Pengalaman Menginap Di Hotel Santosa Kota Malang


Pengalaman Menginap Di Hotel Santosa Kota Malang

Hotel Santosa





Ipehalena.com - Mumpung sudah banyak penduduk Bekasi yang mudik, beberapa bahkan ikut mudik demi merasakan lebaran di kampung orang lain. Sementara saya, sedang menikmati jalanan Bekasi yang mulai lengang dan tak begitu ramai. Walaupun di beberapa titik masih terlihat kemacetan, apalagi karena memang dilewati jalur mudik. Jadi, semalam saja jalur kalimalang menuju Cikarang sudah padat, dipenuhi kendaraan roda dua dengan membawa barang-barang yang cukup banyak.

Tidak hanya itu, beberapa bis juga tampak melewati jalur kalimalang ini. Pun demikian dengan truk-truk besar yang akhirnya lewat jalur kalimalang. Mendekati hari Lebaran, suasana sudah tampak berbeda di kota kelahiran saya ini. Beberapa tetangga sudah ada yang mudik sejak tanggal 9 Juni kemarin. Beberapa memutuskan untuk mudik setelah lebaran. Ada juga yang memilih mudik saat malam takbiran. Kapanpun Anda mudik, semoga selamat sampai tujuan dan sehat wal'afiat.

Nah, kali ini saya ingin memberikan rekomendasi hotel di Kota Malang yang pernah saya jadikan tempat menginap. Sekedar informasi, saya menginap di hotel ini saat Menghabiskan Beberapa Hari Di Kota Malang sebulan yang lalu. Untuk ulasan kali ini, saya tidak melebih-lebihkan, ya. Tentunya Anda pasti akan menemukan ulasan yang buruk tentang kondisi hotel yang saya akan rekomendasikan ini, karena itulah saya cenderung subjektif dimana saya ambil dari pengalaman saya pribadi menginap di hotel Santosa Kota Malang.



Kenapa saya memilih Hotel Santosa Kota Malang?





1. Harganya Murah



Apalagi sih yang dicari model turis lokal seperti saya ini, yang berpikir untuk mencari penginapan yang murah? Karena saya selalu berprinsip, selama bisa mendapat sesuatu yang murah, mulai dari tiket perjalanan, tempat menginap sampai tempat makan yang murah, bisa membuat saya berhemat. Minimal uang kembaliannya bisa untuk membeli barang lain atau justru untuk keperluan lain ketika kembali lagi ke Bekasi.

Jadi, alasan pertama saya memilih menginap di Hotel Santosa Malang ini cuma satu, murah! Terutama karena saya Pesan Tempat Menginap Melalui Aplikasi Agoda yang menawarkan diskon lebih besar. Siapa pula tak kalap melihat diskon seperti ini?

Lantas, apakah harga murah kemudian membuat saya gelap mata?




2. Cek Kebersihan Kamar Mandi



Saya sempat menyeritakan di tulisan Wisata Ke Malang Dadakan ini, bahwa saya sempat menginap selama beberapa jam saja di sebuah hotel yang cukup membuat saya tidak nyaman. Nah, karena merasa trauma dengan kondisi hotel ini, akhirnya saya merasa ragu pada mulanya untuk melanjutkan keinginan menginap di Hotel Santosa. Dimana kondisinya saat itu saya bahkan belum menjejakkan kaki di hotelnya langsung.

Ternyata efek dari trauma itu lumayan berat, ya. Karena saya sempat engkel-engkelan mengenai tempat bermalam. Pertama, sayang karena sudah membayar untuk bermalam di Hotel Santosa. Kedua, tidak mungkin dikembalikan dananya. Jadi, alih-alih ingin berhemat malah jadi mubazir karena saya masih kekeuh takut akibat trauma. Oiya, trauma yang saya alami itu, bukan karena hal yang aneh sih.

Jadi, sedikit saya ceritakan, kalau tempat saya sempat menginap selama beberapa jam ini, kondisi kamarnya lembab. Meski ada pendingin ruangan, sih. Banyak sarang spider sampai debu di sela-sela lemari, di kolong tempat tidur, sampai di sudut ruangan. Dan, ini yang membuat saya teramat sangat merana, kondisi kamar mandinya yang sangat jauh dari kata bersih dan nyaman untuk digunakan. Jangan ditanya kemudian saya menggunakan kamar mandinya atau tidak, karena saya harus menahan buang air besar, saking saya sudah tak tahan dengan kondisi kamar mandinya ini.

Baiklah, harus diingat kalau cerita pengalaman trauma saya ini bukan terjadi di Hotel Santosa, ya. Nah, saat kemudian saya membulatkan tekad setelah perdebatan yang panjang, untuk berkunjung dahulu ke Hotel Santosa. Mengingat saat itu sudah masuk waktu petang dimana kami belum ada yang mandi dan tubuh sudah terasa penat setelah berkunjung ke Museum Angkut di Batu Malang. Akhirnya kami sampai di Hotel Santosa.

Setelah check-in, saya sempat berdebar saat membuat kunci kamar. Jadi, Hotel Santosa ini memang bukan hotel yang elit. Bukan hotel bintang lima, ya. Kondisi ruangannya hotelnya ini cukup klasik, seperti bangunan rumah tua namun tidak menyeramkan. Pintu kamarnya itu persis seperti kamar kos-kosan, berderet rapi. Dimana terletak dua buah kursi dan meja di luar kamar dan gelas serta air minum yang disediakan hotel untuk pengunjung yang menginap.

Masuk ke dalam kamar, saya langsung memeriksa kamar mandinya. Iya, daripada saya tersiksa lagi. Dan saya memang selalu mengecek kebersihan kamar mandi di tempat manapun yang saya kunjungi, mau itu Mall, swalayan, museum sampai mesjid pun saya cek kebersihan kamar mandinya. Apakah layak digunakan atau tidak. Nah, setelah saya mengecek kamar mandinya apa yang terjadi?


Saya berkata, "kita nginepnya di sini aja, ya. Kamar mandinya bersih!"


Hotel Santosa


3. Pilihan Ruangan Bervariasi Dengan Spesifikasi Yang Sesuai



Saat memilih tipe kamar yang diinginkan, saya menyarankan untuk menginap di kamar dengan persediaan tiga kasur. Karena, harga semalamnya cenderung murah apalagi lokasinya sangat strategis. Jadi, bermalam di Hotel Santosa dengan biaya Rp 200ribuan itu sudah cenderung murah untuk empat orang. Ingat, ya, empat orang dan kami memilih tiga kasur. Karena saya mikir, ini hotelnya cuma dipakai untuk tidur malam dan penitipan tas saja selama beberapa hari di Malang.

Kondisi kasur dengan tipe 3 single bed yang saya pilih ini cukup memberi kemudahan. Karena dua single bed diletakkan berdempetan sehingga cukup untuk tiga orang. Sementara adik saya, tidur di kasur terpisah, masih di ruangan yang sama. Untuk kondisi ruangannya pun cukup luas. Ada meja kaca dilengkapi dengan kursi. Satu kursi yang berada di meja rias aka meja kaca, dua kursi lipat yang bisa dibuka dan digunakan. Bahkan ada tempat gantungan, baik itu di kamar mandi dan di kamarnya. Jadi, tidak sulit untuk menggantung baju.

Kamar Hotel Santosa


Selain itu, masih ada tempat yang cukup untuk solat. Jadi, benar-benar dengan harga 200rb semalam itu bagi saya sudah sangat mencukupi. Apalagi mengingat kamar mandinya dalam keadaan bersih. Dan tidak ada sarang spider sampai kondisi kolong kasurnya dalam keadaan yang bersih.

Ukuran kamar mandinya juga cukup luas, meski sangat disayangkan penempatan toilet duduknya dengan bak airnya ini terbilang sempit. Jadi, bagi yang tubuhnya selebar saya ini, lumayan mepet. Mungkin karena ukurannya memanjang, jadi penempatan toilet duduk dan baknya ini dibuat sedemikian rupa. Karena itu masih banyak space kosong, jadi tampak luas memang. Nah, karena di kamar mandinya ada gantungan, saya yang tidak mau rugi ini, menggunakan kesempatan untuk menggantung kaos kaki dan pakaian dalam yang saya cuci setiap habis bepergian. Iya, hanya dua yang saya cuci kaos kaki dimana ini penting untuk saya, juga mengingat baunya sungguh amburadul kalau sekadar disimpan di dalam plastik. Dan pakaian dalam yang saya segera cuci, karena saya takut nanti ada hal-hal darurat, jadi saya sudah siap.


Kamar Hotel Santosa


Oiya, bagi yang ingin menjemur handuk atau pakaian yang basah, ada satu tempat di bagian dalam Hotel Santosa ini, letaknya sedikit ke dalam, disediakan tempat untuk menjemur. Waktu saya menginap kemarin, saya menjemur kaos kaki di tempat jemuran yang ada di tempat tersebut. Apalagi tempatnya memang di bawah kanopi bagian dalam, jadi lumayan cepat kering. Saya menjemurnya saat tidak sedang bepergian. Kalau pergi, saya bawa masuk kembali ke ruangan.



4. Titipkan Kunci Dan Kamarmu Bersih



Waktu pertama datang, kondisi kami tidak begitu berdebu. Hanya saja sangat bau, karena kondisi Kota Malang yang suasana siangnya itu gerah namun malamnya cukup dingin. Akhirnya, sampai di Hotel, kami hanya membutuhkan air untuk membasmi bau di tubuh kami. Bukan hanya itu, kami juga harus segera istirahat karena jam dua belas malam, kami akan segera bertolak ke Bromo. Jadi, setelah malam datang, kami sama sekali tidak keluar. Karena perut kami sudah dipenuhi kebutuhannya saat sore hari.

Nah, saat pukul dua belas malam tiba, kami menitipkan kunci di resepsionis. Di sana, kami memang sudah berencana untuk memperpanjang waktu menginap, namun karena perhitungannya sekitar pukul 12 siang hari, akhirnya pihak hotel memberi informasi bahwa kami harus kembali konfirmasi lagi nanti. Baiklah, bukan hal yang sulit. Sementara itu, barang-barang yang kami tinggalkan di ruang hotel bukan barang yang penting. Karena tidak mau beresiko, semua barang-barang berharga seperti handphone, laptop sampai berkas untuk pendaftaran kuliah adik saya pun dibawa serta menuju Bromo.

Sepulangnya kami dari Bromo, sekitar pukul sebelas siang. Dengan kondisi tubuh teramat lelah dan mata sudah tidak mampu lagi terbuka. Kami putuskan untuk langsung ke Hotel. Setelah sebelumnya berencana ingin berkunjung ke Jatim Park. Sayangnya tubuh kami sudah meminta haknya, akhirnya kami kembali ke Hotel. Dan saat masuk ke dalam ruangan, kondisi kamar kami sudah dalam keadaan rapi dan bersih.

Kenapa saya tahu? Karena sebelumnya tempat sampah terisi penuh, sprei kasur berantakan karena kami terburu-buru bersiap untuk berangkat ke Bromo pukul dua belas dini hari. Dan ketika masuk ke kamar mandi, aromanya wangi seperti habis dibersihkan.

Ternyata ini bukan sekali saja. Keesokan harinya, saat kami mulai menjelajah lagi ke tempat lain. Kondisi kamar sangat berdebu, usai kedatangan kami dari Bromo yang membawa banyak debu pasir. Otomatis, lantai kamarnya cukup kotor tapi tidak sampai berlebihan, sih. Nah, kami kembali menitipkan kunci sambil mengatakan pada resepsionisnya untuk minta dibersihkan. Tidak ada biaya yang diminta, pada waktu itu. Sehingga kami santai saja, dengan pemikiran toh kalau nanti tidak dibersihkan pun tidak mengapa. Karena tidak sampai kotor kebangetan.

Eh, benar saja, saat kami kembali, semua sudah bersih lagi. Sampai sprei pun sudah tertata rapi. Sejauh ini, tidak ada barang-barang kami yang hilang, karena itu tadi, kami tidak mau beresiko untuk berurusan dengan hal-hal yang menyangkut barang-barang penting. Jadi, kami bawa serta. Otomatis, saat masuk ke kamar kembali, ruangan sudah bersih berikut kamar mandinya.


Alun-alun Merdeka Kota Malang


5. Lokasi Hotel Yang Strategis



Ini baru saya sadari justru setelah menyempatkan diri berjalan-jalan keliling lokasi hotel terdekat. Saya baru sadar, kalau hotel ini dekat dengan Gajah Mada Plaza, dimana kalau butuh baju atau pakaian dalam darurat bisa langsung beli di sini. Dekat dengan tempat makan Pujasera, yang harganya cukup ramah di kantong. Saya juga tidak perlu jalan terlalu jauh untuk mencari makan ala rumahan. Dan di dekat deretan ruko-ruko di sebrang ada pedagang Sate Madura, yang amboi selalu ramai sampai antriannya cukup panjang. Beruntung saya masih dikasih kesempatan untuk makan di tempat ini. Yang pasti harus sabar, ya, kalau mau makan di Sate Madura di ruko sebrang.

Selain itu, jika ingin menghabiskan waktu di Alun-alun Merdeka Kota Malang, bisa ditempuh dengan jalan kaki. Karena memang sangat dekat sekali, tidak perlu naik angkutan umum. Karena lokasinya dekat dengan alun-alun, jangan ditanya kalau hari libur bagaimana kondisi jalannya. Sangat ramai sekali. Apalagi, tersedia juga beberapa cafe untuk yang gemar nongkrong dan mencicipi makanan khas cafe.

Bukan hanya itu, jika terbiasa berjalan kaki, untuk mencapai stasiun Kota Malang pun bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Hotel Santosa, loh. Karena, saat hendak pulang kembali ke Bekasi, kami tidak menggunakan angkutan umum apalagi ojek online. Justru kami berjalan kaki sambil menyempatkan diri melihat dari jembatan pemandangan Kampung Warna-warni dan Kampung Biru yang terletak di seberangnya.


Kampung Warna Warni



***


Dari ulasan saya ini, tentu semua berdasarkan pengalaman saya. Kalau dilihat, saya memang cenderung repot kalau masalah kamar mandi. Sehingga saat saya menemukan tempat yang kamar mandinya bersih, akan membuat saya nyaman dengan mudah. Jadi, kalau Anda menemukan ulasan yang beragam ada yang mengatakan buruk ada yang mengatakan bagus. Saya hanya berpesan, kembali lagi kebutuhan dan harapan seperti apa yang Anda inginkan dari sebuah hotel.

Dan satu lagi, harga semalam sekitar Rp 200rban dengan lokasi strategis, buat saya memang cukup murah. Lagipula ada pilihan kamar lainnya dengan fasilitas kasur yang juga berbeda dengan yang saya pilih.


Saran saya, baca dengan teliti :
  • Detil kamar yang disediakan, kasurnya seperti apa dan kalau bisa lihat foto yang tersedia.
  • Jangan lupa juga dibaca fasilitas apa yang disediakan dan tidak disediakan. Jadi, nantinya bisa mengetahui apakah ada kekurangan atau tidak dalam pelayanan.
  • Dipertimbangkan lagi, kira-kira kebutuhan kamar yang seperti apa dan jumlah anggota yang menginap. Ini dikhususkan untuk Anda yang menginginkan disediakannya makanan dari hotel. Biasanya kalau jumlah yang menginap melebihi batas maksimal yang dibolehkan oleh pihak hotel, tidak akan mendapat jatah makan gratis.





Penilaian subjektif saya pada Hotel Santosa ini secara keseluruhan saya berikan 5/5 bintang. Karena saya tidak mengalami kendala sama sekali selama menginap di sini. Nah, bagi Anda yang mencari penginapan di Kota Malang yang lokasinya strategis, Hotel Santosa mungkin bisa menjadi rekomendasi untuk Anda.



Kalau Anda, apa yang menjadi sorotan utama saat berkunjung ke tempat publik? 


No comments:

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.