17 March, 2018

Ketika Saya Tengah Bosan Dengan Kegiatan Sehari-hari

Ketika Saya Tengah Bosan Dengan Kegiatan Sehari-hari






Belakangan ini saya sempat dilanda rasa jenuh dengan dunia blogging dan sosial media. Rasa malas itu enggak datang tiba-tiba, tapi sedikit demi sedikit, dari mulai merasa hampa membaca lini masa di kanal sosial seperti Facebook, Twitter bahkan Instagram. Sampai merasa lelah ketika memaksa otak saya ini untuk bekerja mengolah kata demi kata agar bisa menjadi tulisan. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk hiatus sejenak.

Saat ini, yang saya selalu syukuri adalah beberapa kali saya enggak menghindar apalagi memaki-maki saat rasa jenuh itu datang. Karena pada dasarnya, saya sebagai manusia, memiliki kejenuhan pada aktivitas yang rutin itu bukanlah sebuah kesalahan. Kebutuhan saya sebagai manusia, tentunya sedang meminta untuk ditunaikan yaitu jauh dari hal yang rutin untuk sesaat agar pikiran bisa kembali bertenaga. Ibaratnya sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Chicago, "even lovers need a holiday, far away from each other.". Sama seperti saya yang sementara waktu memilih menjauhkan diri dari dunia maya.

Efeknya, saya jadi jarang membuka handphone. Apalagi membaca Whatsapp, sudah beberapa kali hanya sebentar saja mengecek apakah ada pesan yang masuk atau enggak. Tapi, seringnya memang terlupakan karena saya benar-benar meletakkan handphone dan hanya menyentuhnya ketika ada yang menelpon.


Terus, apa yang saya lakukan selama enggak memegang handphone?



Hindari Kejenuhan



1. Membaca Buku Demi Membabat Timbunan Buku



Ah, sungguh memang saya sudah menyerah dengan segala macam cara yang saya lakukan demi menghalau tindakan menimbun buku. Ahahahaha, dengan alasan yang lebih kuat bahwa saya masih bisa membacanya di lain waktu, inilah yang membuat saya seketika menjadi seorang penimbun buku. Padahal waktu saya untuk membaca masih terbilang sangat minim. Masih kalah dengan para top reader lainnya yang terkadang satu hari bisa menuntaskan satu buku.

Nah, saat kemarin saya merasa kejenuhan, saya menggunakan waktu yang biasanya saya gunakan untuk membuka Pinterest atau kanal sosial lainnya, untuk membaca. Lumayan juga, akhirnya saya berkenalan dengan penulis baru hingga membaca karya tentang seorang lelaki yang berjuang mati-matian demi bisa melarikan diri dari negaranya : Korea Utara.



2. Menyampul Buku Dengan Plastik Wrap



Sepertinya memang kehidupan saya selalu berkaitan dengan buku, ya? Apa enggak bosan? Suatu ketika ada seseorang bertanya pada saya tentang rasa bosan membaca dan menyentuh buku. Tentunya, ada hari-hari dimana saya benar-benar jenuh dan muak melihat tumpukan buku. Sehingga saya sering juga menyediakan beberapa hari demi mengistirahatkan pikiran. Sama seperti ketika saya jenuh dengan aktivitas menulis dan surfing di dunia maya.

Oiya, kenapa harus menyampulnya dengan plastik wrap? Pertama, karena saya malas menyampul dengan plastik bening. Kedua, saya ingin semua bagian buku terlindungi. Saya pernah membaca - tapi lupa dimana sumbernya - bahwa cara yang paling mudah melindungi buku yaitu dengan menyampulnya secara keseluruhan. Ini bisa mencegah buku menjadi kuning, katanya begitu mari kita lihat apakah benar-benar bisa menghindari buku dari bercak kuning atau enggak.



3. Merancang Dan Menerapkan Metode Konmari



Setelah beberapa kali berkeinginan untuk mulai secara rutin bebenah dengan menerapkan metode yang masih banyak dibahas, dari seorang perempuan bernama Konmari. Akhirnya saya mulai menuliskan beberapa hal yang membantu saya untuk fokus merapikan bagian-bagian rumah. Saya memulainya dari tumpukan DVD yang ternyata beberapa di antaranya sudah rusak sehingga memang perlu disingkirkan.

Dengan menulis di jurnal, ini mempermudah saya agar tetap fokus dan keep on track. Jadi, sewaktu-waktu saya lupa, saya tinggal melirik catatan saya saja.

Yang membuat saya senang itu, saat saya berhasil merapikan beberapa bagian rumah yang menjadi tampak lebih luas dan enggak sempit. Dan, hal yang paling berat itu sudah pasti bagian membuang barang yang sebenarnya sudah tidak digunakan lagi tapi masih saja saya yakini suatu saat akan berguna. Ini sangat sulit sekali. Bahkan sampai sekarang masih ada beberapa yang menumpuk karena saking sayangnya dengan barang tersebut. Repot ternyata, ya!




4. Kembali Menulis Puisi Di Buku Jurnal



Kedengarannya saya seperti pengacara, ya. Alias pengangguran banyak acara. Tenang, allhamdulillah saya memiliki pekerjaan yang bingung untuk dijelaskan. Kalau dibilang pekerjaan tetap, saya mengerjakannya sebagai karyawan paruh waktu. Tapi, kalau dibilang paruh waktu, pekerjaan yang saya lakukan ini tetap dan seringnya di waktu-waktu yang sama setiap hari. Itulah dia seninya menjadi pengacara, ahahahaha.

Terlepas dari pekerjaan, tentunya saya memang berusaha untuk mengoptimasi sosial media saya dengan cukup serius, meski level seriusnya masih kasta terendah. Jadilah saya sering meninggalkan beberapa akun.

Pada momen dimana saya menghadapi kejenuhan seperti saat ini, saya sering menghabiskan waktu untuk menulis puisi atau beberapa kalimat yang wara-wiri di kepala saya. Dulu, saya biasa menuliskan puisi-puisi saya di dalam buku diari. Sampai saat ini masih beberapa kali saya menulis di buku diari, meski enggak sesering waktu sekolah dulu, sih.


Saya senang menulis di buku diari atau buku jurnal. Karena terkadang bisa membuat saya lupa waktu! Ini bagus jika saya tengah menunggu, entah itu menunggu antrian, menunggu obat selesai di rumah sakit atau menunggu hal-hal lainnya. Seringnya justru enggak terasa bahwa saya sudah menunggu sejam atau dua jam. Enggak hanya itu, saya juga pernah mendengar kalau menulis dengan menggunakan tangan, bisa mencegah kita dari pikun.



5. Memanfaatkan Waktu Untuk Menikmati Kebersamaan Dengan Keluarga



Setiap berkumpul dengan kedua orangtua saya atau dengan adik-adik atau kakak-kakak, saya memang sering lupa untuk mengecek handphone. Saking asiknya berbincang, terkadang mengenang masa lalu. Memang, bukan tanpa usaha untuk menikmati kebersamaan dengan mereka, karena saya sering meletakkan handphone yang jauh dari jangkauan sehingga ini mempermudah saya untuk enggak sering-sering mengecek handphone.

Tapi, kalau kejenuhan tengah melanda. Ini menjadi perkara yang cukup mudah. Mau handphonenya diletakkan di dekat saya pun enggak jadi masalah. Alhasil, ngobrol tetap seru dan membahas gosip jadi lebih intens. Aahahahahahah ( kok bangga :D ).


Bagaimana dengan Anda, pernah mengalami rasa bosan dan jenuh dengan aktivitas harian? Biasanya apa yang dilakukan untuk mengisi waktu luangnya? Silakan berbagi di kolom komentar, siapa tahu kita senasib, eh. [Ipeh Alena]


4 comments:

  1. ipeeeeh, saat ini saya merasa seperti itu.
    Lagi enak di dunia nyata aja. Lagi pengen banget jalan-jalan aja

    ReplyDelete
  2. sama, saya mulai stress sama Instagram. temen2 deket saya pasti udah bosen dengerin keluhan ini :)))) jd saya mulai belajar watercoloring deh...

    ReplyDelete
  3. Saya bisa makin bosan kalau menyampul. Emang dasarnya gak suka menyampul hihihi

    ReplyDelete
  4. kadang aku juga males buka blog dan sosmed lainnya mba makanya pas akhir tahun juga postnya cuman dikit adakalanya bosan banget :p lalu liat teman2 yang lain masih produktif itu buat aku semangat lagi

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih