22

Kalau Ke Bandung Enaknya Nginep Dimana Ya?

Ipeh Alena | Wednesday, August 24, 2016 | Tag Post 22 Comments so far
Kalau Ke Bandung Enaknya Nginep Dimana Ya?


Kalau sedang jalan-jalan atau wisata ke Bandung enaknya menginap dimana? Saya ingin mengawali tulisan ini dengan sebuah cerita dari saya sendiri. Bandung merupakan kota yang identik dengan satu jalur aka satu arah, itu menurut pendapat saya. Karena terbiasa dengan dua jalur, sebagai orang Bekasi asli yang norak abis saat menjejak di kota Bandung pada pukul 12.30 dini hari, mencari penginapan memang lumayan sulit.

Apalagi waktu itu koneksi jaringan saya kurang memadai ditambah suasana dingin karena habis hujan. Belum lagi lingkungan sekitar saat saya tiba di Bandung sepi sekali (iyalah jam setengah satu pagi, siapa yang bangun?). 

Awal mulanya, saya dan rekan saya berniat untuk nekat jalan ke Bandung, apalagi saat itu kami berangkat sudah menjelang malam. Setelah nongkrong bareng, akhirnya kami sepakat untuk cuss ke Bandung tanpa persiapan apa-apa. Baju hanya yang saya pakai plus satu stel baju yang terbiasa saya bawa di tas. Kenekatan kami ini, karena ingin menyambut pagi di kota Bandung, apalagi sering sekali setiap kali direncanakan, akhirnya hanya tinggal rencana tidak dieksekusi. Daripada dongkol, kami memutuskan untuk langsung saja berangkat.

Baca Juga "Perjalanan Dadakan Lancar Dengan Traveloka"

Benar saja, sampai di Bandung, tanpa peta dan penunjuk jalan dari aplikasi Waze, rasanya itu HAMPA BANGET! Bagaimana tidak hampa, akhirnya kami cuma putar-putar saja di satu tempat yang kemudian membuat kami ngakak tiada henti. Sekarang begini, saya sendiri kalau sudah malam seringnya buta jalan. Mau dibilang itu wilayah jajahan pun kalau menjelang malam, saya tidak kuasa untuk menjadi penunjuk jalan. Apalagi tengah malam di wilayah yang jarang saya singgahi? 

Ya sudah, beberapa kali melewati pos polisi, yang saya yakin sekali Pak Polisinya hapal dengan mobil kami (sok iye banget sampe diapal :p). Kemudian kami memutuskan untuk melipir ke tempat makan yang buka 24 jam plus menyediakan internet gratis. Di tempat itu, kami memutuskan untuk mencari tempat penginapan yang terdekat. Biar tidak disangka anak hilang (meski emang kaya anak ilang beneran). 


Setelah klak-klik-klak-klik mencari informasi hotel yang harganya sesuai dengan budget plus dekat dengan Kota Bandung, pilihan kami tertuju pada Hotel Amaroosa Bandung. Alasannya simple sih, karena kami tidak mau nantinya malah dapat hotel yang horor, seperti yang dahulu pernah kami dapat sebelumnya. Kebetulan lokasi Hotel dekat dengan jejeran Factory Outlet yang terkenal itu, ya sudah selesai menyeruput habis kopi yang sudah dingin, kami langsung berangkat. Sebelum berangkat, kami sudah persiapan terlebih dahulu, ancar-ancar jalannya jadi biar tidak kesasar apalagi muter-muter seperti tadi.



Hotel Amaroosa Bandung
source : Hotel Amaroosa



Hotel Amaroosa Bandung



Hotel ini berada di Jl. Aceh No. 71 A tepat di belakang Jl. Riau (R.E Martadinata). Lokasi Hotel Amaroossa yang berada di pusat kota membuat saya yang ingin mengelilingi kota
Bandung tidak susah untuk menggapai suatu tempat seperti beberapa factory outlet terkenal The Heritage, The Summit, Cascade, Formen, Cap Bangunan dan beberapa factory outlet lain di sekitarnya. Dan Jika ingin berwisata kuliner, bisa menaiki becak yang akan membawa ke “Prima Rasa Cake & Bakery” yang terkenal itu, juga Bawean Bakery, Roemah Keboen, restoran Padang “Sederhana”, Dapur Penyet, juga outlet baru Soes Merdeka dan Sosis Badranaya. Hotel ini juga dekat dengan tujuan wisata yang terkenal seperti Gedung Sate.



Hotel Amaroosa Bandung


Ada satu hal lagi yang menjadi nilai lebih dan membuat kami tidak menyesal saat memilih menginap di Amaroosa, yaitu desain hotelnya. Yang membedakan antara Hotel Amaroossa dan hotel lainnya adalah penataan yang bergaya Eropa dan pemilihan bahan-bahannya yang berkelas dan mempunyai nilai seni seperti karpet tebal, lukisan, kursi, dan sebagainya sehingga membuat tamu yang menginap merasa nyaman dan juga membuat hotel ini menjadi salah satu tempat yang sering dijadikan tempat untuk resepsi pernikahan. Jadi, mau mengadakan pesta pernikahan di sini? Keren loh viewnya.



Selain itu, keunggulan lainnya dari  Hotel Amaroossa Bandung adalah restorannya, juga pelayanannya yang ramah dan tanggap, menu yang disajikan sangat variatif. Contohnya adalah menu sarapannya yang bervariasi seperti roti/pastry, sarapan ala Indonesia seperti bubur ayam, bubur sumsum, soto Padang, nasi goreng dan surabi . Namun uniknya hanya di Hotel Amaroossalah setiap harinya disediakan menu minuman jamu tradisional. Restoran terbagi menjadi 2 bagian, indoor untuk area bebas rokok dan area outdoor yang dilengkapi dengan minibar untuk orang-orang yang merokok.



Hotel Amaroosa Bandung


Hotel Amaroossa mempunyai total 90 kamar yang terbagi menjadi beberapa tipe seperti tipe Deluxe yang berjumlah 74 kamar, Executive yang berjumlah 12 kamar, Junior Suite sebanyak 3 kamar dan President Suite yang hanya berjumlah 1 kamar. Dengan kamar yang luas dan bersih, kamar mandi yang dilengkapi dengan toiletries khas boutique hotel dan handuk yang bersih, ranjang yang empuk serta kolam renang yang nyaman untuk aktifivas berenang membuat hotel ini hampir sebagian besar dari total 90 kamarnya selalu terisi penuh saat weekend. Kolam renang yang terbuka terletak di lantai 2 dan juga ada beberapa air terjun. Kolam renangnya memang tidak begitu besar mengingat ukuran hotelnya yang juga tidak begitu besar.


Hotel Amaroosa Bandung


Tidak hanya kolam renangdan air terjun saja yang  bisa dinikmati di hotel amaroossa ini. Kita juga dapat berolah raga di dalam hotel karena hotel ini menyediakan fasilitas olahraga yang berada di samping kolam renang seperti fitness area. Kita dapat memakainya kapanpun anda mau. Bagi yang kurang begitu tertarik untuk berolahraga, bisa juga loh beraktivitas dengan berselancar di dunia maya dengan layanan internet gratis berkecepatan tinggi yang disediakan di hotel ini. Seperti saya yang memanfaatkan waktu ketika pagi menjelang dengan browsing tempat-tempat terdekat yang kece, biar sekalian refreshing.



***


Karena memang tujuan kami hanya wisata sehari saja di Bandung, akhirnya memang kami memutuskan untuk berputar-putar di Kota Bandung sambil sesekali menikmati pemandangan rumah-rumah yang memiliki desain unik. Jujur saja, karena memang tidak banyak mempersiapkan segala macam, sampai lupa membawa charger, tapi kami tetap menikmati jalan-jalan singkat seperti ini.

Apalagi karena gadget kami mati, akhirnya justru bisa menikmati refreshing yang benar-benar refresh karena tidak ada satupun di antara kami berhenti dan menunduk menatap layar gadget. Full deh kami bersenda gurau sambil bercerita ngalor ngidul, padahal cuma duduk di pinggir jalan. Tapi, rasanya sudah bahagiaaaa sekali.


Ternyata puasa gadget memang membawa dampak positif juga, tanpa harus ketakutan kehabisan obrolan atau mati gaya. Karena waktu berbincang satu sama lain sangat membuat kami percaya, bahwa bagaimana pun manusia merupakan makhluk sosial yang butuh bercakap-cakap. By the way, kami tidak kehabisan obrolan loh, soalnya ada saja orang lewat yang kami komentarin. Wkwkwkwkwk.


Pembaca punya cerita yang sama dengan saya? Jalan-jalan singkat sambil puasa gadget? Atau memang sering meluangkan waktu untuk berjauhan dengan gadget? Silakan berbagi kisahnya melalui kolom komentar agar bisa menjadi inspirasi bagi pembaca lainnya.


Terima Kasih.

Read More »
23

Memaknai Arti Dari Penghargaan

Ipeh Alena | Monday, August 15, 2016 | Tag Post 23 Comments so far
Memaknai Arti Dari Penghargaan


Memaknai Arti Dari Penghargaan. Suatu hari ada seorang nenek bertanya pada cucunya, "Cu, seberapa penting sebuah penghargaan buat kamu?". Kemudian sambil menggaruk-garuk kepalanya, dia menggeleng, karena kurang memahami pertanyaan dari sang Nenek. Karena sudah fitrah sosok Nenek yang terkenal penyabar, sehingga beliau kembali menanyakan pada cucunya dengan bahasa yang sedikit disederhanakan, "Cu, menurut kamu penting gak mendapat piala?". Saat itu juga wajahnya berbinar sambil mengangguk-angguk kemudian dia menjawab, "penting Nek, kalau dapat piala Cucu bakalan tambah disayang sama Mamah."

Ya walaupun sebenarnya tidak hanya disayang sama Papa dan Mama, tapi mendapat piala, nilai bagus, ranking bagus, teman yang banyak, menang lomba dan segala macam penghargaan yang sesuai dengan idealisme masing-masing individu selalu bernilai penting. Tapi, ada juga beberapa orang yang saya kenal, memberikan arti pada penghargaan dengan bentuk yang berbeda. Bentuk inilah yang senantiasa menginspirasi saya, juga memberi saya semangat untuk terus mengikuti roda kehidupan yang berputar. Bentuk artian dari penghargaan inilah yang menempati posisi paling penting, yang selalu saya coba untuk aplikasikan dalam kehidupan sehingga saya bisa meraihnya.


Penghargaan Bagi Seorang Ibu dari Anaknya


Sepertinya tidak aneh lagi jika seorang Ibu akan merasa sangat bahagia ketika mendapat ucapan terima kasih atau komentar kalau masakannya enak dari anaknya. Karena kebahagiaan seorang Ibu itu hadir jika melihat kebahagiaan yang datang dari anak-anaknya. Demikian juga dari seorang Ibu bernama Grace Melia, apa yang menjadi kebahagiaan baginya senantiasa terekam dalam ingatan saya setiap hari, melalui kabar yang diunggah dari akun sosial medianya. 

Melalui Mba Grace, saya belajar bahwa penghargaan adalah pencapaian yang telah diraih setelah berlelah-lelah sekian hari, sekian bulan disertai kesabaran yang tak kalah luasnya demi melihat perkembangan sang buah hati : Ubii dan Aiden. Sebagai seorang Ibu dari anak berkebutuhan khusus, tampak jelas nyata terlihat bahwa perkembangan yang signifikan pada Ubii membawa dampak tersendiri bagi Mba Grace, pembelajaran tentang bagaimana harga sebuah kebahagiaan tidak ternilai ketika melihat sang buah hati bisa duduk sendiri, bermain ayunan bahkan semangat eksplorasi bersama adiknya.

Siapa yang tidak ikut bahagia? Demikian juga keyakinan Mba Grace, bahwa kebahagiaan itu senantiasa menular. Pun juga bagi saya yang melihat perkembangan Ubii serta Aiden melalui dunia maya. Melalui kehidupan Mba Grace serta tulisannya, saya belajar bahwa Penghargaan itu terkadang tidak disertai ucapan, tapi diiringi sebuah kemajuan yang berdampak pada keceriaan dan rasa syukur.



Penghargaan Dengan Berbagi


Konon, ada banyak orang yang masih percaya bahwa dengan berbagi maka akan kekurangan. Tapi, saat ini sudah banyak juga orang yang percaya kalau berbagi itu mendatangkan kebahagiaan. Dan seseorang inilah yang banyak dikenal sebagai seorang survivor breast cancer, melalui tulisannya beliau memberikan informasi terkait kanker payudara ini. Berikut ini kalimat yang membuat saya senantiasa mawas diri untuk menjaga kesehatan.

Stay Positive...yakin bahwa kanker bisa sembuh 
Never forget, cancer can happen to anyone, any women



Mba Indah Nuria menjalani kemoterapi di New York, karena memang saat berada di NY-lah mba Indah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh hingga didapati keberadaan si kanker ini. Tinggal jauh dari keluarga di Indonesia, tidak menyurutkan semangat Mba Indah Nuria sehingga terus berusaha. Semangat inilah yang kemudian menular, melalui tulisannya yang memberikan pelajaran bahwa terkadang cinta dari Tuhan tidak selalu tentang kebahagiaan, tapi juga tentang skenario terbaik yang diberikan pada kita sebagai manusia.

Ketika menghadapi kerontokan saat menjalani kemoterapi, suami Mba Indah ikut serta mencukur rambutnya untuk memberikan semangat bagi sang Istri. Dari kehidupan keduanya, saya belajar bahwa Penghargaan bukan tentang kekayaan saja, tapi juga seberapa banyak orang yang terbantu melalui apa yang ditulis. Seperti ketika tulisan Mba Indah bisa muncul di media, yang bercerita tentang Kanker. Bayangkan saja, berapa banyak perempuan yang membaca tulisannya? Berapa banyak yang terbantu dan kemudian kembali semangat ketika mengalami kesedihan? Berapa banyak hal baik lainnya yang muncul dari sebuah tulisan yang berdasarkan pengalaman Mba Indah? Semua itu bagi saya merupakan penghargaan juga pembelajaran yang sangat berharga dan tak ternilai.


Memaknai Arti Dari Penghargaan


Penghargaan Bagi Diri Sendiri


Melalui kedua perempuan di atas, saya banyak belajar pastinya. Tapi, yang paling menonjol dan selalu saya usahakan adalah Penghargaan Bagi Diri Sendiri. Keduanya tidak pernah melupakan jati diri mereka sebagai perempuan. Baik Mba Grace dan Mba Indah masih senantiasa menampilkan daily look yang terbaik, bersenang-senang dengan blogger lainnya. Berjalan-jalan ke banyak tempat serta berbahagia. Bahkan dari keduanya saya mendapati bahwa 'Me Time' merupakan hal yang patut dinikmati bagi setiap wanita. Untuk kembali mengoptimalkan peran sebagai perempuan, baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan sekitar.


Bahkan memanfaatkan waktu untuk Me Time itu tidak begitu sulit, bisa dengan membaca, ke salon, menulis, olahraga atau memanfaatkan Voucher Belanja Sodexo. Apalagi sudah banyak Merchant Sodexo yang bisa dijangkau dengan mudah.





Dengan menghargai diri sendiri, tidak menyalahkan apa-apa yang telah lalu merupakan pintu yang membuka dan menuntun kita sebagai manusia menuju dunia yang berbeda. Dunia yang penuh dengan semangat dan masa depan serta cita-cita. Dan benarlah adanya bahwa belajar tidak harus selalu di sekolah, tapi juga bisa melalui pengalaman dan kisah dari orang lain. Bagaimana caranya agar bisa menghargai diri sendiri?



Agar Bisa Menghargai Diri Sendiri


Menurut Gilmore mengemukakan bahwa harga diri merupakan penilaian individu terhadap kehormatan dirinya, yang diekspresikan melalui sikap terhadap dirinya. Harga diri yang rendah sering mengakibatkan orang tersebut kurang percaya diri serta minder. Jika ada pembaca yang merasakan hal yang sama dengan saya, mari kita sama-sama belajar, berikut ini cara Agar Bisa Menghargai Diri Sendiri melalui pengalaman Mba Grace dan Mba Indah.




Memaknai Arti Dari Penghargaan


1.Kenali Diri Sendiri

Sudah seberapa kenal kita pada diri kita sendiri? Jangan anggap enteng, karena mengenal diri sendiri membutuhkan proses yang panjang. Seperti Mba Grace yang pernah menulis tentang masa ketika dia pernah berada di posisi Karin, sungguh saya meyakini tidak mudah menuliskan kisah masa lalu tentang diri sendiri. Tapi, dari cerita tersebut, saya bisa melihat bahwa Mba Grace mengenal dirinya ketika dulu dan saat ini. Apa yang disuka dan apa yang tidak disuka, apa yang akan dijaga dan apa yang akan dihindari. Mengenal diri sendiri, membawa Mba Grace pada pengendalian dirinya terhadap tekanan yang sering muncul dari lingkungannya. Itulah kenapa senantiasa terlihat Mami Ubii dan Aiden ini selalu bersemangat terlihatnya.




Memaknai Arti Dari Penghargaan


2.Menerima Kondisi Saat Ini

Kalau saja Mba Indah tidak menerima kenyataan yang Tuhan berikan padanya, saya yakin beliau tidak akan menuliskan pengalamannya. Alih-alih, bisa saja beliau menjadi minder, tidak percaya diri, senantiasa mempertanyakan kenapa begini dan begitu hingga lelah kemudian berputus asa. Sungguh, kalau seperti itu, mungkin saya tidak akan pernah bisa mengenal Mba Indah melalui komunitas blogger. Sebagai silent reader di blognya, saya akhirnya belajar untuk menerima apapun kondisi yang ada saat ini.

Ibaratnya lagu D'Massive "Sukuri apa yang ada hidup adalah anugrah" sejalan dengan lagu ini, kehidupan Mba Indah yang terekam melalui setiap tulisan di blognya membuat saya belajar untuk bersyukur dengan apa-apa yang saat ini saya miliki, saya rasakan dan saya jalani. Dan kunci inilah yang membuat Mba Indah senantiasa tak lelah berjuang untuk terus menjalani kehidupan dengan berbahagia.




Memaknai Arti Dari Penghargaan



3.Berpikiran Positif Pada Diri Sendiri

Saya pernah menghadapi keadaan dimana saya memiliki prasangka buruk pada diri saya, kemudian berimbas dengan hasil kerja saya yang tak optimal karena terus meragukan kemampuan saya. Sampai suatu ketika saya lelah, kemudian belajar untuk percaya dan berprasangka baik pada diri saya, bahwa memang saya layak mendapatkan ini dan itu. Begitu juga Mba Indah, yang layak mendapatkan pujian atau ucapan terima kasih melalui tulisannya. Karena senantiasa berpikiran positif terhadap dirinya.

Juga, berlaku pada Mba Grace, yang kalau tidak berpikiran positif pada dirinya sendiri, sepertinya saya akan membaca tulisannya yang menyalahkan diri sendiri terhadap apa pun. Meski, saya pernah membaca bahwa beliau pernah mengalami ketidak yakinan pada dirinya sendiri, tapi lihat deh sekarang, terlihat kan tampak percaya diri. Itu karena selalu yakin dan berprasangka baik pada dirinya sendiri.




Memaknai Arti Dari Penghargaan



4.Memaafkan Diri Sendiri

Kalau kita salah pada orang lain, maka otomatis etikanya kita harus meminta maaf. Namun, bagaimana jika kita pernah melakukan kesalahan yang merusak kehidupan kita, entah itu disengaja atau tidak disengaja sama sekali? Konon, dari tulisan Worthington bahwasannya memaafkan diri sendiri merupakan komponen ketiga dari "pemaafan". Dari pemaafan inilah kesalahan yang pernah dilakukan bisa diterima dengan baik tanpa mengabaikannya, sehingga pada diri orang tersebut mengalirkan energi positif.


Memaknai Arti Dari Penghargaan



5.Mengucap Terima Kasih dan Selamat


Selain memaafkan, seberapa seringkah kita berterima kasih atau mengucapkan selamat pada diri sendiri? Mengucapkan terima kasih atau selamat merupakan bentuk penghargaan jika diucapkan pada orang lain, dan hal ini juga berlaku pada diri sendiri. Jadi, jangan ragu-ragu apalagi bermalasan untuk mengucapkan terima kasih pada diri sendiri dan ucapan selamat untuk kita sendiri.


***

Kini saya ingin berterima kasih pada kedua orang yang saya tuliskan secara singkat, sebuah penghargaan yang bisa saya berikan pada Mba Grace dan Mba Indah Nuria berupa doa agar kalian berdua selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Karena dari keduanya-lah saya belajar makna Penghargaan dan seberapa penting Penghargaan itu. Bahwa ketika pencapaian dalam hidup berupa kebahagiaan yang tak ternilai harganya merupakan penghargaan tertinggi yang tak memiliki nominal dalam bentuk mata uang. Tapi, menjadi sumber kekayaan yang akan terus dibawa hingga akhir hayat.


Selamat Berbahagia dan Jangan Lupa Berikan Penghargaan Untuk Diri Kamu Sendiri :)


Pembaca punya cerita yang mau dibagikan? Tentang kesan atau pembelajaran yang didapat melalui Mba Grace dan Mba Indah ? Silakan jika ingin membagikannya melalui kolom komentar. Terima Kasih.





Read More »
39

Secarik Kisah Tentang Ngeblog

Ipeh Alena | Friday, August 12, 2016 | Tag Post 39 Comments so far
Konsisten Ngeblog


Konsistensi Ngeblog. Sebenarnya tulisan kali ini terbilang cukup santai temanya. Saya hanya ingin menceritakan bagaimana saya dalam mengelola blog. Meski bukan dan belum jadi blogger profesional, tapi setidaknya 'sok iye' dulu deh, dengan berbagi sedikit cerita saya.



Saya tidak akan memulai dari awal, kapan saya ngeblog dan seperti apa dan bagaimana. Namun, kisah ini berawal dari percobaan saya berusaha ngeblog setiap hari di saat bulan Ramadan kemarin.


Mungkin, bagi sebagian blogger, posting setiap hari bukan hal yang baru lagi. Apalagi di beberapa grup sudah mulai digerakkan tantangan untuk bisa menulis setiap hari. Sebuah ide positif untuk membangkitkan semangat menulis dan berbagi para blogger.


Namun, tidak demikian buat saya. Ngeblog setiap hari menjadi hambatan bagi saya. Bukan karena saya sok sibuk, padahal blogger lain banyak yang lebih sibuk dari saya. Bukan itu, juga bukan karena kehabisan tema untuk nulis. Keluhan saya hanya sedikit.


Kurang Waktu Untuk Blogwalking


Iya, ini permasalahan yang saya hadapi ketika mencoba untuk ikut posting setiap hari, saya tidak bisa menyediakan waktu khusus untuk blogwalking. Walaupun waktu itu pernah saya membagikan tips blogwalking, yaitu sehabis publish tulisan. Tapi, saya masih nyaman dengan kebiasaan sebelumnya.

Sebelum mencoba menulis setiap hari, saya berusaha untuk konsisten menulis 3 kali dalam seminggu. Dengan begitu saya bisa memanfaatkan waktu kosong untuk blogwalking atau menulis beberapa artikel untuk blog post selanjutnya.

Dan selama ini metode ini memang yang masih bisa masuk dengan alur ngeblog saya. Tapi saya kagum dengan blogger yang bisa ngeblog setiap hari dan menyempatkan blogwalking. Mereka sudah bisa mengatur waktu dengan baik, jadi tidak heran kalau akhirnya rejeki mereka mengalir sesuai usaha yang mereka kerahkan.


Berkurang Waktu Untuk Membaca


Nah, ini sih alasan saya aja kali ya. Hihihi, karena memang Ramadan kemarin, saking saya berusaha ingin menulis setiap hari, otomatis kegiatan membaca saya turunkan dari prioritas, diganti dengan ngedraf tulisan atau analisa tema.

Dari sini terlihat yaa, kalau saya masih harus banyak banyak dan banyak belajar. Terutama belajar mengatur waktu dan menyiasatinya agar 24 jam cukup untuk melakukan banyak hal tanpa pusing takut keteteran.


Kehabisan Waktu Membalas Komentar


Meski ada beberapa postingan yang tidak saya balas komentarnya, bukan apa-apa, kadang memang suka lupa. Apalagi yang namanya membalas komentar, terkadang menghabiskan waktu yang tidak sedikit. Maklum, saya juga sering 'nyambi' untuk balas komen diantara rutinitas lainnya.

Atau, ketika waktu kosong yang mana tugas ngeblog sudah selesai, plus sedang leyah-leyeh. Nah, waktu inilah yang saya manfaatkan untuk membalas komentar. Sungguh belum mahir kan yaa saya ini dalam membagi waktu. Huum, makanya masih banyak keteteran dan belum berhasil jadi blogger yang bisa posting sehari sekali.


***


Di antara beberapa kendala di atas, memang masih ada kendala lain. Tapi tidak begitu wah, sampai saya harus menuliskannya. Namun, dengan menulis hal ini, kisah ini, saya berpikir, what if one day saya bisa nulis setiap hari dan menyiasati waktu sehingga kegiatan saya dan blog saya yang lain tetap bisa update tanpa keteteran.



Betul, ini sebuah kisah untuk rekam jejak saya sehingga suatu hari nanti saya bisa mencapai apa yang memang sudah menjadi tujuan saya. Namun, saat ini saya masih bersyukur dan berbahagia karena masih konsisten ngeblog.


Pembaca punya trik khusus dalam mengelola waktu dan membagi waktu untuk ngeblog? Mau berbagi? Silakan bagikan ceritanya di kolom komentar, siapa tahu saya bisa mengikuti jejaknya. Terima Kasih.
Read More »
34

Kalimalang Sebagai Jalur Transportasi

Ipeh Alena | Monday, August 08, 2016 | Tag Post 34 Comments so far
Kalimalang Sebagai Jalur Transportasi



KalimalangSebagai Jalur Transportasi. Kalau pernah berkunjung ke Bekasi dan berjalan terus menyisiri sungai kalimalang, Anda akan mendapat banyak pemandangan, terutama rumah-rumah yang berada di tepiannya. Kemudian ‘wajah’ baru sungai kalimalang yang kini mulai diberi pembatas. Tujuannya agar air terbendung dengan baik, sekaligus mencegah warga yang tinggal di pinggir kalimalang membuang sampah sembarangan. Juga mencegah, orang-orang yang malas membayar iuran kebersihan kemudian membuang sampah di kalimalang.


Sebelum diberi pembatas, saya masih bisa menyaksikan kehidupan di pinggir kalimalang setiap pagi hari. Yaitu, warga sekitar yang tengah beraktivitas baik itu mencuci baju di pinggir sungai, atau anak-anak yang tengah mandi di sungai tersebut. Juga beberapa bapak-bapak yang tengah mencuci mobilnya dengan menggunakan air kalimalang. Pemandangan tersebut sudah sehari-hari saya amati setiap kali berangkat bekerja.


Meski sekarang ini tak ada lagi kegiatan mencuci baju atau bahkan mandi di pinggiran kalimalang dari arah Bekasi menuju Cibitung, tapi tetap saja kini ada kegiatan baru yang selalu membawa rasa penasaran beberapa pengendara motor yang melewati jalur kalimalang. Yaitu, tempat pemancingan umum. Betul, masyarakat di sekitar kini tengah gemar memancing di kalimalang sambil duduk di beton pembatas.

*** 

Jika Anda juga pernah menghindari kemacetan di pinggir kalimalang dengan menyebrang menggunakan getek di wilayah Cibitung, pasti Anda tahu, bagaimana manfaat getek tersebut untuk jalur cepat pengendara motor. Karena tidak bisa dipungkiri, pengendara motor yang bergerak dari Bekasi menuju Cibitung sampai Cikarang jumlahnya sangat banyak. Itu belum termasuk ketika menjelang hari Lebaran.


Sarana Getek memang banyak manfaatnya, namun pertanyaan saya, mengapa Getek tidak terus dipergunakan untuk menunjang transportasi para pejalan kaki atau karyawan yang hendak berangkat bekerja?


Mari kita ibaratkan Kalimalang sebagai sungai Seine yang ada di Paris. Dengan memanfaatkan para operator getek untuk mengganti sarana mereka menjadi perahu yang bergerak menggunakan motor. Jika mereka diberdayakan, dengan menjadikan perahu motor tersebut menjadi alat transportasi, setidaknya ini mempermudah banyak orang. Bisa jadi justru mengurangi tingkat polusi karena setiap orang akan dengan sendirinya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor mereka.



Kalimalang Sebagai Jalur Transportasi


Selain itu, setiap operator perahu, mereka ditugaskan untuk juga turut mengambil sampah-sampah yang ada di pinggir Kalimalang. Tujuannya agar Kalimalang tetap terjaga kebersihannya. Juga diberi tugas setiap beberapa minggu sekali untuk membersihkan tanaman-tanaman yang akan merusak ekosistem di Kalimalang.



Jika penggerak motor bagi perahu dinilai merusak lingkungan, mengapa tidak diberi jalur khusus dimana mereka tetap mendayung, dengan bantuan jalur khusus entah itu berupa tali atau besi yang bergerak seperti katrol. Setidaknya juga untuk membantu para operator perahu dalam mengangkut penumpang, dan membantu penumpang agar sampai di tujuannya tepat waktu dan tidak terlambat.


Bagaimana dengan jembatan-jembatan yang justru bisa menghalangi lalu lintas perahu di Kalimalang? Cukup dengan merekonstruksi bangunan jembatan tersebut sehingga memiliki jarak yang lumayan jauh agar perahu yang lewat tidak terganggu bangunan. Meski dibutuhkan anggaran biaya lebih untuk membangun jembatan, tapi setidaknya ini cukup membantu agar kota Bekasi hingga ke Kabupatennya tetap tertata dengan rapi dan bersih dari sampah yang sering menggenang di sepanjang Kalimalang.



Kalimalang Sebagai Jalur Transportasi


Solusi, itulah yang dibutuhkan untuk masyarakat Kota Bekasi, mengingat wisata air yang ada hanya berkutat pada Pantai atau Danau buatan kemudian Waterpark. Jika transportasi Kalimalang ini terwujud, setidaknya warga Bekasi bisa menikmati dan merasakan bagaimana sensasi naik perahu. Apalagi, jika biaya untuk bepergian dari Kabupaten Bekasi ke Kota Bekasi dikenakan biaya yang tidak mahal, bisa saja warga Bekasi akan mulai mengurangi penggunaan kendaraan mereka sehingga bisa membantu mengurangi polusi.


Tidak lupa, untuk pemerintah daerah, melakukan pengecekkan berkala bagi perahu-perahu yang menjadi alat transportasinya. Jadi, setiap penumpang akan merasa yakin transportasi yang mereka pilih tetap menjanjikan keselamatan dan kenyamanan. Juga, petugas kebersihan yang sebaiknya selalu stand by untuk senantiasa menjaga kebersihan kapal.


Juga diberikan sanksi yang benar-benar mengikat bagi penumpang yang membuang sampah ke Kalimalang. Itu juga pentingnya pengawas di perahu agar mengedukasi penumpang untuk menjaga kebersihan di perahu juga di Kalimalang. Dengan begitu, bisa ikut serta membantu memberikan informasi yang cukup bagi penumpang dan warga Bekasi.


Meski tampaknya ide ini sudah seringkali diajukan, atau sesaat sangat simple dan bisa segera direalisasikan. Tapi, tentunya harus dipikirkan juga bagaimana kesejahteraan para operator dan pekerja lainnya, mereka menerima gaji atau sekadar biaya dari bayaran transportasi, juga bagaimana cek-up rutin kondisi perahu pun harus tetap menjadi prioritas.

***


Jangan salah, walaupun wacana untuk memaksimalkan pendaya-gunaan Kalimalang sebagai sarana transportasi air masih menjadi ide dan belum memiliki konsep, tapi sudah ada beberapa komunitas yang memanfaatkan dan mengoptimalkan Kalimalang sebagai tempat berlatih mendayung. Jika Anda penasaran, biasanya komunitas yang merupakan perkumpulan mahasiswa-mahasiswi Universitas Islam YPI Bekasi, mereka akan berlatih saat hari Sabtu atau Minggu.



source : sardakoe.blogspot.com


Bahkan menjelang Agustus-an ini, biasanya mereka akan mengadakan lomba dayung yang mana sering juga menjadi tontonan bagi pengendara yang lewat, juga ada yang berniat untuk menontonnya dari pinggiran Kalimalang.

***

Pembaca memiliki kenangan atau pengalaman pribadi dari jalur Kalimalang di Bekasi? Bagikan pengalaman Anda melalui kolom komentar, siapa tau bisa bermanfaat bagi orang lain. Salam, dari saya warga Bekasi yang lahir dan besar di Bekasi hingga sampai saat ini.




Terima kasih
Read More »
32

3 Tips Optimalkan Hobi Travelling dari Blogger Pekanbaru

Ipeh Alena | Friday, August 05, 2016 | Tag Post | 32 Comments so far
3 Tips Optimalkan Hobi Travelling dari Blogger Pekanbaru



Blogger Pekanbaru - Sebuah kota yang menjadi Ibu Kota dari Provinsi Riau, Indonesia. Melalui wikipedia saya menelusuri sedikit jejak kota Pekanbaru. Yang ternyata awal mula sejarahnya bisa dimulai dari keberadaan Sungai Siak yang merupakan jalur transportasi utama pada masa lampau.

Melalui sejarah dan jejak kisah, Pekanbaru saat itu memiliki nama SENAPELAN yang mana dipimpin oleh ketua adat yang dipanggil dengan sebutan BATIN. Hingga terus seiring berjalannya zaman hingga Senampelan menjadi pelabuhan tempat merapatnya kapal-kapal milik Belanda.


Menilik kembali sejarah keberadaan suatu kota, tidak dapat dipungkiri bahwasannya selalu merekam jejak sejarah yang tidak akan lekang oleh waktu. Jejak-jejak inilah yang memang membuat saya pribadi merasa penasaran. Setelah kemudian mencari tahu tentang sejarah singkatnya melalui website kepemerintahan Kota Pekanbaru.


MutMuthea dari Pekanbaru


Saya dipertemukan dengan gadis ini melalui sebuah kelompok Arisan yang hadiahnya berupa ulasan dan tautan yang menuju ke blog si pemenang. Melalui Arisan ini pula saya berkenalan dengan si empunya Blogger Pekanbaru bernama Mutia Nurul Rahmah. 

Dari kesehariannya, melalui cerita singkat darinya dan sedikit kabar komunitas dari Mba Mut (demikian saya memanggilnya) saya bisa tahu sedikit tentangnya dan dunia blogger di Pekanbaru. Dari beberapa kali percakapan pendek, diketahui beliau ini merupakan penggiat komunitas, entah untuk saat ini apakah masih aktif dalam lingkup komunitas. Tapi, benar bisa dibuktikan dengan bergaul di komunitas yang ada di daerahnya, mba Mut memiliki banyak kenalan.

Tapi, cukup terasa juga ketika beliau mencari teman-teman sesama blogger khusus kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Dirinya mengaku sedikit kesulitan mencari teman sehobi, yaitu sesama blogger, yang bisa diajak untuk ikut dalam suatu acara. Semoga saja jika ada sosok blogger yang berasal dari Pekanbaru dan membaca tulisan saya, bisa ikut berkontribusi bersama.


Dimana Bumi Di Pijak Di Sana Langit Di Junjung


Ungkapan di atas sebenarnya lebih sering didengar pastinya. Namun, kali ini saya tujukan perumpamaan tersebut bagi sosok Mba Mut. Karena saya mengartikan sebagai Sosok yang memberi kontribusi, meski sedikit, untuk Kota Pekanbaru. Melalui setiap tulisan, setiap rekam jejaknya di akun Instagram.

Siapa yang penasaran seperti apa Kota Pekanbaru seperti saya? Yang pasti, melalui beberapa hasil rekam gambar yang diambil dari beragam tempat di Pekanbaru inilah, Mba Mut menuntaskan rasa penasaran saya tentang Kota Pekanbaru.


Ragam tempat yang modern membuat saya paham, bahwa pembangunan setidaknya sudah hampir merata. Hampir memang bagi saya kata yang tepat, karena memang pembangunan segala macam fasilitas belum dijangkau ke seluruh bagian dalam daratan Indonesia. Tapi, ini sudah cukup bagi saya. Cukup membuat saya paham seperti apa dan bagaimana kota yang jaraknya cukup jauh dari Bekasi.


Dari Mba Mut juga saya belajar tentang menjadi warga yang memberi kontribusi meski sedikit. Apa saja yang saya pelajari dari Mba Mut? 



Ini Dia 3 Tips Cara Mba Mut Mengenalkan Kota Pekanbaru serta Bagaimana Mengoptimalkan Hobi Travelling



1. Belajar Mencintai Kota Tempat Tinggal


Dimana pun kita tinggal, sudah semestinya kita ikut menjaga kota yang kita jejaki. Entah itu kota atau desa, sebenarnya. Tapi tetaplah harus tetap mencintai dengan menjaganya agar tetap seimbang dan nyaman untuk ditinggali.

Melalui Mba Mut, saya belajar untuk sadar bahwa ada banyak orang di luar sana, yang memiliki akses terbatas namun ingin mengenal ragam daerah di Indonesia. Dari usaha dan kegemaran travellingnya inilah, saya cukup puas dengan mengetahui rupa dari Kota Pekanbaru melalui rekam gambar yang diambilnya.


2. Menuliskan Segala Hal Tentang Tempat Tinggal


Betul, kalau dilihat dan dibaca seksama, mba Mut tidak pernah pelit untuk menuliskan informasi apa saja yang berkaitan dengan fasilitas publik atau ragam hal mengenai kota Pekanbaru. Simak saja sebagai contohnya tulisan Mba Mut yang berjudul "Prosedur Pengajuan Beasiswa Berprestasi Kabupaten Siak."

Melalui tulisan tersebut, bukan hanya memberi informasi bagi mahasiswa/mahasiswi yang membutuhkan beasiswa di Kabupaten Siak. Tapi juga membuka jendela informasi bagi orang-orang di luar Kabupaten Siak. Seperti apa prosedur pengurusan beasiswa, meski berbeda toh bisa saja ini bermanfaat, kan.

Juga, dari tulisan-tulisan Mba Mut tentang tempat-tempat makan atau tempat olahraga yang menarik di sana membuat saya berpikir kembali. Sudah berapa banyakkah tulisan saya tentang Kota Bekasi? Rasanya ini seperti peringatan keras bagi saya untuk juga aktif dalam menuliskan tentang Kota yang menjadi tempat kelahiran saya juga tempat tinggal saya hingga saat ini.


3. Mengoptimalkan Kegemaran Travelling

Sekarang ini orang sudah banyak yang memiliki hobi jalan-jalan. Ada yang gemar jalan ke luar kota, backpacker ke luar negeri dan ke segala macam tempat di dunia ini. Tapi, satu yang saya lihat dari Mba Mut dan merupakan nilai plus bagi saya.

Mba Mut senantiasa mengoptimalkan kegemaran jalan-jalannya dengan explorasi beragam tempat di Pekanbaru dan sekitarnya. Bisa dibilang, Mba Mut ini menikmati hobi dengan menjangkau wilayah yang dekat sambil berproses menjangkau tempat yang jauh nantinya.


Dan lagi-lagi, saya mengingat kembali, kalau saya juga gemar berjalan-jalan dan eksplorasi daerah-daerah di Kabupaten Bekasi. Menelusuri gang-gang sempit yang membawa saya ke kampung-kampung. Makan di mie ayam langganan di daerah Cibitung. Tapi, bedanya saya dan Mba Mut adalah....


Mba Mut menuliskan pengalaman perjalanannya sementara saya tidak.


Dari hal inilah saya kembali diingatkan untuk menyisihkan waktu agar berbagi cerita tentang daerah-daerah di Kabupaten Bekasi yang pernah saya singgahi. Bukan sebagai paksaan tapi sebagai bentuk kontribusi bagi Kota yang saya tempati saat ini.


Hal Menarik Apa Lagi Yang Bisa Didapat


Mba Mut juga sering berbagi di akun media sosialnya (Facebook dan Twitter) yang saya ikuti. Kisah-kisah kesehariannya, tentang cerita sang adik yang menangis saat di pondok. Atau bagaimana perjuangan mba Mut untuk mengikuti MTQ yang jaraknya lumayan. 

Segala hal tentang perjuangan dan proses belajar serta kehidupan mba Mut yang mungkin tidak disadari oleh orang lain, bisa menjadi penyemangat kala sesuatu yang kita perjuangkan tengah mencapai titik lesu sehingga butuh motivasi. 

Nah, motivasi itu hadir dimana saja. Jadi, tidak perlu putus semangat. Kembalilah berjuang, atau seperti yang dilakukan Mba Mut. Setelah lelah memperjuangkan perihal MTQ tersebut kemudian mendapat hasil yang tak sesuai, mba Mut setelahnya memutuskan untuk ke salon. Kemudian menuliskan seperti apa salon tersebut di blognya.

Jadi produktif kan hasilnya...menikmati galau sambil ditreatment di salon. Sounds good :D patut dicoba juga, hihi.

***

Untuk penampilan blognya, buat saya sudah mobile friendly, meski beberapa kali setiap baru load blognya sering disapa icon loading. Tapi tidak memakan waktu lama, kok. Juga sepadan dengan perjuangan Mba Mut untuk mengoprek template blognya.

Semoga Mba Mut semakin semangat menulis tentang Kota Pekanbaru dan menuliskan jejak perjalanannya pada setiap tempat yang dipijak. Sehingga tak sekadar menjadi kenangan namun juga menjadi informasi bagi siapa saja yang juga mencari perihal tempat tersebut.

***

Dan setelah menulis ini saya jadi kepikiran untuk menuliskan tentang Kota Bekasi. Agar tidak hanya dikenal sebagai kota Patriot saja, atau sebagai jalur yang dilewati arus mudik. Tapi, juga mengenalkan banyak tempat dan hal tentang Kota ini. Semoga segera terwujud.

Bagi pembaca, terima kasih sudah berkunjung. Punya pengalaman dengan Kota Pekanbaru atau bagaimana kesan berkawan dengan Mba Mutia ? Silakan dibagikan pengalamannya melalui kolom komentar.

Terima kasih.




Informasi

Mutia Nurul Rahmah
Blog http://www.mutmuthea.com/
Facebook : https://www.facebook.com/muthea
Instagram : https://www.instagram.com/mutmuthea/
Twitter : https://twitter.com/mutmuthea
Read More »
2

How To Start Blogging

Ipeh Alena | Thursday, August 04, 2016 | Tag Post ||| 2 Comments so far
How To Start Blogging



How To Start Blogging - Demikian judul yang saya gunakan untuk acara sharing di kopdar Kubbu hari Minggu (31 Juli 2016) kemarin. Materi ini dibuat karena beberapa teman-teman di Kubbu banyak yang merasa kebingungan untuk memulai menulis di blog. Ada juga yang masih merasa bimbang, apakah blog yang dibuat ini sesuai atau justru malah akan menjadi begini atau begitu.

Segala macam asumsi memang sering muncul dari dalam benak blogger pemula. Sama seperti saya yang pada awalnya mengalami hal serupa, ketika memutuskan untuk serius mengelola blog. Dan itu terjadi di awal tahun 2016 ini. Maklum, sebelumnya saya ini masih terbilang blogger 'semau gue' aka tulisannya tidak begitu beraturan dan benar-benar semau-maunya.

Awal tahun 2016 inilah moment dimana saya memutuskan untuk pindah platform blog kemudian serius untuk mengelola dan memonetisasi blog. Keputusan ini pun sebenarnya datang setelah bertahun-tahun lamanya saya ngeblog.

Baca Juga "Kopdar Kubbu"

Berikut ini, ada beberapa hal yang saya bagikan di acara Kopdar Kubbu kemarin, tidak banyak tapi allhamdulillah banyak mendatangkan pertanyaan dari teman-teman Kubbu.



Let's Blogging - How To Start Blogging




1. Create a Blog

Sebelum saya masuk ke topik utama, saya memastikan terlebih dahulu, bahwa untuk menjadi blogger sudah tentunya harus memiliki blog. Jika belum punya bisa membuat blog melalui platform wodpress atau blogger yang menyediakan blog secara gratis.


2. Template Blog

Saya juga menyinggung sedikit mater tentang template blog yang pernah disampaikan oleh Mba Shinta Ries pada acara Fun Blogging, dimana template blog yang baik adalah

- Clean Template : didominasi 70% warna putih
- Responsive : ringan serta tidak lambat saat dibuka
- No Music : sebaiknya tidak ada penambahan auto play music, agar blog tidak lambat loadingnya
- Contact Detail : tidak lupa untuk menyertakan informasi kontak pada blog
- Social Media : juga menyematkan akun media sosial sebagai widget di blog


3. Don't be Afraid

Materi selanjutnya memasuki tentang Start Writing, kenapa saya tuliskan Jangan Takut? Karena yang saya sampaikan adalah agar ketika blogger ingin memulai ngeblog supaya tidak perlu takut dengan asumsi yang ada dalam benak mereka. Entah itu asumsi tentang kira-kira dibaca atau tidak, apakah tulisannya sudah keren banget atau belum, serta pertanyaan lain yang sering menghambat proses menulis.

Ini juga sebenarnya yang sering menghambat penulis-penulis dalam hal ini penulis buku, tidak bisa dipungkiri, terkadang asumsi yang merupakan bayangan akan seperti apa orang bersikap pada tulisan kita, menjadi momok yang membuat semangat seketika turun.

Itulah kenapa saya memutuskan untuk memulainya dengan kata JANGAN TAKUT. Karena tulisan yang kita tulis akan menemukan takdirnya masing-masing, akan menemukan pembacanya sendiri-sendiri. Jadi Menulislah tidak perlu Takut dengan Apa yang Belum Terjadi.


4. Just Write

Saya mengambil kata ini dari film Finding Forrester, ada yang tahu? Film tentang seorang anak remaja yang diajari menulis secara langsung dari penulis legendaris. Tapi, dia sendiri belum tahu siapa Forrester dan mengapa dia menyendiri. Pada satu adegan di film tersebut, Forrester mengetik di mesin tik tanpa berpikir! Dia mengatakan, "tulis saja, apa yang datang dari hatimu. Kemudian kamu bisa membacanya melalui pikiranmu."

Jadi, untuk memulai menulis blog, yaaa TULIS AJA SEKARANG. Apa saja yang datang dari kepalamu, karena your idea is bigger than your head. Maksudnya ide itu banyak dan sangat banyak bahkan lebih besar dari kepala kita, hanya saja kadang kita tidak berani menuliskannya.


Dari bagian ini saya sedikit menuntun teman-teman lainnya untuk memulai menulis melalui beberapa poin tambahan, berikut ini poin tambahan untuk Memulai Menulis.


- Write Something You Want to Read

Menulislah sesuatu yang ingin kita baca, maksudnya adalah jika suatu ketika kita dihadapi kekecewaan kala mencari artikel yang ada di search engine, karena tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Maka, tulislah sendiri artikel tersebut. Jika bukan sekadar artikel tapi juga dikombinasikan dengan curhatan, tulis saja, karena justru yang berisi curhatan akan memiliki pembaca yang lebih bejibun ketimbang yang bukan curhatan (pengalaman pribadi).

Saya bahkan nekat menulis tentang pengalaman saya ketika "Mencabut Gigi Geraham" karena kecewa saat mencari artikel terkait di mesin pencari. Kecewanya kenapa? Dari sumber demi sumber yang saya buka pada halaman demi halaman di search engine entah kenapa isinya adalah bisnis online pembuatan gigi. Sementara saya mencari tahu waktu itu, seperti apa rasanya ketika dicabut gigi geraham.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menuliskannya, berdasarkan pengalaman saya juga untuk menuntaskan rasa kecewa saya.


- Use Simple Words

Ini juga pernah dibahas oleh mba Haya Aliya agar menulis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca kita. Atau lebih enaknya, gunakan bahasa yang sederhana saja, supaya mudah dimengerti oleh pengunjung blog kita. Ketika kita sedang menulis untuk tujuan profesi, biasanya disematkan kata-kata asing yang merupakan istilah di bidang tertentu, jangan lupa untuk menyematkan arti istilah asing tersebut agar pembaca tidak kebingungan dan paham dengan apa yang dimaksud.

- We all just want to relate 

Pernah punya pengalaman menggunakan BPJS? Kenapa tidak dituliskan saja. Atau pengalaman ketika naik KRL Ekonomi? Tuliskan. Karena dengan menulis sesuatu yang ternyata pernah dialami oleh pembaca akan memberi efek yang berbeda dan hasil yang berbeda juga.

Ini juga dimaksudkan agar menulis sesuatu yang pernah dialami atau sesuai pengalaman agar tidak 'mentok' ketika ingin memulai menulis di blog. Jadi, tuliskan saja pengalamanmu ketika menggunakan atau berkunjung ke tempat publik lainnya. Ini bisa bermanfaat untuk orang-orang yang sedang membutuhkan informasi terkait, sama seperti saya yang waktu itu membutuhkan informasi Cabut Gigi Geraham.


- Don't Stop Learning

Sesuai motto saya, Love to Learn, jadi saya juga mengingatkan agar setiap blogger selalu semangat untuk menambah ilmu setiap hari. Ilmu itu bertebaran dimana saja, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Jadi, saya memberi semangat agar teman-teman di Kubbu selalu belajar melalui banyak hal, bisa melalui pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain.

Belajar dengan siapa saja dan kapan saja, selama itu mendatangkan kebaikan.


- Don't have to blog everyday

Jadi, meski harus menulis blog, mba Ani Berta pernah mengatakan bahwa idealnya ngeblog itu 3 kali dalam seminggu. Itu sudah ideal, karena yang dilihat adalah seberapa konsisten blogger dalam mengelola dan mengupdate blognya dengan tulisan yang baru.

Jadi, tidak perlu setiap hari kalau masih sulit untuk memulainya, cukup belajar konsisten seminggu 3 kali untuk menulis di blog.



5. Share it

Setiap tulisan yang sudah selesai, memang sebaiknya dibagikan ke media sosial lainnya. Agar teman-teman di dunia maya tahu bahwa kita baru saja menulis sebuah tulisan di blog. Ini juga bagus untuk mendatangkan pembaca ke blog kita. Jadi, jangan lupa untuk bagikan tulisanmu ya, siapa tahu diantara pengikut media sosialmu ada yang membutuhkan informasi yang kita tulis.

Sharing is caring :).



***

Demikianlah beberapa poin yang saya bagikan pada acara Kopdar Kubbu kemarin. Tidak begitu banyak, tapi semoga bermanfaat bagi kawan-kawan di Klub Buku dan Blogger. Jadi, ayo semua teman-teman Kubbu mulailah menulis :).


Read More »