18 May, 2018

Beberapa Barang Ini Sangat Membantu Saat Pindahan Rumah

Beberapa Barang Ini Sangat Membantu Saat Pindahan Rumah


Pindah Rumah


"Besok kita pindahan, mumpung masih ada orang yang reparasi rumah, biar dibantu sama mereka." Demikianlah ketika pindah rumah justru harus dilakukan dalam waktu singkat. Padahal pindahan itu tidak semudah menggeser barang dari satu titik ke titik lain. Pindahan rumah berarti memindahkan segala macam isi, baik itu barang-barang yang masih dipakai, barang-barang yang jarang dipakai, hingga sampah yang belum sempat dipisah dan dibuang. Dan, pindahan rumah bukan perkara mudah.

Berawal dari rencana untuk pindah rumah usai renovasi, meski tanggalnya masih belum ditentukan. Saya sudah mulai mencari tahu, kira-kira apa saja sih barang-barang yang dibutuhkan agar mempermudah proses pindahan rumah? Walaupun sebetulnya, ini bukan pertama kali saya pindahan tempat tinggal. Dulu, saya pernah pindahan dari rumah Mamah ke rumah Ibu di rawa lumbu. Kemudian dari rumah Ibu ke Pengasinan. Setelahnya dari Pengasinan ke Pondok Hijau Permai. Dan, kali ini pindahan dari Pondok Hijau Permai ke Lambangsari.

Meskipun sudah beberapa kali pindah tempat tinggal, tetap saja saya merasa ada beberapa hal yang sebenarnya masih belum saya pahami. Dalam hal ini, mengemas barang agar lebih efisien dan mudah. Apalagi, sejarah pindahan sebelumnya ini, dilakukan dengan cara mencicil alias pindahannya sedikit demi sedikit. Tapi, saat harus pindah ke Lambangsari, saya dituntut untuk bisa memindahkan semua barang dalam satu hari. Tidak ada lagi waktu dan kesempatan untuk mencicilnya.

Dari hasil temuan saya melalui aplikasi Pinterest yang merupakan aplikasi segudang ide, saya temukan banyak informasi berguna yang akhirnya saya contoh. Dan beberapa barang ini, sangat teramat bermanfaat. Apa saja barang-barang murah nan istimewa ini? Disimak, ya.



1. Plastik Wrapping



Sebelum mendapat berita agar segera pindahan, waktu rumah masih di renovasi, saya sudah mempersiapkan plastik wrapping ini untuk membungkus buku-buku saya yang belum memiliki rumah sendiri. Apalagi, penyakit buku yang sering membuat saya ketakutan adalah rayap! Sementara di rumah yang sebelumnya, rayap bertebaran di mana saja. Saking takutnya, akhirnya saya mencari informasi bagaimana cara melindungi buku-buku dari serangan rayap dan meminimalisir buku tersebut terjangkit jamur.

Hasilnya adalah membungkus buku-buku dengan plastik wrapping. Saya membeli plastik wrappingnya yang khusus untuk barang, bukan plastik wrapping untuk makanan. Kenapa? Karena harganya mahal sekali yang food grade, hehe. Lagi pula ini kan untuk buku, jadi saya tidak membutuhkan plastik yang food grade itu.

Sambil membungkus buku-buku tersebut ke dalam plastik wrapping. Saya juga mendata berapa banyak buku-buku yang saya punya di rumah. Apalagi, wacana mendata buku ini sudah sejak sekitar tahun 2016 ingin saya lakukan tapi tak kunjung dipraktekkan karena rasa malas yang tinggi. Akhirnya, karena terpaksa agar lebih berfaedah kegiatan membungkus buku, saya sambi dengan mendatanya. Total ada 325 buku yang saya miliki di rumah, bukannya senang saya justru merasa glegekan karena bingung mau ditempatkan dimana buku-buku ini.

Buku, memang harta karun yang tidak mampu saya deskripsikan bagaimana rasa bahagia saya memiliki mereka. Namun, ruangan yang kurang memadai justru membuat saya sadar bahwa saya harus mulai memikirkan hal ini. Itulah sebabnya, belakangan saya lebih sering membaca buku elektronik dibanding membeli buku fisik. Demi mengamankan ruang lebih agar tidak dipenuhi tumpukan buku, hehe. Beginilah nasib pembaca buku dan penimbun buku sekaligus, rasanya tidak bisa diwakilkan dengan kata-kata.





2. Kardus Dengan Ukuran Khusus



Begini, meski jadual pindahannya termasuk dadakan, tapi persiapannya sudah saya lakukan jauh-jauh hari, termasuk memesan kardus dengan ukuran yang khusus. Apalagi, kebanyakan kardus yang beredar, menurut saya masih kurang besar untuk menampung barang-barang yang ingin saya pindahkan. Khususnya untuk buku, karena itu saya memutuskan untuk mencari informasi penyedia kardus dengan ukuran yang bisa dimodifikasi tapi harganya murah.

Dapatlah saya informasinya melalui marketplace hijau dengan harga Rp 6.500 / kardus. Menurut saya sangat murah, apalagi saat itu kondisinya saya kesulitan mencari kardus dengan ukuran yang sering ditemui seperti kardus mie instan atau kardus air mineral. Padahal rumah saya sebelumnya ini dekat sekali dengan pasar pagi, otomatis beberapa warung di sana pasti memiliki kardus yang tidak terpakai. Sayangnya, ketika saya ingin membeli kardus pada mereka, kardus-kardus tersebut sudah diambil oleh pengepul kardus. Akhirnya, saya kesulitan mencarinya dan memutuskan membelinya secara online.


Menurut saya, kardus yang saya beli dengan spesifikasi single wall ini kualitasnya sangat bagus. Karena kardus yang digunakan untuk memodifikasi ukurannya, merupakan kardus dengan kualitas yang masih bagus meski bekas. Tidak ada bagian yang rusak, kecuali beberapa rekatan karena tempelan agar ukurannya sesuai. Tapi, tidak mengganggu fungsinya, sih.



3. Plastik Jumbo



Tahu kan plastik yang ukurannya panjang dan besar? Ukurannya 90 x 120, cukup besar untuk membungkus pakaian. Nah, pakaian yang saya gantung, tidak saya lepas satu-persatu, tapi saya bungkus dengan plastik dimana gantungannya tetap di posisinya. Cara membungkusnya sama seperti gambar yang saya ambil dari pinterest akun buzzfeed ini :


Source : Pinterest Buzzfeed 

Karena baju saya banyak yang panjang, alhasil saya beli plastik yang ukurannya besar. Dengan cara seperti ini justru benar-benar mempermudah sekali. Saya tidak perlu melipat pakaian sehingga nantinya harus bekerja dua kali untuk menggantungnya kembali. Tapi, yang perlu diperhatikan adalah plastik yang digunakan untuk membungkus pakaian ini, bisa saja robek saat ditumpuk dengan barang-barang yang lain. Jadi, pastikan kita memantau dimana pakaian ini ditumpuk di mobil. Selain agar tidak robek, juga agar terhindar dari barang-barang cair yang bisa membuat pakaian kita terkena noda atau basah.



4. Boks Kontainer Plastik



Bagi saya, peralengkapan dapur seperti piring, gelas dan segala macam yang ada di dapur lebih aman jika disimpan di dalam boks kontainer berbahan plastik. Saya punya boks kontainer ini yang ukuran 150 liter. Fungsinya untuk menyimpan piring, gelas, kotak makan dan tempat minum serta beberapa panci dan wajan. Awalnya saya pikir akan memakan banyak tempat dan tidak efisien. Tapi, rupanya justru lebih mempermudah, apalagi saat diangkut dengan mobil bak terbuka, digabung dengan barang-barang lain, otomatis bisa aja pecah atau lecet saat perjalanan.

Apalagi, saya tidak bisa mengatakan kalau orang-orang yang membantu saya pindahan ini termasuk yang mengenal dengan baik, barang mana yang harus ditumpuk di atas dan mana yang harus di tumpuk di bawah. Berbeda dengan jasa khusus pindahan di luar negeri yang bahkan sudah sangat paham mengenai posisi barang saat pindahan. Itulah kenapa saya pikir memiliki kotak kontainer plastik ini semacam investasi yang nantinya tetap bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang lainnya.

Kotak ini juga bisa untuk menyimpan boneka, mainan, buku, tas dan beberapa pakaian yang jarang dipakai, loh. Jadi sangat banyak fungsinya sehingga tidak akan mubazir setelah membelinya.



5. Isolasi Dan Label



Tentunya saat mengemas barang dan memasukkannya ke dalam kardus kita akan membutuhkan isolasi sebagai perekat. Dan pastinya membutuhkan isolasi ukuran besar yang banyak. Saya bahkan menghabiskan sekitar enam isolasi ukuran besar selama packing barang-barang di rumah. Apalagi ada beberapa barang yang saya letakkan di kardus. Dan isolasi juga berfungsi untuk melapisi kulkas dan lemari agar selama perjalanan di atas mobil, pintunya tidak terbuka dan tertutup sehingga bisa cepat rusak. Dengan melapisi kulkas dan lemari selama perjalanan juga bisa melindungi bagian body-nya agar tidak lecet.

Selain itu saya juga merekomendasikan penggunaan label pada setiap kotak atau kardus. Ini berguna untuk menuliskan barang apa saja yang ada di dalam kotak atau kardus tersebut. Cara ini sangat mempermudah, loh, terutama usai pindahan sehingga kita bisa tahu dimana meletakkan barang tersebut. Karena saya benar-benar mengalami, ketika usai barang sampai di rumah, saya tidak bisa langsung membongkar kardus dan kotak kemudian merapikannya. Butuh waktu beberapa hari untuk meletakkan kembali barang-barang tersebut ke tempatnya semula. Untuk itu, ketika sedang membutuhkan sesuatu, saya sudah tahu ada di kardus atau kotak mana barang yang saya cari.

Penulisan di dalam labelnya pun bukan sekadar jenis barang yang saya simpan saja. Tapi saya juga menuliskan, asal barang tersebut dari mana, apakah dari ruang tamu, kamar depan, kamar belakang, kamar mandi atau justru dari dapur. Dengan begini, orang yang membantu mengangkat barang-barang kita saat pindahan, tahu dimana harus meletakkan barang tersebut dari tulisan yang kita pasang pada setiap kardus atau kotak.



***


Pindahan rumah itu sangat melelahkan, loh. Apalagi usai pindahan, bahkan saya membutuhkan waktu sekitar sebulan untuk mengeluarkan barang-barang dari kardus / kotaknya. Karena hari pertama setelah pindahan, saya mengalami pegal-pegal seluruh badan yang membuat saya akhirnya merasa lemas. Alhasil, minggu pertama sesudah pindahan, saya menghabiskan waktu untuk istirahat agar tidak terlalu memaksa tubuh saya untuk bekerja.

Kelima barang di atas cenderung cukup mudah di dapat. Apalagi setelah benar-benar mempraktekkan tips dari pinterest, saya merasa cara tersebut sangat efisien dan memberikan kemudahan bagi orang yang membantu kita saat pindahan. Dengan memberikan kemudahan pada mereka, kita jadi meringankan pekerjaan mereka juga. Itulah kenapa, meski tampaknya "ribet banget" tapi mengemas barang-barang kita dengan cara yang lebih rapi dan mudah justru memberikan keuntungan yang sangat besar untuk kita.

Bagaimana dengan Anda, apakah ada pengalaman seru dan unik yang dialami saat pindahan tempat tinggal? Silakan berbagi di kolom komentar. Semoga tulisan saya bermanfaat. [Ipeh Alena]

No comments:

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih