1

Story from Ramadan 2016

Ipeh Alena | 12:46 PM | Tag Post | 1 Comment so far
Disclaimer : this post contains full of personal story. And maybe can make you boring or hate it, I suggest you take a deep breath while reading, because also my English not good enough, it can make your head dizzy.




What’s different between Ramadan last year and today? Many differences, of course. Started from a condition where I lived, the atmosphere, the weather and also myself. Ramadan today, I surrounded by people who always bring me and invite me to do the good things. Although it can not escape from something that called “BAPER”. Yet those things make me more enjoy the process of learning, accepting and believing that Allah has been determining it, so I have to accept it with my heart.



Hijra for something Good


Moved from last places where I lived before. And yes, this year the first time I fascinating in my new place. With new neighbourhood and it make me feel so happy. Why not? My new house nearly with shock market (Pasar Kaget) while during Ramadan, every afternoon lots of people selling ‘Takjil’ for break fascinating. No need to spend more times to reach this place, just a few step from my house.

Besides, this place has lots of good people, I make a good friendship with another neighbour here because they always invite me to go to the assembly of religious study. And also invite me to take a part in the social event.



Learn to make a totality


Followed the opening of Pursuit of Happiness’s movie, Will Smit said, “And this part in my life I called…” Same as the opening, I want to call this part of my life as “goodness” from Allah.


And also I learn…



1.    I learn how to totality to believe of provision from Allah, good or bad. Why? Because as a human, sometimes I look something good is bad and bad is good. Right, each of it has good things and also has a purpose.


2.    I learn not desperate mercy from Allah. This is the thing usually forgotten, when human at its height or lowest in their life. Hopeless grace from Allah contain the meaning that as a human we have to believe 100% that Allah will forgive our sins, Allah bestow grace for us and give blessing our life.


3.      I learn to identify and choose the best friend for life. Through story from Khulafaur Rasyidin, it invites me to open my eyes. Am I through the right step so far to get a best friend for my life? Or I careless is it danger my aqidah or not. It reminds me when Abu Bakar Al Shiddiq releases the collateral from his best friend as a protection for Abu Bakar and Rasulullah. Just because Abu Bakar want their friendship free from a specific condition and also Abu Bakar only want to hope a protection from Allah.


4.    I learn to accept “Baper” and analyse it into diverse things to think. Yet, how if I feel broken heart, disappointed and accept the bully. Surely “Baper” will hold me close, this is the time I learn how to analyse “Baper” into different rational reason and in step with a purpose of life. And always trying to do the best and positive thinking.


5.    I learn it is ok when people take an advantage of me because it signs that I still have a benefit. But still have to fit with shari’a of Islam, it protected me from people who want to make a fool of me.


While writing this, I feel really want to cry, because I’m going to miss Ramadan. Always hope next year I still can join fascinating in Ramadan. Maybe for people I just overexpress, I don’t know how to reveal it anymore. Because of Allah, I open my eyes and learn to keep standing still while the sadness holds me and learn to face my fear.


oo00oo

Allahu akbar. So, readers, do you has some stories during Ramadan this year? Or you want to share a story about great Ramadan in your life. Feel free to share it on the comment box, and also feel free to use English or Indonesian. Thank you.






Read More »
19

Cintai Ejaan Bahasa Indonesia - Penulisan Huruf Kapital

Ipeh Alena | 9:14 AM | Tag Post || 19 Comments so far
Cintai Ejaan Bahasa Indonesia - Penulisan Huruf Kapital



Cintai Ejaan Bahasa Indonesia. Seperti tulisan sebelumnya dari Materi yang dibawakan oleh Mba Haya Aliya di acara Fun Blogging, yaitu Tips Agar Tulisan Bertenaga. Salah satu poin dari tulisan tersebut adalah untuk menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia pada tulisan yang ditayangkan di blog. Ini guna menunjukkan, seberapa profesional narablog tersebut, sehingga pengunjung yang membaca tidak akan jenuh untuk kembali membaca tulisan narablog yang bersangkutan.

Kaidah dasar dalam Ejaan Bahasa Indonesia sebenarnya sudah dipelajari oleh banyak orang sejak masih di Sekolah Dasar. Namun, memang untuk mempraktekkan ilmu ini dibutuhkan komitmen serta praktek yang terus menerus, karena sifat ilmu Kaidah EBI ini bukan sekadar teori. Tapi juga ilmu yang harus dipraktekkan sehingga terbiasa menggunakannya.

Beberapa waktu lalu saya mendapat kabar melalui timeline facebook, terkait blogger yang mengikuti sertifikasi Ejaan Bahasa Indonesia. Ini guna mencanangkan penggunaan Bahasa Indonesia agar lebih banyak digunakan dalam setiap tulisan dan dalam berbahasa. Sebuah berita yang positif, menurut saya, karenanya sebagai seorang blogger pemula, saya juga ingin membagikan teori tentang Ejaan Bahasa Indonesia.

Materi ini saya ambil dari acara Fun Blogging (baca Juga "Fun blogging 11") juga melalui surat edaran dari Pak Anis Baswedan yang saya dapat. Berisi beberapa hal tentang Ejaan bahasa Indonesia.


Mari Belajar Ejaan Bahasa Indonesia


Penggunaan Huruf Kapital

Seperti yang sering kita tahu, huruf kapital atau dulu saya menyebutnya Huruf Abjad Besar, sering menempati urutan pertama pada awal kalimat. Namun, penggunaan huruf kapital juga terbagi menjadi beberapa bagian.

-  Sebagai Huruf Pertama Awal Kalimat.

Contoh : Apa maksudnya?

- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

Contoh : Amir Hamzah
              Jendral Kancil

- Dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Contoh : Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"


- Dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

Contoh : Islam
               Allah akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.


- Dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar, kehormatan, keturunan, keagamaan atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Contoh : Sultan Hasanudin
               Ruhut Sitompul, Sarjana Hukum
               Selamat datang, Yang Mulia.



- Dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat.

Contoh : Wakil Presiden Adam Malik
               Gubernur Papua Barat


- Dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa.

Contoh : bangsa Indonesia
               suku Dani

*catatan : Nama bangsa, suku bangsa dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal capital.

Contoh : pengindonesiaan kata asing / keinggris-inggrisan / kejawa-jawaan


- Dipakai sebagai  huruf pertama nama tahun, bulan, hari dan hari besar atau hari raya.

Contoh : tahun Hijriah
              bulan Agustus


- Dipakai sebagai huruf pertama nama peristiwa sejarah.

Contoh  : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


*catatan : Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.


- Dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Contoh : Pulau Miangas
              Pegunungan Himalaya


*Catatan (1) : Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : berlayar ke teluk. Berenang di danau.

*(2) : Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : jeruk bali.

Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat dikontraskan atau disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya. Seperti misalnya : Kita mengenal berbagai macam gula, seperti gula jawa, gula pasir, gula tebu, gula aren dan gula anggur.


Sementara contoh di bawah ini bukan merupakan nama jenis :

>> Dia mengoleksi batik Cirebon, batik Pekalongan, batik Solo, batik Madura.


-Dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi atau dokumen. Kecuali, kata tugas, seperti dikedaridanyang, dan untuk.


Contoh : Republik Indonesia
              Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia
              Kitab Undang-Undang Hukum Pidana



-Huruf kapital juga dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel dan makalah. Serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas seperti dikedariyang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.


Contoh : Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
               Ia menyajikan makalah “Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata”


-Digunakan juga sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat atau sapaan.

Contoh :

S.H. : sarjana hukum
S.K.M. : sarjana kesehatan masyarakat
S.S. : sarjana sastra
M.A. : master of arts
M.Hum. : magister humaniora


K.H. : kiai haji
Dg. : daeng
Dt. : datuk
Dr. : doktor
Sdr. : saudara

- Dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik dan paman, serta ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Contoh : “Kapan Bapak berangkat?“ tanya Hasan.


*Catatan (1) : Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan. Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

*Catatan (2) : Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital. Seperti dalam kalimat : Sudahkah Anda tahu?

~~~

Dengan mencintai Ejaan Bahasa Indonesia, ini juga bisa memberi kemudahan pada setiap orang ketika menulis, entah itu untuk keperluan akademis, pekerjaan atau untuk keperluan blogging. Karena dengan berusaha mempelajari EBI, setidaknya bisa ikut serta membudayakan Bahasa Indonesia, serta menunjukkan profesionalitas seorang blogger juga. Jadi, tidak ada ruginya untuk belajar lagi dan lagi, meski dahulu ketika sekolah pernah diajari. Tapi, kalau tidak terus menerus dipraktekkan, ilmu itu bisa luntur atau malah menghilang dari ingatan.


Sekian materi Ejaan Bahasa Indonesia, yang saya tuliskan lengkap sesuai dengan pakem yang ada. Kebetulan, materi ini juga dibahas di acara Fun Blogging Community, yang mana materi ini muncul pada bagian narasumber mba Haya Aliya Zaki. Beliau menekankan juga betapa pentingnya penulisan yang sesuai dengan EBI agar pengunjung blog merasa nyaman ketika membaca tulisan kita.


Materi pembelajaran EBI ini masih banyak, meliputi penggunaan huruf miring, huruf tebal, penulisan kata seperti kata dasar, kata berimbuhan, bentuk ulang, gabungan kata, pemenggalan kata, kata depan, partikel, singkatan dan akronim, angka dan bilangan, kata ganti, kata sandang, diftong, penulisan huruf kapital (seperti materi yang ada di atas), pemakaian tanda baca yang meliputi penempatan tanda titik, koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, tanda elipsis (materi ini juga muncul di pembahasan pada acara Fun Blogging), tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurang, tanda kurang siku, tanda garis miring, tanda penyingkat. Juga meliputi penulisan unsur serapan.


Bagaimana? Dengan banyaknya poin-poin yang memang perlu dipelajari ulang dalam penulisan Ejaan Bahasa Indonesia, ini membantu saya untuk fokus dalam berlatih. Karena, belajar penulisan yang baik itu memang harus segera dipraktekkan, bukan hanya sekadar teori. Apalagi dengan banyaknya materi dan syarat yang menyertai setiap penggunaan dalam EBI, rasanya memang saya harus menyediakan waktu untuk terus belajar agar benar-benar paham.

~~~

Pembaca memiliki pengalaman dalam belajar Ejaan Bahasa Indonesia? Atau justru punya pengalaman ikut sertifikasi Ejaan Bahasa Indonesia? Silakan berbagi pengalaman pembaca yang relevan dengan tulisan ini pada kolom komentar, agar bisa bermanfaat juga bagi pengunjung yang lain. Terima kasih.

Read More »
16

Blogger Jogja Yang Gemar Travelling

Ipeh Alena | 10:26 AM | Tag Post | 16 Comments so far


Blogger Jogja Yang Gemar Travelling. Jika berbicara masalah Yogyakarta, tidak akan ada habisnya. Meski tidak lama menjejakkan kaki di Yogyakarta, tapi tetap saja, ada kenangan dan rasa ingin kembali lagi ke tempat itu. Pantas saja nyanyian merdu dari Katon Bagaskara dan Grup Kla menyenandungkan bagaimana suasana di Yogyakarta, selalu dirindukan dan membuat nyaman.


Kesan pertama kali ketika saya mampir ke kota ini. Yaitu keramahan yang tidak dibuat-buat oleh seluruh masyarakatnya. Tidak ada nyaring klakson mobil atau motor yang terus berbunyi ketika saya mengunjungi kawasan Malioboro. Tampaknya semua orang yang singgah, langasung melebur dengan seluruh elemen budaya dan kebiasaan yang ada di sana.


Jika ingin berkunjung ke Yogyakarta, atau sedang tinggal di Yogyakarta, jangan lupa untuk berkenalan juga dengan sosok Blogger Jogja yang memiliki nama Primastuti Satrianto. Sering dipanggil Manda, jika mampir ke rumah mayanya di Cerita Manda, kita bisa mengetahui seberapa rajinnya beliau menulis. Isi blognya jarang sekali sepi, setiap hari atau beberapa hari selalu ada postingan terbaru yang menunjukkan ketekunan dan kesungguhannya dalam mengelola blog.


Selain itu, kalau berbicara masalah travelling, Mba Ima juga memiliki blog khusus yang mengisahkan tentang jejak travelnya juga jejak wisata kulinernya. Jadi, jika ingin tahu tempat-tempat yang menyajikan makanan yang enak, bisa cek di blog Wisata dan Kuliner. Karena sesungguhnya, jalan-jalan dan wisata kuliner merupakan hal yang sulit untuk dipisahkan. Jadi, blog Mba Ima yang bertemakan jalan dan makan memang sudah klop dan isinya menyesuaikan niche dari tema blognya.



Tentang Tampilan Blog 



Ada beberapa yang memang ternyata sedikit ingin saya bahas di sini. Jika mengacu pada ilmu yang sudah saya dapat dari materi Mba Shinta Ries terkait tampilan blog. Saya ingin memberi masukan untuk beberapa blog yang dikelola oleh Mba Ima.

Contoh Profesional Layout


1. Background Blog

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, melalui Materi yang saya dapat dari Fun Blogging, bahwasannya, pemilihan background pada blog agar tampak profesional disarankan memilih warna putih sekitar 70%. Penggunaan background hitam dengan warna huruf berwarna kuning sangat tidak disarankan, karena akan membuat tampilan blog menjadi sangat mengganggu dan tidak membuat pengunjung betah.

Jadi, jikalau berkenan mba Ima bisa memilah template yang memiliki latar berwarna putih dan bersih.


2. Common Read Style

Ini maksudnya adalah pemilihan template baik dari letak sidebar, body maupun header. Dengan menerapkan kebiasaan pengunjung membaca blog agar nyaman, maka sebaiknya menggunakan template yang sederhana dan minimalis. Header dengan ukuran 200px maksimal, body terletak di sebelah kiri dan sidebar terletak di sebelah kanan.


Ideal Layout dari Materi Fun Blogging


Di blog Wisata dan Kuliner, mba Ima menggunakan Layout 3 part, yaitu sidebar kanan - body - sidebar kiri. Tentunya ini kurang mengikuti prinsip dari blog minimalis.


3. Contact Information


Sebaiknya sediakan laman khusus yang berisi cara menghubungi empunya blog. Bisa menggunakan informasi tertulis, atau menggunakan form khusus seperti contact form. Ini bertujuan agar pengunjung atau Brand yang ingin mengajukan kerja sama bisa langsung menghubungi tanpa kebingungan.

Pada blog Cerita Manda, saya belum menemukan laman khusus untuk informasi kontak, pun sebenarnya pada blog Wisatan dan Kuliner. Meski, kalau dilihat seksama, akan bisa dilihat pada header sudah tercantum alamat email dan informasi kontak lainnya. Mungkin ada baiknya untuk membenahi sehingga laman khusus kontak bisa dibuat terpisah dalam satu blog.


4. Menu Navigasi

Selain laman khusus kontak, mungkin ada baiknya pada blog Cerita Manda, Wisata dan Kuliner juga Zona Fotografi memuat menu untuk tujuan agar pengunjung mudah dalam mencari artikel-artikel yang diinginkan. Tidak hanya memuat blog yang terkait, tapi juga memberi menu pada beberapa tag yang sesuai dengan postingan blog.


5. Disclosure

Kalau saya lihat lagi, isi tulisan Mba Ima sering berisi paid review, jika memang sudah bisa mengkondisikan blog sehingga bisa dimonetisasi, ada baiknya untuk mencantumkan laman Disclosure. Ini juga sesuai dengan tips menulis dari Mba Haya Aliya, terkait keterbukaan dalam menulis tulisan berbayar.

Pun Disclosure ini sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh Google pada narablog agar blognya tidak memberi kesan buruk.


6. About NaraBlog


Betul, siapa sih yang tidak penasaran ketika berkunjung ke suatu blog? Biasanya banyak juga pengunjung yang penasaran siapa penulis blog tersebut. Nah, karena di blog Cerita Manda dan Wisata Kuliner belum saya temukan laman khusus terkait jati diri empunya blog. Sebaiknya Mba Ima mulai menuliskan, secara deskriptif siapa empunya blog tersebut. Jadi, pengunjung juga bisa mengenal dengan baik, dan jika ada Brand atau Agency yang tertarik bisa langsung mengetahui, siapa orang yang akan diajak bekerja sama, juga tema apa yang sesuai dengan blog tersebut.

Baca Juga "Fun Blogging"

oo00oo


Meski saya sok-sokkan memberi masukan pada tampilan layout blog mba Ima, bukan berarti blog saya sudah mendekati sempurna. Mendekati saja belum, apalagi bagus dan sesuai. Sama-sama masih belajar, tapi bagi saya ilmu yang sudah saya dapat, kalau tidak dibagikan rasanya akan sia-sia saja. Itulah mengapa saya juga memberi masukan agar tampilan blog Mba Ima bisa sesuai dengan kriteria blogger profesional.

Selain itu, juga diharapkan Mba Ima bisa menampilkan label atau tag pada setiap postingan. Misalnya pada postingan Tips Menggunakan Model Hijab, apakah postingan ini berbayar, apakah postingan ini berisi pengalaman atau tips dan trik. Karena lebih enak ketika mengunjungi blog yang menampilkan spesifikasi tulisannya. 

Untuk tulisan, Mba Ima harus semangat lagi nih, agar bisa menambah tulisannya biar bisa masuk ke dalam kategori minimal. Karena untuk SEO On Page, baiknya tulisan dalam satu postingan berisi 350 kata. Ini sudah paling minimal. Kalau ingin mendatangkan trafik yang organic, maka tulisan yang dimuat berisi sekitar 1285 kata. 

Ketika blog sudah dimonetisasi dengan baik, maka untuk pengelolaan pada blog tersebut baiknya juga optimal. Agar brand/agency yang mengajak kerja sama semakin senang. Juga, mba Ima bisa menunjukkan kredibilitasnya sebagai blogger profesional tidak main-main.


Monetisasi Blog



Seperti yang sudah saya singgung di atas, mba Ima sudah sukses memonetisasi blognya. Sehingga saya perhatikan banyak sekali tulisan yang mengacu pada beberapa website agency atau brand. Mungkin, bagi beberapa blogger pemula seperti saya, rasanya memonetisasi blog itu butuh perjuangan keras. Tidak demikian dengan mba Ima, beliau sudah membuktikan bahwa monetisasi blog bukan hal yang sulit, memang dibutuhkan usaha yang keras, juga optimal dalam menulis. Tapi, bukan tidak mungkin seorang blogger pemula bisa mendapatkan pekerjaan melalui menulis.


Sanggahan ini dibuktikan melalui blog Cerita Manda. Bagi yang ingin juga mengetahui seperti apa lingkungan mba Ima sehingga bisa membentuk dirinya demikian sukses seperti ini? Tentunya berkat beberapa teman sesama bloggernya juga yang sering mendukung dirinya agar bisa sukses. Untuk urusan Networking aka pergaulan, saya bisa melihat pergaulan mba Ima ini luas. Tidak memilah dan memilih teman, dalam bertetangga pun beliau tidak memilih. Siapa saja akan menjadi temannya, tidak pandang bulu, ras atau suku.


Beberapa kali melihat aktivitasnya pun ini menunjukkan seperti apa loyalitas mba Ima sebagai blogger. Beliau sering mengikuti event-event yang diadakan di Yogyakarta. Di sini bisa dicontoh, bagi yang ingin menambah teman atau lingkup dalam dunia blogger, harus aktif mengikuti acara-acara yang diadakan di komunitas yang diikuti. Ini berguna untuk mempererat persaudaraan sesama blogger juga mendapat teman baru juga. Dengan begitu, selain skill menulis yang dioptimalkan, networking juga harus disesuaikan. Agar lingkup pertemanan semakin beragam.


oo00oo

Demikianlah tulisan saya tentang Mba Primastuti aka Manda aka Mba Ima. Bagi pembaca yang ingin berbagi pengalamannya mengenal Mba Ima secara langsung, atau melalui dunia maya. Atau ingin juga berbagi pengalaman ketika mendapat manfaat dari tulisannya. Silakan tuliskan di kolom komentar. Terima kasih :).



Informasi Blog Primastuti Satrianto

Blog Wisata Kuliner  : http://www.tamasyaku.com/
Blog Cerita Manda : http://www.ceritamanda.com/
Facebook : https://www.facebook.com/primastuti.suryani
Twitter : @ImaSatrianto 
Read More »