Pencapaian Target Sebagai Usaha Untuk Terus Bergerak Maju

Target dalam hidup itu seperti sebuah bara api yang membakar semangat seseorang untuk bergerak maju. Ibaratnya sebuah kereta, target itu seperti mesin pemacu dengan energi dorong yang cukup besar peranannya.

Target dan Pencapaian




Ketika melihat sebuah kendaraan melaju, tentu ada satu hal yang menjadi pemicu untuk kendaraan tersebut bergerak ke depan. Entah itu mesin, bahan bakar atau apa saja yang menjadi satu kesatuan utuh kemudian membentuk energi yang mendorong kendaraan tersebut bergerak maju. Demikian pula cara kerja kereta api baik dengan menggunakan bara api maupun dengan listrik. Selalu ada sumber tenaga yang membuat mesin-mesin pemicunya bergerak dan menciptakan gerakan maju.

Demikian pula dengan manusia. Menurut Viktor E. Frankl dalam bukunya yang berjudul Man's Search For Meaning, beliau menuliskan tentang makna hidup pada seseorang yang menjadikan orang tersebut mau melanjutkan hidup meskipun kehidupan yang keras tengah menempanya. Dalam buku tersebut di halaman 157 dijelaskan secara rinci mengenai makna hidup, "Yang penting bukan makna hidup secara umum. Melainkan makna spesifik dari hidup seseorang pada suatu saat tertentu."

Jadi, secara garis besar bisa diringkas, bahwa seorang manusia bisa bertahan dan melanjutkan kehidupan mereka meski pergulatan batin dan hidup di dunia nyata membuat mereka merasa ingin menyerah dengan memiliki makna tertentu dalam kehidupan mereka. Makna itu bisa saja berbentuk sederhana dan bisa juga tidak begitu berarti bagi orang lain. Namun, makna itu menjadi sumber energi yang sangat teramat besar yang membantu seorang manusia bergerak maju dalam kehidupannya.

Nah, apa saja hal-hal yang tampak kecil bagi orang lain, namun itu adalah sesuatu yang tengah Anda banggakan saat ini? Ada beberapa orang yang sudah sedemikian bangga dan bersyukur ketika bisa mahir belajar bahasa Sunda, Jawa, Madura atau bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Atau beberapa ada yang sudah berbahagia dan bersyukur karena bisa memasak atau membuat kue. Ada pula yang senang dan menjadikan hobi yang tengah digelutinya sebagai hal sederhana yang membuatnya bahagia. Apapun itu, tentu bisa jadi yang kita kerjakan tampak tidak berharga bagi orang lain namun itu adalah sesuatu yang sangat teramat berharga bagi kita.

Kalau saya, ada beberapa hal yang membuat saya bahagia sekali dan membuat saya bersyukur. Tahun ini bagi saya merupakan tahun yang teramat unik dan membawa saya seperti naik jet coaster.


1.Mendapat Beberapa Sertifikat Consistent Reader



Jika Anda sedang mencari komunitas yang bisa membuat semangat membaca menjadi meningkat, sepertinya sesuai dengan deskripsi komunitas Gerakan Membaca One Week One Post. Saya bergabung dengan komunitas ini karena sering me-repost unggahan resensi dari semua akun pembaca buku. Selain me-repost unggahan resensi, komunitas yang aktif di Instagram @gerakan_1week1post ini juga memiliki daftar absensi setiap anggotanya yang bergabung dalam komunitas ini.

Syarat utama untuk bergabung adalah Anda harus memiliki akun Instagram. Karena, resensi yang dihitung adalah resensi yang diunggah di akun Instagram Anda sendiri. Selain itu, ada juga ketentuan untuk mengunggah ulang gambar beserta deskripsinya yang sudah disediakan oleh tim OWOB (One Week One Book).

Ada banyak juga agenda OWOB ini, selain menuliskan absensi para pengulas di Instagram. Mereka juga memberikan apresiasi kepada semua pengulas yang sudah rutin mengunggah ulasan mereka. Ada Pemenang Utama Consisten Reader, yang mana bisa mendapatkan hadiah berupa pernak-pernik terkait dunia literasi. Ada juga sertifikat, bagi pengulas yang mampu mengulas buku secara konsisten dan rutin.

consistent reading challenge


Saya pernah mendapatkan Satu kali Pemenang Utama Consistent Reader Challenge di bulan Juli 2018 dan mendapatkan Lima Sertifikat Consistent Reader, serta mendapat satu kesempatan masuk ke Book of The Day, yaitu ulasan Madamoiselle Fifi.

Book of the Day ini semacam ulasan terpilih setiap harinya. Beberapa admin akan memilih beberapa ulasan yang mungkin fotonya bagus dengan deskripsi dan ulasan yang komplit atau ulasannya yang benar-benar mewakili apa yang dibutuhkan pembaca. Para pengulas terpilih, ulasannya akan diunggah ke blog khusus milik Gerakan OWOB.



2.Menyelesaikan Reading Challenge Di Goodreads



Setiap tahunnya, Goodreads selalu menawarkan kepada para penggunanya untuk menentukan ingin membaca berapa buku di tahun itu. Tantangan membaca ini sebenarnya cocok untuk semua orang, baik itu yang masih pembaca pemula maupun yang sudah mencapai tingkatan book hoarder, hehe.

Bagi pembaca pemula, tentunya dengan memanfaatkan fitur Reading Challenge ini bisa membantu agar mengetahui sudah berapa banyak buku yang dibaca per minggu atau per harinya. Tentunya, usaha untuk terus membaca, buku apa saja mau itu fiksi maupun nonfiksi, merupakan upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Reading Challenge di Goodreads ini pun dipakai di beberapa sekolah di Jawa Barat, namanya Pohon Literasi. Berbentuk gambar pohon yang isinya merupakan gambar buku yang sudah selesai dibaca.


Goodreads Challenge


Saya mengikuti Goodreads Reading Challenge ini sejak tahun 2013, meski saya sudah memiliki akun Goodreads ini sejak 2007. Tapi, baru benar-benar menggunakan Goodreads dengan aktif beberapa tahun belakangan ini. Di tahun 2013 saja, saya tidak menggunakan fitur GRC (Goodreads Reading Challenge) dengan baik. Saya tercatat tidak bisa menyelesaikan tantangan membaca di tahun tersebut.

Namun, saya baru benar-benar serius menggunakan GRC, di tahun 2015. Dimana di tahu tersebut saya berhasil membaca 79 buku. Setiap tahun, saya memiliki target yang sedikit demi sedikit saya naikkan. Tapi, itu pun melihat bagaimana aktivitas saya di dunia nyata. Namun, sejak tahun 2017 lalu saya mulai memasang target minimal setiap tahun untuk membaca 100 buku. Sebisa mungkin mencapai target minimal, tapi saya usahakan untuk bisa melebihi target. Karena, target jangka panjang saya adalah bisa membaca 1000 buku!

Saya bersyukur karena tahun ini saya bisa melebihi target baca minimal. Sudah sekitar 151 buku yang saya tamatkan hingga saat ini. Dan itu masih memungkinkan bertambah, karena saya memang berencana untuk lanjut membaca tanpa berleha-leha karena target membaca sudah tercapai. Apa ya, mungkin karena beberapa kali menyelesaikan target membaca setiap tahun, membuat kegiatan membaca seperti candu bagi saya. Kalau sehari saya tidak membaca, saya akan berpikir apakah ada sesuatu yang tengah membebani saya?

Biasanya, kalau mood membaca sedang goyah, saya tetap akan membaca, tapi bukan membaca buku-buku yang biasa saya baca. Saya akan membaca buku anak-anak yang tipis dan berwarna karena banyak gambarnya. Atau membaca Manga, karena dulu saya mulai gemar membaca saat beranjak remaja itu karena Manga. Setelah akhirnya jarang berlangganan majalah Bobo.


3.Mendapat Kesempatan Foto Jepretan Saya Terpilih



Siapa yang tidak kenal dengan komunitas fotografi Upload Kompakan? Tentunya, meski sudah banyak anggotanya, tapi siapa tahu belum banyak yang mengetahui keberadaan komunitas ini. Setiap harinya, mereka selalu menyediakan tema-tema yang unik dan menarik agar para anggotanya menyetor foto yang sesuai tema. Fotografi memang dunia yang membutuhkan aktivitas praktek yang lebih banyak ketimbang belajar teori.

Setelah lama rasanya saya terbiasa foto-foto yang saya unggah tidak pernah terpilih. Pada akhirnya, saya mendapatkan kesempatan tersebut. Foto saya yang menampilkan gunung Bromo sebagai objeknya mendapat apresiasi dan kesempatan terpilih atau istilah di komunitas UK : kesempatan ngegrid.

Grid Upload Kompakan
Foto Milik Saya Yang Sebelah Kiri Atas


Siapa pula yang tidak bahagia? Iya, kan? Dari sinilah saya kembali semangat untuk terus mendalami dunia fotografi. Dan, semakin ke sini, saya tampak mengetahui kalau selera saya sepertinya tidak jauh-juh dari Nature (khususnya Macro Photogarphy), Books (panggilan bekennya itu bookstagram) dan masih berusaha untuk berlatih Flatlay Styling.

Tidak hanya foto saya masuk grid di komunitas Upload Kompakan. Saya pun bahagia karena mendapat kabar, bahwa foto yang saya ikut sertakan dalam kompetisi Instagram produk Kin Dairy, juga mendapat apresiasi. Allhamdulillah, termasuk dalam jajaran pemenang kontes foto Instagram Kin Dairy bersama mba Ria Rochma. Usai mendapat pengumumannya, rasanya seperti tidak percaya, secara ya saya memang jarang sekali memenangkan sesuatu. Jadi, ketika menang, rasanya tuh seperti ingin sorak-sorai bergembira seminggu penuh, hehehe, maklum norak.



***


Dari beberapa pencapaian yang benar-benar membuat tahun ini semacam warna pelangi yang berwarna-warni. Saya pun tengah mempersiapkan beberapa hal yang ingin saya jadikan target untuk tahun depan. Setidaknya, untuk melatih beberapa kemampuan saya yang masih kurang mumpuni. Seperti :

  • Belajar menulis artikel atau ulasan yang cukup panjang dengan bahasa Inggris.
  • Mulai cari-cari tempat kursus untuk bahasa Arab. Saya kepengen banget baca-baca novel yang terbit dalam bahasa Arab, seperti syair-syair zaman dahulu.
  • Sedang mempertimbangkan untuk membuat Photo Challenge di Instagram dengan hashtag sendiri. Teringat betapa konsistennya empunya Instagram @commasandampersands yang ternyata dia selalu mempersiapkan foto-fotonya untuk diunggah bulan berikutnya.
  • Mencoba membaca ulang buku-buku yang sudah saya baca kemudian menuliskan ulasannya di blog. Beberapa kali saya cukup terkejut karena saya lupa menulis ulasan buku-buku yang sudah saya baca. Sehingga, ketika ada yang bertanya perihal sebuah buku, saya tidak bisa menyodorkan kepadanya tautan ulasan saya, hiks hiks.
  • Ingin memasang target GRC untuk membaca buku 125 buku, dengan harapan bisa lebih. Tapi, masih mempertimbangkannya lagi, sih. Takut enggak bisa mencapai target nantinya.


Bagi saya, memiliki target seperti ini bukan perkara mudah. Karena bagaimana pun kehidupan nyata saya, seperti menjadi Kakak dan Anak yang baik, merupakan prioritas utama. Namun, memiliki beberapa catatan target, bisa membantu saya untuk menjalani kehidupan agar bisa terasa manfaatnya dan membuat saya semangat setiap saat saya merasa butuh dukungan. (ipeh alena)



Jadi, menurut Anda, seberapa besar peranan Makna Hidup seperti yang sekilas saya sampaikan berdasarkan ilmu Logos Therapy-nya Victor E. Frankl?

No comments:

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.