Hotarubi No Mori E : Anime Movie Favorite Dengan Cerita Yang Sederhana

November 06, 2017

Hotarubi No Mori E : Anime Movie Favorite Dengan Cerita Yang Sederhana






Kalau ditanya movive favorite yang selalu saya tonton ketika sengga itu apa, saya akan menjawab Anime Movie Hotarubi No Mori E. Bagi penggemar anime tentu sudah mengetahui film ini, baik mengetahui saat melihatnya dalam daftar anime di situs penyedia anime gratis. Atau benar-benar menontonnya seperti saya.

Alasan menyukai anime ini, karena ceritanya yang sederhana, padat tapi bisa menggali emosi penontonnya dengan sangat baik. Padahal, sepanjang cerita beberapa adegan hanya memperlihatkan mereka berdua menghabiskan waktu dari tahun ke tahun. Apalagi pertemuan Hotaru dan Gin hanya terjadi ketika musim panas tiba. Jadi, alur ceritanya hanya memperlihatkan bagaimana pertemuan mereka dari waktu ke waktu mengikat jalinan yang lebih erat.


Kisah Manusia Dengan Youkai



Sama saja seperti halnya di Indonesia. Konon, wajah kuntilanak atau penunggu tempat keramat, kalau jenisnya perempuan, mereka akan menampakkan wajah yang teramat sangat cantik. Bahkan tidak jarang, banyak bapak-bapak yang sering saya temui berkisah hal yang sama, yaitu kecantikan mereka bisa mengganggu kalau tidak kuat iman.

Sementara itu, dulu, di Bekasi sering beredar cerita anak yang terlahir dari rahim seorang perempuan namun Bapaknya merupakan sosok Genderuwo, sehingga terlahir cacat. Kisah mistis seperti ini sudah sering saya dengar sejak kecil, maklum saya tinggal di perkampungan yang masih kerap memercayai hal mistis seperti itu.

Tapi, saya tidak menyesal. Karena jadi mengetahui banyak cerita yang kalau dipikir-pikir saat ini, sungguh membingungkan.

Jangan salah, ternyata kisah mistis seperti yang saya ceritakan tadi, juga dimiliki di berbagai daerah di mancanegara. Dengan bentuk yang berbeda tentunya. Dan peraturan yang sama bahwa antara manusia dengan makhluk jadi-jadian - demikian saya menyebutnya - dilarang menjalin hubungan. Sebut saja kisah cinta terlarang ala Edward Cullen dan Bella Swan, vampire dan manusia tidak akan bersatu tentunya, oleh karena itu ketika mereka menikah, Bapaknya Bella tidak mengetahui kalau mantunya ini seorang vampire.

Demikian juga dalam anime Hotarubi No Mori E ini, kisah seorang anak manusia yang dekat dengan Youkai. Gin, nama lelaki yang pertama kali membantu Hotaru keluar dari hutan. Dia pula yang kemudian sering mengajak main Hotaru saat masih kecil. Karena Gin jugalah, Hotaru tidak takut masuk ke dalam hutan yang sering dipercaya sebagai rumahnya para Dewa tapi juga Youkai.


Hotarubi No Mori E


Bagaimana Keduanya Menjalin Kedekatan Satu Sama Lain



Waktu demi waktu mereka bertemu, tepatnya setiap musim panas tiba. Tampak setiap pertemuan, perkembangan Hotaru sebagai manusia dari gadis kecil hingga remaja ditonjolkan dari sikapnya. Ketika masih kecil dia akan menghabiskan waktu dengan bertanya hal-hal yang remeh, kemudian bertingkah selayaknya anak kecil. Namun, beranjak remaja, Hotaru mulai menampakkan sifat malu-malu.

Terkadang dirinya juga diam-diam memperhatikan Gin, juga memiliki keinginan untuk bersentuhan dengannya. Hanya saja ada satu pantangan yang tidak boleh dilanggar, Gin tidak boleh bersentuhan langsung dengan manusia. Itu akan membuatnya menghilang selamanya. Karena itu juga, Hotaru berusaha mati-matian menjaga agar dia tidak celaka yang akan membuat Gin harus menyelamatkannya.

Pada mulanya, Gin tidak ingin menyeritakan perihal dirinya yang berubah menjadi hantu. Dia hanya meminta Hotaru untuk bercerita banyak hal tentangnya. Jadilah, adegan dalam anime ini seolah Hotaru bercerita walaupun kita tidak bisa mendengar apa ceritanya, tapi diwakili dengan alunan musik piano yang sangat enak didengar sehingga seolah mewakili apa yang terjadi pada keduanya.

Hotarubi No Mori E


Saat Hotaru sudah mulai beranjak remaja, dirinya mengungkapkan keinginan untuk pindah ke desa tersebut. Desa dimana Hotaru bertemu Gin pertama kali, tempat pamannya tinggal. Dia berjanji ingin mencari kerja di sana, agar keduanya bisa bertemu lebih sering. Namun, dengan matangnya, Gin mengatakan agar Hotaru mengetahui bahwa dirinya terbuat dari material yang begitu rapuh. Ketika manusia menyentuhnya secara langsung, dia akan menghilang selamanya.

Tampaknya, cita-cita itu terus terpatri dalam diri Hotaru. Ketika dia berada di kota untuk sekolah. Pikirannya sering melayang ke tempat Gin dan bagaimana keadaannya. Khasnya seorang yang sedang jatuh cinta. Bahkan, ketika kawan lelakinya Hotaru menolongnya dengan menggenggam tangannya, dia justru membayangkan bagaimana rasanya berpegangan tangan dengan Gin. Seluruh perhatiannya hanya untuk : Gin.

Gaung bersambut, Gin ternyata juga menyimpan perasaan yang sama. Kemudian dirinya mengajak Hotaru untuk hadir di festival musim panas. Sebuah perayaan yang memang merupakan ciri khas budaya di Jepang. Setiap musim memiliki perayaan berbeda, bahkan ada juga perayaan saat panen di beberapa perfektur.



Menggali Emosi Melalui Cerita



Saat mereka datang di festival musim panas, dimana banyak youkai atau hantu yang hadir di pesta tersebut. Tak jarang ada beberapa anak manusia yang ikut hadir di festival itu karena mereka menyangka itu adalah festival seperti yang diadakan pada umumnya. Mereka tidak tahu kalau yang hadir di tempat tersebut semuanya adalah youkai.

Hotarubi No Mori E


Nah, ada yang pernah nonton film Suzzana? Saya masih ingat ketika Bang Bokir menyanyikan lagu “Pak Hakim dan Pak jaksa kapan saya akan di sidang. Sudah tiga bulan aku mendekam belum saja ada panggilan.” Dimana tempat tersebut seolah-olah lokasi panggung dangdutan yang sering ada kala seseorang tengah mengadakan hajat atau syukuran atau pesta. Sayangnya, saat asyik berjoget ria, ternyata Bang Bokir baru sadar kalau dirinya berada di tengah kuburan yang angker. Ahahaha, persis seperti ini kondisinya. Tapi kalau di anime, tidak semenyeramkan film Suzzana.


Film Horor Indonesia



Menarik memang menyaksikan anime movie ini, terlebih saya menyukai sekali original soundtrack yang tidak ada lirik, hanya permainan piano yang menganggumkan dan menyenangkan. Selain itu, ternyata cerita ini diangkat dari komik yang berjudul sama. Mungkin bagi penggemar anime dan pembaca komik tidak akan heran dengan fakta ini. Karena saya juga sering menemukan cerita komik diangkat menjadi anime.

Komik atau manga, merupakan buku cerita pertama yang membuat saya jatuh cinta pada membaca. Meski pada mulanya saya membaca Bobo sebagai majalah pertama yang saya baca, namun kecintaan itu tumbuh setelah saya mengenal manga. Kenapa? Saya selalu kagum dengan kepandaian para artist mengemas cerita yang tidak begitu banyak dieksplor dalam kata-kata, hanya melalui gambar. Dan lembar manga juga pada umumnya tidak terlalu tebal, sehingga itu yang membuat saya kagum.

Bagaimana caranya, menggali emosi pembaca hanya berdasarkan dialog atau sesekali deskripsi namun lebih banyak melalui gambar, yang kemudian menyisakan perasaan yang melekat usai membacanya? Dan ternyata, bukan hanya manga dari Jepang yang membuat saya demikian, tapi juga karya sastra lainnya seperti sastra klasik berjudul Kappa yang hanya berisi 83 halaman, karya Ryunosuke Akutagawa, dimana setelah membacanya saya memasuki mode merenung, bahkan kesulitan untuk mewakili dengan kata-kata betapa bagusnya karya tersebut.



***

Bagi Anda yang senang menonton anime dan mencari cerita romansa ala anak sekolah, drama dan lumayan mengharukan. Anime Movie ini sangat saya rekomendasikan. Meski di situs penyedia menonton anime secara online, film ini menarik banyak perdebatan, salah satunya pertanyaan yang memicu banyak pendapat yaitu “kenapa gak pakai sarung tangan aja sih? Kan gak bersentuhan secara langsung?”. Hingga kemudian banyak menuai komentar.

Saya pribadi justru merasa lucu, pendapat mereka memang masuk akal. Bukan sekadar pendapat yang omong kosong. Tapi, itulah dia, terkadang cerita dalam anime atau manga itu sering tidak sesuai dengan apa yang semestinya dilakukan. Seolah mengingatkan bahwa kehidupan itu bukan berisi dengan hal-hal yang sesuai dengan prediksi atau ‘seharusnya’ versi kita. Tapi, berisi kejutan-kejutan yang tentunya tidak akan pernah bisa dibayangkan.

Karya sastra Jepang, anime atau manga, selalu menyematkan kisah slice of life, atau potongan kehidupan dalam perenungan tokohnya. Sebuah pengamatan tentang alur kehidupan yang sebenarnya berat jika ingin digali lebih dalam lagi. Karena itulah, karya-karya dari Jepang ini seperti sebuah refleksi untuk mengingatkan tentang apa dan bagaimana hidup ini. [Ipeh Alena]

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih