#BuatKamu Yang Ingin Memberi Penghargaan Pada Dia Yang Menginspirasimu

#BuatKamu Yang Ingin Memberi Penghargaan Pada Dia Yang Menginspirasimu


Tcash wallet



Saya menutup halaman terakhir buku berjudul Kemarau yang ditulis oleh A.A. Navis. Seorang sastrawan yang terkenal karena tulisannya yang berjudul Robohnya Surau Kami. Karya-karyanya senantiasa berisi sindiran-sindiran yang bukan sekadar sindiran tanpa bobot, namun berisi dan membuat takjub pembaca seperti saya.

Kalau saya tak gemar membaca buku.
Mungkin, saya tak akan pernah mengenal sastrawan-sastrawan di Indonesia. Tak mengetahui, bahwasannya ada perilaku-perilaku manusia yang menunjukkan pola tertentu. Pola inilah yang membantu saya mengamati dan menelusuri kehidupan setiap manusia di sekitar saya. Cukup unik. Dimana hal ini membawa saya pada rasa syukur dan terpana pada Sang Maha Pencipta.

Berbicara masalah penulis, tentunya sudah tidak asing lagi mengenai label Penulis Itu Miskin. Membuat saya kembali menekuri jejak sekitar bulan Agustus 2018, saat Hamsad Rangkuti, seorang sastrawan Indonesia meninggal dunia. Sebelumnya, saat beliau dirawat di rumah sakit. Sempat beredar sebuah aksi donasi untuk membantu keluarga beliau membayar biaya pengobatan. Dan, hasil yang didapat benar-benar di luar dugaan.

Menjadi Penulis Kaya, itu mungkin. Hanya saja, selera kebanyakan orang Indonesia pada karya sastra masih sangat minim. Ini ditandai dengan komentar-komentar yang muncul usai pemberitaan tentang sosok Iqbal yang akan menjadi Minke. Bagi pembaca buku sastra, sosok Minke yang merupakan tokoh dari buku karya sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer, bukanlah hal yang baru. Namun, bagi banyak orang yang BELUM mengenal Pram, tentunya hanya bisa berkomentar bingung.

Saya masih ingat ada seorang remaja yang bertanya, "memangnya siapa sih Pram itu? Sehebat apa dia?" Spontan saja, komentar si remaja tadi dibahas di beberapa grup pembaca. Nama Pram itu sama seperti nama Buya Hamka dan Chairil Anwar. Sebuah nama yang sakral bagi para pembaca sastra. Sehingga, wajar ketika mereka terang-terangan merasa sedih dan kecewa karena faktanya masyarakat Indonesia belumlah mapan dalam hal literasi.

Selain kemapanan dalam dunia literasi, di Indonesia ini pun jumlah plagiator teramat banyak. Di salah satu situs yang memang memfokuskan diri untuk mempublikasi tulisan-tulisan para penulis baru ini sempat dihebohkan dengan karya yang diunggah dimana merupakan karya penulis dari penerbit mayor. Kasus ini berakhir menjadi kasus pembajakan karya. Sang penulis berusaha untuk menyelesaikan dengan si pembajaknya, namun hingga kini kasus tersebut seolah tenggelam.

Berbicara masalah pembajakan, jangan salah, banyak pula akun - akun di Instagram yang menjual karya-karya penulis Indonesia dalam bentuk buku elektronik dan dijual dengan sangat murah. Bagi banyak pembaca buku, sudah digiatkan pengenalan aplikasi-aplikasi untuk membaca buku gratis. Ini dimaksudkan agar pembajakan karya penulis semakin berkurang.

Saya pun turut serta ikut aksi Setop Pembajakan Karya dengan membeli buku yang asli dan membeli buku elektronik dari sumber terpercaya. Hal ini saya tujukan #Buatkamu para penulis yang sudah bersusah payah mengolah dan mengajak pembaca eksplorasi kehidupan dari dramaturgi yang disajikan pada setiap karyanya. Juga, #Buatkamu para sastrawan yang telah membantu saya memandang kehidupan dengan cara yang tak biasa namun tetap menyenangkan.

Kalau mau belanja buku, tentu bisa belanja di Gramedia. Pembayarannya bisa dengan menggunakan TCash, loh. Mudah dan tanpa uang tunai. Apalagi belakangan ini transaksi non tunai sedang sangat digalak-kan, jadi dengan #PakeTCash bisa ikut juga dalam kampanye transaksi nontunai.

Tcash wallet


Buat yang masih awam dengan TCash. Sini duduk dulu, bacalah baik-baik sambil menyesap kopi atau teh.


- TCash merupakan produk dari Telkomsel. Produk ini ditujukan buat kita semua yang ingin melakukan transaksi nontunai tanpa ribet.

- Meski TCash ini produk dari Telkomsel, tapi buat operator lain, bisa juga menggunakan aplikasi ini. Jadi, TCash ini bisa digunakan untuk SEMUA OPERATOR.

- Pakai TCash ini lebih efisien. Terutama buat yang lupa membawa uang tunai. Karena, bayar di Merchant TCash tinggal pakai Tap atau Scan Kode QR aja!

- Bukan cuma buat transaksi nontunai saja. TCash juga bisa digunakan untuk beli pulsa, bayar listrik, beli voucher game, bayar tagihan internet, tagihan air dan tagihan lainnya.

- Kalau ingin kirim uang ke Adik, teman, saudara atau pacar. Bisa juga pakai TCash. Apalagi buat sesama pengguna TCash. Tapi, buat transfer ke bank juga bisa, kok.


Semuanya bisa lah sama TCash ini. Yang enggak bisa itu, minta jodoh sama minta bahu untuk disenderin. Mohon maaf aja nih, ya, TCash enggak punya fiturnya. Jadi, jangan berharap, nanti kangen.

Tcash wallet



Tadi saya sudah kasih tahu, apa dan bagaimana TCash itu. Sekarang, saya mau kasih tahu cara pakai TCash.


1. Unduh aplikasinya dari Google Playstore. Ketik TCash Wallet di kolom pencarian.

2. Kalau sudah terpasang. Jalankan aplikasinya.

3. Pilih Mulai, kemudian masukkan nomor handphonemu untuk mengirimkan kode verifikasi.

4. Ikuti terus perintah yang sesuai dengan yang ada di tampilan.

5. Kalau sudah berhasil, Anda akan dialihkan ke menu utamanya. Dan selamat, Anda bisa menggunakan TCash.


Tcash wallet


Lah, terus kalau mau isi saldo TCash gimana caranya? Biar lebih khidmat, tolong baca ini sampai tuntas. Saya akan berikan beberapa pilihan untuk isi ulang saldo TCash.


A. Isi saldo dengan menggunakan ATM Bersama / ATM BCA

  1. Masukkan kartu ATM dan PIN akun bank Anda
  2. Masuk ke menu Transfer Saldo ke akun bank
  3. Masukkan kode bank untuk TCASH: 911
  4. Nomor rekening yang dituju adalah nomor telepon yang terdaftar TCASH (ex. 08111991xxx)
  5. Masukkan jumlah uang yang diinginkan
  6. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi.

B. Isi saldo TCash melalui Mobile Banking

  1. Login ke aplikasi mobile banking Anda
  2. Pilih Transfer ke Rekening Bank Lain
  3. Pilih tujuan transfer ke 'TCASH' dgn kode bank 911
  4. Gunakan nomor HP yang terdaftar TCASH (0811192xxxx) sebagai nomor rekening tujuan
  5. Masukkan jumlah isi saldo yang diinginkan.


***


Gimana? Sudah siap menggunakan TCash? Kalau begini, saya jadi tahu kenapa orang masa kini itu tidak masalah ketika ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone. Karena, semua transaksi sudah bisa digunakan dari handphone! Kalau nanti tersedia E-Ktp dalam bentuk aplikasi, sepertinya ketenaran dompet akan terkikis sedikit demi sedikit. Tapi, sampai saat ini sih saya masih butuh dompet. Soalnya, buat nyimpen foto mantan saya, namanya Lee Min Ho #eeaaa #diahalu.


Semoga artikel ini bisa bermanfaat, ya. [Ipeh Alena]

No comments:

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.