Berkunjung Ke Yogyakarta Menuntaskan Rindu Yang Kian Membara

traveloka




Ada tempat yang selalu meninggalkan kesan mendalam setiap pertama kali dijejaki. Kedatangan kedua, rindu itu tak surut. Hingga meminta lagi dan lagi untuk didatangi ke sekian kalinya.


Berkunjung Ke Yogyakarta Menuntaskan Rindu Yang Kian Membara



Mengunjungi Kota Yogyakarta menjadi keinginan tersendiri yang hingga hari ini masih kusimpan. Perjalanan sebelumnya, yang pertama dan kedua kalinya belum memuaskan batinku yang senantiasa meminta lagi dan lagi. Ah, tempat macam apa pula yang mampu meninggalkan kesan begitu mendalam pada diriku ini!

Sungguh, masih kusimpan dalam ingatan, ketika malam beranjak turun. Duduk di pendopo lesehan. Menikmati hangatnya kopi. Menatap lamat-lamat kerumunan orang yang, entah kenapa, terasa janggal. Janggal karena tidak sehiruk-pikuk keadaan di Bekasi atau Jakarta. Tidak segemuruh suara ketika kerumunan manusia ditemukan.

Sesekali, memang kudengar suara klakson berbunyi. Tapi, tak sesering itu. Ah, apa ini yang membuatku kian rindu pada kota Pelajar ini? Sepertinya, diriku sendiri pun tak mampu menjawab dengan pasti dan mengangguk yakin. Karena, ketika kaki ini melangkah menyusuri sudut pasar yang terkenal itu, senyuman ramah mereka, membuat dada ini hangat.

Tolakan demi tolakan diterima oleh mereka. Tapi, kenapa tidak ada yang mengeluh apalagi mengomeli si calon pelanggan itu? Kenapa mereka masih saja tersenyum? Kenapa ini semua tampak berbeda dari keadaan di kotaku?


yogyakarta



Yogyakarta Kota Kenangan


Tak sedikit yang menyatakan seperti ini. Entah itu kenangan akan kekasih yang tak kunjung dimiliki. Kenangan mengenyam pendidikan dan merasakan getir kehidupan ngekos. Atau sekadar kenangan sepertiku yang singgah sesaat demi menyesap udara dan meninggalkan jejak di kota ini.

Dan kenangan itu, berhasil membuatku bertekad untuk kembali ke Yogyakarta. Masih banyak sudut yang belum kusinggahi. Masih banyak jajanan dan senyum serta sapa yang belum diteguk tuntas.

Seulas senyum masih membayangi wajahku, membayangkan betapa perjalanan nanti akan lebih menyenangkan bersama mereka yang sangat kucintai dan kusayangi. Apalagi, jika kuajak mereka ke Candi Borobudur, sepertinya akan terbelalak mata mereka melihat kemegahannya.

Kubuka satu persatu jadwal keberangkatan menggunakan aplikasi Traveloka. Yang pertama kali kulakukan adalah :



1. Mengecek Harga Dan Tanggal Penerbangan



Berencana berangkat ke Yogyakarta bukan berarti membuatku menutup mata pada persediaan dana liburan yang kami miliki. Setidaknya, dari pengalaman, menghemat sedikit dengan memilih tanggal yang tepat bisa menyediakan dana untuk berpesta pora membeli kerajinan tangan dari sana.

Ah, tidak berlebihan. Yang kurindukan adalah hal-hal yang bernuansa vintage. Sepertinya akan cocok untuk properti fotoku.


2. Memastikan Masih Tersedia Kamar Inap Dekat Tempat Wisata



Menginap di Hotel atau Wisma sebenarnya sama saja buatku. Asal bersih dan terdapat kamar mandi di dalamnya. Pengalaman bepergian dadakan yang sering membuatku terpaksa tidur di hotel yang kotor, justru menjadikanku pribadi yang cukup berhati-hati dalam memilih tempat penginapan.

Tempat menginap yang dekat dengan tempat wisata atau tempat belanja, sudah cukup buatku yang sering merasakan kelaparan saat malam mulai pekat datang. Jadi, seharusnya kuperiksa untuk memastikan apakah ada tempat menginap yang masih tersedia di tanggal keberangkatan kami nanti.


3. Menentukan Cara Berangkat Ke Bandara


Ini yang repot. Jika biasanya kami diantar oleh salah satu anggota keluarga. Tapi, karena kami berangkat bersama-sama, lantas harus bagaimana?

Kebingungan ini langsung terjawab, melalui menu pemesanan tiket Bus/Shuttle di aplikasi Traveloka. Cukup memudahkanku, karena tidak perlu membuka aplikasi lain atau memesan dari tempat lain. Jenis bis yang digunakan adalah Big Bird Bus. Ternyata di Traveloka bisa dapat harga big bird bus murah, jadi bisa lebih menghemat lagi.

Sekarang, bayangkan saja kalau memesan taksi atau kendaraan online. Dengan muatan 18 orang sepertinya akan mendapat tempat terpisah-pisah dan membutuhkan kendaraan yang lebih. Kalau naik bis, semua bisa keangkut. Bahkan, bayanganku nanti, bisa-bisa satu bis isinya keluargaku semua, hehe.



Terus, bagaimana setelah tiba di sana? Naik apa menuju hotelnya?


Tenang, saat rencana ini kami ceritakan ke grup Whatsapp keluarga besar, sudah ada yang bersedia menjemput. Meski yang dijemput ini rombongan!

Maklum, karena tinggal berjauhan, seringnya keluarga yang berada di Jawa Tengah atau Jawa Timur selalu bergembira sekali setiap kami katakan hendak pergi ke tempat mereka. Sebab itulah, tak ada kesulitan jika sudah tiba di sana. Hanya saja, terpaksa kami harus menginap di hotel, karena tidak mau banyak merepotkan.



yogyakarta


Jejak Kisah Yang Ingin Terulang



Pertama kali kujejakkan kakiku di kota ini sekitar tahun 2010. Kalau tidak ada acara pernikahan sepupu kami, atau acaranya diadakan di tempat lain. Mungkin, tak pernah dapat kutinggalkan kenangan di sini.

Usai perjalanan yang cukup berliku melewati jalur selatan dengan mobil. Tak kami sempatkan tubuh ini untuk tidur barang sejenak. Karena, saat dini hari kami tiba, hanya digunakan untuk istirahat sebentar sambil mengantri mandi. Setelah selesai, barulah semua bergegas dandan sambil menikmati sarapan Nasi hangat, pecel dan tempe goreng.

Hanya sebentar saja kami di sana. Selesai berdandan, kami justru dibawa untuk bepergian sebentar ke Candi Borobudur. Melihat dan menyentuh bangunan yang merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Merasakan daya magis yang membuat seolah terpental ke masa lalu. Masa ketika pekik kuda masih dapat terdengar nyaring. Masa dimana berjalan kaki berhari-hari bukanlah sesuatu hal yang aneh.

Menapaki bebatuan anak tangga demi anak tangga. Angin berdesir membelai dan menyapa dengan ramah kehadiranku. Berada di ketinggian, membuat bulu romaku merinding. Namun, pemandangan yang disajikan begitu memikat dan memesona. Dada ini terasa lega, damai dan tentram.

Walaupun sebentar saja keberadaanku di sana. Tapi, kenangan ini masih tersimpan dengan baik dalam hati. Ketika menutup mata, tampak seolah stupa-stupa kecil berada di depan mata.

Ah, Yogyakarta, bisa saja kau membuatku rindu sedemikian rupa!



Jadi, apa yang membuatmu rindu atau senantiasa terkenang dari Yogyakarta??

11 comments:

  1. Baru denger big blue bus ini

    ReplyDelete
  2. Benar kalau disebut kota kenangan, bagi yang pernah ke sana. Saya pernah ke jogja pas liburan sekolah, naik ke candi borobudur sampai pucuknya, masih inget rasanya semangat banget, walaupun panas dan desek-desekan sama pengunjung lain, trus nyasar pas mau balik ke bis,
    Wkwk...
    Beruntung ada penjual keliling yang berbaik hati mau tunjukin jalan.
    Rasanya pengen pergi ke sana lagi deh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun, pas diinget lagi pasti bisa sambil ngakak dan geleng kepala ya, kak

      Delete
  3. Kangen kak ke Jogja, mau explore alamnya lagi. Tapi kali ini sama istri. hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik...iya diajak dong istrinya, kak. Biar bahagianya barengan

      Delete
  4. Kudu saya coba nih. Kebetulan hari Sabtu depan mau jemput saudara. Kira-kira udah bisa dipesan belum, ya

    ReplyDelete
  5. Yang membuatku rindu pada Jogja? Semuanya! 10 tahun tinggal di sana, impian masa kecil terwujud di sana, dapat istri juga di sana, bagaimana bisa lupa dengan kota satu ini? Apalagi bakal ada bandara baru di sana, dan mengingat jauhnya lokasi bandara dari pusat kota mustinya bakal ada transportasi bandara seperti Big Bird ya. Semoga saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah! 10 tahun tinggal di Jogja? Mantap. Pasti banyak cerita serunya ya, Mas.

      Delete
  6. Ohini bis biru tuh udah ada yang ke bandara juga ya baru tau wkwkwkwk

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.