Cara Menulis Review Buku Oleh Reza Nurul Fajri Di Komunitas One Week One Book

review ulasan resensi



Menulis ulasan bagi seorang pembaca buku, bukanlah perkara mudah. Karena, bagi sebagian pengulas baru, ada banyak hal yang masih belum tampak jelas dimengerti oleh mereka. Terlebih, hal-hal apa yang patut ditulis atau jangan ditulis ini masih belum jelas, karena setiap media memiliki aturan yang berbeda.


Cara Menulis Review Buku Oleh Reza Nurul Fajri Di Komunitas One Week One Book



Seharusnya memang menulis rangkuman yang berisi Cara Menulis Review dari obrolan serius tapi santai di grup One Week One Book itu di blog sebelah. Tapi, mengingat blog sebelah baru saja saya isi dengan tulisan baru, jadi saya putuskan untuk menulis rangkuman obrolan tentang nulis review dari Pimred Basabasi dan juga kurator basabasi.co, yaitu Mas Reza Nurul Fajri. Dipandu oleh kak Lintang, yang merupakan founder komunitas One Week One Book ini.

Sebelum saya bahas, perlu diketahui bahwa ringkasan ini juga saya berikan penambahan informasi yang sesuai dengan daya tangkap saya dari obrolan singkat yang informatif ini. Jadi, apa saja sih yang dibahas tadi malam? Pembahasannya seputar :


- Pengertian singkat mengenai Review, Resensi dan Ulasan.
- Cara menulis review.
- Spoiler pada sebuah ulasan.
- Menulis ulasan untuk media.
Cara Menulis Kalimat Pembuka Dan Kesimpulan Pada Ulasan.
Tips Dan Trik Jitu Agar Ulasan Bisa Tembus Media Cetak Dan Online.



Pengertian singkat mengenai Review, Resensi dan Ulasan dari Reza Nurul Fajri.



Untuk buku, baik review-resensi-ulasan, ketiganya sama saja. Tapi, terkadang istilah 'review' dipakai juga untuk karya ilmiah. Dan, ini sudah berbeda bentuk tentunya dengan maksud 'review' untuk komunitas pembaca OWOB. Sebenarnya, menulis ulasan-resensi-review ini bukan semata hanya menulis ulang isi dari buku. Tapi, mengikutsertakan juga penilaian pembaca terhadap buku yang dibaca.

Karena, dengan menyertakan penilaian, tentunya sudut pandang yang diambil dari seorang pembaca bisa berbeda dari pembaca lain, dan ini yang dibutuhkan oleh para calon pembaca. Mas Reza memberikan contoh pada sudut pandang buku karya Pramoedya Ananta Toer dengan mengambil sudut realisme dan poskolonialisme. Namun, tidak pula menutup kemungkinan untuk membandingkan satu buku dengan buku lain yang memiliki tema atau topik pembahasan yang hampir sama.

Ditambahkan oleh Mas Reza, bahwa ulasan yang baik itu bisa mengungkapkan sisi-sisi yang tidak tertulis di dalam buku tersebut. Selaiknya seorang dokter bedah yang menguak hal-hal yang tampak tersembunyi hingga bisa disaksikan oleh banyak orang yang belum mengetahui. Biasanya, ringkasan yang singkat pada sebuah buku disampaikan di awal. Barulah kemudian penilaian akan sisi positif dan negatif dari buku tersebut bisa dijabarkan dengan jelas di paragraf berikutnya.


Cara Menulis Review - Komposisi Ideal Sebuah Ulasan Buku



Sebelum memulai menulis review-ulasan-resensi, ada baiknya mengetahui lebih dulu struktur sebuah ulasan agar bisa melihat perbedaan yang menonjol dari artikel lain yang membahas mengenai buku. Dalam sebuah ulasan buku, tentu memiliki komposisi sebagai berikut :


  • Menulis Kartu Tanda Buku atau Informasi Detil Mengenai Buku. Seperti : judul, nama penulis, ISBN, jumlah halaman dan informasi lainnya.
  • Menyertakan ringkasan isi atau sekilas mengenai buku yang sudah dibaca. Entah itu menyeritakan singkat seperti apa jalan ceritanya atau memberikan pemahaman dasar mengenai buku tersebut bertajuk atau mengangkat masalah apa.
  • Berilah penilaian terhadap buku yang dibaca dengan kejujuran. Penilaian ini bisa bersifat positif atau negatif.
  • Pada bagian akhir, buatlah kesimpulan mengenai pendapatmu atau harapan atau apa saja mengenai buku yang dibaca.



Selain keempat komponen di atas, ada lagi hal yang harus diketahui yaitu kekayaan perspektif. Seorang pengulas harus memiliki wawasan yang luas, sehingga ulasannya menarik sekaligus meyakinkan. Maksudnya adalah seorang pengulas bisa menyodorkan realitas dan fakta yang sangat relevan dengan kondisi yang ada di dalam buku yang dibaca. Dengan realitas atau fakta yang relevan inilah, wawasan pengulas bisa menjadi penguat sebuah ulasan agar lebih bermanfaat dan informatif bagi pembacanya.

Catatan tambahan, untuk menulis ulasan buku nonfiksi, sebaiknya menyertakan argumen yang lebih kokoh dan analitis. Dan, jika ingin menyertakan kritik terhadap sebuah buku haruslah dengan alasan-alasan yang mendukung dan jelas. Jangan asal sebatas bilang 'jelek'.


Spoiler Pada Sebuah Ulasan Buku



Menurutnya, ulasan buku yang dimuat di basabasi.co, secara keseluruhan memiliki gaya penyampaian ulasan yang lentur ketimbang media lain. Penulis ulasan dibolehkan mengulas seperti sedang bercerita, boleh seperti menulis esai atau dengan cara penyampaian lain. Di basabasi pun tidak melarang spoiler, karena terkadang melarang spoiler justru menurunkan kualitas sebuah ulasan.

Pertanyaan dari kak Lintang mengenai cara untuk meramu spoiler agar tampak menarik dan meyakinkan itu seperti apa? Justru dijawab dengan santai dan sederhana oleh Mas Reza, bahwa dalam hal spoiler, bisa jadi tidak ada jalan keluar untuk mengatasi ulasan spoiler agar tampak menarik. Kemungkinan yang paling bijaksana adalah memberitahu pada calon pembaca, bahwa ulasan tesebut mengandung spoiler. Dan untuk para pembaca ulasan agar tidak membaca ulasan berisi spoiler.

Karena, memang ada beberapa pembaca yang sangat alergi terhadap spoiler dan itu tidak bisa diganggu gugat. Ini masalah selera tentunya. Namun, seringnya pada buku-buku nonfiksi, problematika spoiler ini jarang terjadi.



Menulis Ulasan Untuk Media



Setiap media memiliki aturan masing-masing dalam hal ulasan buku. Di basabasi.co tidak ada batasan maksimum, namun minimumnya ulasan buku itu 4 halaman A4. Tentunya ini cukup panjang bagi anggota OWOB yang memang menuliskan ulasan mereka di Instagram (karena ini kanal sosial yang digunakan OWOB sebagai media untuk membangkitkan semangat literasi).

Lantas, bagaimana caranya menulis ulasan untuk media seperti Instagram?

Menurut mas Reza, komposisi ulasan untuk Instagram jelas berbeda. Karena medianya pun berbeda dari media seperti basabasi.co. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa menulis ulasan di Instagram juga memiliki komposisi yang ideal yang sama dengan komposisi menulis di media seperti blog atau koran.

Komposisi untuk ulasan di Instagram tentunya bisa sama, namun dikemas dengan lebih singkat dan ringkas. Ini karena jumlah karakter di Instagram sangat terbatas, jadi menyesuaikan dengan media tersebut. Lalu, ambil sisi-sisi paling menarik dari buku tersebut. Biasanya, Instagram itu sering berfungsi sebagai media endorse yang akan lebih baik jika penyampaian ulasannya itu berisi sisi positif dari buku yang dibaca.

Cara Menulis Kalimat Pembuka Dan Kesimpulan Pada Ulasan



Ini yang sering membuat banyak pengulas kebingungan ketika hendak menulis ulasan. Bagaimana caranya membuat kalimat pembuka yang bisa membuat pembaca ulasan tertarik? Tentunya, harapan agar ulasan dibaca adalah agar sang pembaca ulasan bisa membaca juga buku tersebut. Menurut mas Reza, cara yang paling mudah yaitu dengan mulai menceritakan si tokoh utama atau konflik utama dalam sebuah cerita. Beliau memberi contoh seperti ini :

Jaenab adalah perempuan yang tidak suka sawi. Ketidaksukaan tersebut terlihat sederhana, namun ada kejadian besar yang tersembunyi di sana.

Sama saja dengan cara kita menulis sebuah pembuka cerita. Namun, dikemas dalam bentuk yang lebih ringkas. Contoh lain, semisalnya buku tersebut berkisah tentang sebuah kampung, maka yang diceritakan ulang itu kampung tersebut dengan bahasa atau gaya tulisan si penulis ulasan. Intinya, sampaikan ulang cerita dalam buku tersebut dengan versi yang lebih pendek dan menarik.

Kemudian, bagaimana cara membuat kesimpulan yang menarik bagi pembaca? Mas Reza menjawabnya dengan menyertakan tiga poin penting, yaitu :

1. Beri saran kepada pembaca, jangan ke penulis. Semisalnya, apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak? Layak dibeli atau tidak? Tidak perlu memberikan saran atau doa ke penulis. 
2. Tutuplah kalimat dengan percaya diri, bukan dengan kalimat yang menyertakan kata "mungkin" atau "sebaiknya", karena ini terkesan tidak yakin. 
3. Sinkronkan kesimpulan dengan keseluruhan argumen yang dimuat. Jangan sampai seperti argumen yang berdiri sendiri.


Tips Dan Trik Jitu Agar Ulasan Bisa Tembus Media Cetak Dan Online



1. Ikuti aturan dari media tersebut.

2. Cari buku yang baru terbit atau yang sedang banyak diperbincangkan.

3. Pelajari selera media tersebut dan tulis ulasan yang sesuai dengan selera mereka.

4. Jangan takut untuk menulis dengan jujur, jika memang jelek maka tulislah jelek dengan disertai argumen yang kuat.

5. Kirimkan foto buku yang menarik. Karena, hal ini cukup menentukan jika ingin mengirimkannya ke media online.


Menurut mas Reza, ada banyak sekali ulasan yang isinya bagus namun tidak disertai foto yang bagus pula. Ini cukup disayangkan. Jadi, berlatihlah memotret buku dengan baik dan bagus agar bisa mendukung ulasan buku yang hendak dikirim.



Kesimpulan Dari Ipeh Alena



Mengikuti perbincangan semalam, membuat saya banyak mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat. Terlebih, jawaban-jawaban yang diberikan Mas Reza ini cenderung singkat, padat namun tetap mudah dicerna. Sangat sesuai bagi para pengulas pemula yang membutuhkan informasi lebih jelas mengenai Cara Menulis Ulasan dari kacamata seorang pimred.

Topik spoiler-lah yang membuat saya tertarik. Karena, saya justru termasuk pembaca yang sangat suka dengan ulasan spoiler dan kejujuran si pengulas. Banyak sekali buku yang pada akhirnya saya putuskan untuk dibaca sendiri usai membaca spoilernya. Posisi spoiler bagi saya sebenarnya penentu, apakah saya akan membaca atau tidak. Kalau tidak ada spoiler, saya tidak pernah bisa penasaran hingga mencapai level tertinggi menyamai level kecanggihan Dormamu di film Doctor Strange.

Baca Juga "Ulasan Film Doctor Strange"

Karena itulah, spoiler merupakan unsur terpenting yang memengaruhi keputusan saya akan membaca buku tersebut atau tidak. Namun, ulasan yang teramat jujur dari pembaca pun juga memengaruhi saya. Tidak jarang saya malah semakin penasaran akibat kejujuran seorang pengulas yang mengatakan buku tersebut buruk. Yang ada saya semakin penasaran, seberapa buruk memangnya? Nah, kemudian saya akan membaca buku tersebut. Demi mencari tahu, apakah benar sudut pandang si pembaca tersebut bahwa buku yang dibaca itu jelek atau buruk?

Pada akhirnya, ringkasan yang saya sesuaikan pula dengan pemahaman saya akan perbincangan semalam. Disertai beberapa hal yang ikut bercokol di kepala saya ini, merupakan usaha saya dalam mewujudkan resolusi di tahun 2019, yaitu ikut mengenalkan aktivitas online dari komunitas One Week One Book. Semoga saja ini bisa menjadi kontribusi yang bermanfaat.



Informasi Singkat :


Reza Nurul Fajri                                                                               Komunitas One Week One Book
Pemimpin Redaksi basabasi.co                                    Ajakan Rutin Membaca Satu Buku Satu Minggu
Facebook : Reza Nufa                                                               Fanpage : Gerakan one week one book
Twitter : @rezanufa                                                                       Instagram : @gerakan_1week1book
Instagram : Reza Nufa                                        Website : https://gerakan1week1book.wordpress.com/

3 comments:

  1. huah aku jadi bebenah diri, kalau nulis review/ulasan/resensi udah bener ga yak wkwkwk makasih mba Ipeh udah ditulis di sini. Renacannya mau tulis review buku yang udah dibaca jadi tahu deh nanti pas ngulasnya gimana :)

    ReplyDelete
  2. Wah.. penjelasannya cukup lengkap. Ini bisa jadi referensi penting nih untuk menulis ulasan-ulasan. Terima kasih mbak Ipeh..

    ReplyDelete
  3. wuih keren nih sharingnya. sangat bermanfaat

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.