Cari Kelas Online Menulis Artikel?

Kelas artikel online





Kelas Online - Sebentar lagi tahun baru tiba, udah punya resolusi baru? Atau punya impian yang ingin diwujudkan di tahun 2020? Sebelum fokus buat resolusi tahun baru. Apa impian yang sudah terwujud di tahun 2019 ini?

Tahun 2019 ini banyak sekali pengalaman baru yang saya rasakan. Salah satunya, ketika tantangan menulis artikel untuk manajemen beladiri di Bekasi. Tantangannya di mana? Kayaknya hal yang biasa kan, ya. Menulis artikel doang gitu.

Sayangnya, enggak seenteng itu. Saya memang sudah sering menulis artikel. Tapi, untuk menulis artikel bertemakan bela diri. Kebetulan, artikel yang harus saya tulis itu mengenai Kempo, Taekwondo, Street Self Defense dan Pencak Silat.

Kalau Taekwondo dan Pencak Silat, sudah saya tahu sejak kecil. Apalagi saya juga pernah beberapa kali ikutan belajar kedua bela diri tersebut. Ya, walaupun masih sama, sih. Saya bingung mau nulis apa selain bela diri itu untuk melindungi diri dari kejahatan, terus apa lagi?

Yang baru saya tahu itu justru Kempo. Tahunya pun dari anime yang saya tonton berjudul Kamisama Wa Maid Sama. Lah, itupun hanya sekadar sedikit info, bukan pembahasan mendalam. Bertambah pula PR saya untuk mencari tahu.



Pengalaman Baru Menjalani Profesi Penulis Artikel Lepas


Kalau disuruh nulis artikel bertema travel, ulasan aplikasi android, film, ulasan produk, kesehatan dan anime. Sepertinya itu memang hal yang saya mampu atau masih masuk ke dalam bagian yang saya kuasai.

Tapi, pas diminta untuk menulis artikel tentang Bela Diri. Rasanya memang waw, karena baru terasa bukan saat pertama ditawari. Justru, kesulitan itu datang ketika saya tidak tahu lagi mau menulis tentang apa?

Bayangkan saja, selama tiga bulan pertama saya hanya berhasil menyelesaikan lima tulisan saja. Itu pun dengan kalimat yang itu lagi...itu lagi. Duh, bingung akhirnya harus bagaimana? Sementara beberapa pelatih yang ditanya pun tidak bisa memberi bantuan. 

Bukan tidak mau, karena mereka juga bingung ketika saya minta bantuan untuk break down ide bersama. Apalagi mereka juga sedang diminta untuk fokus mengajar anak-anak berlatih karena memang waktu itu sudah menjelang pertandingan.

Kebingungan yang bukan main sampai kesulitan menemukan ide untuk menulis. Membuat saya tak punya pilihan lain. Akhirnya saya memutuskan untuk istirahat sejenak dan fokus menulis di blog saya. Ahahaha...terdengar seperti ada yang melarikan diri wkwkwkwkwk.



Kelas Online Adalah Jawaban Saat Berada Dalam Pelarian


Kesannya kayak apa gitu, ya. Tapi, benar memang saya melarikan diri dulu dengan tidak memikirkan ‘pekerjaan’. Allhamdulillah, saya sudah meminta persetujuan dengan pemilik manajemen untuk memberi waktu lebih agar bisa masuk ke dalam bisnis mereka.

Masa-masa pelarian ini, saya tetap mencoba mencari informasi. Bagaimana para penulis lepas yang ada di luar sana menggebrak batas ruang gerak mereka. Dalam artian, bagaimana mereka akhirnya mampu menulis sesuatu yang ada di luar jangkauan keahlian mereka.

Membaca satu persatu tulisan dari orang-orang mancanegara mengenai perjalanan karir menulis. Membuat saya percaya satu hal, mereka adalah orang yang sama seperti kondisi saya waktu itu. Yaitu, orang yang belum tahu harus bagaimana dan tengah mencari jalan keluar untuk bisa serta mampu menulis sesuatu yang berbeda.

Pas lagi galau-galaunya, sebuah postingan di kanal Facebook lewat di berandaku. Sebuah tawaran untuk mengikuti kelas daring Gampang Menulis Artikel dari komunitas Joeragan Artikel. Pada kisi-kisi materinya, menyebutkan bagaimana cara mudah menulis artikel meski sedang mengalami writing block.

Karena lagi galau, tawaran ini tuh serasa aroma masakan saat lagi laper-lapernya. Langsung saya tangkap tawarannya. Kemudian, membayar sejumlah uang sebesar Rp 98.000. 

Waktu itu, saya memang memikirkan jumlah biayanya. Apakah akan setara dengan apa yang akan saya dapat atau enggak. Harapan saya ketika itu, semoga saja tetap ada manfaat yang bisa saya ambil. Meskipun semisalnya tidak memenuhi ekspektasi saya.


Sekilas Tentang Kelas Online Gampang Bikin Artikel


Kelas ini diadakan oleh komunitas Joeragan Artikel. Yang memang fokus menyediakan kelas-kelas online untuk berbagai kebutuhan. Ada kelas menulis artikel, menulis buku, menulis cerpen sampai menulis opini untuk media.

Juga ada kelas menjadi admin online, ini dikhususkan untuk mereka yang ingin berlatih jadi admin online shop atau bisnis online. Terus, ada kelas desain dari aplikasi Canva. Sampai kelas jadi editor dan penata letak buku.

Kelas GBA atau Gampang Bikin Artikel ini, ditujukan untuk mereka yang ingin belajar menulis artikel. Walaupun ternyata, bisa juga diikuti sama mereka yang butuh belajar lagi untuk keperluan pemahaman. Ini termasuk kelas dasar yang gampang diikuti.

Dan juga cocok untuk penulis artikel yang butuh memahami lagi dari awal langkah dasar menulis. Seperti, bagaimana menentukan ide. Menemukan ide sampai seperti apa cara mengembangkan ide dari awal. 

Inget ya, ini kelas dasar menulis artikel. Tapi, berguna banget buat saya yang saat itu hendak menulis sesuatu yang berada di luar zona nyaman saya.


Tips Sebelum Mengikuti Kelas Online Berdasarkan Pengalaman Pribadi


1. Siapa Narasumbernya


Setiap ingin mengikuti kelas online. Biasanya, hal yang paling pertama dilihat adalah Siapa Narasumbernya?

Kadang, saya begitu soalnya. Cek dulu siapa narasumbernya, baru lihat dia akan membahas tentang apa di kelas tersebut. Ini memudahkan juga untuk kita lihat portfolionya dan pengalamannya mengajar atau menjadi pembicara di tempat lain.



2. Sesuaikan Dengan Tema Yang Dicari


Mentang-mentang narasumbernya seseorang yang kita gemari. Bukan berarti bisa langsung ikut tanpa dilihat dulu, apakah tema materinya sesuai dengan yang kita harapkan atau enggak.

Soalnya, kalau asal sruduk aja, nanti malah buang-buang uang. Bisa jadi setelah ikut kelasnya, karena enggak sesuai materinya, malah enggak kepake untuk sesuatu yang akan atau tengah kita kerjakan. Jadi, sebisa mungkin dicek juga materi sampai kisi-kisi materi yang akan dibahas di kelas.



3. Ada Budget Atau Enggak?


Beberapa waktu yang lalu. Pernah ada yang membagikan tulisan mengenai calon peserta kelas online berbayar. Dimana dia meminta agar penyelenggara memberikan biaya gratis khusus untuknya. 

Sebab, dia sangat ingin ikut kelas tersebut tapi terhambat oleh kendala keuangan. Akhirnya, penyelenggara meloloskan orang tersebut. Yang rupanya, bahkan tidak sekalipun mempraktekkan apa yang diajarkan. Sampai banyak alasan saat diminta tugas selama kelas berlangsung.

Penjual cerita sedih. Begitu sang penulis menyebut si peserta yang banyak alasan tadi. Membuatnya sadar, bahwa membantu orang bukan seperti itu. Membantu berarti membuat mereka juga bisa mampu untuk berusaha dengan kemampuannya. 

Begitu juga ketika ingin mengikuti kelas online berbayar. Apakah dana yang kita miliki sesuai dengan uang pendaftarannya? Kalau belum. Sebaiknya ditunda dulu. Mungkin belum saatnya kita mengikuti kelas tersebut.

Terus, kenapa harus berbayar sih? Kenapa enggak digratisin aja? Ini sudah banyak orang yang membahas. Jawabannya pun beragam. Kalau dari saya pribadi, ketika seseorang sudah mengeluarkan uang untuk mengikuti kelas online. Berarti dia komitmen terhadap sesuatu.

Dari komitmen itulah, dia akan berusaha untuk memanfaatkan uang yang dikeluarkan menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat. Tentunya, berbentuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Tidak sedikit soalnya, saat ada kelas online gratis. Isinya adalah orang-orang yang senantiasa menjual alasan untuk tidak mengerjakan tugas dari pemberi materi. Seolah menganggap remeh materi yang diajarkan hanya karena gratis.

Wajar jika akhirnya banyak yang memutuskan untuk mengadakan kelas online namun berbayar. Mereka hanya ingin menjaring orang-orang yang memang mau fokus dan komitmen selama di kelas. Agar materi yang disampaikan benar-benar dapat dirasakan hasilnya.


4. Siap Jadi Pelajar Atau Enggak


Menerima ilmu itu ternyata ada adabnya, loh. Adab menuntut ilmu yang kemudian membuka mata saya. Pertama agar kita menghormati pemberi materi atau guru yang akan mengajar di kelas online.

Kedua, menjadikan diri kita ini terbuka untuk materi yang akan kita terima. Ketiga, rendah hati siapapun kita dan profesi apapun yang sedang kita jalani saat ini.

Kenapa adab itu perlu? Ini saya rasakan betul ketika bergabung di salah satu kelas online berbayar. Saat kelas berlangsung, ada salah satu peserta yang tanpa diminta langsung menjawab semua pertanyaan peserta lainnya.

Bukan saja tanpa diminta, bahkan tanpa meminta izin dari pemberi materi. Menjawab pertanyaan sambil menyeritakan siapa dirinya dan jabatan apa yang disandangnya di dunia pekerjaan. 

Ini sangat mengganggu, karena pada akhirnya satu hari tersebut pemberi materi seolah tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan yang diajukan. Meski pada akhirnya saya tahu, bahwa sang pemberi materi hanya ingin memberi kesempatan untuk orang tersebut meramaikan grup.

Namun, tak lupa beliau memberikan informasi mengenai adab saat belajar. Jika memang merasa punya pengalaman yang hebat. Mengapa tidak membuat kelas online sendiri?

Dari pengalaman inilah, saya akhirnya benar-benar paham. Seperti apa dan bagaimana ketika kita menjadi ‘pelajar’ di kelas online baik berbayar maupun tidak. 


Menghargai orang lain, terutama pemberi materi atau guru bukan hal yang sulit. Cukup tanggalkan profesi dan kehebatan kita serta jadilah gelas yang kosong saat hendak belajar.

Ipeh Alena



5. Sudah Siap Bagi Waktu Atau Belum


Kalau saat ini kita sedang tidak mampu membagi waktu. Kemudian, ikut kelas online bertemakan manajemen waktu. Pertanyaannya, siapkah kita mengerjakan tugas yang diberikan. Kemudian, menyingkirkan hal yang nantinya akan mendistraksi selama proses belajar?

Jangan sampai kita menjadi orang yang kebanyakan alasan. Kalau memang terlambat masuk kelas, sampaikan alasan yang masuk akal kepada ketua kelas atau perwakilan kelas. Tapi, keesokan harinya, kita harus bisa hadir di kelas tepat waktu.

Ada loh, peserta yang sudah membayar ikut serta di kelas online. Tapi, tak pernah hadir dan aktif di kelas. Bahkan tak pernah mengerjakan tugas yang diberikan. Kemudian, mengatakan kalau kelas online tersebut sama sekali tidak ada manfaatnya.

Sama saja seperti pelajar di sekolah. Yang tak pernah masuk sekolah, tak pernah mengerjakan PR sampai tak pernah ikut ujian. Kemudian, bilang kalau sekolahnya itu buruk. Kan, bikin bingung kalau begini.

Saran saya, kalau mau ikutan kelas. Sebelum membayar. Lebih baik bulatkan tekad, buat jadwal yang baik. Sampai kelas online tersebut selesai. Biar tugas kita tidak terbengkalai.



Biar Jadi Penulis Serba Bisa Dengan Ikut Kelas Online GBA


Menulis artikel semua genre, bukan hal yang mudah buat sebagian orang termasuk saya. Sama sebenarnya dengan pengalaman para penulis buku yang terbiasa di satu genre. Karena itulah, niat saya saat ikut kelas online GBA adalah biar saya bisa menulis artikel semua genre.

Niat khususnya tentu biar bisa menulis artikel tentang beladiri. Kalau saya bisa mencapai apa yang saya harapkan. Tentu, saya bisa menulis tanpa kesulitan lagi mengenai beladiri dan seluk beluknya.

Kelas online yang waktu itu saya ikuti diadakan di grup Facebook. Materi diunggah oleh pemberi materi yaitu Ummi Aleeya. Setiap materi diberi jadwal pembahasannya. Dan, peserta tinggal meninggalkan pertanyaan di kolom komentar pada topik yang sedang dibahas.

Waktu belajarnya berlangsung sejak pukul 8 malam hingga 10 malam. Kenapa enggak mulai dari jam 7? Biar kita semua bisa menunaikan solat Isya terlebih dahulu. Pun, kalau berbeda lokasi dan telat hadir, masih bisa dikomunikasikan pada PJ atau Penanggung Jawab.

Sebagai seorang pengajar, Ummi Aleeya ini termasuk sabar. Beberapa peserta yang masih sangat awam pun diajarkan dengan telaten. Hingga mereka paham dengan materi yang disampaikan.

Sambil belajar teori, kami pun langsung diberikan tugas untuk langsung setor di hari yang sama. Cukup padat untuk jadwal kelasnya. Agar tidak ada satu hari yang terbuang percuma, kecuali hari Sabtu dan Ahad.

Kenapa? Agar hari libur tersebut bisa dimanfaatkan oleh peserta untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Pengajarnya juga mau libur, kan.

Bisa dikatakan, selama kelas online berlangsung. Persentase materi dengan praktek itu sebesar 30% banding 70%. Kita diajak untuk langsung berlatih menulis artikel sepanjang 300 kata.

Cukup menantang, apalagi teman-teman di kelas ini termasuk semangat. Saya jadi tak mau ketinggalan untuk semangat juga. Dari mengikuti kelas ini saya jadi paham, kalau kemampuan saya pun masih belum ada apa-apanya. Masih banyak yang harus diperbaiki.



Menulis Artikel Dari Genre Berbeda Agar Lebih Mudah


Tujuan diadakan kelas ini adalah agar para calon penulis artikel bisa mudah menuangkan pikiran dan idenya ke dalam sebuah tulisan. Karena itulah, setiap langkah demi langkah di materi yang diberikan harus diikuti.

Enaknya lagi, karena kita belajar bersama seorang mentor. Alhasil, setiap tugas kita akan diulas hingga menjadi karya yang sempurna. Jika sebelumnya sangat sulit mendapat teman yang mau memberi kritik atas karya kita. Di sini, kita bisa mendapatkan dengan cara yang mudah.

Dari kritik atau tanggapan atas karya kita. Tentu bisa membuat kita, terutama saya, mampu melihat bagian mana yang masih menjadi kekurangan dan harus diperbaiki. Karena itulah, pada akhirnya ekspektasi saya terpenuhi.

Ketika dua hari setelah mengikuti kelas GBA. Kembalilah saya mengerjakan tugas menuliskan artikel tentang beladiri. Ada satu hal yang saya rasakan saat itu. Kemudahan dalam menuangkan ide ke dalam kerangka.

Apalagi, saya memang memberi waktu selama satu hari penuh untuk mencari berita mengenai beladiri. Apa saja informasi terbaru yang bisa saya catat untuk kepentingan artikel. Sampai, informasi mengenai lomba beladiri yang akan diadakan.

Ternyata, topik mengenai beladiri ini cukup luas juga. Tidak hanya sekadar menyeritakan manfaat beladiri untuk melindungi diri dari kejahatan. Tapi, bisa mendapatkan informasi mengenai penerapan falsafah masing-masing beladiri dalam kehidupan sehari-hari.

Jika pembaca tertarik ingin mengikuti kelas online ini. Insya allah, ada kelas baru yang akan dibuka bulan Januari 2020. Kalau ingin mendaftar dan mengetahui informasi terkini mengenai kelas lain, silakan kunjungi fanpage Joeragan Artikel.



Penutup


Waktu masih mempertimbangkan apakah ingin ikut kelas ini atau enggak. Saya dihadapi rasa takut. Kalau-kalau nanti hanya buang uang saja. Tapi, kenekatan saya tiada terkalahkan. Sampai akhirnya saya berhasil mengalahkan rasa takut.

Desember ini saya sudah habis kontrak dengan manajemen beladiri tersebut. Respon dari mereka sangat positif. Bahkan ada niatan untuk memperpanjang kontrak kerjasama. Mengingat saya sudah menulis artikel hingga bulan Februari yang tinggal tayang. Saya jadi tenang untuk menikmati liburan.



Pengalaman seperti ini membuat saya akhirnya sadar. Kondisi The Power of Kepepet yang pernah dikenalkan oleh mas Jaya YA, ternyata nyata adanya. Kalau lagi kepepet dan butuh ilmu, pasti akan benar-benar mencarinya sampai dapat. 

Allhamdulillah, jadi bisa belajar lagi supaya bisa menjadi penulis yang lebih baik lagi. Semoga saja artikel ini bermanfaat untuk pembaca. Siapa tahu ada yang sedang mengalami hal yang sama dengan saya, jadi bisa bersemangat kembali.


Postingan Terkait