13 May, 2018

Berkunjung Ke Museum Angkut Di Batu Malang

Berkunjung Ke Museum Angkut Di Batu Malang



Museum Angkut Malang


Mungkin kunjungan saya ke museum angkut ini terbilang telat. Karena hype-nya sudah lewat. Tapi, ternyata masih banyak pula wisatawan lokal yang belum mengunjungi tempat ini. Karena itu, ketika hari sudah beranjak sore, kami tiba di Museum Angkut yang letaknya di Batu - Malang ini, masih ramai oleh pengunjung yang rupanya banyak berasal dari luar Malang.


Museum Angkut Malang



Memasuki areal museum tepat pukul empat sore, saya sempat merasa takjub. Bukan apa-apa, saya merasa teramat senang sekaligus terharu karena Allah masih mewujudkan doa dan harapan saya untuk mengunjungi tempat ini. Sesampainya di lokasi, saya tahu kalau waktu saya di sini tidak akan begitu lama. Jadi, saya harus mempersiapkan diri jikalau harus pulang lebih cepat.


Area Museum Angkut ini terbilang cukup luas. Meski awalnya saya berpikir kalau ruangannya hanya segitu-gitu saja, mengingat lantai utamanya hanya menunjukkan kalau ruangannya tersedia sedikit saja. Eh, tapi, saya salah. Ternyata setelah lantai satu yang berisi barisan mobil-mobil lawas serta beberapa penampakan sepeda. Ada lagi lantai di atas yang berisi banyak kendaraan angkut jaman dahulu.


Beberapa juga masih digunakan hingga saat ini seperti Becak dan ada juga penampakan mobil Tucuxi yang pernah mengalami kecelakaan saat dikendarai oleh Dahlan Iskan. Ternyata mobil tersebut adalah mobil asli yang disimpan sebagai pengingat bahwa mobil tersebut merupakan karya anak bangsa. Sekaligus pemicu semangat agar bisa membuat mobil yang lebih bagus lagi.


Museum Angkut Malang


Untuk biaya masuknya, karena saya datang hari Minggu, dikenakan biaya Rp 100.000/orang. Kalau mau datang ke Museum Angkut, jangan lupa untuk menyiapkan kapasitas penyimpanan kamera atau gawai yang cukup. Karena, penyimpanan di gawai saya kapasitasnya langsung penuh akibat banyak sudut keren yang sayang kalau enggak diabadikan.


Selain menyiapkan kapasitas penyimpanan untuk kamera atau gawai yang cukup. Ada beberapa hal juga yang sebaiknya diperhatikan sebelum berkunjung ke Museum Angkut.


Museum Angkut Malang



1.Gunakan Pakaian Yang Nyaman



Terutama saat ingin berkunjung di sekitar bulan Mei - Agustus, ada kemungkinan cuacanya cerah atau berawan. Tentunya saat cuaca cerah, udara juga bisa panas atau adem atau justru gerah. Persiapkan saja dengan mengenakan pakaian yang nyaman di tubuh. Agar tetap bisa beraktivitas dan menjelajah setiap sudut ruangan di Museum ini.


Museum Angkut Malang


2. Kenakan Alas Kaki Yang Menghindari Kita Dari Cepat Lelah


Museum Angkut Malang


Begini, di museum ini terdapat beberapa anak tangga yang lumayan banyak. Apalagi kalau mau berkunjung ke atapnya, dimana ada miniatur pesawat terbang yang akan membuat banyak anak-anak tertarik untuk melihat langsung dari dekat. Berarti Anda harus mengenakan alas kaki yang nyaman dan juga dapat melindungi kaki Anda dari kelelahan.


Museum Angkut Malang


Kalau saya menyarankan mengenakan sepatu, sih. Soalnya selama berkunjung ke tempat ini, saya merasa nyaman dan enggak cepat lelah. Apalagi saat itu saya baru saja sampai kota Malang pukul tiga pagi. Otomatis, tubuh masih belum optimal sehingga terbantu sekali dengan mengenakan alas kaki yang sesuai.



3. Hati-hati Jika Mengajak Orangtua Dan Anak-anak


Museum Angkut Malang


Jika Anda mengajak anak Anda mengunjungi tempat ini. Saya sarankan untuk benar-benar menjaganya. Bukan karena tempat ini teramat berbahaya. Tapi, karena tangga yang cukup tinggi, serta beberapa miniatur di sana ada yang tidak boleh disentuh. Daripada terjadi sesuatu yang kurang mengenakkan dan mengganggu liburan Anda, sepertinya lebih enak kalau benar-benar mengawasi dan memberi mereka pengertian.


Untuk Anda yang mengajak orangtua, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk naik-turun tangga sebaiknya bertanya langsung ke petugas di sana, dimana tempat yang enak untuk beristirahat atau jalur yang bisa mengarah langsung ke bagian lainnya tanpa menggunakan tangga. Saya belum tahu sih, apakah ada jalan pintas atau enggak, karena saya mengikuti jalur yang direkomendasikan oleh kakak saya, jalur yang banyak melewati anak tangga.

Museum Angkut Malang


4. Bawa Barang Atau Tas Seperlunya Saja



Saat mengunjungi Museum Angkut ini, kalau Anda membawa banyak sekali tas. Sebaiknya dititipkan di loker yang letaknya tepat di pintu masuk. Karena, percuma juga kalau dipaksa ingin membawa tas-tas Anda, sementara di pintu masuk nanti Anda akan diminta untuk menyimpan tas Anda di loker.

Museum Angkut Malang


Ini berlaku untuk Anda yang membawa tas besar, ya. Kenapa enggak boleh? Karena di dalam museum ini banyak miniatur kecil yang memang dilarang untuk dibawa pulang. Namun, demi menjaga keamanan dan kenyamanan, tentunya peraturan tersebut sebaiknya ditaati. Tidak akan rugi, kok.


Kemarin, untungnya, saya diinformasikan oleh Kakak saya, sehingga saya menitipkan dompet di tas selempang kecil adik saya dan gawai saya bawa sendiri karena selama di sana, sama sekali saya enggak bisa berhenti untuk memotret.


***

Bagian paling favorit selama berkunjung ke Museum Angkut yaitu atap museum dimana kita disuguhi pemandangan rumah-rumah warga dan gunung yang sangat asri. Apalagi anginnya juga sepoi-sepoi membuat sore hari yang cukup gerah itu menjadi terasa adem dan menyenangkan.

Museum Angkut Malang



Kami langsung menyudahi kunjungan karena tubuh sudah meminta istirahat setelah perjalanan 13 jam 50 menit di kereta menguras energi kami. Tapi, keseruan di Museum Angkut membuat kami tak lupa. Apalagi saat kunjungan kemarin, bertepatan dengan acara yang menghadirkan Irvan Hakim sebagai bintang tamunya. Jadilah bertambah ramai saja tempat ini.


Ingin berkunjung ke Malang dan mengunjungi lokasi Museum Angkut? Silakan catat alamatnya.


D’topeng Kingdom Museum


Jl. Terusan Sultan Agung No.2, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314

No comments:

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih