How To Subscribe Kindle Unlimited On Kindle Application Disertai Cara Nakal Berlangganan Layanan Ini


How To Subscribe Kindle Unlimited On Kindle Application Disertai Cara Nakal Berlangganan Layanan Ini


Subscribe Kindle Unlimited



Belakangan ini, menjelang beberapa hari lebaran hingga berminggu-minggu setelahnya dan sampai hari ini. Konsentrasi saya masih terganggu dengan beragam aktivitas sehingga belum sempat menulis di blog ini. Namun, beberapa tulisan saya di blog khusus ulasan buku, sudah tayang beberapa tulisan. Memang, saya tidak bohong, semangat membaca saya tengah membara. Saya menjaga ini agar tidak merosot tajam akhirnya terkena Reading Slump, istilah bagi mereka yang lagi enggak mood untuk membaca buku dan rasanya sulit berkonsentrasi membaca.

Sudah masuk bulan Juli, sementara jumlah buku yang saya baca masih belum mencapai target yang saya inginkan. Itulah kenapa saya menggunakan jurus "Aji Mumpung" sehingga mengabaikan satu hal terlebih dahulu agar target membaca saya bisa tercapai. Maklum, beberapa tahun belakangan, saya bisa mencapai target bahkan melebihi target membaca. Dan setiap tahun terus bertambah jumlahnya. Inilah hal yang membuat saya bangga pada diri saya sendiri, yaitu mampu mencapai target.

Dari kegiatan membaca ini, saya tengah mengalami masa dimana sedang banyak membaca ebook atau buku elektronik. Alasannya, agar saya tidak perlu membeli buku fisik yang harganya cukup lumayan. Selain itu mengingat tempat penyimpanan di rumah masih belum memadai, sepertinya saya akan tetap membaca buku elektronik dalam jangka waktu yang lama. Kecuali buku fisik kerjasama dengan penerbit atau penulis.

Nah, saya membaca buku elektronik ini dari sumber yang terpercaya, bukan ebook ilegal. Namun, memang berbayar setiap bulannya, tapi bagi saya yang bisa dengan bebas memilih buku apa saja dari aplikasi ini, disertai dengan banyaknya buku-buku bagus yang bisa dibaca secara gratis. Siapa sih yang menolak? Saya enggak menolak, meski harus mengeluarkan biaya kurang lebih 150.000 per bulan tapi bisa membaca ebook berbahasa Inggris sebebasnya.

Betul. Saya menggunakan aplikasi Kindle untuk membaca di gawai Android saya. Begini, ada banyak sekali fitur atau produk yang tidak bisa dikirim ke Indonesia atau dirasakan oleh pengguna aplikasi di Indonesia. Ini cukup menyulitkan dan mengecewakan, terutama ketika saya tidak bisa ikut menjadi anggota langganan Kindle Unlimited. Rasanya sedih sekali. Apalagi waktu sebelum saya bergabung, penawarannya itu gratis selama sebulan membaca semua buku di Kindle.



Tentang Kindle Unlimited


Jadi, di layanan Kindle Unlimited ini memang tidak semua ebook gratis dan bisa dibaca. Apalagi jumlahnya bisa puluhan ribu. Tapi, dipilih beberapa ebook dengan label Unlimited pada tampilannya yang bisa dibaca, itupun tetap jumlahnya tidak terbatas. Terkadang tidak muncul di pilihan rekomendasi tapi saat kita mencari secara manual ternyata bisa dibaca gratis. Jadi, memang harus pintar-pintar mencari ebook yang ingin kita baca secara random.

Layanan ini memang menawarkan gratis berlangganan sebulan pertama. Untuk memberikan peluang bagi penggunanya, apakah layanan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Saya cukup menyukai konsep ini, karena pada akhirnya saya bisa mengukur kira-kira seberapa banyak buku yang akan saya baca melalui Kindle. Apalagi saat itu ebook Handmaid's Tale muncul di laman pertama saat saya membuka tautan Kindle ebook ini. Duh, rasanya semakin ingin berlangganan dan membaca tulisan Margareth Atwood!

Saat mencoba pertama kali, tentunya saya ditolak dengan alasan bahwa layanan ini tidak tersedia untuk Indonesia. Sedih pastinya, apalagi tawaran membaca buku berbahasa Inggris secara gratis selama sebulan membuat saya semakin menginginkannya. Oiya, Kindle ini bisa digunakan aplikasinya di IOS dan Android, jadi tidak harus menggunakan Kindle reader khusus, ya.



Mencoba Beragam Cara Sampai Cara Nakal



Apapun saya lakukan demi berlangganan Kindle Unlimited. Serius! Meski nantinya harus membayar pun, saya tetap tidak masalah. Itulah mengapa akhirnya saya menggunakan satu aplikasi lain untuk menipu lokasi asli saya. Betul, saya menggunakan aplikasi VPN yang bisa mengalihkan lokasi penggunanya agar bisa mengakses beberapa website yang diblokir. Tapi, kali ini saya menggunakannya untuk mendaftar layanan Kindle Unlimited.


Bagi yang ingin juga berlangganan layanan ini, silakan mengikuti cara nakal ini, tapi resikonya ditanggung sendiri, ya.



  •  Unduh aplikasi VPN, saya menggunakan aplikasi Turbo VPN karena lebih stabil jaringannya.
  •  Pasang aplikasi ini di gawai Anda.
  • Jalankan aplikasi Turbo VPN, sebelumnya saya mengaturnya untuk digunakan di negara Canada dengan alasan, beberapa teman saya sesama bookstagram di Canada sudah banyak yang menggunakan layanan Kindle Unlimited ini.
  • Setelah aplikasi Turbo VPN dijalankan dan dihubungkan ke jaringan, sekarang buka aplikasi Kindle atau website Kindle ebook di gawai Anda.
  • Daftar ke layanan Kindle Unlimited.
  • Isi data pribadi Anda, tapi sebaiknya menggunakan alamat yang sesuai di Canada. Terutama kode posnya. Sebelum saya mengisi data ini, saya sudah mencari-cari informasi mengenai postal code di Canada agar mempermudah saya mengisi data ini. Namanya juga cara nakal, jadi data yang saya kirimkan juga fake alias palsu. Itu mengapa saya katakan resiko ditanggung sendiri, ya.
  • Setelah selesai, tentu akan tetap diminta untuk memasukkan data kartu Visa / Master yang digunakan. Waktu pertama mendaftar saya langsung menggunakan Kartu Virtual Jenius yang memang fungsinya bisa digunakan sebagai pembayaran virtual. Dan langsung bisa. Jadi, datanya tidak palsu-palsu banget.
  • Kalau sudah, Anda tinggal tunggu notifikasi apakah pendaftaran berhasil atau tidak melalui alamat email yang Anda berikan. 
  • Jika sudah, Anda bisa langsung menikmati membaca Kindle melalui aplikasi yang juga sudah seharusnya dipasang di gawai Anda.

Bulan ini adalah bulan ketiga saya berlangganan Kindle Unlimited. Dan sejauh yang saya alami tentunya saya jadi jarang membeli buku, lebih banyak membaca buku elektronik. Tentunya, saya jadi harus menjaga kesehatan mata saya juga, apalagi saya sudah mengenakan kacamata, jadi harus hati-hati. Untuk pilihan membaca, ada banyak. Bahkan saya sering mencari rekomendasinya melalui teman-teman lain yang menggunakan layanan ini.



Kenyamanan Membaca Di Kindle Application



Sebenarnya di Indonesia sudah tersedia aplikasi yang menyediakan banyak bacaan gratis yaitu Ipusnas dan IJak. Keduanya benar-benar bisa digunakan secara gratis dan tidak ada biaya berlangganan bagi kalian yang ingin membaca ebook di aplikasi ini. Apalagi sekarang sudah semakin banyak koleksinya, jadi tidak perlu khawatir akan mendapati bacaan yang biasa-biasa saja atau malah tidak menarik. Banyak pula teman-teman saya sesama pembaca buku yang sering menggunakan aplikasi ini. Namun, tentunya ada kelebihan tentu ada kekurangan. Kekurangannya lebih ke selera, sih, bukan secara keseluruhan fungsi aplikasinya.

Ada dua aplikasi membaca ebook yang saya sukai yaitu Kindle dan Play Book. Kenapa? Akan saya bahas sedikit di sini untuk menjelaskan kenapa saya memilih kedua aplikasi tersebut bukannya memilih Gramedia Digital yang juga memiliki banyak koleksi.

Memudahkan dalam menyimpan kutipan atau menandai kalimat yang diinginkan. Ini adalah alasan utama yang mencangkup seluruh alasan kenapa saya lebih nyaman membaca melalui Kindle dan Play Book. Dengan kemudahan ini saya jadi bisa menandai entah itu kutipan atau kalimat penting yang bisa membantu saya dalam menulis ulasan. Apalagi kedua aplikasi ini, meskipun bukunya sudah saya hapus dari koleksi pustaka, jika suatu saat saya unduh lagi, akan tetap muncul kutipan atau kalimat yang sudah saya tandai sebelumnya.

Sementara jika saya membaca melalui Gramedia Digital, saya kesulitan menandai kalimat yang saya inginkan. Sedih sekali rasanya, karena itu saya berpikir lebih lama jika harus memperpanjang langganan Gramedia Digital. Bukan apa-apa, walaupun koleksinya banyak, tapi saya jadi kesulitan menyimpan atau menandai kalimat yang saya inginkan. Jadi, alasan yang paling mendasar inilah yang membuat saya lebih memilih aplikasi lain.

Tapi, meski Play Book dan Kindle memiliki hal yang saya inginkan, ada pula kekurangan dari salah satunya. Yaitu Play Book, walaupun punya fasilitas menandai kalimat, tapi di Play Book tidak ada fasilitas berlangganan. Aplikasi ini hanya berfungsi sebagai toko ebook, tapi meski begitu, Play Book tidak kehabisan ide dalam memanjakan penggunanya. Saya sudah dua kali ini menikmati voucher yang terkadang bisa berbeda jumlahnya untuk bisa dinikmati satu kali untuk pembelian produknya. Terakhir saya mendapat voucher Rp 40.000 rupiah dan saya belikan buku Desire karya Haruki Murakami.

Dari dua alasan tersebut, tentu bisa dilihat mengapa saya masih melabuhkan hati saya pada aplikasi Kindle. Selain biaya langganan yang bagi saya masih terjangkau, serta fasilitas yang mumpuni. Di Kindle ini juga ada fasilitas Book Crossing. Nah, fasilitas ini saya masih belum paham betul bagaimana cara kerjanya. Tapi, saya sudah mengunduh lima ebook dari Book Crossing yang ditawarkan oleh seorang bookstagram terkenal. Dia menawarkan bacaan-bacaan tersebut di Hari Buku Sedunia beberapa bulan yang lalu. Kelima ebook itu pun benar-benar menjadi hak milik kita, jadi tidak ada masa pinjaman di sini.



Karena saya memiliki target membaca setiap tahun inilah, saya selalu mencoba beragam cara agar minat baca saya selalu terjaga. 


Kalau Anda, apakah ada hobi atau aktivitas lain yang tengah Anda coba penuhi targetnya? Selain pekerjaan tentunya, hehe. Silakan tinggalkan di kolom komentar.


No comments:

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.