07 June, 2018

Pengalaman Selama Menggunakan Kacamata Dan Cara Menjaga Kesehatan Mata


Pengalaman Selama Menggunakan Kacamata Dan Cara Menjaga Kesehatan Mata



Eyevit Vitamin Mata



Ipehalena.com - Dulu, sewaktu masih kecil, saya selalu menganggap kalau orang-orang yang suka membaca dan mengenakan kacamata itu termasuk orang yang keren! Kini, saya sudah menjadi orang yang keren tersebut. Tapi, anehnya, justru saya merasa sedikit khawatir dengan kesehatan mata saya. Beberapa waktu yang lalu, saya memang baru saja mengganti kacamata. Tapi, belakangan ini saya merasa ada sesuatu yang aneh. Agar saya bisa melihat jarak jauh, saya harus mengenakan kacamata, meskipun ada di rumah.

Rasa tidak nyaman ini pernah saya sampaikan ke teman saya suatu ketika usai berbuka puasa kemarin. Kalau saya merasa tak nyaman, apalagi seringnya saat tidak mengenakan kacamata, orang-orang yang jaraknya tidak begitu jauh tampak seperti hantu yang tak memiliki wajah.
Belum lagi, saya sering dianggap sombong karena banyak orang yang sudah tersenyum pada saya dari jauh, tapi karena saya tidak mengenakan kacamata alhasil hanya memasang ekspresi datar. Curahan hati saya ini justru ditimpali dengan pernyataan kawan saya ini.

“Dari dulu loh, aku kepengen banget pakai kacamata. Dan segala cara udah dilakuin biar pakai kacamata, tapi sampai sekarang masih normal aja.”

Duh, mbak, dirimu tak tahu bagaimana sedihnya ketika mengetahui minus mata saya bertambah yang kemudian harus mengganti lensa kacamata. Atau ketika mendapati beberapa tante sampai harus mengenakan kacamata yang tebalnya ampun-ampunan, karena minusnya sudah sedemikian parah. Jangan salah, saya setiap hari selalu berdoa dan berharap agar minus mata saya tidak bertambah. Saya tidak ingin terlalu bergantung pada kacamata.



Awal pertama kali mengenakan kacamata adalah saat saya kuliah. Waktu itu, mata kuliah yang saya ambil banyak berisi praktek-praktek yang menuntut saya untuk berada di depan layar komputer yang saat itu masih tabung dalam jangka waktu yang sering dan lama. Pertama kali saya tidak merasakan ada keanehan dengan pandangan mata saya. Hanya saja, kepala saya sering merasa pusing setiap kali menatap layar komputer, setelah mengenakan komputer dan beberapa kali saat menulis atau membaca. Rasa pusing ini semakin parah, tampak seperti orang yang sedang mabuk naik kendaraan.

Sempat orangtua saya berpikiran buruk, jangan-jangan ini, jangan-jangan itu, duh rasanya hati ini meringis kalau ingat waktu itu. Setelah saya mengadukan rasa pusing, kemudian saat periksa ke dokter beliau menanyakan saya kuliah di jurusan apa, bagaimana kondisi di kampus dan segala macamnya. Hingga akhirnya sang dokter merekomendasikan saya untuk langsung periksa ke dokter spesialis mata. Sayangnya, saya tidak langsung ke spesialis mata karena tahu biayanya lumayan mahal. Saya memilih untuk datang ke optik terdekat. Dan, benar saja, ternyata mata saya butuh bantuan kacamata segera.

Usai kacamatanya jadi, saat pertama kali mengenakannya, barulah saya merasa bahwa dunia saya tak sekabur bayang-bayang masa lalu, eh. Maksudnya lebih cerah gitu, tidak lagi buram meski saat itu tidak begitu parah buramnya. Masih bisa ditangani. Namun, karena ada silinder, mau tidak mau harus saya pakai. Kalau tidak rasa pusingnya itu loh, bisa membuat orangtua saya berpikiran yang aneh-aneh.




Kalau saat kuliah dulu saya tidak perlu harus selalu mengenakan kacamata. Berbeda ketika saya sudah bekerja. Dimana saya harus mengganti kacamata beberapa tahun setelah masuk kerja. Alasannya justru bukan karena penglihatan saya kurang optimal. Tapi, karena kacamata saya rusak karena tidak sengaja saya duduki, pffttt. Namun, karena kacamata saya rusak inilah akhirnya saya juga memeriksakan mata saya ke dokter spesialis mata.

Ternyata minus mata saya bertambah ketika diperiksa. Otomatis saya juga harus bersiap-siap dengan harga lensa yang setiap minus bertambah maka akan bertambah pula harganya, hehe. Karena memang pekerjaan saya tidak lepas dari layar komputer, kemudian ada satu kebiasaan yang sampai sekarang masih saya jalani dan seolah tidak kapok padahal bisa jadi ini penyebab utama minus saya bertambah, yaitu Membaca Buku Sambil Tiduran.


“Yelah, ceunah, gimana mau sehat matanya kalau baca bukunya sambil nggelesoran di kasur!”


Sabar. Jangan marah. Karena yang memarahi saya sudah banyak. Apalagi sejak mengenal aplikasi pembaca ebook. Bertambah pula-lah kebiasaan buruk saya, dimana membaca ebook sambil tiduran dengan penerangan yang hanya berasal dari layar gadget. Sebenarnya, kalau saya mau menginvestasikan lebih, bisa saja sih saya membeli Kindle yang memang didesain untuk menyamankan mata dengan cahaya yang tidak menyakitkan mata serta radiasinya kecil. Tapi, harganya mahal! Sebanding dengan harga gadget terbaru, huhuhuhu. Rasanya tak sanggup menyiksa rekening.



Nah, semenjak minus mata saya semakin bertambah dan membuat saya khawatir. Takut nantinya saya wajib mengenakan kacamata dengan lensa yang sangat teramat tebal. Akhirnya saya memulai mencari tahu beragam cara menjaga kesehatan mata. Dari mulai mencoba olahraga mata setiap beberapa jam saat bekerja di depan komputer atau gadget pintar. Sampai posisi membaca yang juga saya perbaiki sedikit demi sedikit.



Karena, membaca merupakan cara saya untuk menyingkir sejenak dari hiruk pikuk dunia. Akhirnya saya mencoba mempraktekkan beberapa hal yang saya dapat agar kesehatan mata saya bisa tetap terjaga meski sudah mengenakan kacamata.





1. Mengurangi Pencahayaan Dari Handphone


Itulah kenapa diciptakan pilihan Night Mode atau pengaturan cahaya otomatis. Ternyata fungsinya agar cahaya yang keluar dari layar gadget, tidak terlalu berlebihan hingga membuat mata bekerja terlalu keras. Dengan menggunakan pengaturan cahaya otomatis, bisa membantu Anda yang mungkin memiliki kebiasaan membaca dari handphone seperti saya.

Di beberapa gadget, saya juga menemukan ada pilihan khusus menu reading, dimana cahayanya langsung berubah saat mode tersebut diaktifkan. Ternyata cahaya layar yang sedikit redup, dengan tipe cahaya yang sedikit kekuningan memang membantu agar mata tidak cepat lelah. Tapi, ada juga aplikasi yang bisa digunakan untuk Anda yang justru memiliki keluhan insomnia setiap menggunakan gadget.

Saya pakai aplikasi Twilight yang membantu saya agar mata tidak cepat lelah dan tetap terjaga meski membaca ebook dengan kondisi pencahayaan yang minim. Pernah juga mencoba aplikasi Blue Light Filter, dimana kedua aplikasi ini merupakan aplikasi pilihan yang direkomendasikan oleh pihak Playstore. Tapi, kalau disuruh memilih, saya lebih suka Twilight. Karena lebih sederhana tampilannya. Kedua aplikasi tersebut bisa juga diatur otomatis menyesuaikan waktu sehingga cahayanya bisa sesuai dengan waktu pagi, sore dan malam.



2. Mengonsumsi Eyevit Secara Rutin Dan Memilih Makanan Yang Sehat


Balik lagi pastinya ke gaya hidup. Dimana gaya hidup yang sehat tentunya akan membantu tubuh tetap sehat. Karena sadar bahwa saya adalah seorang pengguna kacamata dimana tanpa kacamata maka penglihatan saya terganggu. Maka saya tak lagi mau membantah setiap diingatkan untuk mengonsumsi wortel dan sayur serta buah-buahan lainnya yang bagus untuk menjaga kesehatan tubuh saya dari kepala sampai kaki. Meski, memang Ibu saya selalu meminta saya untuk rutin mengonsumsi wortel.

Selain rutin mengonsumsi wortel, baik itu dikukus, disayur atau bahkan dijus. Saya juga mengonsumsi vitamin khusus untuk mata yaitu Eyevit. Nanti saya ceritakan kenapa saya memilih Eyevit. Karena, saya sadar bahwa terkadang asupan harian saya kurang mendukung untuk memelihara kesehatan seluruh tubuh, terutama mata. Untuk itu saya mengonsumsi vitamin yang bisa fokus untuk satu organ tubuh penting saya : mata.




Ebook reader


3. Posisi Khusus Untuk Yang Gemar Membaca Di Tempat Tidur



Bagi Anda yang punya kebiasaan seperti saya, baru semangat membaca kalau ada di atas tempat tidur. Ternyata posisi yang baik adalah menelungkup dengan buku berada di lantai dan tubuh kita berada di atas kasur. Dalam posisi seperti ini kepala kita seolah menggantung seperti seseorang tengah mengintip.

Pengalaman dari sepupu saya yang juga tiba-tiba matanya minus dengan angka yang cukup membuat tercengang, menurut sang dokter spesialis mata, bahwa membaca atau menonton televisi apalagi menggunakan gadget sambil tidur miring, itu bisa membebani mata sehingga kerjanya lebih keras dibanding melakukan aktivitas tersebut sambil terlentang.

Itulah kenapa saya menyarankan bagi Anda yang sama seperti saya, untuk mengantisipasi agar mata kita tidak cepat lelah juga meminimalisir bertambahnya jumlah minus mata.



Vitamin Mata
Photo Credit : @blogipehalena


4. Puasa Menggunakan Gadget Selama Beberapa Jam



Jadi, puasa di sini bukan sekadar tidak menggunakan gadget saat tidak ingin. Karena, saat kita tidur pun tentunya kita tak menggunakan perangkat pintar tersebut. Tapi, lebih fokus ke rutinitas harian dimana sebaiknya menyediakan waktu selama beberapa jam untuk jauh dari perangkat pintar, layar komputer atau pun televisi.

Bisa diisi dengan membaca buku fisik, berolahraga, berbincang dengan keluarga atau melakukan hobi lainnya. Setidaknya dengan memberi beberapa jam waktu untuk berjauhan dari perangkat-perangkat tersebut, bisa mengistirahatkan mata agar tidak lelah dan bekerja terlalu berat. Tubuh kita saja butuh istirahat apalagi mata, iya kan?



5. Olahraga Mata Sejenak Dari Pekerjaan



Sudah sering dong, ya, pastinya membaca artikel tentang olahraga mata ini. Kalau belum, caranya tuh gampang banget! Cukup denyan mengalihkan pandangan mata kita dari layar komputer atau gadget atau televisi. Ke arah dinding atau tempat yang mudah dilihat (saran saya jangan orang ya, apalagi yang enak dilihat gitu, kasihan nanti dianya terpesona dilihatin, eh) selama beberapa waktu. Pandang satu titik tersebut selama kurang lebih lima menit.


Vitamin Mata
Olahraga mandangin Chang Wook



Fungsinya agar mata istirahat sejenak. Selain itu juga bisa membantu agar pikiran kita rileks, tenang dan tetap fokus. Enggak percaya? Coba deh cek bagaimana cara belajar anak-anak sekolah di Finlandia. Mereka menggunakan sistem belajar selama satu jam dan istirahat selama beberapa menit. Ternyata benar-benar mampu mempertahankan otak agar tetap fokus. Jadi, sekali istirahat baik otak dan mata bisa ikut istirahat juga.



Kenapa Saya Memilih Eyevit ?



Sekarang saya ingin menjelaskan kenapa saya memilih Eyevit. Pertama kalinya saya mengenal Eyevit tentunya dari iklan. Mungkin saya tipikal korban iklan, ya. Tapi keputusan saya ini memiliki alasan yang menurut saya tepat bagi saya.

Ada yang pernah menonton film Doctor House? Film tersebut termasuk film serial tentang kehidupan para dokter yang menangani kasus-kasus tertentu di rumah sakit. Beberapa kasusnya cenderung unik. Nah, salah satunya yaitu ketika seorang pasien mengalami pusing dan sesak napas. Saat diperiksa, ternyata warna kukunya kuning. Baik di tangan maupun di kaki.

Usut punya usut, si pasien tersebut tengah menjalani diet ketat. Dia seorang model yang dituntut untuk tetap mempertahankan berat badan dengan mengabaikan seberapa banyak nutrisi yang dia dapat untuk tubuhnya. Karena itulah, ketika diperiksa lebih lanjut, ternyata bukan saja pasien tersebut mengalami kekurangan nutrisi, tapi juga kekurangan vitamin C yang mengakibatkan kukunya berwarna kuning.

Dari film serial inilah saya langsung mencari tahu. Apakah benar kasus yang ditayangkan di episode tersebut? Ternyata, jawabannya adalah BENAR. Jadi, saya akhirnya menemukan satu hal, bahwa terkadang tubuh butuh suplemen tambahan untuk membantu agar tidak kekurangan nutrisi. Dari sinilah saya pun memikirkan tentang pentingnya suplemen khusus untuk mata yang kemudian membawa saya pada Eyevit ini.


Silakan cek beberapa poin di bawah ini, jika Anda…. 

  • Mengenakan kacamata atau pandangan tidak begitu tajam. 
  • Sering menggunakan handphone lebih dari tiga jam sehari. 
  • Bekerja di depan layar komputer atau laptop selama lebih dari empat jam. 
  • Mengalami kesulitan melihat jarak jauh. 
  • Pandangan malam hari sedikit kabur sehingga sulit fokus.



Vitamin mata
Sumber www.eyevit.co.id



Maka…. Eyevit jadi solusi terbaik agar mata Anda bisa ternutrisi dan terawat dengan baik. Kasihan kan kalau mata kita digenjot terus untuk bekerja terlalu keras. Lama-lama bisa rusak dan akhirnya mengganggu penglihatan kemudian membuat kita tergantung dengan kacamata.


“Saya ingin konsumsi suplemen-suplemen kaya gini tapi takut nanti ginjal saya rusak.”


Pernah dengar komentar seperti ini? Saya sering. Terutama ketika mengonsumsi vitamin C atau multivitamin dan suplemen seperti Eyevit ini. Memang, kalau dipelajari melalui sumber artikel bahwa ginjal akan bekerja terlalu keras kalau sering mengonsumsi suplemen tambahan bagi tubuh walaupun itu dibutuhkan untuk tubuh. Karena saya bukan pakar di bidang kesehatan. Saya tidak mau juga tutup mata dengan berita semacam ini. Karena itulah, selama mengonsumsi beberapa suplemen untuk tubuh dan mata saya seperti Eyevit, saya juga rutin melakukan detoks tubuh. Yang sebenarnya caranya mudah.



  • Detoks minum air putih. Jadi, selama sehari saya menghindari minuman apapun, baik itu jus, teh, kopi, susu. Cukup minum air putih selama sehari. Untuk takarannya coba deh cari kalkulator yang menghitung berapa jumlah cc air yang disarankan sesuai berat badan.



  • Detoks minum infused water. Trennya memang tampak sudah lewat. Tapi manfaatnya masih bisa saya rasakan hingga saat ini. Meski tidak rutin setiap hari, tapi saya juga sesekali mengonsumsi Infused Water yang berisi rendaman air putih dengan lemon. Terkadang saya melakukannya seminggu tiga atau empat kali, kalau sedang rajin. Kalau malas, paling dua kali seminggu.




  • Detoks jus buah atau sayur. Ini juga saya lakukan hanya sekali sebulan atau dua kali sebulan. Dengan mengonsumsi jus yang berisi buah atau sayur tanpa campuran susu atau gula apalagi sirup. Dan selama seharian penuh, hanya jus tersebut yang masuk ke dalam perut, jadi saya tidak makan seperti biasa dan menghindari ngemil. Benar-benar satu hari penuh hanya konsumsi jus dan air putih.



Dari ketiga detoks di atas. Sudah pernah saya lakukan dan memang saya akui justru yang paling sulit itu detoks jus buah atau sayur. Karena saya seperti orang yang tengah berpuasa seharian dan hanya boleh mengonsumsi air putih atau jus tersebut. Tapi, efek yang saya rasakan itu sangat terasa, terutama tubuh saya. Terasa lebih fresh.



Vitamin Mata
sumber : www.eyevit.co.id


Nah, sekarang tak perlu lagi bingung dan ragu ketika ingin mengonsumsi suplemen atau vitamin. Toh, sebenarnya bagus untuk tubuh juga. Dan komposisinya juga jelas, apalagi seperti Eyevit ini, sudah terdaftar resmi sehingga tak perlu lagi khawatir, bisa cek di web nya www.eyevit.co.id . Perlu di catat juga, Eyevit juga terbuat dari bahan baku alami loh, seperti ekstrak buah bilberry, Lutein, dan Zeaxanthin yang bersumber dari buah & sayur, EYEVIT juga sudah lulus BPOM, jadi aman dikonsumsi rutin asalkan diminum sesuai anjuran dosis. Bagaimana? Ingin menjaga kesehatan mata? Konsumsi Eyevit secara rutin. Bisa didapatkan di apotek terdekat.



Kalau Anda, ada pengalaman yang menarik atau berkesan dengan kacamata? Entah itu Anda sebagai pengguna atau justru pengalaman dengan orang yang mengenakan kacamata?
Silakan berbagi di kolom komentar.


Semoga artikel ini bermanfaat. [Ipeh Alena]

2 comments:

  1. Aku pakai kacamata sejak SMA. Tahun lalu mata minus bertambah dan silinder. Meski cuma silinder 0,50 tapi terasa banget bedanya. Kayak mata nggak fokus mesti sudah pakai lensa kombinasi. Nah, biasanya kalau abis ke dokter aku dapat vitamin mata. Lupa namanya. habis itu sudah bye... Paling mengkonsumsi jus wortel tanpa gula. Membaca juga sudah tidak lagi secepat dulu.
    Btw, vitaminnya bisa dibeli bebas ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Rohma perubahan sekecil apapun pasti berpengaruh sama kenyamanan kita menggunakan indra penglihatan ya, Mbak. Untuk vitaminnya dijual bebas, mbak

      Delete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih