Malas Urus PBB Karena Sibuk? Kini Urus PBB Bisa Online: Hemat Waktu Anda!

Malas Urus PBB Karena Sibuk? Kini Urus PBB Bisa Online: Hemat Waktu Anda!


Bayar PBB Online


Sebagai warga negara yang baik, kita haruslah membayar pajak dengan tertib. Karena pembayaran pajak tersebut dapat dijadikan sebagai penghasilan negara, dimana nantinya akan dibangun fasilitas-fasilitas yang kembali lagi pada rakyat. Itu artinya, tujuan pembayaran pajak bagi setiap warga negara adalah untuk kesejahteraan masyarakatnya sendiri. Sedangkan beberapa jenis pajak yang ada di Indonesia sebut saja Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Salah satu pajak yang penting dan tak boleh Anda lewatkan adalah PBB, dimana pembayarannya wajib dilakukan oleh para pemilik tanah dan bangunan. Namun terkadang aktivitas yang padat dan terlalu sibuk bisa menghalangi untuk tidak membayar pajak langsung ke Kantor Pajak. Sebagai alternatif, kini pemerintah telah memudahkan Anda dengan membuat sistem pembayaran modern, untuk referensi lengkapnya bisa di baca dihalaman info PBB online ini.

Subjek Pembayaran PBB Online


Para subjek pembayaran pajak dengan jenis PBB tak hanya masyarakat yang mempunyai bangunan dengan bentuk rumah saja. Akan tetapi, kepemilikan lain seperti pagar mewah, taman mewah dan juga kolam renang juga dihitung. Itu berarti, semakin banyak fasilitas tanah dan bangunan yang dimiliki, maka Anda akan dikenakan tarif lebih mahal. Berikut beberapa keterangan selengkapnya mengenai subjek pajak berdasarkan Undang-Undang Pasal 4 No. 12 tahun 1985 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1994 :


  1. Subjek pajak adalah individu yang mempunyai hak atas tanah maupun bumi, dan atau
  2. Orang yang memperoleh manfaat dari tanah atau bumi, dan atau
  3. Memiliki maupun menguasai bangunan dan atau
  4. Orang yang juga memperoleh manfaat atas bangunan tersebut.


Subjek Pajak yang dibebankan PBB ini kemudian disebut sebagai Wajib Pajak, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang PBB. Wajib Pajak yang sudah menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), Surat Ketetapan Pajak (SKP) dan Surat Tagihan Pajak (STP) dari Instansi Pelayanan PBB yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah, diharuskan untuk membayar dan melunasinya dengan tepat waktu.

Namun, apabila Objek Pajaknya tidak dapat diketahui dengan jelas siapa yang akan menanggung pembayarannya, maka yang akan menentukan Subjek Pajak menjadi Wajib Pajak adalah dari Direktorat Jenderal Pajak.


Tarif PBB yang Berlaku


Berdasarkan Undang-Undang tentang PBB yang berlaku seperti di atas, tarif pajak untuk suatu Objek Pajak dikenakan sebesar 0,5%. Tarif ini sudah disesuaikan dengan aturan tentang dasar pengenaan PBB yang disebut Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Sedangkan besarnya NJOP tersebut ditentukan oleh Menteri Keuangan setiap 3 tahun sekali, kecuali untuk beberapa daerah. Saat menentukan besarnya NJOP tersebut, Menteri Keuangan memutuskan berdasarkan asas self assessment dan mendengarkan pertimbangan dari Gubernur.



Cek Tagihan PBB Online


* Pengecekan Tagihan PBB Secara Online *


Terlepas dari surat pemberitahuan tagihan PBB, sekarang untuk mengetahui jumlah pembayaran PBB yang harus dibayarkan setiap tahunnya bisa dilakukan dengan mudah, yakni secara online. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni dengan mengeceknya lewat website, aplikasi, maupun SMS.

1. Pengecekan Lewat Aplikasi


Pengecekan via aplikasi ini memang mempermudah para Wajib Pajak untuk mengetahui berapa jumlah tagihan yang harus dibayarkan. Namun, sayangnya aplikasi ini belum tersedia merata ke seluruh Indonesia, hanya di beberapa daerah tertentu saja, seperti Kota Banjar, Tangerang Selatan, Cilegon, Bekasi, Bogor, Kabupaten Majalengka, Subang dan Kuningan. Selain itu, aplikasi ini hanya bisa diunduh oleh pengguna Smartphone Android. Sedangkan langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Pertama-tama, (sesuaikan daerah) unduh aplikasi Info PBB (iPBB) di Google Playstore. 
b. Setelah terinstal, bukalah aplikasi tersebut. Di dalamnya Anda cukup mengisikan NOP Wajib Pajak, kemudian tab Kirim. 
c. Tunggu beberapa saat dan semua informasi mengenai tagihan pembayaran PBB akan muncul. Berdasarkan informasi tersebut, Anda bisa langsung membayarnya sesuai dengan nominal yang tercantum.

2. Pengecekan Via Website


Apabila Anda berada di luar daerah seperti yang telah disebutkan di atas, maka Anda belum bisa mengeceknya melalui aplikasi. Cara lainnya adalah lewat website dari masing-masing daerah. Untuk website masing-masing daerah sendiri berbeda. Oleh karena itu, Anda harus mencarinya sendiri melalui Google dengan kata kunci PPB Online nama daerah.

Setelah website yang dicari sudah ketemu, maka langsung klik saja dan arahkan pada halaman untuk memeriksa tagihan PBB Anda. Lalu, Anda bisa memasukkan Nomor Objek Pajak (NOP) dari Wajib Pajak beserta tahun pajaknya. Pada situs ini Anda akan diminta untuk memasukkan beberapa kode verifikasi yang tertera di atas kolom. Kemudian tinggal klik Search dan semua informasinya akan muncul.

3. Pengecekan Lewat SMS


Apabila menurut Anda pengecekan melalui website juga terlalu ribet dan memakan waktu, maka Anda bisa menggunakan SMS. Pemerintah sudah menyediakan fasilitas ini agar lebih efektif. Caranya tinggal mengetikkan PBB(spasi)NomorObjekPajak(spasi)TahunPajak pada kolom SMS di ponsel Anda, lalu kirimkan ke nomor 081317872525.

Tunggulah beberapa saat hingga balasan SMS muncul dengan semua informasi tagihan yang Anda butuhkan.


Bayar PBB Online

Cara Membayar PBB Secara Online


Selain mengecek tagihan PBB Online, Anda juga bisa membayarnya secara online. Pembayaran dapat dilakukan dengan mendatangi Bank secara langsung, ATM maupun internet banking. Internet Banking ini bisa Anda akses melalui website khusus berdasarkan Bank yang Anda gunakan.

Pembayaran Lewat ATM



Pembayaran PBB via ATM ini bisa Anda lakukan dengan cukup gampang. Beberapa Bank yang menyediakan fasilitas pembayaran lewat ATM adalah BCA, Mandiri, BNI, Bank Bumiputera, Bank DKI, Bank Jatim dan Bank Bukopin. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :


  • Masukkan kartu ATM, lalu isi PIN Anda. Pilihlah menu Pembayaran.
  • Kemudian Anda akan melihat beberapa pilihan pembayaran yang biasanya dilakukan lewat ATM, carilah menu yang menunjukkan pembayaran PBB. Setelah ketemu, langsung klik saja.
  • Anda akan diminta untuk mengisi NOP Wajib Pajak dan tahun pembayaran PBB yang berlaku.
  • Anda akan dihadapkan pada layar yang bertuliskan tentang informasi mengenai Objek Pajak yang dibayar, jumlah tagihan, dan nama sang Wajib Pajak. Cek kembali apakah semua informasi tersebut sudah benar. Jika memang benar, Anda bisa melanjutkannya, jika ada yang salah, coba periksa kembali NOP Anda atau cancel dan minta keterangan dari instansi yang berlaku.
  • Setelah memastikan informasinya benar, lanjutkan dengan menekan tombol Bayar.
  • Tunggulah beberapa saat hingga struknya keluar. Simpan struk tersebut sebagai bukti pembayaran.




Pembayaran Lewat Internet Banking



Pembayaran melalui Internet Banking ini caranya berbeda-beda pada setiap Bank. Namun Anda tak perlu bingung, tanyakan saja bagaimana instruksinya dari pihak Bank. Sebenarnya setiap bank langkah-langkah hampir sama. Pada dasarnya, pertama Anda disuruh untuk membuka layanan internet banking melalui PC atau laptop. Mengapa tidak langsung lewat ponsel? Hal ini dikhawatirkan fiturnya tidak memadai untuk layar ponsel, sehingga lebih aman dibuka lewat PC atau laptop.

Setelah situsnya terbuka, Anda akan diminta untuk login terlebih dahulu. Lewat cara ini berarti Anda harus memastikan diri apakah mempunyai akun internet banking atau tidak. Jika belum, segera buat terlebih dahulu melalui Bank yang sesuai. Berikutnya, Anda hanya perlu mencari menu yang bertuliskan Pembayaran. Lihatlah apa saja pilihan yang tertera dalam menu tersebut.

Apabila sudah menemukan menu Pembayaran PBB, langsung klik saja. Anda juga akan diminta untuk mengisi NOP dan tahun pembayaran PBB terlebih dahulu. Terakhir, Anda akan mendapatkan semua informasi mengenai tagihan dan periksalah apakah sesuai. Lanjutkan dengan klik Bayar.

Begitulah beberapa informasi mengenai PBB online yang harus Anda ketahui. Sekarang Anda bisa melakukan pengecekan dan pembayaran secara online. Jadi tidak ada alasan ya untuk tidak membayar PBB karena kesibukan.


2 comments:

  1. Wah, aku baru tahu mbak. Kemarin pas sempat bayar, aku sampai minta tolong adik ipar. Kalau bisa online gini, lebih mudah bayarnya.

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.