Meningkatkan Engagement Di Instagram Secara Natural

Meningkatkan Engagement Di Instagram Secara Natural


Increase Engagement Naturally


Ipehalena.com - Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak kanal sosial saat ini berganti alogaritmanya. Tentunya, kini kanal sosial lebih mengedepankan komunikasi nyata antara sesama pengguna, alih-alih hanya sekadar meningkatkan impresi saja. Tentunya, ini sering membuat buzzer atau pengguna kanal sosial yang sedang memonetisasi akunnya jadi kalang kabut.

Apalagi bagi saya yang senang betul menggunakan aplikasi Instagram, juga sering mendapat pekerjaan lewat akun Instagram khusus buku yang saya kelola. Alhasil, mau tidak mau, saya harus kembali belajar untuk mengetahui, kira-kira seperti apa sih konten yang ramah dan mampu menaikkan engagement di Instagram serta membuat akun kita hasil analisanya bagus.

Saya mempelajari beberapa hal yang akan saya bagikan di sini dari beberapa akun yang pertumbuhan followernya secara organik serta memiliki tingkat engagement yang bagus sampai diminta untuk menjadi endorser sebuah jasa book subscription terkenal. Kira-kira, apa yang mereka lakukan setiap hari pada akun mereka? Saya mengintipnya melalui tab "Like" pada bagian "Following". Di sini kita bisa mengetahui orang-orang yang kita follow berinteraksi dengan siapa saja. Jadi, bisa kita pelajari jika ingin meningkatkan penilaian yang baik akun Instagram kita (terutama saya).


Increase Engagement Naturally


1. Alogaritma Media Sosial Membuat Penggunanya Harus Aktif 


Increase Engagement Naturally


Aktif di sini, bukan sekadar memberikan 'love' pada setiap foto yang masuk ke linimasa. Ini pun menjadi peringatan bagi saya yang sering hanya memberikan 'love' tanpa berkomunikasi dengan pengguna lainnya. Nah, kali ini Instagram menginginkan penggunanya untuk aktif memberikan komentar, berbincang melalui kolom komentar pada foto yang hadir di linimasa.

Interaksi yang baik, merupakan tolak ukur sebuah nilai konversi Instagram yang baik juga. Tapi, ternyata interaksi ini bukan sekadar komentar "nice", "love it", atau komentar sekadarnya saja, tentunya komentar yang berbobot-lah yang menjadi tolak ukur nilai konversi Instagram yang bagus. Hati-hati juga, kalau cukup sering mengomentari postingan orang lain dengan kalimat yang sama, karena bisa mendadak di-banned akun kita karena dianggap spam.


2. Beritahukan Postingan Terbaru Di InstaStory


Awalnya saya bingung, kenapa ya banyak bookstagrammer yang memberitahukan postingan terbaru mereka melalui Instastory? Padahal saat itu, foto mereka sudah muncul di linimasa saya dan tinggal saya klik "love" atau tinggalkan komentar. Kok pakai repot-repot memberitahu di Instastory?

Ternyata inilah fungsi dari Instastory itu sendiri. Dimana bisa memang dibuat agar kita selalu membagikan momen selayaknya Snapchat. Tentunya, hal yang wajar jika kita membuat pemberitahuan bahwa kita sudah mengunggah foto terbaru, ini cukup membantu bagi follower kita yang tidak bisa secara langsung melihat foto yang kita unggah karena struktur alogaritma tadi.

Jadi, kalau habis unggah foto terbaru, jangan lupa diumumkan melalui Instastory, agar saya bisa mampir.


3. Sesi Tagging Follower


Increase Engagement Naturally


Kalau di komunitas Bookstagram namanya #BookTagged , temanya berbeda-beda, ada tema lima buku yang kamu sukai, tema memperkenalkan diri, tema film disney favorit. Dan banyak tema yang bisa diikuti dalam sesi Tagging ini. Keuntungan yang saya rasakan, tentunya saya punya ide untuk mengunggah foto dan menuliskan captionnya karena sesuai dengan pertanyaannya.

Nah, dari sesi booktagged ini pula, kita dibolehkan men-tag orang lain agar melakukan hal yang sama. Dan seringnya mereka akan mampir kemudian memberikan komentar secara natural di foto yang kita unggah. Ini tentunya hal yang menarik, karena banyak juga para Bookstagrammer yang senang dengan kegiatan ini.

Bahkan beberapa bookstagrammer yang sudah jadi seleb pun, masih mengikuti kegiatan ini. Apalagi, ketika kita melihat ada teman kita mengunggah sebuah aksi booktagged dan kita ingin ikut serta tanpa di-tag, sangat diperbolehkan. Biasanya mereka akan menuliskan "feel free to join in" atau semacamnya untuk memberikan kebebasan pada akun lain yang ingin ikut serta.


4. Balas Komentar Di Foto Yang Kita Unggah


Increase Engagement Naturally


Sebisa mungkin, setelah kita mengunggah foto, jika ada beberapa teman atau follower yang mampir dan meninggalkan komentar. Balaslah komentar tersebut. Ternyata bukan saja di Blog yang memberlakukan interaksi seperti ini, karena Instagram juga memberlakukan agar pemilik akun juga aktif menjawab komentar para pengunjungnya.

Oiya, ini juga satu hal yang membuat saya senang mengunjungi beberapa akun bookstagram lainnya, tentunya alasannya karena mereka enak diajak berbincang melalui kolom komentar. Dan ini membuat saya tidak segan-segan menanti hadirnya foto mereka di kemudian hari. Semoga saya juga bisa mempraktekkan ilmu ini, hehe.


5. Ajukan Pertanyaan Atau Kuis Atau Konten Yang Menarik



Increase Engagement Naturally


Beberapa waktu yang lalu, saya sering bingung dengan fenomena bookstagrammer yang sering menuliskan Question Of The Day (QOTD) berikut dengan jawaban mereka. Tahun kemarin, persisnya, fenomena ini hinggap di linimasa saya. Ketika kemudian saya baru menyadari, kalau ini memang memberikan kemudahan bagi para followernya untuk ikut serta berinteraksi di kolom komentar dengan menjawab pertanyaan yang diajukan.

Tipe pertanyaannya cukup umum, sehingga membantu mereka yang mungkin belum pernah membaca buku tersebut dan bingung ingin komentar apa. Lalu karena ada tambahan pertanyaan umum, sehingga mereka bisa ikut nimbrung berinteraksi.

Nah, beberapa bulan terakhir ini, ada juga akun bookstagram yang mengadakan permainan yang cukup menarik. Semacam permainan imajinasi, mereka akan melemparkan pertanyaan juga yang cukup menarik seperti "Kalau kamu adalah monster, monster apakah kamu?" atau seperti "Kamu dihadiahkan sebuah kekuatan super, kamu akan memilih kekuatan seperti apa?". Nah, permainan pertanyaan ini cukup menghibur dan terbukti banyak yang ikut serta bergabung.



***


Saya cukup sering mendapati kalau di komunitas bookstagram ini up to date dengan segala hal yang terjadi di Instagram. Awal saya mengenal tema foto entah itu dengan menggunakan filter yang sama, atau mengunggah foto dengan susunan yang menarik, sehingga feed Instagram mereka memang enak dilihat. Sampai, saya berkenalan dengan banyak hal seperti Penempatan Tautan Lebih Dari Satu Dengan Linktree.

Itulah alasan kenapa akun Instagram personal saya sering ditinggal, karena terlalu sering nongkrong di akun khusus buku. Semoga setelah ini saya rajin memposting foto baru di akun Instagram personal.

3 comments:

  1. baru tahu ternyata ga cuman sekedar nge-love doang tapi komentar juga dan yang instastory pun aku baru ngeh fungsinya iyaaaa kemana aja atuh?pengen cobain ah jadi terinpirasi mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, teh. Pun daku sempat kaget ketika tau manfaatnya instastory

      Delete
  2. Iya nih perubahan algo mesti ikutin ya. Saya dong sukanya love doang huhuhu dan itu bentar saja. Kalo ada yang pengin komen ya dikomen. Kadang suka syedih, orang2 pada 'tinggalin' kolom caption, cuma diisi sekedar saja kadang hestek doang tanpa ada mau komunikasi gitu dengan teman-teman. Yg kayak nomor 5 tuh sukak banget, ada call to action. :D

    Anyway, bikin post di instastory utk post terbaru belum pernah bikin! Makasih yaa mbak udah ingeetiin :D

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup, Spam dan anonymous akan dihapus ya :)


Terima kasih

Powered by Blogger.