Wisata Dadakan Ke Malang Hari Pertama


Wisata Dadakan Ke Malang Hari Pertama





Akhirnya, terwujud juga keinginan saya untuk kembali menjejak ke kota Malang. Setelah sekian waktu berharap dan berdoa agar diberi kesempatan lagi untuk menikmati kota ini. Berangkat dengan menggunakan kereta api, Jayabaya. Saya dan rombongan berangkat dari stasiun Pasar Senen. Sekitar pukul tiga pagi tadi (6 Mei 2018) kami tiba di stasiun Malang.

Dari awal berangkat yang sebenarnya serba dadakan ini. Kami belum tahu hendak menginap dimana. Namun, beberapa alternatif rencana sudah kami persiapkan sambil terus membicarakannya selama di perjalanan.

Dan seperti yang pernah saya tulis sebelumnya di tulisan : Perjalanan Ke Sukabumi . Setiap kali bepergian ke luar kota. Pasti ada sesuatu yang penting untuk dikerjakan. Jadi, saya belum pernah menikmati liburan yang telah direncanakan sebelumnya, jauh-jauh hari. Kali ini alasan saya bisa menjejak ke Malang adalah karena mengantar adik saya untuk mendaftar kuliah di ITN.

Kenapa di ITN? Yang pasti, tempat ini rekomendasi dari banyak orang yang terpercaya, terutama untuk fakultas Teknik Mesin-nya. Selain itu, beban biaya yang ditawarkan juga tidak terlalu tinggi dibanding tempat lain. Itulah kenapa, setelah riset sana riset sini, akhirnya pilihannya jatuh ke ITN.


***

Selama perjalanan, kami mencari rekomendasi penginapan yang dekat dengan kampus ITN melalui situs penyedia informasi : Trivago. Setelah membandingkan harga, menyusun rencana hingga memesan kamar di perjalanan, kami merasakan kemudahan dan efisiensi serta harga yang cocok melalui Trivago.





Akhirnya kami memesan tiket untuk menginap di Hotel yang dekat dengan kampus ITN dan juga dekat dengan stasiun. Lokasinya persis di depan alun-alun Malang. Jenis tempat penginapan bintang 1, kalau dilihat dari informasi di Trivago.

Tapi, karena kereta kami tiba dini hari. Sementara tempat penginapan tersebut baru mulai beraktivitas sekitar pukul delapan pagi. Mau tidak mau kami harus mencari tempat penginapan lain demi kemakmuran mata kami yang sudah “lima watt”. Dapatlah penginapan lain di Jalan Mor Sugiopranoto.

Allhamdulillah penginapan ini buka 24 jam. Jadi, kami bisa langsung check-in. Namun, sungguh tak terduga saat kami masuk ke dalam kamarnya. Rasanya aneh, bukan tentang hal mistis ya. Tapi, karena ruangannya sedikit pengap, meski ada Air Conditioner. Kemudian, lantainya memang tampak di sapu. Tapi, di area-area tertentu saja. Sementara di samping-samping lemari, kolong kasur sampai belakang pintu. Kotor sekali. Sampai-sampai sarang laba-laba menghiasi setiap sudut dinding.

Belum lagi, kamar mandinya yang bagi saya sulit untuk diceritakan. Saya bahkan mandi dengan terburu-buru, hingga kesulitan untuk buang air besar karena rasanya tidak sanggup harus berdiam diri, konsentrasi dan fokus di kamar mandi yang kurang bersih.

Singkat cerita, saya tidak bisa istirahat sampai siang menjelang. Dan sekitar pukul 10 pagi, usai mencari sarapan dan berkunjung ke pasar tempat menjual binatang di dekat penginapan. Kami memutuskan untuk langsung check-out. Lagi pula sudah tidak tersisa lagi keinginan untuk berlama-lama di sana.


***


Setelah check-out, awalnya kami sudah janjian dengan kakak kami yang tinggal di Probolinggo. Namun, karena kemacetan, akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung ke rumah salah satu teman yang tinggal di daerah terdekat. Kami menghabiskan waktu cukup lama di rumah kawan kami ini. Sambil bercerita tentang masa-masa muda, tak terasa sore menjelang. Dan kami akhirnya bisa bertemu dengan kakak kami yang kemudian mengajak kami ke Museum Transportasi yang hits itu.


Insya allah bersambung.

No comments:

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.