13 August, 2017

Apa Yang Tidak Dan Akan Saya Bagikan Di Dunia Maya



Social Media




Beberapa hari yang lalu, teman curhat dan ngobrol hal random saya - Iyas - melemparkan sebuah ide yang lumayan positif. Yaitu kembali mengadakan kolaborasi tulisan. Setelah sebelumnya kami bertiga - Iyas, Saya dan Ijul - pernah membahas sebuah film dan menuliskannya berdasarkan sudut pandang kami.




Kali ini topik yang akan dibahas adalah segala hal yang akan saya bagikan di dunia maya dan hal yang tidak dibagikan di dunia maya. Saya memberikan sudut pandang secara luas dengan mengambil dunia maya alih-alih media sosial. Karena menyangkut banyaknya platform di dunia maya yang saya gunakan, seperti forum internet.




Yang Akan Saya Bagikan Di Dunia Maya



Karena saya punya blog, tentu saya akan membagikan informasi terkait diri saya sebatas : Hobi, Pekerjaan yang tengah saya geluti, Kesukaan saya terhadap aktivitas atau kegiatan, juga apa saja prestasi yang pernah saya raih selama ini dalam kaitan dunia blogging dan social media (meski ini belum ada seberapanya dari blogger lain sih, hehe).

Kalau di media sosial, saya tetap akan memberi informasi terkait lokasi saya tinggal tapi sedikit saja. Bukan alamat secara utuh yang saya bagikan. Kemudian cerita pengalaman saya terkait sesuatu, entah itu menggunakan jasa, menonton film, membaca buku (ini lebih dominan karena memang saya senang sih membagikan informasi terkait buku yang saya baca).




Untuk pemikiran-pemikiran yang sedikit mengandung Pro dan Kontra pun saya membagikannya hanya sedikit. Saya termasuk orang yang sangat pemilih, sebelum membagikan sesuatu pun membutuhkan waktu yang lama, meski jangan tanya, berapa banyak saya kecele ikut arus Pro dan Kontra. Dan ketika saya teringat, hal itu membantu saya untuk menahan diri dan belajar dari pengalaman.

Selain pengalaman, saya juga senang membagikan segala hal yang saya bisa dan saya pahami dengan baik. Karena setiap habis berbagi informasi mengenai suatu hal, saya sering merasa nyaman dan tentunya malah semakin paham dengan sesuatu itu. Misal, saya berbagi tentang baca buku, tentang film yang oke atau bahkan tentang dunia fotografi yang masih sedikit saya miliki pengetahuan terkait ini.




Untuk berita-berita atau informasi yang beredar di sosial media. Saya akan membagikan segala hal yang mewakili apa yang saya yakini. Seperti waktu itu saya membagikan tentang himbauan agar para perempuan alih-alih membully perempuan lain kenapa tidak bersatu. Apalagi dibully hanya karena dia memberi anaknya sufor (asi vs sufor), karena dia lahiran cesar (normal vs cesar) sampai hanya karena perempuan tersebut menjadi working mom (working mom vs Ibu rumah tangga). Dimana hal tersebut enggak akan ada habisnya. Dan informasi di dalamnya berisi ajakan untuk tetap bergandengan tangan meski berbeda pendapat.




Beberapa Hal Yang Tidak Saya Bagi Di Dunia Maya


1. Nama asli saya. Pun kalau harus terpaksa saya bagi, biasanya di forum tertutup atau saat pengisian formulir yang jelas maksud dan tujuannya.

Sebisa mungkin saya menjaga diri saya dari hal-hal yang buruk, meski ke depannya saya tidak tahu apakah hal ini akan berubah atau tidak. Namun, sampai tulisan ini terbit, tidak banyak yang mengetahui nama asli saya kecuali memang saya mengizinkannya.

2. Yang pasti sih alamat lengkap. Sama seperti kondisi di poin pertama, kalau tidak urgent, maka saya enggak mau membagikan informasi ini lebih detil. Kecuali untuk pengisian formulir yang memang membutuhkan alamat lengkap atau ada yang ingin ngirim hadiah #eh.

3. Nama anggota keluarga. Iya, saya bahkan sangat membatasi berkomunikasi di sosial media dengan adik-adik saya. Serius. Bahkan sama kakak-kakak atau sepupu. Karena bagi saya, ini termasuk hal yang pribadi dan demi meminimalisir segala sesuatu yang tidak saya inginkan.

4. Status dan tempat kerja. Belajar dari kejadian orang yang tidak memesan sesuatu tapi informasinya digunakan untuk memesan makanan menggunakan ojek online. Mungkin beberapa orang masih mengingat kejadian ini. Sejak saat itu, saya enggan memberikan informasi dengan detil dimana saya bekerja. Demi menjaga hal yang tidak saya inginkan juga.

5. Janji Palsu, sungguh saya enggak mau banyak korban akibat PHP jadi saya enggak ingin mengumbar janji palsu. Hehehe. Seperti, saya berjanji untuk membagikan sejumlah uang kalau yang share tulisan saya berjumlah sekian. Enggak. Karena saya takut nantinya malah berakhir sekadar janji palsu.

6. Berita yang menuai Pro dan Kontra. Sering saya menemui berita-berita hoax yang membuat kepala pening. Sejauh ini, saya tidak tertarik membagikannya karena, membacanya saja tidak ingin. Iya, apalagi sejak saya mengenal blogging dan paham kalau judul clickbait serta pageview bisa memperkaya empunya blog. Jadi, saya lebih memilih membagikan informasi yang sifatnya mengingatkan atau menengahi.

***

Tentunya setiap orang memiliki peraturan tersendiri selama menggunakan sosial media dan berselancar di dunia maya. Karena setiap orang memiliki kebutuhan tersendiri yang berbeda-beda. Beberapa ada yang tidak masalah menggunakan nama asli untuk bersosial media. Ada juga yang seperti saya, lebih nyaman dengan menggunakan nama pena.

Masing-masing individu memiliki alasan tersendiri. Asalkan kita bisa menghargai apa yang orang lain pilih. Setidaknya ini langkah yang baik dengan tidak memaksa kehendak apalagi menganggap pilihannya adalah yang benar sementara yang lain salah. Hihi, yuk mulai menghargai pilihan orang lain selama itu tidak mengganggu tatanan masyarakat dan kehidupan sosial apalagi kehidupan pribadi kita.

Keep positive!

4 comments:

  1. Setuju banget. Aku juga nggak mau terbuka ttg diri & keluarga. Apalagi sbg blogger kita dituntut utk fleksibel dg orang baru supaya followers nambah terus shg makin banyak orang asing disekitar kita. Aku agak terbuka di group2 WA dg teman2 blogger yg benar2 sdh kenal. Meski sama2 blogger kalau kenalnya sambil lalu juga tetap mambatasi info pribadi.

    ReplyDelete
  2. Bener, medsos emang jadi godaan besar supaya kita over-sharing, termasuk poto-poto selfie. Harus selalu mengingatkan diri sendiri untuk lebih hati2.. :)

    ReplyDelete
  3. Kalo aku mungkin memang membatasi untuk share location atau aktivitas yang sedang dilakukan. Biasanya kalo udah berpindah tempat baru aku share location tempat sebelumnya. Buat jaga-jaga aja sih. :D

    ReplyDelete
  4. Setuju mbak, banyak hal2 pribadi yang belum tentu cocok dipublish di dunia maya. Batasi akses pribadi, lokasi, info2 pribadi, juga foto2 pribadi khusus konsumsi pribadi saja. Salam kenal.

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih