Apa Saja Jenis Permainan Untuk Anak-anak Yang Aman Dan Edukatif ?






"Memilih mainan untuk anak-anak itu tidaklah mudah. Harus teliti sebelum membeli untuk memastikan apakah mainan tersebut aman atau tidak untuk anak-anak."



Saat ini mendapat undangan untuk hadir ke acara ulang tahun anaknya teman atau sahabat saya, bukan hal yang baru lagi. Apalagi, sekarang saya punya banyak sekali keponakan yang lucu-lucu, otomatis setiap mereka ulang tahun saya harus siap sedia untuk menguras otak. Mencari ide untuk membelikan kado anak-anak itu bukan hal yang mudah buat saya, tidak seperti mencari kado untuk ulang tahun pernikahan yang terkadang cukup sesuatu yang simple, seperti lukisan atau foto pemandangan.

Tapi, kalau mencari kado untuk anak-anak, saya harus berpikir banyak hal. Dari mulai bahan yang dikandung aman atau tidak, apakah mainannya bisa bermanfaat atau tidak, dan apakah mainan yang akan saya beli nanti berbahaya bagi anak-anak atau tidak. Cukup memikirkan itu saja sudah membuat saya pusing. Duh, ini belum ke toko mainan, loh. Apalagi kalau sudah muter-muter di toko mainan, yang ada saya cuma bisa pasrah.

Kalau sudah begini, alhasil saya sering minta bantuan beberapa teman saya lainnya untuk memberikan saya ide dan masukan, hadiah apa yang cocok untuk anak-anak. Sebelum mereka memberi jawaban, biasanya mereka akan bertanya :

“Anaknya laki-laki atau perempuan?”
“Umurnya berapa?”
“Udah bisa jalan atau belum?” (pertanyaan ini khusus balita)

Ketiga pertanyaan di atas, sering sekali saya dengar. Jadi, sebelum saya melemparkan pertanyaan ke teman-teman saya, biasanya sudah saya kasih informasi dulu nih, sesuai dengan pertanyaan di atas, sehingga mereka bisa memberi masukan langsung tanpa muter-muter ke segala macam pembahasan yang kemudian balik lagi ke pembahasan awal (Woman ~).

Dari percakapan dengan teman-teman saya, akhirnya saya punya 3 macam mainan yang biasa saya belikan untuk kado. Selain karena mainan ini edukatif dan bermanfaat juga karena terbuat dari bahan yang aman, loh.


Memilih Mainan Untuk Anak-anak Yang Aman Dan Edukatif


source : pinterest


1. Buku Bantal

Kenapa saya memilih Buku Bantal sebagai kado? Sebagai seorang pembaca buku, saya memiliki harapan agar anak-anak yang saya berikan kado ini, nantinya ketika mereka sudah besar, mereka akan gemar dan suka membaca. Selain itu, buku bantal juga aman karena tidak mudah sobek, jadi awet tentunya serta tidak berbahaya.

Biasanya saya akan membelikan buku bantal dengan tema pengenalan binatang, buah atau huruf. Apalagi buku bantal ini ternyata bisa dicuci, sehingga bisa tetap bersih tanpa harus takut nanti rusak. Terus, saya pernah lihat keponakan saya setiap mandi selalu bawa buku bantalnya. Jadi, kalau nanti basah masih bisa dijemur atau dicuci ulang.



Source : pinterest



2. Wooden Puzzle

Kalau mainan ini, biasanya saya belikan ke balita. Biasanya yang sudah bisa jalan atau duduk sendiri. Itu juga dari rekomendasi teman saya, sih. Konon, mainan ini dipakai untuk melatih motorik anak-anak sekaligus meningkatkan intelegensi anak. Wah, saya jadi semangat buat membelikan jenis mainan seperti ini sebagai kado.

Pastinya, meski mainan jenis ini terbuat dari kayu, saya sering diwanti-wanti untuk membelinya di toko mainan yang terpercaya. Karena ada banyak bahan kayu yang tidak aman untuk mainan anak-anak, sehingga harus diperhatikan lagi apakah sudah dilapisi pelindung yang aman atau belum.

Apalagi kemungkinan anak-anak mengemut mainan mereka lebih besar, jadi daripada nanti saya kena omelan mama-mamanya, lebih baik saya mengantisipasi terlebih dahulu. Biarlah harganya lebih mahal tapi kalau aman, tentunya lebih utama.



Source : pinterest



3. Music Instruments

Saya senang, deh. Kalau melihat anak-anak atau balita sedang mengangguk-anggukan kepala setiap kali mendengar suara musik dari mainan mereka. Lucuuuu bangettt!!!! Serius, kadang saya suka ketawa sendiri ngeliatnya. Nah, ternyata mainan yang bisa menimbulkan suara atau musik instrumen sering direkomendasikan juga oleh teman-teman saya.

Katanya, mainan jenis ini bisa mengalihkan perhatian anak-anak ketika mereka sedang merajuk. Huhuhu, semoga saja mainan jenis ini bisa menghibur anak-anak. Soalnya saya merasa bahagia banget kalau lihat anak-anak memainkan mainan mereka dengan antusias. 

Sayangnya, keponakan saya sudah besar-besar, alhasil mainan di rumah yang seperti ini sudah tidak dipakai lagi. Mau enggak mau, saya harus putar otak setiap mereka ingin menghabiskan liburan di rumah saya.



Musim Liburan Waktunya Bermain Di Luar Ruangan


Sebagai penganut “Ayo kita main di luar ruangan dan banyak bergerak”, saya cenderung lebih sering mengajak keponakan bermain-main ke luar ruangan. Misalnya berenang, main sepeda, main in-line-skate atau outbond di tempat wisata. Karena liburan panjang saat ini berbarengan dengan bulan puasa, alhasil saya membatasi kegiatan mereka di luar ruangan.

Source : pinterest


Tentunya karena para krucilers ini meski masih sekolah dasar, tapi sudah puasa sehari penuh. Jadi saya berlakukan jam tidur siang yang cukup untuk mereka. Waktu main yang buat saya sangat tepat itu, beberapa jam sebelum buka. Apalagi belakangan di lingkungan sekitar saya ini tengah gandrung dengan olahraga Badminton. Otomatis, raket sudah harus tersedia di rumah, biar para krucilers bisa main juga. Sekalian mereka belajar dan berlatih dengan teman lainnya.

Terkadang, kalau mereka jenuh bermain badminton atau teman lainnya sedang tidak ada. Mereka akan menghabiskan waktu bermain sepeda. Saking antusiasnya, terkadang hari masih terik mereka sudah bermain sepeda. Katanya biar waktu bermainnya panjang. Duh, mau enggak mau saya sudah khawatir mereka akan kehausan dan mengeluh.

Source : Pinterest


Pastinya, yang namanya mendengar keluhan “Buka puasanya jam berapa sih, kok lama banget itu jamnya?” suka bikin saya dari sabar sampe males jawab, HAHAHAHA. Tapi, yang paling bikin enggak nyaman itu justru, kalau sehabis main tiba-tiba salah satunya terserang demam.

Haduh, ini yang bikin repot. Gimana enggak repot? Karena saya harus laporan ke orang tua mereka. Sebagai aunty yang baik saya harus bertanggung jawab dong, ya. Nah, itu kenapa saya selalu mempersiapkan beberapa peralatan P3K ini di rumah demi kemaslahatan bersama, pastinya demi keselamatan saya pribadi biar enggak kena omelan mama-mamanya mereka ini. Hihihi….


Saya Selalu Menyiapkan Obat-obatan Ini Di Rumah


Biar saya tenang dan orang tua krucilers juga tenang, akhirnya saya selalu menyiapkan beberapa perlengkapan ini di rumah, just in case ada sesuatu yang tidak diprediksi terjadi. Beberapa perlengkapan di bawah ini juga sering saya bawa ketika pergi bersama krucilers.


1. Obat Merah

Krucilers di rumah itu termasuk aktif. Saya enggak bohong. Hobi mereka itu manjat pintu dengan dua kaki mereka, katanya mirip spiderman. Waktu awal-awal sih saya sempat deg-degan. Tapi lama-lama terbiasa juga akhirnya. Dan kebiasaan ini sudah berlangsung lama dari keponakan yang besar, sekarang sudah mau kuliah. Terus turun ke adik-adiknya yang lain. Karena mereka gemar sekali beraktivitas fisik, alhasil kadang ada kejadian tak diduga seperti jatuh dari sepeda, nabrak pagar ketika main in-line-skate atau bahkan kepleset ketika berlari.

Otomatis obat merah harus selalu siap sedia. Selain obat merah tentunya plester untuk menutup luka juga selalu ada. Karena terkadang mereka ini rempong, minta lukanya ditutup. Huhuhuhu, saya nurut aja deh akhirnya.


2. Minyak Tawon


Barang ini selalu saya siapkan di rumah, gara-gara waktu itu krucilers kejedot tembok sehingga memar. Sejak kejadian itu saya selalu menyiapkan minyak tawon di rumah. Malah kadang, setelah main, mereka sering minta dibalurin dengan minyak tawon kaki mereka, katanya biar enggak capek. Dan minyak tawon ini bisa dipakai juga untuk orang dewasa, jadi multifungsi banget.


3. Obat Penurun Panas


Nah ini yang enggak kalah penting. Apalagi kalau mereka sudah main terlalu semangat, imbasnya kecapekan dan kadang demam. Mau enggak mau saya harus siap Tempra Syrup di rumah yang rasa jeruk. Allhamdulillah, mereka cukup kompak soal rasa sirup ini. Jadi saya enggak pusing milihnya. Apalagi obat ini juga cocok untuk keduanya, benar-benar membuat saya bersyukur.



Sematan Cerita Singkat Dalam Perjalanan Menuju Surabaya

Tempra Syrup ini juga sering saya bawa kalau bepergian bersama krucilers. Karena waktu itu pernah dapat kejadian, salah satu krucil terserang demam selama perjalanan menuju Surabaya. Waktu itu, kami sekeluarga pergi ke Surabaya menggunakan mobil, mungkin karena cuacanya saat itu panas sekali sehingga mau enggak mau minum air dingin menjadi pilihan. Ternyata, malamnya si Kakak terserang demam.

Source : Pinterest


Sudah hampir lewat tengah malam, barulah kami menemukan apotek yang masih buka. Jujur deh, sakit ketika di perjalanan itu pengalaman yang lumayan membuat jantung berdebar kencang. Karena sepanjang jalan pun kami tidak menemukan klinik yang buka, apalagi rumah sakit. Alhasil, penemuan apotek yang buka 24 jam ini seperti oase di padang pasir.

Ketika saya meminta pada apotekernya obat penurun panas, langsung saja dia tanya usianya berapa kemudian menyodorkan Tempra Syrup ini. Ternyata rasanya cocok dengan si krucil, sehingga dia tidak menolak untuk minum obat.

Belajar dari pengalaman inilah, akhirnya saya sering membawa banyak perlengkapan untuk P3K setiap bepergian, meskipun pergi ke tempat wisata. Biar hati saya tenang dan krucilers bisa bermain dengan bebas.


***


Saya memilih Tempra Syrup karena perusahaan yang mengembangkan obat penurun panas ini sudah dipercaya. Dilansir dari website Emisdotcom, PT. TAISHO PHARMACEUTICAL INDONESIA TBK. ini sudah berdiri sejak tahun 1970, memiliki badan hukum serta quality control yang bisa menjamin produk yang dikembangkannya ini terjamin kualitasnya. Setiap produknya sudah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan, jadi enggak perlu ragu lagi.

Apalagi Tempra Syrup ini sering direkomendasikan oleh banyak dokter anak. Setiap kali mengantar krucil ke dokter anak karena demam, biasanya dokter ini akan memberikan resep Tempra Syrup sebagai penurun panas. Jadi, udah jadi mindset banget deh, setiap beli obat penurun panas, pasti beli Tempra.

Oiya, ada juga loh kemasan Tempra Drops yang merupakan penurun panas khusus untuk bayi. Jadi, jangan sampai salah pilih kalau ingin membeli obat penurun panas di apotek atau toko obat. Jangan lupa juga untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter, ya.


Source : BP Network


***

Dunia anak-anak itu memang dunia bermain, kepolosan anak senantiasa membuat saya tertarik dengan dunia mereka.  Nah, kalau Anda punya pengalaman menarik seperti apa ketika menemani liburan anak-anak? Ada yang berkesankan dengan pengalaman tersebut? Yuk, ceritakan di kolom komentar, siapa tahu bisa bermanfaat dengan pembaca lainnya.


Terima kasih untuk Anda yang sudah berkunjung dan membaca tulisan ini.



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Comments

  1. aku dulu jualan buku bantal tahun 2012-an hahaha alhamdulilah dulu banget laku keras sekarang sih uda ga terlalu booming lagi apalagi ada busy book itu y mba?emang bener buku bantal banyak dipilih karena kan buat anak2 yg lg sneng ekplorasi jadinya pasti demen buat sobek :)
    Btw obat2an itu aku juga sedia dan obat penurun panas tentunya mesti nyetock y mba :)

    ReplyDelete
  2. Tempra ini memang cepat menurunkan panas kok, harus selalu ready di rumah dan lagi alhamdulillah aman dari bocah kecil karena kemasannya tidak mudah dibuka.

    ReplyDelete
  3. Anak-anak memang harus mempunyai waktu untuk beraktivitas di luar rumah ya mbak Ipeh. Tapi biasanya, kalau kecapekan, cenderung kondisi tubuh anak-anak melemah hingga mudah terserang penyakit, termasuk panas. Untuk itulah harus tetsedia obat penurun panas di rumah, termasuk menyediakan tempra.

    ReplyDelete
  4. 3 kado di atas itu buat SID juga, mba. Buku bantal emang awet dari dia bayi sampe usia 2 th masih sering dibaca. Kalau wooden puzzle punya juga tapi berceceran >,<
    btw SID juga punya Tempra tapi yang anggur. Mampir yaa ke helenamantra dot com (masih ngedraft, hahaha)

    ReplyDelete
  5. Dulu punya buku bantal juga, tapi sekarang anakku lebih suka board book untuk dibolak-balik. Sudah tambah gede, bisa milih mainan. Thanks sharingnya ya bun.

    ReplyDelete
  6. Bener tu Mbak. Permainan music instrument memang bisa mengalihkan mood buruk. Andalanku di rumah kadang juga mainan itu 😀

    ReplyDelete
  7. Mainan anak sekarang, kreatif, edukatif dan aman ya. ^_^

    ReplyDelete
  8. Permainan bantal memang cocok buat anak ya Mom. Jadi inget pengalaman si kecil kerjaannya robekin buku mulu :)

    ReplyDelete
  9. Macam-macam ya mainan edukatif sekarang. Aku selalu naksir wooden puzzle deh. Tapi produk yang rapi buatannya, halus dan catnya aman, harganya juga beda. Jadi kalau mau beliin milihnya lamaaa...Hehe...Makasih ya sharingnya...

    ReplyDelete
  10. Mauuuuu buku bantalnya buat mumut.
    Sekarang mainan edukatif, sayanya suka gemes kal gak punya :P
    Lebih gemes lagi, giliran punya, emak antusias, anaknya sakit...ini mah bete namanya ya

    ReplyDelete
  11. iya mba, kalau buku kertas sudah pasti sobek, ngerinya lagi kalau dimakan. buku bantal aman. aku juga pakai tempra kalo dede demam

    ReplyDelete
  12. pilihan yang bagus sebagai kado untuk anak :)

    ReplyDelete
  13. Kalo di luar riangan, adekku biasa main lompat tali mbak. Dan kebetulan kalo panas saat liburan. Minumnya juga Tempra Syrup ^^

    ReplyDelete
  14. mainannya banyak euy.... :) anak-anak pasti betah ya asik mainan. Daftar cadangan obatnya bener banget tu ...wajib ada. Apalagi penurun panas...

    ReplyDelete
  15. Tos mbk, aku juga nyiapin tempra di rumah, :)

    ReplyDelete
  16. Kalau bepergian bawa anak itu memang bawaannya buanyaaak termasuk obat obatannya...

    ReplyDelete
  17. Aunty Ipeeeh, Wafa sama Ayyas mau dong diajak main skating. Atau sepatu roda deh. Ini kesianan banget nggak pernah main gituan, hahaha.

    ReplyDelete
  18. Buku bantal aku juga pakai untuk dua anakku. Dan awetnya kebangetan sampai sekarang

    ReplyDelete
  19. Tempra emang jd sahabat anak dikala mereka sakit ya. Aku jg sedia, jaga2 aja takut tiba2 si kecil mendadak sakit...

    ReplyDelete
  20. Asiiiikk..aunty Alena beliin Dek Musa banyak buku yaa *lhoh*
    Thanks infonya aunty

    ReplyDelete
  21. jadi inget anak laki laki saya yang lagi sekolah, kalo mau beli mainan maunya harus hehehehe....walaupun itu belum pantas untuknya,,,tapi masih bisa di kasih tau dengan cara rayuan maut...hehehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah