Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)



Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)
source : google image



Saya sangat menunggu kemunculan film tentang petualangan seorang bajak laut ternama bernama Jack (Jhonny Depp). Film serial ini memang tidak pernah saya sangka akan dibuat lagi lanjutannya, jadi ketika iklan trailer film ini akan segera tayang, saya langsung saja mempersiapkan diri. Kalau tidak salah ingat, hari ke-2 puasa, saya menonton film ini di bioskop.

Film yang berkisah tentang Jack yang bertemu dengan Henry, seorang lelaki yang ingin sekali memutus kutukan yang menimpa Ayahnya. Dia yakin bahwa seorang bajak laut bernama Jack akan menolongnya. Sebelumnya, Jack bertemu dengan Carina, seorang perempuan yang dituduh sebagai seorang penyihir. Keduanya tengah diburu oleh kepolisian, Jack karena mencuri brankas bank dan Carina yang dituduh sebagai seorang penyihir.

Di tengah perjalanan inilah, Henry bertemu dengan Jack dan Carina secara terpisah dan saling memberikan informasi terkait tujuan mereka : sama-sama ingin melarikan diri dari pulau tersebut. Dan Henry mengatakan pada Carina, bahwa seorang lelaki bernama Jack bisa membantunya. Di penjara, Carina mendapatkan jawaban kemana dia bisa pergi, dari sebuah buku hasil peninggalan Ayahnya. Jadi, misi Henry dan Carina hampir sama, berhubungan dengan Ayah mereka.

Kondisi Jack di film ini, sangat mengenaskan, dia ditinggalkan oleh para awak kapal, tak memiliki uang sepeser pun untuk membeli minuman keras. Masih sering mabuk-mabukan dan main perempuan. Tapi, yang lebih mengenaskan adalah dia seperti kehilangan gairahnya untuk kembali berlayar. Berbeda dari film-film sebelumnya, dimana Jack akan semudah menjentikkan jari dalam mendapatkan kapal untuk berlayar. Hingga dia menjual kompas satu-satunya yang dia miliki.


Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)
source : google image

Kalau masih ingat, kompas ini di film sebelumnya pernah diperebutkan juga antara Capt Barbossa dan Jack. Dimana kompas tersebut selalu menunjukkan arah yang tepat, dimana jika penggunanya mengkhianati kompas itu maka akan datang malapetaka. Dan kompas ini sebenarnya tidak boleh jatuh ke tangan orang lain selain Jack.

Kenapa???

Di kisahkan sebelumnya, seorang Capt. bernama Salazar yang telah membunuh ribuan nyawa para bajak laut demi menciptakan lautan yang bersih. Capt. Salazar dari Spanyol sangat terkenal, namun ketika dia hendak memberantas sebuah kapal bajak laut, justru dirinya dan kapalnya terjebak di segitiga bermuda dan mendapat kutukan. Dimana kutukan tersebut membuatnya tidak bisa keluar dari segitiga bermuda itu. Satu-satunya cara memutuskan kutukan adalah satu kesempatan ketika Jack dan kompasnya terpisah.

Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)
source : pinterest


Tidak lama berselang, Jack yang membutuhkan sebotol minuman untuk kembali mabuk, akhirnya memutuskan untuk menukar kompas tersebut dengan sebotol minuman. Dan akhirnya, muncul petaka yang kemudian menimpa kapal-kapal milik Capt. Barbossa. Saat ini, si Barbossa hidup sangat mewah, sama seperti ketika dia menjadi seorang bangsawan di Inggris, tampak jelas keinginannya pada harta sangatlah tinggi.

Kapal Barbossa dilapisi oleh emas. Dia menjadi pebisnis kapal bajak laut dan memiliki kapal yang sangat banyak. Namun, kebebasan Capt. Salazar dan krunya, membuat bisnisnya hampir terpuruk karena kapal tersebut dibakar. Beberapa awak yang bebas, menceritakan pada Barbossa. Dan dia segera saja mencari tahu cara untuk menjauhkan diri dari incaran Capt. Salazar. Secara ya, kapalnya Capt. Barbossa ini dilapisi emas, sampai berkilau-kilau gitu.


Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)
source : google image

Akhirnya Jack, Henry dan Carina saling bahu-membahu agar bisa kabur dari pulau tersebut juga kabur dari kejaran pemerintah. Karena, Henry sendiri telah ditandai sebagai pengkhianat dari kapal layar Inggris, yang kemudian diserang oleh Capt. Salazar ketika dia baru saja bebas. Kebiasaan dari Salazar, dia akan selalu menyisakan satu awak kapal bebas, untuk menceritakan apa yang telah dialami olehnya. Itulah kenapa, ketiga orang ini akhirnya menjadi buronan.

Di lain pihak, Capt. Barbossa meminta bantuan seorang penyihir asli - Carina hanya dituduh sebagai penyihir namun dia bukan penyihir - apa yang harus dia lakukan. Jawabannya, kompas yang ada di tangan penyihir tersebut harus kembali kepada Jack. Namun, sebelum itu, Barbossa sudah terlebih dahulu bertemu dengan Salazar, dia meminta tubuh Jack dalam keadaan hidup untuk membalas dendam.

Henry, sejak kecil sudah mampu mengetahui cara bertemu dengan ayahnya atau bisa dikatakan memanggil ayahnya yang terkena kutukan. Namun, tetap saja, dia dan kru lainnya masih belum mengetahui, dimana lokasi Trisula Poseidon berada. Hanya satu di kapal tersebut yang mengetahui keberadaannya, yaitu Carina. Melalui rahasia yang tersimpan dalam sebuah buku.

Buku tersebut berisi beberapa tulisan dari Galileo Galilei yang hanya bisa dibaca ketika bulan tampak merah seperti darah. Saat Carina berada di penjara, dia melihat sendiri bagaimana batu mirah di sampul buku tersebut dapat menyala dan menunjukkan sebuah peta di sampul buku tersebut.


Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)
source : google image

Akhirnya, kapal mereka bertemu dengan Barbossa, dimana kompas yang ada di genggamannya juga menunjukkan arah yang sama dengan tujuan Jack dan kawan-kawannya. Di tempat itulah, tidak lama kemudian Salazar serta awak kapalnya datang hendak menghadang mereka, namun kutukan itu pula yang membuat mereka mengurungkan niatnya. Jack ketika mendengar nama Salazar tidak begitu ingat dengan apa yang terjadi.

Dahulu, ketika hampir membunuh seluruh awak kapal bajak laut, sebelum kapal Saint Mary milik Salazar masuk ke segitiga bermuda, dirinya bertempur dengan kapal tersebut. Ketika sang kapten mati, seorang awak lain dinobatkan sebagai kapten baru, seorang anak muda yang cerdik, bajak laut sejati yang kemudian menjebak Salazar dan awaknya masuk ke dalam segitiga bermuda.

Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)
source : google image

***

Berbeda dari film-film sebelumnya, saya merasakan sekali bahwa ini seolah film penutup dari rangkaian perjalanan Jack si Bajak Laut. Dari segi cerita, memang berkenaan dengan keutuhan cinta, keluarga serta reuni keluarga. Namun, emosi dari film ini yang sebelumnya tersedia dalam setiap adegan, tidak terlalu terasa. Hanya di beberapa bagian saja seperti perpisahan Carina. Selain itu, lelucon yang ada juga tidak terlalu terngiang seperti film sebelumnya yang tampak natural.

Jika dibandingkan dengan sosok musuh seperti Davy Jones, memang Captain Salazar ini tidak terlalu menonjol kegarangannya. Selain dari suaranya Javier Bardem yang memang berat ini yang membuat sedikit tegang. Tapi, lebih tegang ketika bertempur dengan Davy Jones, seolah setiap detik sungguh membuat jantung ketar-ketir, takut loncat dari tempatnya. Karena klimaks dalam film ini tampak tidak mencapai apa yang saya perkirakan. Sehingga membuat saya merasa biasa saja.

Untuk segi animasi, memang dalam film ini sepertinya full dengan animasi. Dimana kita bisa melihat pada akhirnya Black Pearl kembali berlayar. Dan tampak romansa dalam film ini seolah dipaksakan, tidak ada chemstry yang signifikan terasa selama film diputar. Selain itu, ending dari film ini juga seperti terlalu cepat berakhir. Atau mungkin saya yang kurang rela petualangan Jack akhirnya harus berakhir? Atau bagaimana? Saya tidak begitu paham, karena akhirnya saya keluar dari ruangan bioskop dengan ekspresi, "udah gitu doang?"

Overall, meski saya memiliki banyak keluhan pada film ini. Namun serial Pirates of the Caribbean tetap menjadi film favorit saya. Dulu, saya berharap film empat bersaudara di dunia Narnia juga akan sekonsisten seperti film ini, tapi ternyata justru petualangan Jack-lah yang terus memuaskan rasa rindu saya pada kehadirannya.

***

Anda sudah menonton film ini? Bagaimana pendapat Anda terkait film, alur ceritanya serta kompleksitas emosional antar tokoh?

Ada beberapa hal yang tidak saya ceritakan dalam ulasan ini seperti :

1. Ayahnya Henry, siapa dia? 

2. Ayahnya Carina, siapa dia?

3. Kenapa Salazar memburu Jack? Meski memang, jika Jack bertemu kembali dengan kompasnya, maka kekayaan Barbossa tidak akan punah.

4. Ada perpisahan dalam film ini, juga ada pertemuan, meski pertemuan keduanya tidak begitu cukup hanya sekilas ketika salah satunya sadar.

5. Jack akan bertemu seseorang ketika dia hendak dipenjara. Ini lumayan lucu juga di bagian ini.


Jadi, kalau diminta untuk memberikan rating saya akan berik 4/5 bintang untuk film ini. Terlepas dari hal-hal yang kurang sesuai dengan ekspektasi saya. Sampai-sampai saya bertanya, apakah sutradaranya ganti sampai filmnya kok rasanya aneh? Hehehe...


Terima kasih untuk Anda yang sudah membaca tulisan ini dan sudah berkunjung.

Comments

  1. Kaloooo gak salah, ayahnya Henry ituuu si Will Turner (yg dulu diperankan Orlando Bloom dan krn dia udah gak nongol saya jd males ntn ini). Sebelum yg ini nongol saya ntn juga yg On Strange r Tides dan udah kecewa... Jd ketika yg ini nongol saya milih gak ntn aja deh... Tp mulai dari yg no 1 - 3, saya punya DVD-nya dan kl lg pengen ngakak abis2an... saya ntn ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakakak, spoiler alert iyes, dia nongol tapi sebentar sama kaya emaknya si Elizabeth. Cuma sebentar doang.

      Delete
  2. jujur baca semua review mba aku jadi tertarik loh pengen nonton karena pas ada film ini dari pertama ada ga tertarik apalagi ttg bajak laut gtu setelah nyimak mba punya cerita aku penasaran apalagi baca komennya mba Ria ada Orlando Bloom favoritnya aku hahaha *minta suami cari film ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi, saya malah rekomendasiin Teteh nonton dari film pertamanya. Kalo langsung malah kurang into it gitu :D #menebarracun

      Delete
  3. Anaknya beneran mirip ama orlando bloom. Lumayan menghiburlah liat animasinya tanpa mikirin jalan cerita

    ReplyDelete
  4. Kalau aku hanya bisa menuliskan kisah cinta yg kandas dgn Pria bernama Jack...

    Yayaya ~wkakaaa..

    Penasaran,dua bulan ini blm ada nntn film apapun di bioskop
    ..

    ReplyDelete
  5. Untuk serial terakhir ini banyak komen soal leluconnya yang hilang ya. Aku juga merasa sedikit kehilangan :D. Tapi, film ini tetap menghibur bagiku.

    ReplyDelete
  6. Jujur belum pernah nonton, biasanya kalau mau nonton baca review orang2 dulu. Kalau banyak bilang yg bagus baru nonton...next dech nontonnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah