02 August, 2018

Wisata Medis Menyediakan Bantuan Tenaga Ahli Untuk Anda Yang Ingin Berobat Ke Penang

Wisata Medis Menyediakan Bantuan Tenaga Ahli Untuk Anda Yang Ingin Berobat Ke Penang


wisata medis penang


Pernah gak mengalami, ketika berobat di salah satu dokter atau rumah sakit yang banyak direkomendasikan oleh orang lain, ternyata kurang cocok atau kurang sesuai dengan ekspektasi dan harapan kita? Tentunya ada beberapa orang yang mengalami hal ini, seperti saya contohnya. Bagi saya, tempat berobat sampai dokter yang menangani, ini seperti jodoh, enggak bisa langsung cocok. Terkadang, ada yang sudah menjalani PDKT lama, tapi ternyata tidak kunjung cocok, entah itu perawatannya, tempatnya atau bahkan obatnya. Tapi, ada juga yang langsung cocok sampai-sampai saya selalu merujuk ke tempat tersebut setiap kali sakit.

Ini baru kasus untuk penyakit ringan sampai penyakit tifus yang pernah saya lewati. Berbeda lagi dengan kasus-kasus lain yang kemudian membawa saya pada satu kesimpulan, faktanya tempat berobat meski di perkotaan seperti Bekasi pun ada kalanya tidak mendatangkan kecocokan yang memuaskan. Nanti saya akan ceritakan beberapa kasus pengalaman yang dialami orang-orang terdekat saya.


Didiagnosa Osteoporosis Saat Rasa Ngilu Datang



Pengalaman pertama ini datang dari Mamah. Tahun 2015, Mamah baru saja pulang dari berbelanja di daerah Jakarta bersama dengan saudara-saudaranya yang lain. Mengingat beliau memang gemar sekali jalan-jalan dan berkeliling di pusat perbelanjaan, kita semua tidak ada yang menyangka bahwa tiga hari setelah pulang dari tempat belanja tersebut, kondisi Mamah ngedrop. Tubuhnya sempat panas selama beberapa hari, kemudian berangkat ke dokter langganan di dekat rumah. Beliau mengatakan Mamah terlalu kelelahan.

Anak-anak Mamah semua kemudian sepakat untuk meminta Mamah istirahat total. Saya pun harus siaga jika Mamah membutuhkan bantuan. Tidak lama berselang, Mamah merasakan nyeri pada bagian panggulnya. Kami pikir ini saraf kejepit, kemudian berangkat lagi untuk periksa ke dokter lain yang juga langganan, di daerah perumahan Galaksi Bekasi. Beliau meminta Mamah untuk menjalani rontgen. Setelah hasilnya keluar, menurut diagnosa beliau, Mamah menderita pengapuran.

Saya sangat hapal dengan kegemaran Mamah, beliau ini penggemar berat susu. Saya tidak bohong, sedari kecil sampai sudah berusia hampir 69 tahun ini, Mamah masih tetap harus dan wajib sarapan pagi dimulai dengan minum susu. Karena itulah, anak-anak Mamah berpikir untuk membelikan beliau susu dengan kalsium tinggi. Namun, ternyata rasa nyeri itu masih timbul tenggelam, dan beberapa hari kemudian membuat Mamah kesulitan berjalan.

Hingga tante kami membelikan kursi roda karena Mamah tak sanggup berjalan. Padahal nyerinya di panggul, tapi itu menyebabkan beliau tidak sanggup berjalan sampai tidak doyan makan dan minum susu. Kondisinya ini menurun drastis, yang biasanya setiap kali Mamah tidak doyan makan, namun jika ditawari minum Susu, pasti tidak menolak. Tapi, kali itu malah memuntahkan susu yang sudah diminum. Kami khawatir sekali. Kemudian membawa beliau ke rumah sakit. Dan diagnosanya masih sama, pengapuran.

Entah bagaimana timbul rasa tidak puas dengan hasil yang ada. Akhirnya diputuskan dengan segera bahwa Mamah harus dibawa ke Surabaya. Kebetulan, di sana ada kerabat yang bisa membantu Mamah menemani selama berobat ke Rumah Sakit di Surabaya. Pun, berangkat ke Surabaya bukanlah hal yang mudah, dengan kondisi Mamah yang sulit berjalan. Ketika di bandara pun, tidak bisa meminjam kursi roda karena saat itu persediaannya sedang kosong, entah karena apa kami tidak ingin memusingkan hal ini.

Dan Mamah sampai harus merangkak saat naik ke pesawat karena menggunakan tangga. Ini hal yang sangat membuat kami sedih, terutama karena tidak semua anak-anaknya Mamah bisa mengantar ke Surabaya. Allhamdulillah sampai di Surabaya dengan selamat, keesokan harinya Mamah langsung menjalani MRI di sebuah rumah sakit di Surabaya. Kalau tidak salah ingat, MRI-nya Mamah ini 16 slice, sehingga detil yang didapat sangat akurat. Dan di sinilah dokter kaget karena ditemukan sesuatu di wilayah dekat rahim.

Setelah menjalani observasi selama dua hari, dinyatakan bahwa sesuatu yang tampak itu adalah Kanker yang bertengger di getah bening dekat rahim. Operasi pengangkatan sudah ditentukan timnya, namun tetap harus menjalani observasi terlebih dahulu sekitar satu hari. Kami mendapat kabar dan semua ceritanya lengkap usai operasi pengangkatan rahim Mamah selesai. Kenapa sampai rahimnya harus diangkat?

Begini, saat di MRI, kondisi kankernya masih kecil, sekitar sebesar bola tenis. Namun, hanya dalam satu hari saat masa observasi itu sampai hari dioperasi, kanker tersebut bertumbuh besar dengan cepat. Bahkan racunnya sampai menyebar ke organ lainnya hingga rahim Mamah harus diangkat segera. Tapi, jangan salah, mengangkat rahim Mamah yang kondisinya sudah parah ini bukan hal yang mudah. Karena, dokter menyeritakan kalau rahimnya itu bentuknya seperti tahu baru matang, rentan jika terkena sentakan kasar atau cepat. Apalagi saat itupun terjadi pendarahan sehingga dokter harus melakukan tindakan.

Siapa yang menyangka kalau kanker tersebut ternyata ganas dan sebenarnya sudah mencapai stadium 4 hanya dalam beberapa malam. Seluruh keluarga hanya bisa pasrah usai operasi, karena racunnya sudah menyebar bahkan hampir mengenai otak. Kondisi Mamah juga tidak bisa dikatakan sudah sadar betul, karena ketika selesai operasi, Mamah meracau tidak jelas. Terkadang bisa marah-marah kemudian menangis. Seperti orang yang berhalusinasi.

Tidak lama kemudian, Mamah harus menjalani kemoterapi sebagai terapi lanjutan. Beberapa kali selama menjalani terapi Mamah mengalami koma, seingat saya tiga kali selama Mamah berada di Surabaya saat sakit ini. Semua anak-anak Mamah dan cucu-cucunya sudah pasrah, ada kalanya kami semua kembali berharap, tapi kemudian pasrah lagi. Terus begitu. Namun, yang kami sesalkan adalah mengapa diagnosanya bisa berbeda jauh sekali?

Saya tidak ingin menyalahkan siapapun apalagi sampai menuduh kalau pelayanan Rumah Sakit di tempat saya tinggal ini kurang kompeten. Tidak. Hanya saja, saat itu ada rasa sedih dan kesal, kenapa tidak ada satupun yang diagnosanya mendekati dengan kondisi sebenarnya?

Hingga setelah tiga kali koma, dengan kondisi tubuh Mamah habis, kurus kering, rambutnya botak dan Mamah harus terbaring di tempat tidur selama lebih dari empat bulan. Kondisinya ditambah dengan tubuh bagian belakang Mamah yang lembab kemudian iritasi hingga bolong-bolong kulitnya. Untuk makan pun harus di sonde. Dan Mamah diwajibkan untuk mengonsumsi makanan berprotein tinggi.

Mengingat kenangan tentang perjuangan kami selama berbulan-bulan, berharap kemudian pasrah lalu berharap lagi hingga pasrah lagi. Jatuh bangun kami semua, anak-anaknya Mamah sampai harus bergantian bolak-balik ke Surabaya. Ini semua menjadi pengalaman yang membuat kami belajar, bahwa Kanker adalah anugerah yang tak bisa dihindari. Bahwa apapun jika Allah berkehendak maka semua akan terjadi sesuai kehendak-Nya.

Dan kini, kami bersyukur karena Mamah kembali sehat, sudah kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Bahkan sudah kembali jalan-jalan mengitari perbelanjaan seperti sedia kala, hehe. Tapi, memang ada yang berbeda, akibat racun yang menyebar hingga hampir merusak otaknya, banyak dari ingatan Mamah yang hilang. Bahkan, belakangan ini sering tertukar ingatannya dari mengingat A menjadi B kemudian C. Namun, apapun itu, melihat Mamah bisa kembali bersama dengan kami, itu adalah keajaiban yang Allah berikan untuk kami. Allhamdulillah.



Terlambat Mendapatkan Penanganan Dan Diagnosa Yang Kurang Tepat


Lain lagi dengan kasus yang dialami oleh seorang Ibu yang memiliki lima orang anak. Kasus ini saya dengar tidak lama berselang dari kondisi Mamah yang mulai membaik. Ibu ini mengalami pendarahan yang tidak biasa, sehingga membuatnya harus segera memeriksakan diri ke Dokter khusus kandungan. Dengan kondisi yang sudah cukup lemas, beliau bersama dengan lima anaknya yang menemani, berangkat ke rumah sakit demi mendapatkan jawaban yang bisa menenangkan hatinya.

Tapi, siapa sangka, karena dokter menemukan adanya kanker yang ternyata sudah masuk ke stadium 2 terletak pada wilayah serviks. Ini yang membuat saya kemudian berpikir kembali untuk menabung demi mendapat vaksin khusus. Karena kondisinya ini, beliau sempat merasa patah semangat, namun melihat lima orang anaknya ini membuat dirinya bukannya semangat tapi justru semakin terasa terbebani. Dia tidak ingin merepotkan orang lain apalagi anak-anaknya. Namun, mereka semua kompak untuk tetap ingin menemani sang Ibu berobat hingga sembuh.

Namun, siapa sangka, suatu hari beliau mengalami batuk yang meradang hingga terasa sesak, demikian beliau bercerita. Hingga saat diperiksa ternyata paru-parunya mengalami flek. Terdapat flek yang tampak sesudah diperiksa di bagian radiologi. Alih-alih semangatnya untuk sembuh semakin tinggi, beliau justru menjadi semakin pasrah. Tubuhnya sudah mulai menyusut dari yang sebelumnya gemuk.

Kondisinya pun berangsur-angsur menurun, hingga dokter kembali memeriksanya dan ternyata kankernya sudah masuk stadium 4. Pengalaman ini hampir sama dengan yang dialami oleh Mamah. Dimana diagnosa kanker ini cukup terlambat. Hingga akhirnya, penanganannya pun terlambat. Padahal, jika diagnosa yang diterima cukup cepat, maka perawatan dan penanganan kankernya pun bisa semakin cepat.



Wisata Medis : Menjalani Perawatan Medis Sambil Berwisata



Dari dua kasus yang saya berikan tadi, sebenarnya saya jadi kepikiran tentang beberapa artis ternama yang sempat menjalani pengobatan di Malaysia. Banyak dari para artis ini memilih berobat ke luar negeri alih-alih dalam negeri. Kenapa? Apakah se-tidak-kompeten itukah tenaga ahli Indonesia? Nah, banyak dari orang-orang yang memperdebatkan hal ini. Sebenarnya, tenaga ahli dalam bidang kedokteran di Indonesia sudah sangat canggih dan bagus. Tapi, itu tadi, mencari tenaga ahli dan juga tempat berobat itu seperti mencari jodoh. Tidak bisa dipaksakan.

Wisata medis ini sebenarnya bukan hal yang aneh. Begini, setiap orang yang menderita sakit tentu punya pemikiran ingin mendapat tempat berobat yang bisa membuatnya nyaman dan tenang selama menjalani pengobatan. Tentunya dengan begitu, tempat yang menjadi pilihannya pun terkadang tidak bisa sembarangan. Apalagi, jika mereka tahu kalau penyakit mereka sudah kritis atau parah, mau tidak mau mereka berpikir untuk berobat di tempat yang bisa menimbulkan rasa nyaman saat harus menghabiskan waktu di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama.

Bagi Anda yang tengah mencari tempat berobat yang memiliki fasilitas lengkap sekaligus bisa sambil wisata, bisa gunakan layanan dari Wisata Medis dengan mengusung konsep wisata medis bagi Anda yang butuh untuk refreshing tapi sambil mencari penanganan tenaga medis yang bagus. Tidak sedikit artis di Indonesia yang menjalani pengobatan di Penang. Itu karena mereka juga ingin merefresh semangat mereka.

Dengan menggunakan layanan dari Wisata Medis, Anda tidak perlu khawatir lagi karena di sini menyediakan pilihan rumah sakit yang berkualitas – rumah sakit yang berbeda menyediakan
fasilitas dan layanan yang berbeda, ada yang rumah sakit yang memberikan fasilitas penjemputan langsung dari bandara, ada juga rumah sakit yang hanya menyediakan penginapan selama berada di Penang. Jadi, semua fasilitas ini berdasarkan kebutuhan Anda.


wisata medis penang
copyright : mymedicaltourism.com/id


Dilansir dari website Wisata Medis : “Wisata medis merupakan salah satu pilihan traveling sambil berobat demi menikmati fasilitas medis yang lebih canggih, pelayanan yang lebih berkualitas, dan tingkat keramahan yang mengagumkan. Jadi, wisata kesehatan adalah suatu kegiatan wisata yang dibutuhkan bagi pasien karena adanya objek atau fasilitas yang diperlukan untuk mengembalikan kesehatan di daerah tujuan wisata.

Untuk layanannya pun sangat beragam, Anda bisa tentukan sesuai dengan kondisi yang Anda butuhkan baik itu untuk Anda pribadi atau untuk orang-orang terdekat.


  • Spesialis Kandungan
  • Spesialis Jantung
  • Spesialis Dermatologi
  • Spesialis Gastroenterologi
  • Spesialis Tulang
  • Spesialis Internis atau Penyakit Dalam
  • Dll (silakan kunjungi websitenya untuk daftar dokter spesialis - http://www.mymedical-tourism.com/id)



Pelayanan yang disediakan oleh My Medical Tourism ini juga cukup komplit, karena menyediakan jasa pendapat kedua. Dimana layanan ini memungkinkan Anda untuk konsultasi dengan dokter lain yang berasal dari Jepang. Pendapat kedua ini bisa membuat Anda bertanya banyak hal dan mendapatkan pemahaman dan wawasan mengenai gejala dari penyakit atau diagnosa yang Anda terima dari dokter sebelumnya. Jadi, dengan jalur pendapat kedua ini, Anda bisa memiliki banyak pilihan sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Selain itu, jika Anda sudah pasti ingin berobat ke Penang. Anda tinggal mengisi formulir pada website yang tersedia. Formulir ini {http://www.mymedical-tourism.com/id/form/appointment#main-content]  berisi data diri Anda dan tanggal yang Anda pilih untuk bertemu dengan dokter yang sesuai dengan bidangnya. Pastikan Anda menuliskan secara rinci riwayat diagnosa yang Anda terima pada badan pesan, agar Anda bisa langsung diarahkan ke spesialis yang kompeten di bidangnya.


Alur Wisata Medis Di Penang



  • Anda bisa konsultasikan dulu penyakit Anda dengan jasa Second Opinion atau Pendapat Kedua dari Dokter di Jepang.
  • Setelah yakin, Anda bisa langsung Booking Pertemuan atau Membuat Jadual Temu.
  • Buatlah jadual keberangkatan Anda ke Penang sesuai dengan jadual yang sudah ditentukan.
  • Jangan lupa untuk menentukan rumah sakit yang Anda inginkan selama berobat di Penang.
  • Anda akan dijemput di bandara sampai ke penginapan dan ke rumah sakit selama pengobatan.



Informasi tambahan bagi Anda yang ingin menggunakan layanan Wisata Medis.

Website: http://www.mymedical-tourism.com/id
WhatsApp: +6017 668 5123
Facebook: Wisata Medis
Instagram: Wisata Medis


alur wisata medis penang



Tips Bagi Anda Yang Sedang Menghadapi Dilema 



Tentunya ketika menghadapi penyakit baik itu yang dialami oleh diri sendiri ataupun orang-orang yang kita sayangi, akan mendatangkan dilema. Ini adalah hal yang manusiawi, kita semua memiliki kekhawatiran yang berlebihan tentang kondisi yang tengah kita hadapi. Tips yang saya bagikan ini murni pengalaman dari saya yang sebenarnya mengalami dua kasus dari dua orang yang berbeda yang memang orang terdekat saya.

Semoga saja tips ini bisa membantu.


1. Jangan Menyerah, Carilah Tempat Lain Yang Bisa Memberikan Jawaban Berbeda


Seperti yang sudah saya lakukan saat menghadapi kasus Mamah. Kami mengantarkan Mamah ke dokter yang berbeda demi mendapat diagnosa yang tepat. Meski memang jawabannya sama, tapi apa yang kami usahakan ini tidaklah sia-sia.


2. Siapkan Uang Darurat Untuk Kondisi Darurat


Kalau mau tahu, total perawatan Mamah itu menghabiskan biaya sekitar 400 jutaan. Itu termasuk biaya saat Mamah koma di ruang khusus. Apalagi kondisinya Mamah mengalami tiga kali koma, jadi bisa dibayangkan bagaimana kondisinya saat itu.



3. Orang Yang Menunggu Pasien Juga Harus Sehat


Ini wajib, jangan sampai kita atau orang yang menjaga pasien, entah itu anak, cucu, mantu atau siapa saja terlalu kelelahan. Mereka harus lebih sehat daripada pasiennya, agar tidak mudah terserang penyakit jadi wajib untuk mengonsumsi vitamin dan makanan yang sehat.


4. Berdoa


Apalah kita manusia tanpa berdoa, tanpa pertolongan Allah. Saya pribadi tidak bisa memastikan bahwa Mamah akan sembuh, pada waktu itu. Setiap ditanya oleh banyak orang mengenai kondisi Mamah, kami semua hanya bisa menjawab, “doakan yang terbaik untuk Mamah.” Karena sejujurnya, kami merasa takut. Takut jika meminta sembuh, akan membuat Mamah tersiksa mengingat kondisi racun yang hampir mengenai otaknya. Tapi juga kami masih tidak rela jika beliau dipanggil secepat itu.

Jadi, pilihan kami hanya meminta doa yang terbaik dari siapapun yang kami temui. Bahkan, saat saya berbincang dengan tukang Mie Ayam langganan keluarga, kami selalu memintanya untuk juga mendoakan Mamah.



5. Sembuh Atau Tidak Itu Hak Allah


Ini semua karena Allah. Itu yang terus kami gaungkan setiap hari saat menunggu kabar terbaru dari Mamah. Boro-boro berharap akan begini dan begitu, melihat kondisi beliau saja kami hanya bisa pasrah dan pasrah. Ada hari-hari dimana kami kembali berharap, tapi ada pula hari dimana kami lebih banyak pasrah dan tidak berani meminta lebih. Itu semua karena kami tidak tahu mana yang terbaik untuk Mamah. Jadi, serahkan semuanya pada Allah sang Maha Mengatur dan Maha Memiliki Kebenaran.


***


Cerita yang saya sampaikan di atas adalah kisah nyata. Tidak ada kondisi yang dilebih-lebihkan tapi banyak yang saya kurangi agar tidak terlalu luber di tulisan kali ini. Tidak saya sertakan bagaimana kondisi kami yang terpukul hingga semua keluarga plus adik-adiknya Mamah yang menangis setiap menjaga Mamah. Tapi, semoga kisah ini bisa ada manfaatnya walaupun mungkin hanya sedikit.

Semoga bermanfaat. (Ipeh Alena)

19 comments:

  1. ya ampun sedih banget untung feeling segera di bawa ke Surabya ya mba ya Alloh cepet banget itu kankernya :( semoga mamah lekas sehat y mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allhamdulillah sekarang Mamah sehat wal'afiat, teh. Nuhun doanya. Semoga teteh cantik dan keluarga juga sehat wal'afiat ya

      Delete
  2. Mbaaaaa, ini kok ya pas dengan kondisi saya. Sudah setahun lebih bapa bergulat dg tumor rahang. Kami anak2nya bingung & kdg putus asa soalnya bapa gamau dioperasi malah menjalar kemana2...sekarang gabisa jalan dan masih terus berobat tp tetap blm mau dioperasi. tp mudah2an setelah tau bahwa ini pengaruhnya kemana2 mau dioperasi walaupun gatau bisa apa ngga karena usia dll. Kalo keluar negeri berobatnya, wallahualam merasa ga mampu secara biaya kami anak2nya serta waktu siapa yg mau bawa karena anak2nya hampir semua di luar kota :((((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya allah semoga allah memberi jalan yang terbaik, ya Mba.
      Tetap dikonsultasikan dulu ke dokter, Mbak. Karena operasi untuk orang yang masuk level sepuh itu lumayan rentan. Jadi observasinya juga menyeluruh. Semoga allah memberikan jalan keluar ya, mbak.

      Delete
  3. Ya Allah, Ipeh. terenyuh membacanya.
    Semoga Mamah memabik terus, ya. In syaa Allah sakitnya yang kemarin-kemarin jadi pencuci dosa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin allahumma aamiin. Betul, kak, semoga bisa menjadi pencuci dosa.

      Delete
  4. Peluk Ipeeeehh, membaca ceritanya bikin merinding. Semoga mamah diberi kesabaran untuk sembuh dan segera diangkat sakitnya, aaamiiinnnn.

    ReplyDelete
  5. benar mbak... sembuh adalah hak Allah. Oleh sebab itu kita sebagai makhluknya jangan berhenti meminta dan berdo'a. Orang yg gak meminta sesuatu kepada Allah itu bisa dikatakan sombong. Semoga ibu segera sembuh... kembali sehat. Saya hanya bisa bantu do'a dan semangat buat keluarga mbak Ipeh...

    ReplyDelete
  6. Yang terpenting manusia sudah berusaha, hasil terakhir ya, Tuhan yang bisa menjawabnya. Semoga sehat selalu buat mamanya, Mbak Indah.

    ReplyDelete
  7. Semoga mamah Ipeh selalu sehat ya setelah pulih.

    Kondisi menghadapi keluarga yang terkena kanker, seperti yang saya alami ketika ibu mertua didiagnosa kanker payudara akhir tahun lalu. Alhamdulillah, masa itu sudah berlalu meskipun ada beberapa kondisi yg ngga bisa kembali seperti semula.

    Semangat terus ya, Ipeh sayang..

    ReplyDelete
  8. Merinding baca tulisan Ipeh sampai bolak-balik nahan napas.
    Ini second Opinion yang kami berikan kepada Babe rahimahullah saat mengetahui mengidap polip di usus nya.

    Tapi saat itu pertimbangan Babe adalah karena Penang itu jauh (butuh waktu, perjalanan), jadi Babe menghapus pilihan ini dan berobat di dalam kota saja.

    Kebetulan kota yang sama dengan yang Ipeh ceritakan.


    Salam kagem Ibunda tercinta yaa... Ipeh.

    ReplyDelete
  9. Mbak Ipeh, semoga perjuangan mbak dan keluarga untuk merawat ibunda jadi amalan dan pahala ya mbak. Masha Allah aku mungkin kalau ada di posisi mbak tidak akan sekuat itu. Kadang kita suka lupa kalau sakit atau sehat itu hak prerogatif Allah. Semoga ibu lekas membaik ya mbak. Aamiin

    ReplyDelete
  10. Jadi kalau mau berobat ke penang bisa melalui wisata medis dulu ya, mba? Infonya bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, kak, jika ingin mengetahui informasinya bisa kunjungi websitenya mymedical-tourism.com

      Delete
  11. Idenya bagus, ya. Sebagai salah satu langkah ikhtiar. Sayangnya, jauh, ya. Sehat memang harus diusahakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Fah, biar perjalanan medis gak menjemukan jadi bisa pilih paket di Wisata medis yang sesuai biar bisa menikmati masa-masa pengobatan di Penang.

      Delete
  12. Sekarang banyak yang berobat ke Penang dan Melaka karena layanannya oke dan vonis dokternya biasanya lebih tepat ya Mba. Biaya juga kadang ga beda jauh. Emang harus ikhtiar maksimal biar ga nyesel ya Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, mba, namanya ikhtiar itu harus totalitas.

      Delete
  13. eh ini konsepnya keren banget deh, wisata medis, mudah2an ada rejeki juga pengen bawa mama check up ke Malaysia.

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih