Sebelum Menjadi Pelanggan Kartu Halo Sebaiknya Perhatikan Hal Penting Ini!

Sebelum Menjadi Pelanggan Kartu Halo Sebaiknya Perhatikan Hal Penting Ini!



Pengguna Kartu halo


Waktu menunjukkan pukul sepuluh lebih empat puluh lima menit ketika saya dan pasangan menjejakkan kaki di Bekasi Cyber Park (BCP). Tujuan kami ke sini untuk mengurus peralihan nama di Grapari Telkomsel. Nomor urut sudah diterima dan tidak lama berselang kami sudah duduk di depan Customer Service.

Hal yang ingin kami urus adalah peralihan nama. Maksudnya bagaimana?

Sekitar tahun 2013, pasangan saya pindah tempat kerja. Di perusahaan sebelumnya, sebut saja perusahaan A, beliau mendapatkan fasilitas berupa nomor khusus dari perusahaan. Kita mengenalnya dengan nomor coorporate. Saat keluar dari perusahaan, pihak perusahaan A memberikan kebebasan jika ingin mengembalikan atau memiliki nomor coorporate tersebut. Pasangan saya memilih untuk memiliki nomor tersebut namun pihak perusahaan A tidak bisa membantu perihal penggantian nama dari nama coorporate ke nama mantan karyawan.

Hambatan yang kami hadapi karena nomor coorporate ini menggunakan nama pemimpin HRD dari perusahaan A. Sebut saja Pak H. Ketika pasangan saya, sebut saja Mas B, keluar dari perusahaan. Pihak perusahaan SUDAH MENGIRIMKAN SUREL AGAR NOMOR COORPORATE INI DIPINDAH MENJADI NOMOR PRIBADI AKA PELANGGAN. Dengan begitu, statusnya sudah berganti bukan lagi Coorporate tapi personal. Namun, namanya tetap atas nama Pak H.

Karena usai keluar dari perusahaan A, Mas B langsung bekerja di perusahaan baru, sehingga belum ada waktu untuk mengurus penggantian nama kepemilikan nomor. Alhasil, tidak tahu menahu mengenai apa yang terjadi di perusahaan A. Beberapa bulan kemudian, saat ingin bertanya mengenai status kepemilikan nomor Halo ini, Mas B baru tahu kalau Pak H sudah tidak bekerja di Perusahaan A lagi. Semua kontak yang disimpan oleh Mas B tidak bisa terhubung. Akhirnya beliau berusaha mencarinya melalui koneksi teman-temannya.

Setelah mengetahui perihal ini, Mas B mendatangi kantor Graparai Telkomsel di BCP. Tepat dua bulan sebelum diberlakukan peraturan WAJIB MEMBAWA KARTU KELUARGA setiap mengurus hal-hal mengenai kartu telkomsel. Mas B menyampaikan perihal keinginannya untuk mengubah status kepemilikan nomor dari Pak H ke Mas B sendiri. Pihak Customer Service waktu itu sempat merundingkannya dengan Supervisornya. Hingga didapat keputusan untuk membawa SURAT KUASA bahwa Pak H memberi izin untuk mengubah kepemilikan nomor ke Mas B.

Grapari telkomsel bekasi


Bagi saya, ini pertolongan Allah yang Maha Baik. Tidak lama berselang, setelah mencari dan bertanya ke beberapa rekan, barulah didapat informasi mengenai keberadaan Pak H. Posisi beliau cukup jauh, sehingga perbincangan dilakukan melalui surel. Permintaan Mas B untuk membuat SURAT KUASA akhirnya baru bisa terwujud sekitar tanggal 28 Oktober 2018, dimana surat tersebut juga sudah tertera tanda tangan di atas materai.

Tanggal 2 November 2018, sekitar pukul 10:45 kami tiba di Grapari BCP. Setelah menerima nomor urut dan tidak lama berselang sudah duduk di hadapan Customer Service. Mas B menyampaikan perihal Peralihan Nama Kepemilikan Kartu Halo agar bisa menjadi nama Mas B sendiri. Kami harus menunggu, ketika Customer Service berjilbab merah tengah mengetik sesuatu di layar komputernya.

Tidak lama, beliau menjelaskan mengenai peraturan baru terkait PERALIHAN KEPEMILIKAN KARTU HALO ini. Bahwa, surat kuasa tidak lagi berlaku tapi :


HARUS MEMBAWA SERTA ORANG YANG SEBELUMNYA MEMILIKI NOMOR KARTU HALO. DAN TIDAK BISA DIWAKILKAN.


Mas B bingung, karena memang sebelumnya keputusannya cukup membawa SURAT KUASA. Tapi, kemudian harus MEMBAWA SERTA ORANGNYA. Keberatan diajukan oleh Mas B, dan meminta apakah ada alternatif lainnya? Karena, lokasi Pak H ini bukan di JABODETABEK, di luar Jawa Barat dan mendatangkan beliau berarti harus memintanya untuk cuti dari pekerjaannya dan membayari ongkos kereta atau Bis atau pesawat, pulang pergi. Kondisi ini benar-benar berat untuk kami. Dan Mas B menyampaikan, apakah ada alternatif dari kebijakan tersebut? Tapi, jawabannya TIDAK ADA.


Kalau begitu kenapa tidak tutup saja nomor Kartu Halo-nya?


Masalahnya, menutup nomor Kartu Halo ini pun harus tetap melalui persetujuan Pak H. Yang mana pasti akan diminta Pak H sendiri yang mengurusnya.


Kenapa dulu tidak langsung menutup nomor Halo-nya saat keluar dari perusahaan? Atau mengembalikannya?


Karena dari perusahaan memberi izin untuk memiliki nomor tersebut. Otomatis Mas B memilih memiliki nomor Halo yang memang sudah banyak diketahui oleh semua rekan kerjanya. Sehingga, memberi kemudahan beliau dalam bertukar kabar dan hal lainnya. Inilah yang membuatnya mau bersusah payah mengurus Peralihan Kepemilikan Nomor Halo-nya.


Terus, apa keputusan atasan customer service-nya?


Tidak ada alternatif lain. Kami tetap diminta MENDATANGKAN ORANG TERSEBUT dalam hal ini Pak H.
Pun tidak bisa menutup nomor Halo-nya. Sementara, kalau diminta perubahan data, tetap diminta nama Pak H ini.


Terus, apa yang dilakukan oleh Mas B?


Kami pulang tanpa bisa melakukan apa-apa. Mengingat, cukup sulit juga mendatangkan Pak H. Apalagi, Pak H ini sudah benar-benar tidak mau mengurus hal-hal yang berkaitan dengan urusan seperti ini. Apalagi meminta Surat Kuasa saja tidak mudah, apalagi meminta beliau datang ke Grapari BCP Bekasi.

Sejujurnya, ini membuat kami jadi merasa putus asa. Bingung. Tidak tahu lagi harus bagaimana. Tentu Pak H sudah menyatakan TIDAK INGIN MENGURUS HAL SEPERTI INI. Kemudian, peraturan baru dari pihak TELKOMSEL membuat kami tidak bisa melakukan apa-apa. Karena, pihak Customer Service-nya mengatakan, "Maaf Pak, sesuai peraturan baru yang diubah setiap bulannya. Untuk mengurus peralihan kepemilikan nomor tetap harus mendatangkan orang yang namanya tertera di database Telkomsel."

"Surat Kuasa yang waktu itu dijadikan persyaratan untuk meringankan proses, itu terjadi saat peraturan baru belum berlaku. Saat ini semua merujuk ke peraturan yang baru," jelas Customer Service Grapari BCP.


Lokasi grapari telkomsel bekasi


Dari pengalaman saya ini, bagi Anda yang ingin memiliki nomor Kartu Halo sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini :



1. Jika nomor tersebut merupakan Nomor coorporate. Segeralah mengurus perpindahan nama ke nama Anda, jika ingin memiliki nomor tersebut.

2. Pastikan nomor Halo yang Anda pakai ini menggunakan nama Anda sendiri. Kalau pun atas nama pasangan, sebaiknya diganti. Takutnya ke depannya ada kesulitan dalam mengurus ini dan itu.

3. Jika Anda ingin memindah nama nomor Kartu Halo, Anda harus membawa orang yang bersangkutan.

4. Setiap ingin mengurus beragam hal mengenai nomor Anda di Grapari, baik itu Simpati, AS, Kartu Halo. Wajib membawa Kartu Keluarga.

5. Jangan lupa pastikan Anda membawa KTP asli sebelum ke Grapari Telkomsel.


***


Saat ini, kami masih dalam posisi kebingungan dan sedikit PUTUS ASA. Karena, pulang tanpa mendapatkan hasil selain pemberitahuan peraturan terbaru. Entah esok hari bagaimana, mengingat pihak customer service mengatakan setiap bulannya ada perubahan peraturan. Tapi, setidaknya pengalaman ini bisa dijadikan pelajaran sebelum menjadi pelanggan Kartu Halo.

Agar memperhatikan hal-hal yang saya tuliskan. Untuk memberi kemudahan pada Anda selama menjadi pelanggan Kartu Halo. Meski pun Anda bisa membuktikan bahwa Anda rutin membayar tagihan abodemen Kartu Halo setiap bulan tanpa menunggak. Tetap saja tidak ada peraturan alternatif.

Doakan saja semoga kami bisa mendapat jalan keluar yang baik, ya. Terima kasih dan semoga artikel ini bermanfaat. [Ipeh Alena]

1 comment:

  1. berlangganan kartu Halo sepertinya malah membuat pengeluaranku jebol :))) *out of topic banget ini komennya*
    Tapi utk urusan administrasi memang bikin darting sih, walau sebenarnya itu demi kebaikan masing2 pihak kedepannya nanti.

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.