederhana Tapi Tetap Menyenangkan Bersama Keluarga



Saat saya mampir ke tulisan " Sejenak, di Balaikota Among Tani, Batu ", seketika saya berpikir, Mba Rochma ini benar-benar kreatif, ya. Baginya eksplorasi tempat itu tidak harus merogoh dompet yang dalam, sedalam samudera #eeaa. Bahkan Balaikota pun tidak luput darinya, sampai-sampai tulisan ini membuat saya berpikir lagi dan lagi. Sudah seberapa banyak saya mengenalkan kota Bekasi dan tempat-tempatnya selama ini? Sedikit sekali tentunya, bahkan tidak ada seujung kuku dari mba Rochma.

Tentunya, berkunjung ke Malang memang impian saya. Karena saya baru sekali menginjak kaki di Malang, itu juga hanya beberapa jam saja. Dan baru melihat gedung kampus Muhammadiyah yang kemudian membuat saya melongo dan terasa sekali kurang pikniknya, ahahahaha. Bagaimana enggak? Lah itu gedungnya ada bagus banget, sampai saya ingin sekali saat itu, turun dari mobil dan masuk ke pekarangannya demi menjeprat-jepret di sini. Sambil ingin juga mengelilingi kampus ini.

Nah, yang menurut mba Rochma itu menarik dari Balaikota ini tuh :  melihat taman cantik seperti ini, mata yang capek karena perjalalanan jauh jadi seger kembali. Ada sepeda yang dipenuhi dengan sekelompok bunga warna-warni. Juga gerobak yang penuh bunga. Spot seperti ini yang sering dipakai untuk selfie. 


Jadi, kira-kira kalau ke Malang nanti, Anda ingin mengunjungi Balaikota Among Tani di Batu juga kah? Saya mau banget!



***

Jadi, setelah blogwalking ke blog Mba Rochma, apa yang saya dapat? Tentunya perasaan semakin ingin PIKNIK itu membesar. Ahahaha. Tapi, hal lainnya yang kemudian saya sadari, ternyata tempat yang mungkin bagi orang lain bukan hal yang menarik. Namun, tempat tersebut justru memberikan banyak manfaat bagi pengunjungnya. Salah satunya Pelabuhan yang mungkin tampak tidak menari, tapi ternyata banyak hal yang bisa diceritakan bagi anak-anak.

Bagi yang ingin mengetahui tempat-tempat rekreasi lain, bisa langsung mengunjungi blog mba Rochma. Atau mungkin ingin mengikuti akun kanal sosialnya, silakan di cek informasinya di bawah ini.


Nur Rochma

Blog : https://www.nurrochma.com
Instagram : http://instagram.com/nurrochmaningrum
Youtube : https://www.youtube.com/channel/UC0nzuJNjb0znTWSIIl_0wBw




16 January, 2018

Spoiler Alert : Anime Series Yamato Nadeshiko - The Wallflower





Sebagai penyuka anime series, saya memang tergolong kurang up to date. Pasalnya, baru beberapa minggu yang lalu, saya menonton anime yang notabennya sudah diputar bertahun-tahun yang lalu. Berjudul Yamato Nadeshiko, yang konon sudah diputar sekitar tahun 1990-an. Sementara saya baru menontonnya di tahun 2018. Welcome!!!

Tokoh perempuan dari anime series ini mengingatkan saya pada anime Kimi Ni Todoke yang diputar sampai dua season. Dan saya sudah menontonnya hingga akhir! Bravo!


Sekilas Tentang Anime Kimi Ni Todoke


Kimi Ni Todoke ini berkisah tentang seorang perempuan, bernama Sawako Kuronuma yang memiliki rambut hitam panjang sepinggang, kulit putih pucat dan suara yang cenderung pelan dan lembut. Namun, di sekolahnya, Sawako ini selalu dikaitkan dengan sesuatu yang mistis. Ini disebabkan oleh penampilannya mirip dengan ikon hantu yang terkenal dari Jepang yaitu SODAKO.

Jadilah Sawako chan ini dijauhi oleh banyak temannya sejak awal masuk sekolah. Meski, Sawako memiliki teman dekat, tapi tidak satu kelas. Sehingga sehari-harinya di dalam kelas Sawako tidak pernah berbincang dengan teman-temannya. Karena kebanyakan dari mereka ketakutan saat melihat sosok Sawako. Apalagi rumor beredar bahwa Sawako bisa melihat dan berbicara dengan hantu.

Ini ada penyebabnya, gara-gara Sawako terkadang terlihat berbicara atau bengong dan memandang ke satu titik. Disangka oleh teman-temannya, Sawako ini sedang memandangi hantu. Alhasil, berita tersebut seolah menjadi hal yang nyata bagi anak-anak seantero sekolah.


Sawako Kuronuma (Image by Google)


Cerita anime tentang kehidupan di sekolah dan percintaan remaja memang masih menjadi favorit saya dan alasan terbesar kenapa saya mau menonton anime ini. Apalagi kadar kelucuan yang bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak, disertai ke-tidak-logis-an tokoh-tokohnya yang membuat saya terkekeh-kekeh. Apalagi ekspresi paling khas dari anime yang tidak pernah bisa dibandingi dengan tokoh live action aka film dengan tokoh orang secara nyata. Seperti ekspresi di bawah ini.


Sawako Kuronuma (Image by Google)

Ada kisah percintaannya? Ada. Nah di serial ini, sosok cowoknya itu baik hati banget. Dia punya banyak teman, termasuk cowok yang mudah bersosialisasi dengan semua teman-teman dari berbagai kelas. Kebaikannya terkenal seantero sekolah dan tentunya membuat sosok cowok ini digandrungi oleh banyak cewek-cewek. Namanya Kazehaya-kun, yang terbilang sangat perhatian dengan semua orang termasuk Sawako sendiri.


Sawako And Kazehaya (Image by Google)



Jika Dibandingkan Dengan Anime Series Yamato Nadeshiko




Sekarang, saya ingin membahas anime Yamato Nadeshiko yang memiliki sekitar 22 episode dan hanya satu season saja. Anime ini Yamato Nadeshiko ini, saya perkirakan merupakan cikal bakal dibuatnya anime Kimi Ni Todoke dengan versi ending yang lebih memuaskan bagi para penontonnya. Pasalnya, saya masih kerap melihat komentar para penonton untuk menambah episode terbaru dengan versi romantis yang lebih banyak. Dan sepertinya, Kimi Ni Todoke jawabannya.

Tapi, bagi saya sosok perempuan yang mirip dengan SODAKO dalam anime Yamato Nadeshiko yang bernama Sunako Nakahara ini, sangat teramat mirip dengan sosok hantu yang dikenal menyeramkan dan cukup kejam itu. Dan tentunya anime ini menjadi favorit untuk saya, meski sedihnya, karena anime ini diputar sudah cukup lama sehingga kualitas yang beredar jadi kurang begitu bagus.

Suatu hari Sunako Nakahara datang ke tempat kos-kosan yang dimiliki oleh tantenya Bibi Nakahara. Tantenya si Sunako ini cantik sekali, seksi dan kaya! Bayangkan saja, tempat kosannya itu bagaikan gedung istana yang hanya dihuni oleh empat cowok tampan yang bersekolah di tempat yang sama dengan Sunako Nakahara.

Tempat kos-kosan Kyohei DKK (Image by Google Image)

Rasanya memang tampak too good to be true, tapi saat ditonton hingga akhir, terjawablah sudah. Bahwa ke-empat cowok yang tinggal di kosan mewah ini, merupakan anak-anak orang kaya yang memiliki masalah sendiri-sendiri. Meski memang ada satu orang yang tidak begitu kaya, tapi tetap memiliki wajah yang tampan namun cenderung cantik.

Saya mulai dari tokoh Kyohei Takano, seorang cowok yang berbadan tegap, jago berkelahi, banyak digemari oleh cewek dan cowok, namun dia sering tampak cuek. Sejak kecil Kyohei sudah mengalami trauma yang membuatnya anti sosial dan cenderung bertindak anarkis demi membela dirinya. Namun, justru karena itulah dirinya sering berurusan dengan polisi.


Kyohei Takano (Image by Google Image)



Masalahnya, bukan satu atau dua orang saja yang melakukan pelecehan seksual padanya. Bahkan di tempatnya bekerja beberapa kali, dia mendapati bos perempuan memintanya menjadi selingkuhan. Saat pindah kerja ke tempat lain, giliran bos lelakinya yang berbuat tidak senonoh padanya. Meski tampang Kyohei ini lebih lelaki banget, tapi tidak menutup pesonanya yang bahkan membuat banyak orang baik lelaki maupun perempuan tertarik padanya.

Bahkan, beberapa toko yang ada di pasar dekat rumahnya, menjual foto-fotonya demi mendatangkan pelanggan yang berebut ingin memiliki foto Kyohei. Kehidupannya yang juga sering mendapatkan teror berupa surat, fax sampai telpon dan dering bel berkali-kali, membuat Ibunya membenci Kyohei dan itulah alasan Kyohei keluar dari rumah. Dia kabur dan bersembunyi di stasiun, kemudian ditemui oleh Bibi Nakahara serta diizinkan untuk tinggal di tempat kos miliknya.

Tokoh cowok lainnya yaitu Ranmaru Morii, seorang cowok tampan yang gemar dikelilingi perempuan. Selain itu, dia sering menjalin hubungan dengan perempuan cantik yang lebih tua darinya. Bahkan sempat berhubungan dengan perempuan cantik yang sudah memiliki suami. Memang, track record Ranmaru ini selalu berkaitan dengan cap Playboy.

Ranmaru Morii (image by google image)


Dirinya terlahir dari keluarga yang sangat berada, dengan kemewahan yang dimilikinya, keluarga Ranmaru memutuskan untuk mendidiknya agar lebih mandiri. Setidaknya untuk mencegahnya terlalu sering bermain-main dengan perasaan perempuan, sehingga kedua orangtuanya mengirimnya ke kosan tempat Bibi Nakahara. Apalagi sebenarnya Bibi Nakahara itu termasuk menyeramkan, ahahahaha.




Ada lagi cowok yang lumayan pintar, cenderung anti-sosial karena lebih senang mengunci dirinya di dalam kamar dan membaca. Selain itu dia juga berasal dari keluarga yang kaya. Orangtuanya memiliki keinginan agar Takenaga-kun menjadi sosok anak yang tidak mengurung dirinya terus-menerus dan bersosialisasi dengan anak lainnya.

Takenaga-Kun (Image by Google Image from Pinterest)

Sosok Takenaga ini memang cenderung lebih ke The Real Japanese Man, penampilannya yang rapi juga tampan, sering membuatnya selalu dikaitkan dengan sosok samurai atau Genji. Apalagi, saat dia berdiri di samping perempuan cantik yang sangat feminim, sudah pasti penampakan dalam imajinasi teman-temannya itu bagai sepasang suami-istri dengan kimono lengkap. Selain itu, Takenaga juga termasuk cowok yang pemalu namun tetap apa adanya dan cenderung tidak begitu denial.

Cowok berikut ini yang saya ceritakan tadi, tampan namun cantik, karena itulah dia sering disangka seorang wanita. Apalagi, teman-temannya juga sering mengerjai dirinya agar berdandan layaknya wanita. Belum lagi, tubuhnya yang tidak begitu berisi dan kurus persis perempuan. Pertama kali pertemuannya dengan Ranmaru, bahkan dia menyangka ini seorang perempuan. Dan Yuki termasuk cowok yang berasal dari keluarga biasa saja namun tetap berada.

Yuki-Kun (Image by Google Image)
Di antara ketiga cowok teman dekatnya, Yuki memang termasuk yang lebih perasa, lebih sensitif serta lebih penakut. Namun, dia dan ketiga temannya memiliki kesamaan, sama-sama tidak bisa mengurus diri mereka sendiri karena sudah terlalu sering dibantu. Apalagi saat Sunako tidak bisa menyediakan makan untuk mereka, dan Yuki memutuskan untuk memasak. Semua orang langsung sakit perut usai memakan masakannya.

Sekarang saya ingin bercerita tentang tokoh utama perempuannya Sunako Nakahara yang saya katakan sebelumnya lebih mendekati sosok SODAKO. Pertama, Sunako pernah merasakan patah hati akibat ditolak oleh senior yang disukainya. Hasil dari penolakan itu membuat Sunako menjadi cewek yang pemurung, sering mengurung diri di kamar. Hal ini membuat tantenya Bibi Nakahara merasa takut. Takut kalau Sunaku akhirnya berubah dan memilih untuk bunuh diri.

Sunako Nakahara ( Image by Google Image )


Ibunya Sunako sebenarnya sudah mengetahui kebiasaan unik anaknya ini. Dia senang sekali mengoleksi hal-hal yang menakutkan, seperti binatang yang diawetkan di dalam kaleng, patung-patung tengkorak dan patung tubuh manusia yang biasa dipakai untuk pelajaran biologi. Sampai kegemarannya menonton film horor sambil mengurung diri di kamarnya yang gelap.

Kebiasaan ini dipandang aneh oleh Bibi Nakahara, sementara dia berjanji pada kakaknya untuk mengubah Sunako menjadi lebih wanita. Berbeda dari sosok Sunako yang gemar mengenakan pakaian yang itu lagi-itu lagi. Serta menjadi anak perempuan yang feminim. Itulah sebabnya Bibi Nakahara mengirim Sunako untuk tinggal bersama ke-empat cowok yang sering dikelompokkan Sunako sebagai Bright People.


Bright People Kyohei (Image by Google Image)

Betul, Bright People adalah kondisi dimana orang-orang yang dilihatnya menampilkan aura yang bersinar sehingga membuatnya merasa berbeda. Karena Sunako menggolongkan dirinya berasal dari kegelapan, jadi bagai bumi dan langit perbedaannya. Para Bright People ini jugalah yang menjadi alasan kenapa Sunako sering mengeluarkan darah dari hidungnya saat berdekatan dengan mereka apalagi melihat dari jarak dekat.


Dibanding Sawako dari anime Kimi Ni Todoke, penggambaran Sunako ini terbilang menyeramkan. Apalagi sepanjang anime, jarang sekali dirinya digambarkan secara utuh sebagai Sunako yang asli. Dengan penampakan cewek tanpa ekspresi, pendek dan tidak terlihat. Ini seolah menegaskan bahwa Sunako itu tidak tertarik untuk dilihat. Nah, penampakan yang sering terjadi seperti gambar di bawah ini. Setiap kali kesunyiannya diganggu, terlebih oleh Kyohei.

Sunako Nakahara (Image by Google )

Yap, antara Sunako dan Kyohei memang tidak pernah ada kedamaian. Kyohei sendiri tidak digambarkan sebagai cowok yang manis meski dipandang memiliki ketertarikan secara khusus pada Sunako. Demikian juga Sunako, yang juga memiliki ketertarikan pada Kyohei. Namun, keduanya ini ibarat dua tokoh dalam anime Kaichou Wa Maid Sama yang sampai mendekati ending, keduanya masih sering bertengkar. Bahkan pertengkarannya benar-benar secara fisik.

Sunako Seriously Mad (Google Image)


Kalau sudah benar-benar terganggu kesunyiannya, Sunako akan menampakkan wajah yang super duper menyeramkan. Hingga ke-empat cowok yang tinggal di kosan tersebut takut. Bahkan mereka berempat tidak ada yang berani masuk ke dalam kamar Sunako, karena biasanya mereka mendapati Sunako tengah asyik menonton film horor yang membuat mereka semua ketakutan.



Antara Kimi Ni Todoke Dan Yamato Nadeshiko



Bagi saya kedua anime ini memang kesukaan saya. Namun, jika diharuskan memilih, saya lebih mengutamakan Yamato Nadeshiko. Bukan hanya sekadar karakter Sunako yang digambarkan lebih menyeramkan ketimbang Sawako. Tapi, karena konsistensi karakter Sunako dimana hingga akhir, dia terus bertahan pada dirinya sendiri alih-alih berubah demi orang lain.

Pesan yang ingin disampaikan sebenarnya cukup mudah. Sunako bukan orang yang anti sosial, dia tetap banyak dikenal bahkan oleh para pedagang di pasar. Hanya saja karena seringnya orang mengejek wajahnya dengan sebutan Perempuan Jelek, itu yang membuatnya mengurangi komunikasi dengan orang lain.

Namun, dirinya tetap sosok gadis yang baik. Banyak menolong dan lumayan memberikan perhatian bagi anak-anak. Meski sering disalah-pahami oleh orang dewasa lainnya yang berada di sekitar Sunako. Selain dia bukan anti sosial, Sunako seorang anak yang pintar, meski kelemahannya adalah matematika. Dia bahkan belajar dan berusaha dengan baik demi nilai yang bagus.

Dan kosistensi di sini yang saya katakan adalah Sunako tetap bertahan dengan dirinya sendiri. Tidak berubah menjadi sosok wanita feminim yang diimpikan sang Bibi, meski banyak orang yang sudah berusaha mendandaninya sehingga dia tampak sangat cantik, tapi Sunako lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Dari sinilah saya juga melihat bagaimana ending dari anime yang memang tampak sederhana, menyerahkan hasilnya pada penonton namun tidak memaksakan romantisme ala remaja yang sesuai dengan keinginan penonton.

Sehingga wajar membuat banyak penonton gregetan dan meminta lagi dan lagi. Ahahahaha, lucu juga kalau melihat komentar mereka, karena sangat tergiur melihat romantisme antara Sunako dan Kyohei. Sampai-sampai fan art mereka bertebaran di Google Image. Bagi saya, pencipta Yamato Nadeshiko telah berhasil merenggut ekspektasi mereka secara paksa dan melemparnya ke laut sehingga mereka mengejar apa yang membuat mereka terasa manis.

Harapan saya sih, semoga Yamato Nadeshiko ini di re-make animenya. Seperti Voltus yang dikemas menjadi lebih bagus lagi hasilnya. Apalagi kalau dibuat seperti karya-karya Makoto Senkai, yang artistik dan tampak hidup. Bakalan lebih keren lagi pastinya.

Terima kasih ya, untuk pengunjung dan pembaca yang menyempatkan membaca tulisan ini.

12 January, 2018

KnowYourColor : Bantu Tingkatkan Mood Dan Produktivitas Dengan Pilihan Warna Yang Sesuai


Casio My Style



Sudah coba fitur dari knowyourcolor.id untuk melihat, kira-kira kalau diwakilkan dari sebuah warna, warna apakah saya? Dan jawabannya adalah warna yang memang tengah saya sukai : ORANGE. Percaya atau tidak, seorang perempuan yang gemar mengenakan jilbab berwarna hitam dikombinasikan dengan rok jins, rasanya memang tampak tidak mungkin menyukai warna orange. Apalagi seringnya saya mengenakan pakaian yang cenderung tampak gelap.

