Ingin Coba Praktek Macro Photography? Cek Dulu Hal Ini Sebelum Mulai

September 19, 2017

Ingin Coba Praktek Macro Photography? Cek Dulu Hal Ini Sebelum Mulai



Macro Photography

Belakangan ini saya memang tengah asyik bermain-main dengan Macro Photography, setelah sebelumnya banyak mencoba-coba aliran fotografi. Dari mulai flatlay, highkey concept sampai mencoba night fotografi. Semua saya coba, meski memang masih gemar dengan tema flatlay, tapi ternyata macro fotografi ini menantang sekali. Ada beberapa aturan yang berlaku untuk mendapatkan objek yang bisa dipotret. Bahkan, jangan salah, para fotografer macro profesional enggak sembarangan dalam eksplorasi objek macro. Memang ada waktu-waktu tertentu yang sesuai dengan kebiasaan alami para serangga atau binatang kecil lainnya. Itulah kenapa, macro fotografi ini tidak sembarangan asal jepret juga. Meski memang tidak melulu terkait dengan serangga atau binatang kecil lainnya. Memang saya akui kebanyakan fotografer eksplorasi serangga, kenapa? Karena memang cukup menantang dan tidak mudah. Pengalaman saya merekam aktivitas serangga yang mudah ditemui seperti lalat saja, cukup sulit. Apalagi semut! Duh, minta ampun deh. Tapi, memang benar kok, kalau sudah dapat sampai momennya pas. Rasanya tuh lega dan bangga. Seperti waktu awal-awal saya mencoba memotret belalang di depan rumah, ketika dapat satu fotonya dan bagus, duh itu rasanya norak banget! Kegirangan sampai malam itu enggak bisa tidur, sibuk merencanakan ingin hunting keesokan paginya. Meski kemudian ternyata kesulitan itu bukan sekadar objeknya yang sulit diam, tapi juga mencari objeknya itu yang juga susah-susah gampang. Bagi Anda yang ingin mencoba dunia macro fotografi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Apa saja? Simak tulisan saya sampai akhir, ya.

1. Gear aka Perlengkapan Perang

Iya dong, ini yang utama, namanya mau memotret kalau enggak punya alat untuk motretnya terus pakai apa? Motret macro ini bisa menggunakan kamera DSLR, SLR atau bahkan handphone. Pakai handphone? Masa? Emang bisa? Bisa banget, selama ini saya memotret macro memang menggunakan handphone. Karena belum memiliki lensa khusus macro untuk kamera saya. Tapi, allhamdulillah sudah punya lensa rakitan yang memang khusus digunakan untuk pengguna handphone. Buat yang ingin memotret dengan menggunakan handphone, bisa menggunakan lensbong aka lensa rakitan. Kalau bingung carinya dimana, bisa hubungi penjual yang saya rekomendasikan ini. Silakan langsung follow akunnya, bisa dilihat juga beliau sangat serius mendalami macro concept ini.
Untuk urusan harga, cukup terjangkau kok. Kemarin saya beli lensanya seharga Rp 150.000 (Agustus 2017). Nah, selain itu ada beberapa jenis lensa untuk macro ini, silakan langsung tanya saja sama Mas Tyo.


Macro Photography

2. Waktu

Menyediakan waktu khusus untuk motret itu enggak begitu mudah. Apalagi urusan dengan dunia macro dan objek yang mau di potret itu serangga. Tentunya harus tahu dulu nih, ada beberapa waktu yang cocok untuk diingat-ingat. Waktu-waktu inilah yang paling utama karena serangga dalam masa-masa diam, istirahat atau bahkan tengah kawin sehingga mereka tidak akan kabur ketika kita mendekat.



Macro Photography


Setiap pagi pukul 6 sampai maksimal 8 pagi, itu adalah waktu yang paling baik jika ingin mendapatkan objek yang mudah dipotret. Jadi, jangan sampai salah waktu, karena saya juga mengalami banget, ketika hunting di siang hari, objeknya kabur dengan cepat. Seperti foto laba-laba di bawah ini, dari 10 foto cuma ada 1 yang lumayan hasilnya. Sisanya ngeblur semua, hehe.





3. Bantuan

Maksudnya bantuan di sini, yaitu tripod atau penyangga tangan. Apalagi buat yang motret macro dengan handphone yang tidak bisa diatur shutter speednya apalagi tidak ada stabilizernya. Cukup sulit, karena itu sebisa mungkin cari posisi yang bisa menyangga tangan ketika motret sehingga tidak bebas menekuk. Atau menggunakan tripod baik itu kamera atau handphone, jika kondisinya memungkinkan.

4. Eksplorasi

Nikmatnya mendalami macro photography itu : bisa melihat apa yang tidak terlihat oleh mata tanpa bantuan lensa. Jadi, setelah punya lensa macro ini, saya jadi sering mencari ke semak-semak tempat serangga berkumpul. Saran saya, kalau sedang hunting, gunakan saja langsung lensanya untuk mencari objek yang bisa difoto. Kenapa? Karena banyak sekali loh serangga yang adaptasinya bisa mengelabui mata kita. Pengalaman saya selama ini saat hunting tanpa lensa, jujur saja enggak ketemu banyak selain lalat. Eh, pas menggunakan lensa secara langsung, ketemu deh. Seperti serangga ini, tampak seperti bapaknya Kubo (dalam film Kubo and the two strings).






5. Makhluk Tak Bergerak


Enaknya lagi, kalau cukup sulit mendapat objek seperti serangga. Bisa juga memotret benda-benda yang tidak bergerak atau makhluk hidup yang tidak bergerak seperti bunga atau daun. Ini untuk melatih kita, juga agar terpacu terus untuk eksplorasi. Apalagi buat emak-emak yang enggak sempat eksplorasi objek, tentunya penolong banget makhluk tak bergerak ini.





***
Kalau ditanya enak pakai handphone atau kamera, tentunya ada enak dan enggaknya. Kalau pakai kamera tentu tidak semudah menggunakan handphone, tidak ribet untuk dibawa bepergian. Apalagi kalau menggunakan kamera kan harus disetting terlebih dahulu untuk ISO, Shutter Speed sampai F-Stopnya. Tapi, enaknya pakai kamera DSLR itu, kita bisa menangkap freezing moment dengan kualitas gambar yang oke punya. Selain itu tidak bisa dipungkiri hasil dari kamera DSLR juga keren punya memang. Namun, bagi saya saat ini, handphone saja sudah cukup. Fotografi saat ini bukan lagi barang mahal yang hanya bisa dipelajari oleh orang kaya. Setiap yang punya handphone dengan kualitas kamera yang baik - minimal 5 MP - sudah bisa mulai belajar fotografi. Asal ada niat dan mau praktek serta enggak gampang menyerah. Teknik macro fotografi ini yang paling mudah, bagi saya. Karena bisa memotret apa saja, benda mati seperti ujung pensil atau ujung spidol juga bisa.





Karena itu, meski fotografi identik dengan eksplorasi dan hunting tapi tidak menutup kemungkinan dilakukan di sekitar kita. Apalagi buat emak-emak yang jarang keluar, tentunya sulit menemukan objek. Nah, kenapa enggak memulai memotret yang ada di rumah saja? Seperti petuah dari Kang Dudi seorang fotografer yang keren, beliau bahkan mengingatkan bahwa eksplorasi bisa dilakukan di rumah atau lingkungan rumah tanpa harus merogoh ongkos untuk hunting.

Selamat eksplorasi ya!

  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. Foto-fotonya keren banget. Aku suka. Meskipun masih sebatas penikmat. Mungkin kelak juga infin belajar fotografi. Nice sharing, mbak Ipeh :)

    ReplyDelete
  2. Wiii.. Hasilnya bagus2. Pingin nih punya lensbong juga :)

    ReplyDelete
  3. eh sumpah, itu foto makronya keren2 banget.
    semua pakai handphone itu??
    Asli bikin pengen deh
    :D

    ReplyDelete
  4. makasih sharingnya dan keren deh fotonya

    ReplyDelete
  5. Uwaaahhhhh aku mau follow ig mas nya yg di atas.. Udh lama lg nabung buat beli lensa mikro buat dslr ku mba. Lumayan mehong kan yaa hrgnya :D. Makanya blm kebeli jg. Mungkin utk awal2 sambil nunggu kebeli, aku mau coba lensa rakitan utk hp dulu :D

    ReplyDelete
  6. Keren... Aq suka blog ny ������, terima kasih atas testimoni ny, satu hal penting dalam dunia macroftografi adalah mencoba - mencoba- dan mencoba ..... Semua bisa karena terbiasa, melihat lh karna melihat itu 50% kalian sudah menguasai, dan 50% sisany tinggal praktek ny ... Semangat

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih