05 April, 2018

Komunitas Di Instagram Yang Banyak Manfaatnya


Komunitas Di Instagram Yang Banyak Manfaatnya



Instagram Community


Apakah Anda tergabung dalam komunitas tertentu di Instagram? Jadi, komunitas di Instagram ini lebih unik. Dia tidak memiliki ketua atau susunan organisasi yang sering kita temui pada komunitas sosial di sekirar kita. Komunitas di Instagram lebih luas, bebas dan benar-benar untuk umum.

Bagi yang ingin bergabung di komunitas tertentu, tidak diwajibkan untuk mendaftar sebagai anggota. Cukup memiliki akun di Instagram, posting sesuai dengan foto dan hashtag bahkan sudah bisa dianggap sebagai bagian dari komunitas. Awalnya saya mengetahui hal ini dari beberapa akun bookstagram yang memiliki follower yang cukup banyak. Beliau mengatakan kalau bookstagram ini adalah komunitas yang cukup besar dan banyak pula mereka yang mendukung kegiatan yang positif ini.

Hal ini juga dibenarkan oleh akun @preview.apps dimana dijelaskan bahwa komunitas di Instagram itu dibedakan melalui hashtag dan kegemaran masing-masing pengguna. Jadi, bagi mereka yang serius ingin eksplorasi dan mendapat banyak teman bisa optimalkan komunitas di instagram. Meski tanpa peraturan yang jelas, kalau kita sebagai pengguna sudah mematuhi dan tahu trik serta tips mengoptimalkan Instagram, pasti tidak sulit lagi saat mengelola akun kita.



Maksudnya Komunitas Di Instagram Itu Bagaimana?



Saya akan menjelaskan sedikit dari yang saya tahu. Begini, komunitas di instagram itu diketahui dari hashtag dan tujuan mereka posting sebuah foto. Semisalnya saya mengunggah foto buku dan ulasannya. Kemudian menggunakan tagar #bookstagram dan beberapa tagar lain yang mendukung unggahan saya tentang buku. Maka saya adalah anggota di komunitas bookstagram.

Contoh lainnya, seperti Anda yang mengunggah foto berisikan informasi mengenai kegiatan blogging kemudian menggunakan tagar entah itu #lifestyleblogger atau #technoblogger yang sesuai dengan foto yang diunggah, maka Anda merupakan bagian dari komunitas blogger.

Untuk komunitas fotografi sendiri pun sebenarnya sama, ada khusus flatlay, macro hingga nature fotografi. Semua tergabung secara khusus di dalam tagar tertentu yang merupakan komunitas umum tanpa susunan organisasi.

Ada juga beberapa orang yang berusaha memanfaatkan keberadaan komunitas ini agar lebih tertata. Dengan mengadakan tantangan foto atau tantangan apa saja yang bisa diikuti secara umum oleh pengguna Instagram di sebuah tagar tertentu.




Kalau Instagramnya Campur-campur Masih Bisa Gabung Juga?



Masih, dong. Karena komunitas di Instagram itu kan umum jadi siapa saja bisa bergabung. Beberapa unggahan yang kurang sesuai pun bisa mendapat teguran dari orang-orang yang rajin eksplorasi foto sesuai hashtag. Faktanya, kalau kita sering me-Like dan komentar di foto milik orang lain yang sesuai dengan tagar yang kita ikuti, konon bisa menaikkan konversi Engagment.

Beberapa pengguna Instagram yang memang serius mengelola akunnya, tidak segan-segan loh mampir dan meninggalkan komentar di postingan yang sesuai tagar. Ini sering saya temui juga di beberapa akun selebgram khusus buku yang followernya sudah ratusan ribu, tapi masih mau mampir ke postingan orang lain yang bahkan jumlah followernya masih ratusan.

Ini juga berlaku bagi beberapa akun yang rajin mampir ke unggahan akun lain yang sesuai hashtag, meski jumlah followernya masih sedikit. Bahkan untuk yang akunnya berisi campuran atau tidak memiliki niche. Tetap masih bisa bergabung dan mengoptimalkan dengan rajin menyematkan tagar yang sesuai dengan tema foto, mampir serta meninggalkan komentar ke unggahan akun lain. Tapi, jangan lupa juga untuk tetap berkomunikasi dengan akun lain yang follow akun kita. Karena saat ini, Instagram memang memfokuskan kanal mereka untuk komunikasi yang lebih baik antar pengguna.


***
Instagram Community

Jadi, apa saja keuntungan bergabung ke dalam komunitas Instagram ini? Sebenarnya banyak, terutama bagi mereka yang ingin menjadi influencer atau buzzer berbayar. Tentunya keaktifan dan konversi Engagement sering dijadikan patokan setelah menilai jumlah follower. Dengan mengelola akun Instagram dengan rutin dan menyempatkan diri mampir ke postingan akun lain, maka kesempatan untuk mendapat follower juga semakin tinggi.

Karena saya sering mendapati beberapa akun yang saya follow dan di follow balik, mereka menyeritakan bahwa mereka lebih senang dan nyaman dengan akun-akun yang tanpa pamrih mampir ke unggahan mereka dan memberikan komentar yang baik dan mendukung. Dengan begitu, apa yang menjadi tujuan Instagram agar para penggunanya mengedepankan komunikasi bisa terwujud.

Dengan kemudahan yang diberikan oleh Instagram, Anda juga bisa loh membuat komunitas sendiri yang sesuai dengan minat dan hobi. Caranya juga cukup mudah dengan mengajak beberapa teman yang memiliki hobi dan minat serupa untuk bergabung di tagar tertentu dan meramaikannya. Jangan lupa juga untuk memasang aktivitas Kopi Darat di Instameet dengan menggunakan peta pada tag lokasi.

Tips biar enggak merasa tertekan dengan tuntutan dan keinginan agar akun yang dikelola bisa sesuai dengan harapan. Sebaiknya nikmatilah prosesnya, juga persiapkan beberapa foto untuk stok biar bisa mengunggah foto harian terutama ketika sedang repot dan tidak sempat. Beberapa akun selebgram khusus buku yang saya ikuti bahkan memiliki daftar lengkap untuk unggahan selama sebulan dan sudah menyetok foto-fotonya selama sebulan dalam satu hari. Jadi, dia cukup menyempatkan diri untuk berinteraksi serta memikirkan caption foto yang kadang saking trickynya sering membuat pusing.

Selain itu, jangan terlalu memaksa diri ketika tengah bosan. Hanya saja harus disadari ketika akun lain yang mendapat kesempatan dan peluang yang menarik, agar tidak merasa iri karena bisa jadi akun tersebut sudah berusaha lebih keras dari kita. Jadi, biar hati ini lapang menerima kebahagiaan orang lain. Semoga bisa bermanfaat tulisan saya ini, ya. [Ipeh Alena]


4 comments:

  1. kadang aku lupa ngasi tagar meskipun ikut komunitasnya. Hadeww

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga setelah ini jadi enggak lupa lagi ngaasih tagar ya, Mbak. Sayang juga kalau memang niat untuk dioptimasi :)

      Delete
  2. Wah baru tahu ternyata tagar itu penting juga yaa.. Thanks mba

    ReplyDelete
  3. Aku suka nyetok foto, tp selalu sering lupa upload. Karena upload di IG itu, mau ga mau ya, harus edit berulang-ulang dan pakai bbrp aplikasi. Seringnya, udah diedit di aplikasi A, save, trus kesambi ngelakuin lainnya, trus lupa. Hihi

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih