Dari Thomas Alva Edison Menciptakan Soto Sampai Danny Malik Sebagai Si Pitung Yang Bawa Golok

September 11, 2017

Dari Thomas Alva Edison Menciptakan Soto Sampai Danny Malik Sebagai Si Pitung Yang Bawa Golok


Warkop DKI Reborn 2



Hari minggu kemarin (10 September 2017) saya akhirnya mencicipi nonton di CGV Blitz Bekasi Timur. Tepatnya di BTC Mall yang letaknya sangat dekat dengan rumah saya. Awalnya, saya pernah berharap, semoga saja CGV Blitz buka di wilayah Bekasi Timur sehingga saya tidak perlu jauh-jauh ke BCP. Sebenarnya yang membuat saya malas untuk keluar rumah adalah kemacetan yang semakin tidak manusiawi, buat saya. Terkadang, baru saja keluar gang, menuju jalan pintu keluar dari perumahan, sudah disapa dengan macet yang sungguh tambah bikin malas keluar rumah.


Nah, karena penasaran seperti apa bentuk ruangan di dalam CGV Blitz Bekasi Timur ini, alhasil saya memutuskan untuk nonton Jangkrik Boss part 2. Soalnya pilihan film lainnya ternyata film horor. Sementara saya lagi membutuhkan film yang santai enggak bikin berdebar selayaknya naik kora-kora (soalnya saya takut naik kora-kora).


Sedikit saya ingin mengulas tentang Bioskop Blitz dari sudut pandang saya. Selama saya merasa nyaman nonton di Blitz, waktu awal pertama kali Blitz ada di Bekasi. Saya menyukai penataan ruang di bioskop ini. Semua spotnya tampak enak buat dijadikan tempat foto yang instagramable banget. Selain itu, harga tiketnya sampai ke makanannya sangat masuk akal. Berbeda dengan bioskop satunya yang berganti nama.



Bahkan ketika beberapa kerabat saya mengatakan kursi di Blitz kurang oke, saya sampai bingung. Karena saya merasa selalu nyaman nonton di sini. Terlebih ketika beberapa film yang ditunggu-tunggu diputar di CGV, antriannya tidak terlalu membuat sesak. Tapi, memang pernah sih, saat film Fast and Furious diputar, pertama kalinya saya melihat CGV penuh. Sampai akhirnya saya mengundurkan diri. Ahahaha.



Ketika Tiga Tim Chip Dikenai Hukuman Dan Diminta Ganti Rugi


Sebelum masuk ke film bagian keduanya, penonton disajikan cuplikan beberapa bagian penting dari film pertama. Ini untuk membantu penonton yang baru saja menyaksikan Jangkrik Boss untuk pertama kalinya, seperti saya ini. Dikisahkan ketiga anggota Chip dikenai hukuman di pengadilan dan diminta untuk mengganti rugi sejumlah uang yang sangat besar. Karena jumlahnya yang sangat besar, Dono sempat memberi saran untuk 'Gimana kalau kita ngepet aja?'.

Tapi, justru sebelum itu, mereka mendapatkan jalan keluar yang asyik. Yaitu pencarian harta karun yang harus mereka pecahkan kodenya dari buku wasiat seorang cucu dari kakeknya. Cucunya ini dalam tayangan sebelumnya tengah sekarat. Sehingga mereka bertiga memutuskan untuk mencari harta karun demi membayar lunas denda hukuman.

Satu persatu kode mereka pecahkan dan kode berikutnya membawa mereka ke negeri tetangga, Malaysia. Namun, sungguh kejadian yang tak terduga, koper yang mereka bawa tertukar dengan koper milik seorang wanita bergaun merah. Wanita ini akhirnya menghilang sementara itu Dono, Kasino, Indro dan Sophie tak memiliki petunjuk sama sekali bagaimana menemukan kembali koper milik mereka. Apalagi dalam koper tersebut tersimpan buku wasiat yang tertulis kode untuk menuju harta karun.



Ide Brilian Indro Dan Perjalanan Menuju Lab Asran Putra Malaysia



"Tumben ..... lo, Ndro"

Demikian sahutan ketiga temannya ketika Indro berhasil menemukan sedikit titik terang, yaitu mencari tahu siapa pemilik koper tersebut. Melalui jejak buku perpustakaan yang dipinjam oleh wanita bergaun merah dari perpustakaan nasional Malaysia.

Warkop DKI Reborn 2
Source : Google Image


Saat mereka tiba di sana, ternyata buku tersebut sudah dipinjam sekitar 2 tahun dan dikenai denda. Yang membuat mereka akhirnya memutuskan untuk kabur. Karena uangnya tidak cukup dan dendanya lumayan besar. Namun, akhirnya mereka bisa mengantongi nama peminjam buku yaitu Nadia yang bekerja sebagai peneliti di Lab Asran.

Oiya, pada adegan di perpustakaan nasional ini, justru Dono-lah yang berhasil meluluhkan hati mbaknya yang menjaga perpustakaan, sehingga dia mau memberi tahu informasi peminjam buku. Dengan trik Dono yang senantiasa lembut dalam berbicara.


Kabur Karena Denda Dan Penelitian Aneh Di Lab Asran


Ya namanya juga film komedi, jadi hasil dari penelitian di Lab ini juga termasuk aneh dan nyeleneh. Baik Dono, Kasino, Indro dan Sophie akhirnya diizinkan masuk ke Lab Asran, namun yang sungguh membuat aneh adalah penerimaan mereka berempat yang terkesan terburu-buru. Bahkan belum sempat mereka bertanya dimana keberadaan Nadia, keempatnya sudah diminta untuk langsung masuk ke bagian laboratorium.

Nah, di dalam sini ada banyak hasil penelitian yang nyeleneh ini. Seperti perpaduan dua binatang yang kemudian menjadi accu. Dan segala hal yang aneh-aneh terdapat di sini, sampai-sampai baik Dono, Kasino dan Indro menjadi bahan percobaan penelitian ini.



Posisi Nadia Sudah Ditemukan Dan Perjalanan Menuju Pulau Misteri


Warkop DKI Reborn 2
Source : IMDB


Setelah perjalanan panjang hingga menjadi kelinci percobaan dan akhirnya menghabiskan waktu di pantai. Mereka bertiga akhirnya bisa bertemu Nadia dan menemukan kembali tas koper mereka. Dan mereka setuju untuk bekerja sama dengan Nadia. Karena hanya Nadia yang mengetahui keberadaan pulau misterius tersebut.

Sampai di pulau misteri sudah menjelang malam. Namun, tanpa mereka sadari baik Sophie maupun Nadia ternyata sudah menghilang masuk ke dalam hutan. Sementara mereka bertiga akhirnya harus berpencar untuk menemukan kedua wanita tersebut. Di sini nih, beberapa bagian yang menjadi horor komedi terjadi. Seperti Indro yang kemudian tidur bersebelahan dengan pocong. Kemudian Dono yang bertemu dengan kuntilanak. Sampai Kasino yang bertemu dengan hantu pohon.

Tidak lama ketiganya akhirnya menemukan pintu masuk tempat harta karun berkat bantuan orang yang duduk di atas pohon yang berlogat betawi. Hehehe. Ada kutipan dialog yang sempat saya ingat dari trailer film ini.

"Ini kenapa kita jalan mundur sih?" ~ Dono
"Biar kameranya enggak pindah posisi." ~ Indro
"Lagian di belakang sana udah dipake PH lain." ~ Kasino


Ketika Thomas Alfa Edison Menemukan Soto



Ini bagian favorit saya ketika DKI dan Indro tua masuk ke dalam layar televisi. Ketika mereka mengganti channel televisi, kemudian masuk ke dalam warteg. Di sini inilah saya merasakan kejanggalan, dimana ada sate yang kemudian mengingatkan saya pada film Suzana. Benar saja dugaan saya, mereka masuk ke dalam film Suzana kemudian diminta Sate 30 tusuk, hehehehe.

Tidak lama kemudian, masuk ke bagian Sundel Bolong yang meminta Soto. Di sini ini, baik Abimana sebagai Dono, Tora Sudiro sebagai Indro dan Vino G. Bastian sebagai Kasino, mereka berusaha mengembalikan candaan yang merupakan ciri khas dari Warkop DKI. Bermula dari Dono yang melemparkan pertanyaan kepada Suzana.

"Apa yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison?" ~ Dono
"Soto" ~ Sundel Bolong

"Nama jenis alat kontrasepsi?" ~ Indro
"Soto" ~ Sundel Bolong


Dan terus begitu sampai penonton yang berada di belakang saya tertawa terbahak-bahak. Karena di bagian ini pula saya masih mengingat-ingat dengan baik. Candaan yang ringan dan cukup lawas namun masih bisa dinikmati hingga saat ini.

Tidak lama kemudian mereka akhirnya mengganti kembali channel televisinya dan masuk ke film Si Pitung. Di sini kutipan pemeran Si Pitung itu Denny Malik dilontarkan dari dialog Indro, sampai pernyataan Kasino yang menyadarkan kalau pantun si Pitung memang fakta, karena si Pitung benar-benar membawa golok. Sampai akhirnya misi mereka selesai.



Tentang Para Pemeran Warkop DKI Reborn



Saya yakin, saya bukan orang pertama yang mengatakan kalau dari ketiga orang tersebut yang paling mirip dengan tokoh aslinya adalah DONO aka Abimana. Demi totalitas aktingnya, dirinya berani menanggalkan ketampanan wajahnya dan berusaha sebaik mungkin agar bisa menggunakan logat ala Dono.


Abimana Dono
Source : Tribun Bogor


Ketika saya melihat penampilan Abimana dalam film ini, mata saya sempat tertutup oleh air mata. Kenapa? Karena saya seperti melihat sosok Dono. Apalagi saya masih mengingat ketika Dono dan Kasino tampil untuk terakhir kalinya di televisi. Meski kelucuan mereka saat itu sudah tidak terasa bagi saya, yang sedang beranjak remaja. Namun masih melekat dalam ingatan saya keberadaan mereka.

Apalagi gara-gara film DKI yang lawas itu, lagu Burung Kakak Tua yang dinyanyikan dengan nada berbeda membuat saya kesulitan menemukan nada aslinya. Aahahaha, keren memang DKI ini. Semoga om Indro senantiasa sehat selalu.

Nah, selain Abimana, saya menemukan kalau Tora Sudiro juga lebih mudah masuk sebagai sosok Indro dengan logat bataknya. Masih ingat ketika Tora menjadi anak Nagabonar di film Nagabonar jadi 2. Di sini ini, Tora berakting total dengan logat bataknya. Bahkan biasanya Indro dalam film DKI Lawas selalu jadi pelengkap, bagi saya, namun di sini justru seolah Indro menjadi pemeran utama dari ketiganya.

Tapi mohon maaf, buat semua penggemar Vino G. Bastian, karena saya merasa dia terlalu ganteng untuk menjadi Kasino. Sehingga saya tidak menemukan sosok Kasino di sini. So far akting ketiganya memang totalitas banget.

Bagi yang hendak menonton film ini, jangan langsung meninggalkan ruang teater ya, karena di bagian akhir disematkan behind the scene ketika DKI Reborn tengah shooting. Cukup lucu dan menjadi akhir yang memuaskan bagi penonton. Karena kebanyakan dari mereka yang sudah bergegas turun, akhirnya duduk di kursi yang kosong demi menonton tayangan terakhir ini.

Khusus untuk film ini, saya jadi ingin memberikan rating ala-ala saya. Semoga saja tidak memicu perdebatan ya, karena toh penilaiannya sesuai dengan selera saya.

DKI Reborn Jangkri Boss Part 2 Rating ala Ipeh
Akting : 4/5
Humor : 3/5
Sinematografi : 5/5 
Overall : 4/5


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih