16 January, 2018

Spoiler Alert : Anime Series Yamato Nadeshiko - The Wallflower

Spoiler Alert : Anime Series Yamato Nadeshiko - The Wallflower





Sebagai penyuka anime series, saya memang tergolong kurang up to date. Pasalnya, baru beberapa minggu yang lalu, saya menonton anime yang notabennya sudah diputar bertahun-tahun yang lalu. Berjudul Yamato Nadeshiko, yang konon sudah diputar sekitar tahun 1990-an. Sementara saya baru menontonnya di tahun 2018. Welcome!!!

Tokoh perempuan dari anime series ini mengingatkan saya pada anime Kimi Ni Todoke yang diputar sampai dua season. Dan saya sudah menontonnya hingga akhir! Bravo!


Sekilas Tentang Anime Kimi Ni Todoke


Kimi Ni Todoke ini berkisah tentang seorang perempuan, bernama Sawako Kuronuma yang memiliki rambut hitam panjang sepinggang, kulit putih pucat dan suara yang cenderung pelan dan lembut. Namun, di sekolahnya, Sawako ini selalu dikaitkan dengan sesuatu yang mistis. Ini disebabkan oleh penampilannya mirip dengan ikon hantu yang terkenal dari Jepang yaitu SODAKO.

Jadilah Sawako chan ini dijauhi oleh banyak temannya sejak awal masuk sekolah. Meski, Sawako memiliki teman dekat, tapi tidak satu kelas. Sehingga sehari-harinya di dalam kelas Sawako tidak pernah berbincang dengan teman-temannya. Karena kebanyakan dari mereka ketakutan saat melihat sosok Sawako. Apalagi rumor beredar bahwa Sawako bisa melihat dan berbicara dengan hantu.

Ini ada penyebabnya, gara-gara Sawako terkadang terlihat berbicara atau bengong dan memandang ke satu titik. Disangka oleh teman-temannya, Sawako ini sedang memandangi hantu. Alhasil, berita tersebut seolah menjadi hal yang nyata bagi anak-anak seantero sekolah.


Sawako Kuronuma (Image by Google)


Cerita anime tentang kehidupan di sekolah dan percintaan remaja memang masih menjadi favorit saya dan alasan terbesar kenapa saya mau menonton anime ini. Apalagi kadar kelucuan yang bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak, disertai ke-tidak-logis-an tokoh-tokohnya yang membuat saya terkekeh-kekeh. Apalagi ekspresi paling khas dari anime yang tidak pernah bisa dibandingi dengan tokoh live action aka film dengan tokoh orang secara nyata. Seperti ekspresi di bawah ini.


Sawako Kuronuma (Image by Google)

Ada kisah percintaannya? Ada. Nah di serial ini, sosok cowoknya itu baik hati banget. Dia punya banyak teman, termasuk cowok yang mudah bersosialisasi dengan semua teman-teman dari berbagai kelas. Kebaikannya terkenal seantero sekolah dan tentunya membuat sosok cowok ini digandrungi oleh banyak cewek-cewek. Namanya Kazehaya-kun, yang terbilang sangat perhatian dengan semua orang termasuk Sawako sendiri.


Sawako And Kazehaya (Image by Google)



Jika Dibandingkan Dengan Anime Series Yamato Nadeshiko




Sekarang, saya ingin membahas anime Yamato Nadeshiko yang memiliki sekitar 22 episode dan hanya satu season saja. Anime ini Yamato Nadeshiko ini, saya perkirakan merupakan cikal bakal dibuatnya anime Kimi Ni Todoke dengan versi ending yang lebih memuaskan bagi para penontonnya. Pasalnya, saya masih kerap melihat komentar para penonton untuk menambah episode terbaru dengan versi romantis yang lebih banyak. Dan sepertinya, Kimi Ni Todoke jawabannya.

Tapi, bagi saya sosok perempuan yang mirip dengan SODAKO dalam anime Yamato Nadeshiko yang bernama Sunako Nakahara ini, sangat teramat mirip dengan sosok hantu yang dikenal menyeramkan dan cukup kejam itu. Dan tentunya anime ini menjadi favorit untuk saya, meski sedihnya, karena anime ini diputar sudah cukup lama sehingga kualitas yang beredar jadi kurang begitu bagus.

Suatu hari Sunako Nakahara datang ke tempat kos-kosan yang dimiliki oleh tantenya Bibi Nakahara. Tantenya si Sunako ini cantik sekali, seksi dan kaya! Bayangkan saja, tempat kosannya itu bagaikan gedung istana yang hanya dihuni oleh empat cowok tampan yang bersekolah di tempat yang sama dengan Sunako Nakahara.

Tempat kos-kosan Kyohei DKK (Image by Google Image)

Rasanya memang tampak too good to be true, tapi saat ditonton hingga akhir, terjawablah sudah. Bahwa ke-empat cowok yang tinggal di kosan mewah ini, merupakan anak-anak orang kaya yang memiliki masalah sendiri-sendiri. Meski memang ada satu orang yang tidak begitu kaya, tapi tetap memiliki wajah yang tampan namun cenderung cantik.

Saya mulai dari tokoh Kyohei Takano, seorang cowok yang berbadan tegap, jago berkelahi, banyak digemari oleh cewek dan cowok, namun dia sering tampak cuek. Sejak kecil Kyohei sudah mengalami trauma yang membuatnya anti sosial dan cenderung bertindak anarkis demi membela dirinya. Namun, justru karena itulah dirinya sering berurusan dengan polisi.


Kyohei Takano (Image by Google Image)



Masalahnya, bukan satu atau dua orang saja yang melakukan pelecehan seksual padanya. Bahkan di tempatnya bekerja beberapa kali, dia mendapati bos perempuan memintanya menjadi selingkuhan. Saat pindah kerja ke tempat lain, giliran bos lelakinya yang berbuat tidak senonoh padanya. Meski tampang Kyohei ini lebih lelaki banget, tapi tidak menutup pesonanya yang bahkan membuat banyak orang baik lelaki maupun perempuan tertarik padanya.

Bahkan, beberapa toko yang ada di pasar dekat rumahnya, menjual foto-fotonya demi mendatangkan pelanggan yang berebut ingin memiliki foto Kyohei. Kehidupannya yang juga sering mendapatkan teror berupa surat, fax sampai telpon dan dering bel berkali-kali, membuat Ibunya membenci Kyohei dan itulah alasan Kyohei keluar dari rumah. Dia kabur dan bersembunyi di stasiun, kemudian ditemui oleh Bibi Nakahara serta diizinkan untuk tinggal di tempat kos miliknya.

Tokoh cowok lainnya yaitu Ranmaru Morii, seorang cowok tampan yang gemar dikelilingi perempuan. Selain itu, dia sering menjalin hubungan dengan perempuan cantik yang lebih tua darinya. Bahkan sempat berhubungan dengan perempuan cantik yang sudah memiliki suami. Memang, track record Ranmaru ini selalu berkaitan dengan cap Playboy.

Ranmaru Morii (image by google image)


Dirinya terlahir dari keluarga yang sangat berada, dengan kemewahan yang dimilikinya, keluarga Ranmaru memutuskan untuk mendidiknya agar lebih mandiri. Setidaknya untuk mencegahnya terlalu sering bermain-main dengan perasaan perempuan, sehingga kedua orangtuanya mengirimnya ke kosan tempat Bibi Nakahara. Apalagi sebenarnya Bibi Nakahara itu termasuk menyeramkan, ahahahaha.




Ada lagi cowok yang lumayan pintar, cenderung anti-sosial karena lebih senang mengunci dirinya di dalam kamar dan membaca. Selain itu dia juga berasal dari keluarga yang kaya. Orangtuanya memiliki keinginan agar Takenaga-kun menjadi sosok anak yang tidak mengurung dirinya terus-menerus dan bersosialisasi dengan anak lainnya.

Takenaga-Kun (Image by Google Image from Pinterest)

Sosok Takenaga ini memang cenderung lebih ke The Real Japanese Man, penampilannya yang rapi juga tampan, sering membuatnya selalu dikaitkan dengan sosok samurai atau Genji. Apalagi, saat dia berdiri di samping perempuan cantik yang sangat feminim, sudah pasti penampakan dalam imajinasi teman-temannya itu bagai sepasang suami-istri dengan kimono lengkap. Selain itu, Takenaga juga termasuk cowok yang pemalu namun tetap apa adanya dan cenderung tidak begitu denial.

Cowok berikut ini yang saya ceritakan tadi, tampan namun cantik, karena itulah dia sering disangka seorang wanita. Apalagi, teman-temannya juga sering mengerjai dirinya agar berdandan layaknya wanita. Belum lagi, tubuhnya yang tidak begitu berisi dan kurus persis perempuan. Pertama kali pertemuannya dengan Ranmaru, bahkan dia menyangka ini seorang perempuan. Dan Yuki termasuk cowok yang berasal dari keluarga biasa saja namun tetap berada.

Yuki-Kun (Image by Google Image)
Di antara ketiga cowok teman dekatnya, Yuki memang termasuk yang lebih perasa, lebih sensitif serta lebih penakut. Namun, dia dan ketiga temannya memiliki kesamaan, sama-sama tidak bisa mengurus diri mereka sendiri karena sudah terlalu sering dibantu. Apalagi saat Sunako tidak bisa menyediakan makan untuk mereka, dan Yuki memutuskan untuk memasak. Semua orang langsung sakit perut usai memakan masakannya.

Sekarang saya ingin bercerita tentang tokoh utama perempuannya Sunako Nakahara yang saya katakan sebelumnya lebih mendekati sosok SODAKO. Pertama, Sunako pernah merasakan patah hati akibat ditolak oleh senior yang disukainya. Hasil dari penolakan itu membuat Sunako menjadi cewek yang pemurung, sering mengurung diri di kamar. Hal ini membuat tantenya Bibi Nakahara merasa takut. Takut kalau Sunaku akhirnya berubah dan memilih untuk bunuh diri.

Sunako Nakahara ( Image by Google Image )


Ibunya Sunako sebenarnya sudah mengetahui kebiasaan unik anaknya ini. Dia senang sekali mengoleksi hal-hal yang menakutkan, seperti binatang yang diawetkan di dalam kaleng, patung-patung tengkorak dan patung tubuh manusia yang biasa dipakai untuk pelajaran biologi. Sampai kegemarannya menonton film horor sambil mengurung diri di kamarnya yang gelap.

Kebiasaan ini dipandang aneh oleh Bibi Nakahara, sementara dia berjanji pada kakaknya untuk mengubah Sunako menjadi lebih wanita. Berbeda dari sosok Sunako yang gemar mengenakan pakaian yang itu lagi-itu lagi. Serta menjadi anak perempuan yang feminim. Itulah sebabnya Bibi Nakahara mengirim Sunako untuk tinggal bersama ke-empat cowok yang sering dikelompokkan Sunako sebagai Bright People.


Bright People Kyohei (Image by Google Image)

Betul, Bright People adalah kondisi dimana orang-orang yang dilihatnya menampilkan aura yang bersinar sehingga membuatnya merasa berbeda. Karena Sunako menggolongkan dirinya berasal dari kegelapan, jadi bagai bumi dan langit perbedaannya. Para Bright People ini jugalah yang menjadi alasan kenapa Sunako sering mengeluarkan darah dari hidungnya saat berdekatan dengan mereka apalagi melihat dari jarak dekat.


Dibanding Sawako dari anime Kimi Ni Todoke, penggambaran Sunako ini terbilang menyeramkan. Apalagi sepanjang anime, jarang sekali dirinya digambarkan secara utuh sebagai Sunako yang asli. Dengan penampakan cewek tanpa ekspresi, pendek dan tidak terlihat. Ini seolah menegaskan bahwa Sunako itu tidak tertarik untuk dilihat. Nah, penampakan yang sering terjadi seperti gambar di bawah ini. Setiap kali kesunyiannya diganggu, terlebih oleh Kyohei.

Sunako Nakahara (Image by Google )

Yap, antara Sunako dan Kyohei memang tidak pernah ada kedamaian. Kyohei sendiri tidak digambarkan sebagai cowok yang manis meski dipandang memiliki ketertarikan secara khusus pada Sunako. Demikian juga Sunako, yang juga memiliki ketertarikan pada Kyohei. Namun, keduanya ini ibarat dua tokoh dalam anime Kaichou Wa Maid Sama yang sampai mendekati ending, keduanya masih sering bertengkar. Bahkan pertengkarannya benar-benar secara fisik.

Sunako Seriously Mad (Google Image)


Kalau sudah benar-benar terganggu kesunyiannya, Sunako akan menampakkan wajah yang super duper menyeramkan. Hingga ke-empat cowok yang tinggal di kosan tersebut takut. Bahkan mereka berempat tidak ada yang berani masuk ke dalam kamar Sunako, karena biasanya mereka mendapati Sunako tengah asyik menonton film horor yang membuat mereka semua ketakutan.



Antara Kimi Ni Todoke Dan Yamato Nadeshiko



Bagi saya kedua anime ini memang kesukaan saya. Namun, jika diharuskan memilih, saya lebih mengutamakan Yamato Nadeshiko. Bukan hanya sekadar karakter Sunako yang digambarkan lebih menyeramkan ketimbang Sawako. Tapi, karena konsistensi karakter Sunako dimana hingga akhir, dia terus bertahan pada dirinya sendiri alih-alih berubah demi orang lain.

Pesan yang ingin disampaikan sebenarnya cukup mudah. Sunako bukan orang yang anti sosial, dia tetap banyak dikenal bahkan oleh para pedagang di pasar. Hanya saja karena seringnya orang mengejek wajahnya dengan sebutan Perempuan Jelek, itu yang membuatnya mengurangi komunikasi dengan orang lain.

Namun, dirinya tetap sosok gadis yang baik. Banyak menolong dan lumayan memberikan perhatian bagi anak-anak. Meski sering disalah-pahami oleh orang dewasa lainnya yang berada di sekitar Sunako. Selain dia bukan anti sosial, Sunako seorang anak yang pintar, meski kelemahannya adalah matematika. Dia bahkan belajar dan berusaha dengan baik demi nilai yang bagus.

Dan kosistensi di sini yang saya katakan adalah Sunako tetap bertahan dengan dirinya sendiri. Tidak berubah menjadi sosok wanita feminim yang diimpikan sang Bibi, meski banyak orang yang sudah berusaha mendandaninya sehingga dia tampak sangat cantik, tapi Sunako lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Dari sinilah saya juga melihat bagaimana ending dari anime yang memang tampak sederhana, menyerahkan hasilnya pada penonton namun tidak memaksakan romantisme ala remaja yang sesuai dengan keinginan penonton.

Sehingga wajar membuat banyak penonton gregetan dan meminta lagi dan lagi. Ahahahaha, lucu juga kalau melihat komentar mereka, karena sangat tergiur melihat romantisme antara Sunako dan Kyohei. Sampai-sampai fan art mereka bertebaran di Google Image. Bagi saya, pencipta Yamato Nadeshiko telah berhasil merenggut ekspektasi mereka secara paksa dan melemparnya ke laut sehingga mereka mengejar apa yang membuat mereka terasa manis.

Harapan saya sih, semoga Yamato Nadeshiko ini di re-make animenya. Seperti Voltus yang dikemas menjadi lebih bagus lagi hasilnya. Apalagi kalau dibuat seperti karya-karya Makoto Senkai, yang artistik dan tampak hidup. Bakalan lebih keren lagi pastinya.

Terima kasih ya, untuk pengunjung dan pembaca yang menyempatkan membaca tulisan ini.

No comments:

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih