Movie Review : Wrinkle in Time - Sebuah Usaha Mencari Jejak Seorang Ayah


Movie Review : Wrinkle in Time - Sebuah Usaha Mencari Jejak Seorang Ayah



"There is nothing to fear except fear itself" ~ Wrinkle in time

A wrinkle in time


Akhirnya kesampaian juga nonton film Wrinkle in Time yang diangkat dari novel ini. Penasaran juga karena sempat nge-hype banget beritanya di kalangan para pembaca buku. Kisah secara keseluruhannya sih, tentang seorang anak yang mencari bapaknya yang hilang di luar angkasa. Secara, bapaknya ini seorang anggota Nasa. Ceritanya ini unik karena mengangkat tema ilmiah, tentang dunia paralel dan keberadaan ruang multidimensi di luar angkasa.

Kenapa saya ingin menontonnya? Karena saya penasaran dengan wujud perubahan Mrs. Whatsit yang saat saya baca bukunya melalui Kindle reader, imajinasi saya masih belum bisa menggambarkan bagaimana sih bentuknya? Selain itu, saya juga penasaran dengan dunia Uriel ini, bagaimana bentuknya dan seperti apa interpretasinya dalam film.

Kali ini saya sepertinya akan mengombinasikan ulasan filmnya ditambah beberapa deskripsi tentang tokohnya sedikit lebih banyak dari bukunya. Jadi, biar lebih lengkap, gitu. Oiya, film dan bukunya memang diperuntukkan bagi anak-anak, meski di filmnya ada bagian 'kissing' antara Bapak dan Ibunya Meg, jadi silakan dipertimbangkan.


Meg Dan Charles Kakak Beradik Yang Kehilangan Ayahnya



Saat kecil, mereka sangat dekat dengan sosok sang Ayah. Terutama karena satu-satunya lelaki yang mampu memahami Meg, apa yang dia sukai dan dia tidak sukai, sang Ayahlah yang tahu betul. Sehingga Meg teramat merasa kehilangan, meski telah 4 tahun Ayahnya tak kembali dari penelitian yang membuat keluarga mereka sering mendapat cibiran dari banyak orang. Ada yang mengatakan kalau sosok sang kepala keluarga itu sudah menikah dengan orang lain. Karena memiliki anak-anak yang aneh.

Terutama Meg yang setelah kepergian sang Ayah, nilainya merosot tajam. Di kelas, dia tak lagi bisa fokus pada pelajaran. Meski dia sangat menyukai pelajaran fisika atau berhitung lainnya, tapi karena tampak tidak tertarik dengan sekolah membuat prestasinya menurun. Ditambah dengan lingkungan sekolah yang sering membuatnya tak nyaman, kehadiran para perundung yang membuat Meg merasa tersisih.

Charles, adiknya Meg, tampak berbeda. Dia seperti anak lelaki yang terlalu dewasa untuk usianya. Semenjak kepergian sang Ayah, Charles bersikap seolah dia adalah kepala keluarga yang harus melindungi Ibu dan Kakaknya. Bahkan, Charles ini termasuk anak yang tahu segala hal, baik yang diceritakan atau yang belum disampaikan. Membuat Meg terkadang merasa aneh dengan adiknya ini, namun dia sendiri mengakui kalau Charles mengetahui banyak hal.

Kehidupan mereka semakin terasa berat, terutama melihat Ibu mereka tampak seperti wanita yang memiliki pandangan kosong. Tapi tetap menjalani kehidupan layaknya mayat hidup, meski dia masih berusaha untuk memperhatikan anak-anaknya, namun tetap terasa berbeda sehingga mereka tak bisa dibohongi dengan jawaban yang seolah-olah semua baik-baik saja.



Sebuah Tawaran Dari Tiga Wanita Misterius 



Mrs. Whatsit seorang wanita misterius yang bertamu ke rumah Meg di suatu malam. Dengan santainya, dia berbincang dengan Charles dan membahas masalah Tesseract pada sang Ibu. Meski tampak aneh dan patut dicurigai, namun Charles bersikukuh kalau Mrs. Whatsit ini baik hati dan merupakan temannya. Cukup puas juga dengan pemeran Mrs. Whatsit ini, karena dia benar-benar berusaha menyesuaikan sikapnya sesuai dengan penggambaran di buku.

A wrinkle in time
Source : Movieweb dot com


Setelah pertemuan dengan wanita itu, Meg juga Calvin, temannya Meg, terpaksa berkunjung ke sebuah rumah yang tampak diasingkan di tempat tersebut. Namun, Charles memaksa mereka untuk masuk ke dalam rumah tersebut dan siapa yang menyangka? Kalau rumah itu ditempati oleh tiga wanita dengan kondisi di dalam ruangan tersebut sangat mengagumkan bagi Meg dan Calvin.

Di rumah ini Meg dan Calvin bertemu dengan Mrs. Who dan Mrs. Which. Nah, dua wanita ini juga memiliki keunikan tersendiri, seperti Mrs. Who yang setiap berbicara pasti mengutip perkataan atau kalimat dari banyak orang. Jadi, setiap hal yang dia ucapkan sebagai bentuk komunikasi merupakan kumpulan kutipan. Cukup lucu juga, apalagi saya sempat terpikir untuk bekerjasama dengan Mrs. Who membuat ensiklopedia kutipan, gitu, hehehe.

Nah, wanita lainnya yaitu Mrs. Which yang kalau di dalam bukunya, nada bicaranya ini seperti lambat. Tapi, cukup lucu juga penggambarannya di film, itu karena bentuknya yang menyerupai raksasa, sehingga suaranya ini terdengar sedikit lambat. Sama dengan raksasa di film-film lain yang sering muncul, pasti bicaranya sedikit lambat. Nah, Mrs. Which ini juga termasuk yang lebih bijaksana dan baik hati. Di film ini, Mrs. Which diperankan oleh Oprah Winfrey! Itulah kenapa saya semakin penasaran ingin menontonnya.

Ketiga wanita ini menyampaikan tujuan mereka, bahwa mereka ingin membantu Meg dan Charles untuk mencari keberadaan sang Ayah. Namun, juga mengajak Calvin karena nantinya dia bisa menjaga kedua kakak-beradik ini. Meski tampak tak percaya, Meg mau tak mau mengikuti apa yang mereka katakan. Terutama karena Charles meyakinkannya berkali-kali. Dan lagi, Mrs. Which mengatakan pada Meg, bahwa mereka mendengar adanya sebuah harapan yang tak mampu mereka lihat sumbernya. Namun, dikirimkan ke rumah Meg dan Charles, karena itulah mereka memutuskan untuk mengirim ketiga anak tersebut pergi ke sebuah dunia dengan dimensi yang berbeda.


A wrinkle in time


Kisah Anak-anak Yang Dikombinasikan Dengan Fiksi Ilmiah



Usaha dan perjuangan Meg dan Charles untuk bisa menemukan jejak Ayahnya memang menjadi ide utama dari cerita ini. Namun, yang menjadi daya tarik lainnya yaitu penyematan fiksi ilmiah berupa dunia berbeda dimensi hingga melakukan perpindahan antar-dunia melalui jalur khusus. Kalau di film Interstellar ditunjukkan dengan Lubang Cacing yang memang dibahas dalam ilmu ilmiah merupakan jalur tercepat untuk menembus ke beberapa tempat. Tentunya ini masih belum bisa dibuktikan secara langsung, mengingat keberadaan lubang cacing ini cukup berbahaya dan dalam film ini juga berisi makhluk lima dimensi.

Melalui jalur khusus tersebutlah, mereka tiba di dunia Uriel tempat banyak para bunga-bunga menyanyi dan mampu berkomunikasi. Tempat pertama kali saya melihat perubahan Mrs. Whatsit yang saya tunggu-tunggu. Dan tentunya, bukti bahwa Ayah Meg dan Charles pernah singgah di sini. Dari tempat ini pula, mereka menemui seorang peramal yang nantinya akan membantu Meg untuk yakin dengan apa yang dia pilih.

Perjalanan menuju dunia antar-dimensi ini cukup menyenangkan karena selain ini sesuai dengan ilmu pengetahuan yang ada sehingga tidak sekadar fiksi yang tidak mendidik. Meski baik novel maupun filmnya, saya tidak menemui adanya adegan WAH yang bisa menguras emosional. Tidak seperti kebanyakan film anak-anak atau film animasi lainnya. Wrinkle in Time ini masih kurang bagus dalam segi eksplorasi emosi pemainnya. Karena pun saya temui di dalam bukunya juga tidak begitu menggetarkan apalagi hingga membuat haru. Padahal biasanya buku-buku yang mengangkat tema keluarga akan bisa menggunggah sisi haru biru dalam diri saya.

Tapi, meski terdapat kekurangan, saya tetap menyukai film ini karena unsur animasi tambahannya yang benar-benar halus dan keren. Sehingga tidak kecewa menonton film ini. Sekarang saya justru tengah menanti dan berharap semoga film berikutnya akan segera tayang, soalnya bukunya ini merupakan serial. Jadi, semoga bisa dilanjutkan lagi suatu saat nanti. [Ipeh Alena]





No comments:

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.