Impian Pembaca Ebook Ingin Punya Tablet Android Eink

Impian Pembaca Ebook Ingin Punya Tablet Android Eink


Ebook reader


Belakangan ini, saya merasa kalau mata saya cepat lelah. Terasa berat seperti mengantuk. Padahal, waktu istirahat saya sudah termasuk cukup. Tapi, entah kenapa mata ini masih terasa lelah sekali. Bahkan, ketika mengenakan kacamata, sesekali akan terasa amat berat rasanya bingkai kacamata yang saya pakai.

Kacamata yang saya pakai ini masih terbilang baru sebenarnya. Belum ada satu tahun. Waktu awal menggantinya pun karena saya menderita vertigo yang tak kunjung sembuh. Kemudian, dokter tempat saya konsultasi menanyakan, kapan terakhir kali saya memeriksa mata? Tidak lama berselang, ternyata benar, sumber sakit vertigo yang tak kunjung reda ternyata dari minus mata yang bertambah. Usai mengganti kacamata, alhasil vertigo saya sembuh.

Biasanya saya mengganti atau merasa harus memeriksa mata saya ini selama beberapa tahun sekali. Karena, peningkatan minus mata saya tidak begitu ekstrim. Tapi, sekitar satu setengah tahun ini, mata saya sering terasa berat dan tidak nyaman. Ini bermula dari datangnya kegandrungan baru.

Sebelum saya ceritakan apa kegandrungan baru saya, izinkan saya menyeritakan sesuatu yang berkaitan erat dengan kemunculan kegandrungan baru ini.


Pindah Ke Rumah Mungil



Semua berawal dari pindah rumah ke rumah yang cukup mungil. Namun, suasananya menyenangkan, karena hunian yang saya tempati merupakan cluster yang dijaga dengan cukup baik. Lumayan dekat dengan akses Tol Grand Wisata. Serta cukup ramai dan penuh dengan ruko-ruko yang menyajikan ragam keperluan yang cukup memudahkan.

Kepindahan ini sebenarnya karena bangunan di hunian sebelumnya sudah cukup tua. Banyak rayap dan tikus yang sering gaduh di atap. Selain itu, yang mengkhawatirkan adalah banjir setiap hujan deras mengguyur Bekasi. Keluhan banjir ini sudah saya coba tekan dan tahan sedemikian rupa. Tapi, ternyata saya tak kuat juga.

Pasalnya, beberapa buku saya menjadi korban. Inilah yang menjadi pemicu terbesar keinginan untuk pindah. Buku-buku saya, kasihan nasib mereka.
Pindah ke tempat yang baru nan mungil ini. Memaksa saya untuk berpikir keras. Karena, tempat penyimpanan tidak memadai sementara barang yang terlampau banyak ini membutuhkan ruang tambahan. Demikian pula beberapa kardus buku yang harus rela di simpan dan belum kunjung mendapat tempat.

Dari ruang penyimpanan yang kecil inilah saya akhirnya bertekad untuk membeli buku yang memang benar-benar saya inginkan. Bahkan, saya hanya mengikuti giveaway yang berhadiah voucher buku, bukan berhadiah buku tertentu. Ini karena saya ingin mengurangi menumpuk buku-buku yang nantinya tidak akan saya baca lagi.



Terima Kasih Untuk Semua Aplikasi Baca Langganan



Dari alasan ingin memberikan ruang lebih bagi tempat penyimpanan inilah, akhirnya saya mulai jatuh cinta pertama kali dengan Kindle. Aplikasi yang merupakan milik Amazon ini memang banyak diminati. Meski di Indonesia sudah ada aplikasi sejenis yaitu Gramedia Digital, tapi tetap saja saat itu saya masih merasa kurang nyaman membaca di aplikasi ini.

Awal mula memutuskan berlangganan Kindle dengan Cara Nakal Langganan Kindle. Setelah menerima informasi bahwa Handmaid's Tale karya Margareth Atwood bisa dibaca gratis jika berlangganan Kindle. Otomatis, saya langsung mencoba layanan ini. Dan, akhirnya saya jatuh cinta.

Beberapa waktu berlalu, akhirnya aplikasi Gramedia Digital tak lagi menyebalkan saat diakses. Dan membawa angin segar dengan membawa kabar dibukanya kumpulan orang yang mau patungan berlangganan Gramedia Digital. Oiya, sistem patungan ini sudah berlangsung sejak lama, loh. Jadi, akun yang digunakan cuma satu, tapi akun tersebut dapat diakses sebanyak lima device. Kalau dihitung-hitung, setiap orang hanya dikenakan biaya Rp20.000 saja!

Sangat ramah untuk sobat qismin lainnya. Semoga ke depannya Gramedia Digital tidak menyedot darah para pembaca berlebihan, ya. Jangan menyekik kami para sobat qismin ini dengan ragam kenaikan harga, ehe ehe ehe.

Selain Kindle dan Gramedia Digital, ada lagi nih yang menjadi penyumbang bacaan buat saya. Yaitu, Netgalley. Sebuah website yang menyediakan ebook-ebook ARC aka Advance Reading Copy, yang fungsinya untuk mendapatkan penilaian sebelum buku tersebut benar-benar resmi dirilis. Jadi, kita bisa baca buku sebelum diterbitkan! Kapan-kapan, kalau sempat, saya akan membahas tentang Netgalley ditulisan terpisah, insya allah.

Nah, selanjutnya ada lagi yang memengaruhi saya nyaman membaca ebook. Yaitu koleksi di Scribd yang semakin hari semakin bertambah menarik. Dulu, awal mula saya mulai berlangganan Scribd, karena butuh baca dokumen-dokumen semacam essay yang diunggah di sini. Agar bisa membacanya secara keseluruhan aka bukan versi gratis yang enggak semuanya tampil. Dari perkenalan inilah saya melihat perkembangan Scribd mulai menggoda iman seperti Kindle.

Sementara untuk Play Book yang merupakan milik Google. Pun sama menariknya karena sering memberikan potongan harga yang enggak tanggung-tanggung. Saya pernah dapat voucher potongan senilai 70%! Sayangnya cuma untuk satu item saja. Dan, meski Play Book ini tidak menyediakan biaya berlangganan, tetap saja koleksinya sering bikin meleleh.



Timbul Keinginan Untuk Punya E-Reader



Buat yang mengenal Amazon dan Kindle, tentu mengenal juga gawai yang mereka ciptakan khusus untuk para pembacanya. Ada salah satu produk mereka namanya Kindle Paperwhite. Di teknologi E-Reader ini ada yang canggih, yaitu teknologi E-Ink, dimana layar gawainya dimodifikasi sedemikian rupa hingga bentuknya menyerupai buku dan sangat teramat rendah terhadap radiasi. Juga, nyaman dibawa kemana saja.

Harga E-Reader ini bermacam-macam. Ada yang 1 jutaan, sampai 12 jutaan. Tentunya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga, saat ini, sebagai pembaca Ebook saya masih mendambakan E-Reader yang spesifikasinya seperti ini :



1. Memiliki Operating System Android Terbaru



Kindle Paperwhite, Nook sampai Onyx merupakan merk E-Reader yang banyak disebut-sebut sebagai E-reader yang sesuai untuk para pembaca ebook. Namun, tidak semua E-Reader ini support aplikasi-aplikasi baca lainnya. Sementara, saya juga butuh aplikasi baca yang berbeda-beda. Apalagi, sering mereka menawarkan pilihan yang beragam dan beda.
Terutama untuk Scribd dan Gramedia Digital, minimum requirement-nya itu adalah Android terbaru.


2. Memiliki Teknologi E-Ink



Seperti yang sudah saya sebut di atas. Jikalau ada gawai Android berbentuk tablet atau tab dengan teknologi E-ink yang oke punya dan support beragam aplikasi baca lainnya. Tentulah akan saya lirik sambil saya doain biar jadi milik saya. Karena, teknologi e-ink ini sangat memberikan kemudahan bagi pembaca seperti saya yang sekaligus resah dan takut kalau nantinya mata ini harus mengalami kelelahan luar biasa.



3. Memiliki Beragam Ukuran Dan Fungsi Yang Cukup



Meski E-reader yang masih jadi impian saya ini akan lebih banyak berisi aplikasi-aplikasi ebook. Tetap saya pun membutuhkan aplikasi lain yang juga bermanfaat. Terutama aplikasi keamanan ketika gawai tersebut rusak atau hilang. Sehingga pengguna bisa menghapus otomatis data informasi pribadinya. Selain itu, tentu akan menyenangkan saat bisa membaca berita atau main twitter dengan perangkat e-ink.

Kemudian, dengan memiliki ragam pilihan ukuran, ini bisa memberi kemudahan untuk saya, kira-kira yang sesuai ukurannya saat baca sebelum tidur itu bagaimana. Kan jadi enak kalau bisa memilih.


4. Harga Yang Sesuai Kondisi Dompet



Saya loh baru tahu kalau Sony punya gawai yang hampir menyerupai gawai yang saya impikan. Namanya Digital Paper. Harganya? 12.5juta!! Saat mengetahui harganya saja sudah membuat jantung saya kocar-kacir. Meski saya sangat mencintai membaca dan ingin punya gawai seperti yang saya sebutkan di sini. Tetap saja saya bukan orang yang gampang tutup mata hingga nekat merajuk siapa saja yang saya temui untuk membelikan gawai ini 😆.



5. Didukung Dengan Layar Anti Pecah


Enaknya ini tuh kalau beli atau punya gawai yang punya ukuran standar Temper Glass. Jadi, enggak bikin pusing kalau-kalau ingin dipasang Temper Glass. Saya pernah soalnya, kesulitan mencari ukuran stiker anti pecah, yang akhirnya saat dipaksa ukuran merk lain malah enggak sesuai dan membuat body gawainya lecet.


***


Nah, karena ini impian. Dan saya masih mencari-cari kemungkinan gawai yang minimal mendekati ciri-cirinya dengan gawai impian saya. Siapa tahu, suatu saat nanti bisa punya. Karena, keluhan mata saya sudah bikin ingin Maju-Mundur-Tsantik-Tsantik. Padahal, koleksi ebook bulan desember ini cukup menggoda.

Ohiya, saya mau cerita sedikit mengenai pengalaman saya mengenakan aplikasi tambahan berupa filter untuk mengurangi paparan cahaya dari gawai. Awalnya saya pikir mata saya tidak akan berontak. Tapi, lama kelamaan ternyata tetap tidak senyaman membaca melalui teknologi layar E-Ink. Saya pernah coba soalnya di tempat orang jual gawai. Ternyata, enak banget baca ebook di layar E-Ink.

Kalau Anda bagaimana, ada enggak sesuatu yang Anda inginkan sebagai penunjang hobi tapi belum ketemu produknya?

No comments:

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.