Betul, kok. Saya suka sekali dengan warna orange. Namun, prinsip saya, meski saya menyukai warna tertentu, saya tidak ingin menampilkannya secara terang-terangan. Salah satu tas kesayangan saya berwarna orange, meski tidak sering saya pakai, karena tidak ingin cepat rusak. Alasannya memang sederhana, apalagi setiap saya bepergian selalu membawa buku dalam tas saya, kalau bukunya tipis mungkin tidak akan terlalu berat. Tapi, kalau bukunya tebal dan hardcover? Ini yang saya tidak inginkan, menyiksa tas saya, hehe.


Pemilihan Warna Yang Tepat Bisa Memengaruhi Mood Dan Semangat


Berbicara masalah warna, saya pernah membaca sebuah artikel yang saya ingat membahas tentang pengaruh warna terhadap mood dan produktivitas. Saya termasuk orang yang cenderung moody, ada kalanya semangat sekali bercerita dan bersemangat, ada kalanya ingin kalem dan pendiam, ada kalanya menampilkan tampang 'JANGAN GANGGU LAGI BADMOOD' setiap kali terasa lelah melanda, ahahaha.

Bagi beberapa teman saya yang sudah paham, mereka tidak akan mengeluh dengan perubahan mood saya setiap hari. Karena semua itu tergantung dengan kualitas tidur dan makan saya, itu saja. Nah, dari artikel tersebut, dijelaskan bahwa mengenakan warna tertentu akan memengaruhi perubahan mood. Ini juga disepakati oleh beberapa pakar feng-shui yang menggunakan warna pada desain cat rumah sebagai bagian dari faktor penting dalam dunia interior.

Pengaruh warna ini juga dipelajari di beberapa bidang art aka seni tentang psikologi warna. Ini juga yang membuat saya, mau tidak mau, akhirnya mencoba suatu ketika saat mood saya tengah buruk. Saya mengenakan pakaian orange yang waktu itu tidak pernah saya kenakan. Dan, entah kenapa, saya merasa sedikit berbeda. Sejak saat itulah warna Orange menjadi warna favorit saya, seperti warna jeruk mandarin, warna orange pada langit kala senja menyapa.

Untuk Anda yang ingin tahu juga kira-kira warna apa yang sesuai dengan diri Anda, bisa langsung mampir dan jawab beberapa pertanyaan yang tersedia sesuai dengan apa yang mencerminkan diri Anda di website : knowyourcolor.id . Cukup mudah, kok. Tinggal masukkan alamat email, kemudian jawab beberapa pertanyaan yang benar-benar Anda sukai dan sesuai dengan diri Anda. Setelahnya akan mendapat jawaban seperti yang saya miliki ini.





Memilih Menggunakan Perlengkapan Penunjang Pekerjaan Yang Terpisah Dari Smartphone



Sebut saja cara ini tradisional ketika saya masih memilih menulis agenda di dalam sebuah buku khusus. Atau, ketika saya masih menandai berapa banyak buku yang sudah saya beli dan apa saja wishlist saya serta keinginan-keinginan jangka pendek di dalam sebuah buku. Atau cara ketika saya memilih menulis di dalam buku diary sebagai pengganti curhat di media sosial. Kalau cara ini disebut tradisional, oh betapa bangganya saya!

Buku agenda yang saya maksud ini seperti journal book yang tersebar seantero pinterest. Sebuah buku yang berisi sangat padat, entah itu agenda harian, agenda pertemuan, habbit tracker sampai rutinitas pagi yang ingin saya biasakan. Seperti minum segelas air putih di pagi hari, memilih membaca buku atau olahraga ketimbang langsung mengecek handphone. Dan beberapa hal lain yang tengah saya usahakan agar menjadi kebiasaan yang baik.

Selain itu, saya juga masih menyukai hal-hal seperti merangkum di atas buku ketimbang di smartphone. Bahkan saya masih menggunakan tipe-x dan gemar mendengar suara kretek-kretek yang muncul setiap hendak menggunakannya. Juga masih sering menggunakan penggaris yang memiliki banyak bentuk seperti ini untuk menghias buku jurnal.




Untuk menghitung pun saya masih mengenakan kalkulator fisik bukan yang tersedia di smartphone apalagi di laptop. Kenapa? Justru saya merasa lebih terbantu ketika hendak menghitung berapa banyak pengeluaran dan pendapatan hingga menghitung perkalian yang tidak pernah saya hapal menggunakan kalkulator fisik. Karena mudah digunakan, tidak perlu typo apalagi salah hitung dan pengoperasiannya mudah.

Dan satu lagi, menggunakan kalkulator casio bukan seperti yang ada di laptop atau smartphone, membantu saya untuk tidak cheating selama bekerja. Jadi, benar-benar fokus tanpa buka-buka sosial media. Bisa? Allhamdulillah, karena godaan sosial media sudah tidak sebesar godaan streaming anime. Jadi, saya jawab I KNOW I CAN.




Jadi kalau ingin berhitung-hitung berapa banyak pendapatan dalam bulan ini selama jadi buruh nulis. Tinggal ambil kalkulator Casio aja. Kalkulator ini saat saya masih sekolah tuh terkenal banget! Siapa sih yang enggak kenal dengan CASIO? Saya ingat dulu ada yang modelnya sliding, yang ketika dibawa oleh teman saya saat pelajaran akuntansi, tampak sangat elegan dan otomatis langsung banyak yang pinjam saat pelajaran matematika : Sin, Cos, Tan.

Sayangnya, dahulu saat sekolah, saya sedih karena tidak dibolehkan membawa kalkulator saat ujian. KENAPA????!!!! Padahal pelajaran menghitung bukan keahlian saya, bahkan mengingat angka saja membuat saya pusing tujuh keliling, kecuali mengingat duit itu kekuatan supranatural saya. Percaya atau tidak, bahkan mengingat nomor handphone saja membuat saya sudah lelah duluan. Apalagi mengingat tanggal lahir orang-orang terdekat saya, jangan harap!

Karena itulah, semenjak lulus sekolah, saya mulai gandrung menggunakan kalkulator Casio di rumah untuk keperluan apa saja. Seperti hendak balas dendam karena dahulu saya tidak pandai perkalian, sekarang jago sekali saya, Hah! Karena kalkulator termasuk benda berharga yang harus ada di meja kerja, otomatis saya juga memilih yang warnanya bisa membuat saya bersemangat. Pastinya pilihannya jatuh ke warna orange, pokoknya Casio My Style banget, deh!






Saya masih merasa bangga ketika bertahan menggunakan benda-benda yang tampak tradisional bagi sebagian orang. Sesuatu yang tampak tidak efisien, tapi justru saya merasakan keefektifan benda seperti kalkulator ini ketimbang menggunakan aplikasi di smartphone. Seperti ketika saya tengah ditelpon dan ditanya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan angka, saya masih bisa menghitungnya dengan menggunakan kalkulator casio.

Apalagi fungsinya yang banyak serta hemat energi. Sudah banyak yang tahu dong, kalau kalkulator juga ada yang menggunakan tenaga matahari. Ini yang membuat saya suka, sebuah alat bantu yang juga membantu saya ikut dalam gerakan hemat energi. 





Hadiahkan Perlengkapan Pendukung Yang Colorful Untuk Meningkatkan Produktivitas Mereka Yang Anda Sayangi



Memberikan hadiah untuk orang-orang yang disayangi dengan gadget atau aksesoris, bagi saya sudah biasa. Saya loh, teramat senang kalau ada yang menghadiahi saya voucher borong buku sepuasnya di toko buku baik online maupun offline. Bukan voucher untuk beli ebook, ya! Dan, belum pernah saya mendapat hadiah borong buku sepuasnya seperti ini, huwaaahhh.

Nah, memberikan kalkulator yang sesuai dengan warna kegemaran seseorang juga bagus, kok. Apalagi kalkulatornya model Colorful Calculator punyanya Casio, karena memang sudah terjamin kualitasnya juga, daya tahannya lama. Selain itu menggunakan dua sumber energi yaitu baterai dan cahaya matahari, lebih hemat energi. Serta warna-warnanya yang lucu-lucu.

Coba deh, kalau pilih hadiah yang unik seperti ini. Niscaya tetap akan bermanfaat. Kalau ingin membeli kalkulator casio yang warnanya cerah-cerah bisa di Mataharimall. Jangan lupa masukkan kode untuk pembelian #CasioMyStyle : CASIOBLOGTW45 , biar dapat harga promo!



Klik : https://www.mataharimall.com/p-9604/colorful-casio-calculator



***


Bagi yang jarang sekali percaya dengan karakter diri sendiri melalui warna, saya termasuk ke dalam kelompok ini. Tapi, setelah saya mencoba di website knowyourcolor, ini sesuai sekali dengan saya! Mungkin karena pertanyaannya dijawab dengan sesuatu yang sesuai dengan saya, jadi saya merasa senang sekali melihat hasilnya.

Orange itu warna cerah yang tampak elegan dan tidak norak. Warna yang selalu tampak ketika langit senja, warna yang hadir dalam bentuk jeruk mandarin saat mampir ke toko buah, warna yang hadir saat Golden Hours yang selalu saya nanti dalam fotografi, warna yang membuat saya senang menggoyang-goyangkan tas punggung saya, serta warna yang selalu menanti saya ketika mood saya tengah buruk.

Jadi, apa warna yang mewakili diri Anda?

08 January, 2018

IT Movie : Kelompok Anak Yang Berusaha Mengalahkan Rasa Takut Mereka

IT Movie
Source : Google Image


Saya belum memutuskan untuk membaca novel IT karya Stephen King dalam waktu dekat. Mungkin beberapa waktu ke depan, agak lama sepertinya, saya akan membacanya. Demi mendapatkan cerita orisinilnya. Sementara ini, cukup menonton film IT yang beberapa waktu lalu sempat hyped di kanal sosial saya. Konon, film ini dibagi menjadi dua bagian, dan film yang sudah tayang masih menjadi bagian pertama, ditunggu saja bagaimana kelanjutannya.

Ditayangkan tahun 2017, film yang disutradarai oleh Andy Muschietti ini memang diadaptasi dari novel karya Stephen King yang berjudul sama. Namun, dari beberapa pembaca dan penonton film ini, mengaku ada banyak sekali perbedaan antara novel dan film. Sounds familiar, hah? Iya, itulah kenapa saya sudah memasukkan novel ini sebagai novel yang ingin saya baca. Film yang berdurasi 2 jam lebih ini, pernah muncul di layar kaca sebagai tayangan serial sekitar tahun 1990.


Tentang Orang-orang Yang Hilang Tak Berjejak


IT Movie


Tahun 1988, seorang anak bernama Georgie menghilang saat bermain dengan perahu yang dibuat oleh kakaknya - Bill - saat hujan deras. Seorang Nenek yang sempat melihat sosok Georgie, dengan jas hujan kuningnya, tengah berada dekat lubang selokan. Karena hujan yang teramat deras disertai angin kencang, sang Nenek yang mengalihkan pandangan itu akhirnya menyadari kalau sosok Georgie menghilang dan hanya berjejak genangan air disertai darah.

Kehilangan Georgie menjadi mimpi buruk bagi Bill, kakaknya, dan kedua orangtuanya. Namun, di tahun 1989, sudah beberapa anak yang ikut menghilang tanpa diketahui jejaknya. Seperti Bety hingga kemudian Patrick. Kehilangan ini membuat petugas kepolisian Kota Dery menerapkan jam malam untuk mencegah bertambahnya jumlah anak atau orang yang hilang.

Setelah berita kehilangan orang-orang yang ada di sekitar mereka, masyarakat di Kota Dery seolah mampu melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa dan sudah sepatutnya dilewatkan begitu saja. Ibaratnya, mereka harus rela menerima apa yang sudah terjadi, karena tak mampu lagi berbuat apa-apa.


Hal ini juga dilakukan oleh Ayahnya Bill dan Georgie, yang menekankan pada Bill bahwa Georgie sudah meninggal dan tidak perlu diurus lagi penyebabnya. Bahkan tidak perlu dicari kembali kemana jasadnya. Hal ini mengingatkan saya pada film Changeling yang pernah saya tulis. Tentang seorang Ibu yang tanpa menyerah mencari tahu jejak anaknya yang menghilang bersama banyak anak lainnya secara misterius.

Atau film Lion yang juga pernah saya ulas, berkenaan tentang seorang anak yang akhirnya menghilang dan berada jauh dari rumahnya. Lion berkisah dari sudut pandang seorang anak yang hilang. Sementara Changeling, berkisah perjuangan seorang Ibu yang ingin mengetahui keberadaan anaknya. Sementara IT Movie berkisah tentang mimpi buruk yang menghampiri sekumpulan anak akibat berita banyaknya orang yang menghilang.

Dari ketiga film yang bertema sama ini, saya melihat kalau film IT ini justru yang memiliki penggambaran paling aneh terkait nasib orang-orang yang hilang. Anda harus menontonnya sendiri jika belum sempat menontonnya. Bagian horor dan menakutkan dalam film ini hanya terletak pada soundtrack, kehadiran mendadak si badut hingga lamanya pencarian yang dilakukan oleh kelompok anak tersebut.



Klub Pecundang Berisi Anak-anak Yang Memiliki Ketakutan Yang Sama


IT Movie



Ketujuh anak yang berusaha mencari tahu tentang keberadaan orang-orang yang hilang diketuai oleh Bill sebagai pencetus ide-ide dan Ben sebagai sumber informasi. Sebagai seorang anak yang tak memiliki teman, Ben cukup beruntung karena menyukai perpustakaan sebagai tempatnya menghabiskan waktu. Dengan begitu, dia bisa mengenal banyak hal tentang kota Derry dan alasan mengapa kota tersebut dikutuk.

Berdasarkan analisa Bill, terkait kemungkinan-kemungkinan jasad Georgie bisa ditemukan sampai penelitiannya terhadap saluran air di kota tersebut. Keingin-tahuannya ini karena luka yang muncul serta rasa bersalah akan kehilangan adik kesayangannya : Georgie. Siapa yang tidak bersedih akan kehilangan anggota keluarga yang kita sayangi?

Analisa Bill inilah yang membawa anak-anak Klub Pecundang mengunjungi tempat akhir saluran air. Hingga kemudian mereka mendapati informasi terkait lubang sumur misterius yang konon merupakan sumber kutukan di kota Derry. Informasi ini didapat dari Ben yang dengan detilnya hingga mengumpulkan selebaran tentang orang hilang di kamarnya. Saya jadi berpikir kalau Ben ini terobsesi dengan banyak hal mengenai kutukan.

Suatu ketika, mereka semua menyeritakan kejadian yang dialami. Dimulai dari Beverly yang menyeritakan tentang luapan darah yang muncul secara tiba-tiba di wastafel kamar mandinya. Klub Pecundang melihat dengan mata kepala mereka sendiri, namun Ayahnya Bev bahkan sama sekali tidak melihatnya. Beliau hanya mengatakan bahwa dia khawatir dengan kondisi Bev.

Setelah itu barulah Eddie juga menyeritakan kalau dia bertemu penampakan manusia yang menyandang penyakit lepra di dekat rumah paling menyeramkan di tempat itu. Kemudian kisah Bill yang melihat Georgie pulang ke rumah dan melihat sosok si badut, hingga Stanley yang mengaku melihat lukisan wanita di kantor Ayahnya muncul dan mendekatinya. Semua yang berada di Klub Pecundang mengakui kegelisahan-kegelisahan mereka. Dari sini, Bill mendorong teman-temannya untuk ikut bersamanya demi menemukan lokasi sosok menyeramkan tersebut demi melawannya agar tidak terus menghantui mereka.



Penampakan Badut Dan Siaran Televisi Yang Sama



Saya juga sebenarnya sempat menanyakan kenapa ya, sosoknya harus Badut? Padahal sosok Badut sudah menjadi momok menyeramkan bagi banyak anak kecil. Kemudian, saya menyadari, kalau Badut memang cocok untuk menjadi perumpamaan terhadap rasa takut, sama seperti para makhluk di Gotham City mati-matian melawan Joker yang wajahnya bagi saya mirip dengan badut juga.

Sosok si badut ini, akan terus menghantui dalam beragam situasi. Menjadi bagian dari rasa takut tersebut, membuat bocah-bocah Klub Pecundang mengalami kehidupan yang mencekam. Selain itu, setiap mereka hendak mencari tahu keberadaan si Badut yang disebut sebagai IT ini, siaran di televisi tempat anak-anak ini berada, menayangkan siaran yang sama.

Tentang seorang pembawa acara bersama anak-anak yang membahas tentang saluran air, kemudian menyebutkan kata Melayang dan suara tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus menyeramkan bagi yang mengetahui bahwa itu seperti sebuah pertanda. Jadi teringat dengan kutipan lagu The Carpenters “We’re only just began” yang menjadi pertanda kondisi mencekam dalam film 1408 yang juga diadaptasi dari karya Stephen King. Membuat lagu yang menyenangkan tiba-tiba menjadi menyeramkan dalam waktu bersamaan *sigh*.


***

Kota Derry yang merupakan bagian dari Maine, merupakan fictional city aka tempat imajinasi yang muncul pertama kali sekitar tahun 1981 dalam tulisan pendek karya Stephen King. Bagi Anda yang sudah beberapa kali membaca buku Stepheng King atau menonton film yang diadaptasi dari novelnya. Mungkin bisa melihat ada banyak kesamaan tempat dari karya-karyanya. Maine juga pernah muncul dalam film horor berjudul Pet Sematary yang pernah saya ulas juga.

Ini yang membuat saya kagum pada sosok King yang menurut saya sangat mampu bereksplorasi dengan satu tempat tapi menghasilkan banyak karya sebagai eksplorasi tempat tersebut. Seperti juga dalam novel Lise’s Story yang bertempat di Maine juga. Ah, betapa banyak karya-karyanya yang berlokasi di Maine. Terakhir saya membaca novel Revival yang juga berlokasi di Maine. Tapi, Maine City sendiri bukan tempat fiksi, kota ini ada dan berada di U.S.


***

Berbeda dengan kisah Lion dimana anak yang hilang tersebut mampu menemukan keluarganya. Juga berbeda dari nasib film Changeling yang juga diangkat dari kisah nyata, dimana sang anak tidak diketahui jejaknya namun pengalaman banyak anak hilang dieksplorasi dengan baik. Pun demikian dari film IT ini, sebuah kasus orang hilang yang tak terselesaikan menjadi issue yang membalut cerita horor ini menjadi tanda tanya besar terkait nasib dari mereka yang menghilang.

Namun, kemudian perhatian penonton akan dijawab melalui penyesalan yang membuat saya sedikti mengernyitkan dahi karena tidak begitu logis, tentunya membuat saya berpikir, “kok gini doang?”. Iya, ini akibat dari berekspektasi terlalu tinggi, terlebih ketika saya membandingkannya dengan film horor yang diadaptasi dari karya Stephen King lainnya.

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, film ini memang bergenre horor, misteri dan sedikit thriller. Namun, jika Anda ingin menontonnya, saya hanya bisa mengatakan kalau horor di sini adalah saat si badut muncul. Namun, kalau sering menonton film alien yang memakan manusia atau alien yang membunuh manusia, saya justru melihatnya demikian.

Keberadaan Klub Pecundang menjadikan imajinasi saya membayangkan cerita mereka seperti cerita Lima Sekawan karya Enid Blyton yang bertemu dengan alien yang memakan banyak orang. Hanya seperti itu, karena itulah, saya mengatakan kalau film ini kadar horornya masih bisa ditangani dan endingnya tak sesuai dengan logika saya :D.

Yasudah, meski saya mengatakan bagaimana endingnya, tapi bukan berarti tidak ada lagi yang menarik dari film ini. Saya sampai mencari tahu sedikit tentang novel ini dari http://www.bookrags.com/studyguide-it-stephen-king demi mendapatkan sedikit pencerahan. Jadi, bagi yang masih ingin menonton, tonton saja, toh film ini layak ditonton karena akting pemainnya sampai keadaan mencekam dan emosi setiap scene-nya sangat bagus. Jadi, tidak akan menyesal. [Ipeh Alena]

03 January, 2018

Belajar Copywriting Di Kelas Online Deka Amalia Writing Center


Deka Amalia writing center



Saya belajar mengenai Copywriting ini sudah berkali-kali, dari mulai belajar otodidak dari Buku Easy Copywriting karya Dewa Eka Prayoga, sampai dua kali ikutan seminar online bareng Mba Indari Mastuti hingga menjelang akhir tahun 2017 saya belajar di kelas online milik mba Deka Amalia. Tentunya dengan niat karena ingin mengasah kemampuan menulis saya dan mengetahui penilaiannya secara langsung.

Kalau menulis di blog, saya jarang mendapat penilaian atau pendapat secara langsung dari pengunjung. Paling saya berusaha memahami ketika ada komentar yang mengatakan tambah bingung setelah membaca tulisan saya. Itu saya artikan sebagai kesalahan saya dalam menjabarkan atau memaparkan. Maklum, saya juga masih belajar menulis dan menjelaskan sesuatu secara detil dan runut.

Terkait menulis yang runut, belakangan saya memang mencoba membuat mind mapping sebelum menulis. Ini berguna untuk melatih saya menjabarkan sesuatu berdasarkan urutannya. Meski terkadang masih sering melanglang buana dan kehilangan fokus, namun saya sudah bisa melihat perubahan yang cukup lumayan dari hasil tulisan yang saya tampilkan di blog ini.

Selain itu, saya menjadi sangat menyukai tulisan saya sendiri. Beberapa kali, tidak bosan rasanya saya membaca lagi dan lagi tulisan di blog, juga memiliki keinginan yang masih belum bisa terlaksana dengan maksimal untuk mengubah beberapa tulisan lama yang sepertinya kurang memadai. Semoga saja tahun ini saya bisa menyempatkan diri memerhatikan nasib tulisan lama di blog ini.

***

Kelas online materi Copywriting dimulai tanggal 31 oktober 2017. Tempat belajarnya di grup facebook yang dikhususkan untuk anggota yang sudah membayar. Jika Anda ingin mengetahui kelas-kelas online lainnya dari Deka Amalia Writing Center, bisa langsung kunjungi fanpagenya : https://www.facebook.com/Deka-Amalia-Writing-Center.

Ada banyak kelas online yang diadakan oleh mba Deka, selain itu dari pengalaman yang saya rasakan setelah masuk ke kelas Copywriting, saya merasa banyak perubahan dan mengetahui juga manfaat fanpage yang paling utama. Nanti akan saya jelaskan sedikit demi sedikit, agar manfaatnya juga bisa dirasakan oleh pembaca.

Selain itu, saya juga berharap mba Deka akan membuka kelas Copywriting lanjutan. Karena saya suka dengan model-model kelas online seperti ini. Dimana ada kegiatan praktek dan PR yang harus dikerjakan, sehingga tidak hanya sekadar menerima materi saja. Tapi bisa dilihat dan dinilai tugasnya sehingga bisa melihat seberapa banyak hal yang harus diperbaiki dan apa saja kekurangannya.

Copywriting itu sendiri merupakan teknik menulis yang membuat pembaca merespon sesuai dengan hal-hal yang kita inginkan. Teknik ini juga bagus untuk Anda yang memiliki Bisnis Online, karena biasanya teknik ini sangat sering dipakai untuk tujuan promosi namun dengan cara yang berbeda. Bagi blogger, teknik copywriting ini cocok juga dalam penulisan artikel baik sponsor maupun yang non sponsor. Dan teknik ini juga bisa digunakan untuk kepentingan personal branding atau product branding.

***


Bagaimana Teknik Menulis Yang Baik Dan Menarik



Menulis memang sesuatu yang sudah kita pelajari sejak kecil. Dan tentunya apa yang ingin kita tulis tergantung dari selera penulis itu sendiri. Namun, harus diperhatikan lagi, apakah tulisan yang kita itu bermanfaat bagi orang lain atau tidak. Manfaat inilah yang harus kita pastikan sebelum membagikan tulisan di internet, baik itu di kanal sosial maupun di media lain seperti blog.

Sudah banyak media yang membagikan terkait beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dibagikan di internet, jadi sebelum menulis pikirkan terlebih dahulu isi tulisan kita, kemudian pesan apa yang ingin kita sampaikan pada pembaca, dicek kembali apakah ada manfaat bagi pembaca dari tulisan yang kita bagikan.

Tips dari Mbak Deka dalam menulis yaitu dengan membuat daftar ide atau kerangka tulisan yang nantinya bisa membantu dalam mengembangkannya menjadi paragraf. Idealnya satu sub ide untuk satu paragraf, jadi kita bisa eksplorasi menjelaskan bagian-bagian yang kita rasakan penting untuk dibagikan. Juga, jangan sampai melupakan self-editing agar tulisan kita benar-benar rapi dan enak serta layak dibaca.



Gunakan Kanal Sosial Yang Kita Miliki Secara Optimal


Dari seminar online dan offline yang saya ikuti, sering sekali para narasumber ini memberikan nasihat agar peserta mengoptimalkan kanal sosial yang dimiliki. Terutama ketika saya mengikuti workshop Personal Branding Bareng Komunitas ISB tahun 2017 kemarin. Salah satu manfaat menggunakan kanal sosial yang optimal itu, untuk media Personal Branding.

Apalagi bagi blogger dan buzzer, Personal Branding itu hal yang sebenarnya penting. Karena itu adalah bagian dari "sesuatu yang diingat dari kita". Saya jadi terkenang dengan Almarhum Cumi Lebay yang sukses membuat mem-branding dirinya sebagai travel blogger yang enggak mandja, dengan blog warna-warni dan foto-foto dirinya yang selalu menuai komentar. Di luar itu, pun Personal Branding membuat banyak blogger lain selalu terkenang dengannya meski kini yang abadi adalah tulisannya.

Untuk itulah, saya tidak ingin menyia-nyiakan kanal sosial yang saya miliki. Setidaknya, saya juga sedang belajar untuk memanfaatkan dan memaksimalkan penggunaan akun-akun media sosial milik saya. Nah, menurut Mbak Deka semestinya kita melakukan update di kanal sosial itu minimal 1 kali sehari. 

Punya Fanpage? Jika sudah punya, jangan sampai terbengkalai tidak digunakan. Ternyata, penggunaan Fanpage yang optimal bisa membantu menyukseskan Bisnis atau Personal Branding kita, loh. Konon, isi fanpage kita itu diselingi antara Hardselling dengan Softselling. Perbandingan antara Hardselling dan Softselling itu 30 : 70. Gunanya fanpage juga bisa untuk katalog bagi pebisnis online. Jadi, daripada membagikan produk yang dijual setiap hari di akun facebook pribadi lebih baik membuat album tersendiri atau membagikannya di fanpage. Dengan menggunakan perbandingan seperti yang saya sebutkan tadi.

Selain itu, fanpage juga bagus untuk membagikan tulisan atau blog bagi para blogger. Dengan perbandingan yang sama antara Hardselling dan Softselling yaitu 30 : 70. Dengan menyematkan Hashtag yang sesuai dengan postingan kita, bisa mengantarkan tulisan kita mudah di-index oleh google. Jangan khawatir jika fanpage kita sudah banyak yang me-Like tapi masih jarang yang menyukai apalagi berkomentar. Karena biasanya calon client atau calon pembeli akan langsung mengontak ke WA atau inbox.


Bagaimana Cara Branding Menggunakan Teknik Copywriting


Sebelum memulai melakukan Branding terhadap produk, bisnis atau personal branding. Sebaiknya Anda mengetahui apa-apa saja terkait produk, bisnis maupun diri kita sendiri. Jika ingin membangun branding untuk produk, semestinya sudah mengenal produk tersebut bukan hanya sekadar mengetahui berdasarkan deskripsi saja. Tapi benar-benar mengetahuinya dari komposisi, proses pembuatannya hingga manfaat.

Demikian juga jika ingin branding sebuah bisnis, jangan sampai hanya sekadar mengetahui luarnya saja. Harus digali lagi, siapa yang berada di balik bisnis tersebut, apa yang melatar-belakangi dibangunnya bisnis tersebut, hingga kiat-kiat apa saja yang sudah dilakukan untuk membangun bisnis hingga menjadi besar dan bertahan terhadap persaingan.

Berlaku juga dengan Personal Branding, Anda harus benar-benar memahami diri Anda sendiri, ingin dikenal sebagai apa? Saya pribadi merasa senang ketika beberapa teman saya sering men-tag saya saat ada penerbit yang mencari Book Reviewer. Karena memang saya seorang Book Blogger. Selain itu, beberapa teman juga sering berkonsultasi kepada saya mengenai cara menjadi blogger. Sampai menghubungi saya demi menanyakan penilaian saya terhadap sebuah film. Hal-hal inilah - sebagai contoh - yang memang merupakan Personal Branding seorang Ipeh Alena.

Ada tiga hal yang bisa membantu Anda membangun Branding bagi produk, bisnis maupun personal.

1. Vision 
2. Values
3. Mission

Anda bisa menjabarkan ketiga hal di atas dalam bentuk daftar yang kemudian bisa Anda kemas lagi dalam bentuk tulisan narasi. Di kelas online Copywriting yang saya ikuti kemarin, Mbak Deka memberikan tugas pada kami untuk menuliskan dalam bentuk narasi cara Branding dengan teknik softselling. Cukup menantang karena saya harus belajar mengemas ketiga hal di atas menjadi narasi kemudian dinilai oleh Mbak Deka langsung.


***


Apa yang berbeda dengan pembelajaran secara online mengenai Copywriting yang pernah saya pelajari dengan kelas online di Deka Amalia Writing Center? Tentunya karena ada sesi praktek yang benar-benar dipantau. Itu karena dalam satu kelas tidak berisi banyak peserta, sehingga Mbak Deka bisa melihat hasil tugas kami sebagai peserta dengan teliti. Baik itu typo apalagi kalimat yang tidak efisien akan langsung dikoreksi.

Tentunya, dari praktek inilah akhirnya saya bisa memahami beberapa hal yang baru untuk teknik copywriting yang saya pelajari. Practice Makes Perfect demikianlah kutipan yang sering saya baca di buku tulis sejak saya sekolah dasar. Dan ternyata kalimat tersebut benar-benar nyata, bukan sekadar kutipan bijak saja. Bagi Anda yang ingin ikutan di kelas atau training online, bisa langsung kunjungi fanpage Deka Amalia Writing Center. Ada penawaran pendampingan menulis buku solo juga, loh. Bagi yang ingin menjadi penulis buku. Semoga bermanfaat. [Ipeh Alena]