Pengalaman Menggunakan Kartu Sehat Kota Bekasi Di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur

Pengalaman Menggunakan Kartu Sehat Kota Bekasi Di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur



Kartu Sehat Bekasi



Anda warga Bekasi, sudah memiliki Kartu Sehat? Kalau dalam kondisi mendadak dan butuh perawatan dari Rumah Sakit kelas menengah, namun tidak menerima layanan BPJS. Anda cukup memeriksa di daftar Rumah Sakit yang menerima layanan Kartu Sehat.

Saat saya menggunakan layanan ini, kondisi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur tidak begitu ramai. Untuk pelayanannya pun sama, tidak sepenuh antrain BPJS. Untuk pelayanan yang berbeda itu berupa obat-obatan, dipilih yang tidak mahal. Kemudian tempat mendaftarnya.

Ketika saya berobat dengan keluhan meriang dan batuk kering, saya mengalami kebingungan yang disebabkan kesalahan saya. Awalnya, ingin menggunakan kartu asuransi seperti biasa, tapi ada kendala yang membuat kartu asuransi saya harus dicetak ulang dan sampai sekarang belum datang. Saat datang, saya lupa menanyakan pendaftaran untuk pengguna Kartu Sehat. Otomatis, saya bolak-balik karena kurang lengkap saat bertanya.

Jadi, untuk pasien khusus pengguna Kartu Sehat khusus Kota Bekasi ini, pendaftarannya di Ruang Kaca Amarilis yang letaknya persis di belakang pendaftaran Poli Anak. Di situ Anda akan dimintai beberapa fotocopy yang harus sudah dipersiapkan, yaitu :


  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy KTP pasien
  • Fotocopy Kartu Sehat



Kartu Sehat Bekasi


Kalau ketiga persyaratan di atas sudah dipenuhi. Anda tinggal mengikuti perintah harus menunggu di bagian mana atau di ruangan apa. Kelebihan dari Kartu Sehat ketimbang BPJS ini yang paling tampak adalah Pilihan Rumah Sakitnya. Dimana Mitra Keluarga Bekasi Timur hanya menerima pasien pengguna BPJS Ketenagakerjaan itu pun untuk beberapa kasus tertentu. Sementara untuk BPJS Kesehatan tidak tersedia di rumah sakit ini. Sehingga, saya merasakan betul kemudahannya terutama karena dokter langganan saya ada di sini.

Untuk pelayanannya juga sama dengan pasien pengguna Asuransi atau Pribadi. Dari mulai dokter yang menangani, ruang perawatan sampai pelayanan pembayaran dan semuanya itu sama. Saya membandingkannya dengan kondisi ketika saya sebagai pasien pengguna Asuransi. Karena ini merupakan pengalaman saya pribadi, terutama ketika antrian di farmasi pun tidak ada perbedaan. Hanya berbeda di tempat pendaftaran dan juga pilihan obat.

Jadi, pilihan obat yang diberikan untuk pengguna Kartu Sehat ini, diberikan obat yang harganya memang tidak mahal. Tapi, tetap ampuh. Bisa dikatakan pilihan generik dari obat yang diresepkan si dokter. Ini memang ketentuan dari kerjasama antara rumah sakit dan pemerintah Kota Bekasi, ya. Bukan semau-maunya pihak rumah sakit. Apakah penyakit saya sembuh? Iyalah, kalau enggak saya disuruh kembali lagi ke dokter yang sama, untuk diperiksa secara menyeluruh penyebab batuk saya yang ternyata batuk alergi.


Pengalaman Operasi Usus Buntu Dengan Kartu Sehat Bekasi



Kalau tadi adalah pengalaman saya pribadi, untuk bagian ini saya akan menyeritakan pengalaman dari adik saya yang paling kecil. Sekitar dua minggu yang lalu, saat mengikuti upacara di sekolahnya, dia pingsan. Sampai diantar oleh dua orang gurunya dari sekolah untuk memastikan bahwa adik saya langsung dibawa ke rumah sakit. Pasalnya, keluhan dia ini sudah didiagnosa oleh dokter dari rumah sakit lain, bahwa ada kemungkinan dirinya harus menjalani operasi usus buntu.

Mendengar kata operasi usus buntu, seketika ingatan saya kembali ke sekitar tahun 2012, dimana keponakan saya meninggal dunia usai menjalani operasi usus buntu. Tidak hanya itu, HRD di kantor lama pun baru meninggal dunia sebulan sebelum adik saya didiagnosa usus buntu. Kondisi keduanya, baik keponakan maupun rekan kerja ini, usai menjalani operasi usus buntu yang keputusan diagnosanya ini cukup cepat, tidak sadarkan diri paska operasi. Tidak lama berselang meninggal dunia.

Bagaimana saya tidak ketar-ketir, coba? Mengingat dua kejadian tersebut membuat perut saya seketika mulas. Takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan juga takut kalau saya menyeritakan pada Ibu, nanti beliau stress dan gula darahnya meningkat. Namun, ada satu hal yang saya rasakan betul yaitu pihak rumah sakit tidak terburu-buru melakukan keputusan. Tetap menjalani prosedur seperti observasi lebih lanjut sampai penjelasan yang sangat-sangat detil sehingga saya saat itu juga langsung merasa tenang dan yakin.

Sebelum melakukan operasi, ada banyak sekali dokumen yang harus diisi dan ditandatangani. Ini semua merupakan prosedur dari kerjasama Kartu Sehat dengan Rumah Sakit, ya. Jadi, jangan mengeluh harus tanda tangan ini dan itu. Sudah, ikut saja prosedurnya sambil dibaca baik-baik dan ditanyakan juga dengan baik pada perawat atau petugas yang memintanya. Allhamdulillah, selama pengalaman dua kali menggunakan Kartu Sehat ini, tidak saya temui perawat atau petugas yang jutek atau tidak informatif hanya karena kami menggunakan Kartu Sehat.

Operasi Usus Buntu yang dijalani adik saya dilakukan sekitar pukul setengah enam sore. Saya, Bapak dan Ibu serta adik saya yang lelaki, ikut menunggu di ruang tunggu khusus pasien yang menjalani operasi. Setiap dering telpon yang berbunyi membuat jantung saya berdebar. Meski yang dituju adalah pasien lain. Oiya, saya ingin mengingatkan, bagi Anda yang ikut menunggu di ruang tunggu khusus pasien operasi, jika ada fasilitas telpon, mohon sekiranya untuk mengangkat jika letaknya berada di dekat Anda. Meski itu ditujukan untuk orang lain, bantulah orang lain dengan menjadi relawan yang meneruskan informasi dari ruang tindakan.

Karena, ada beberapa orang yang menunggu di ruang tersebut namun tidak menggubris bunyi telpon yang berdering sama sekali. Itu pun baru ketahuan saat orang-orang yang memang menanti kabar dari pasien yang ada di ruang tindakan baru masuk kembali ke ruang tersebut. Saya hanya bisa berbaik sangka, mungkin mereka tidak mengerti atau tidak mengetahui arti dari dering telpon di ruang tunggu operasi. Tapi, sangat berarti bagi mereka yang menanti kabar dari kerabat atau keluarga yang masih berada di ruang tindakan.

Tidak lama berselang, saya dipanggil untuk masuk ke ruang pemulihan. Di sana, saya diserahkan usus yang sudah ‘dipotong’. Tolong jangan dibayangin, hehehehe. Karena tidak semenakutkan dari yang dibayangin. Setelah saya menerimanya, kemudian menandatangani beberapa dokumen, saya juga melihat adik saya sudah mulai bisa diajak berbincang. Namun, dari ruang pemulihan tidak langsung dibawa ke ruang perawatan. Kenapa? Karena menunggu mereka benar-benar sadar dari bius. Perawat yang berada di ruang pemulihan juga menjelaskan kalau kesadaran dari adik saya ini masih belum sepenuhnya, masih sedikit terpengaruh obat bius.

Jadi, kami sekeluarga tinggal menunggu lagi sampai adik saya benar-benar sudah pulih. Tidak lama berselang, usai azan Isya berkumandang, adik saya baru bisa pindah dari kamar pemulihan ke kamar perawatan. Semua wajah keluarga saya terlihat lega dan senyum serta canda gurau kembali menghiasi suasana malam itu. Setelah sebelumnya semua mendadak tegang meski saya sudah memastikan adik saya ini sudah sadar.

Ada yang bertanya, apakah ada biaya yang dikeluarkan selama perawatan dan operasi usus buntu? Saya jawab, iya. Ada biaya yang tidak dibayarkan oleh Kartu Sehat. Yaitu biaya sarung tangan sebesar Rp 9.000. Jadi, selama sekitar 3 hari, adik saya dirawat di rumah sakit sampai dioperasi, total biaya yang dikeluarkan untuk dibayar ke rumah sakit itu sebesar sembilan ribu rupiah. Bagi saya pribadi, ini adalah hal yang memberi kemudahan bagi penduduk Bekasi.

Untuk yang ingin berobat menggunakan Kartu Sehat ini, diharapkan mengecek terlebih dahulu daftar Rumah Sakit yang bekerja sama dengan Kartu Sehat ini, ya. Jadi, tidak ada keributan kecil atau keluhan yang sebenarnya kesalahan dari pasiennya.

Ini saya sertakan beberapa nama rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan KIS Bekasi.


Rumah Sakit Dalam Kota Bekasi Yang Menerima Kartu Bekasi Sehat



  1. RSUD Kota Bekasi
  2. RS. Awal Bros
  3. RS Hermina
  4. RS Ananda Bekasi
  5. RS Mitra Keluarga Timur
  6. RS Mitra Keluarga Barat
  7. RS Bhakti Kartini
  8. RS Graha Juanda
  9. RS Sentosa
  10. RS Mekarsari
  11. RS Anna Medika
  12. RS Juwita
  13. RS Rawalumbu
  14. RS Anna Pekayon
  15. RS Hermina Galaxy
  16. RS Kartika Husada Jatiasih
  17. RS Mas Mitra
  18. RS Jatisampurna
  19. RS Mitra Keluarga Cibubur
  20. RS Permata Cibubur
  21. RS Permata Bekasi
  22. RS THB
  23. RS Citra Harapan
  24. RS Seto Hasbadi
  25. RS Karya Medika
  26. RS Bela
  27. RS Masmitra
  28. RS St. Elisabeth
  29. RS Hosana Medika Bekasi
  30. RS Satia Medika
  31. RS Subki Abdul Qadir
  32. RS Persada Medika Jt, Rahayu
  33. RS Ratna Evita
  34. RSIA Rinova Intan
  35. RSIA Karunia Kasih
  36. RSIA Seelasih
  37. RSB THB



Rumah Sakit Luar Kota Bekasi Yang Menerima Kartu Bekasi Sehat




  1. RS Sintanala
  2. RS Cipto Mangun Kusumo
  3. RS POLRI
  4. RS Persahabatan
  5. RS Sulianti Saroso
  6. RS Harapan Kita
  7. RSAB Harapan Kita
  8. RS Fatmawati
  9. RS Suharto Herjan
  10. RS Duren Sawit
  11. RSJ Islam Klender
  12. RS Haji pondok Gede
  13. RS Tiara
  14. RS Hermina Grand Wisata
  15. RS Puspa Husada
  16. RS Al-Mutazam
  17. RS Kartika Husada Setu
  18. RS Hermina Cileungsi
  19. RS Kartika Husada Tambun




***


Meski saya yakin, fasilitas Kartu Sehat ini yang bagi saya membantu. Pasti tetap akan ada orang-orang yang mengeluh terkait fasilitas dan prosedurnya. Saya tidak heran, karena memang sistem Kartu Sehat ini sendiri pun masih sangat baru. Jadi, jika ada kekurangan, tentunya akan selalu bisa ditemukan. Semoga saja meski masih baru, tapi sistem kesehatan ini bisa membantu banyak warga Bekasi yang membutuhkan. 

Dan, semoga pemerintah Kota Bekasi bisa terus komitmen dalam menyediakan pelayanan yang maksimal agar tidak ada keluhan dari banyak pihak terkait kendala pembayaran tagihan kesehatan. Sehingga setiap petugas dan pegawai di rumah sakit serta pasien pun sama-sama nyaman. [Ipehalena.com]

1 comment:

  1. " tidak saya temui perawat atau petugas yang jutek atau tidak informatif hanya karena kami menggunakan Kartu Sehat."

    Ini penting banget. Mudah2an semua petugasnya demikian, ya.

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.