Strategi Dan Metode Merangkum Bacaan



rangkum


Mendekati Ujian Akhir Semester, biasanya banyak anak-anak sekolah atau mahasiswa yang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi UAS. Dari mulai ikut pelajaran tambahan untuk anak sekolahan, atau menyiapkan beragam materi yang diprediksi akan muncul di soal-soal ujian. Semua dilakukan demi mendapatkan nilai yang terbaik. Nah, bagi yang tengah kebingungan, kira-kira bagaimana metode merangkum yang sesuai dengan selera, kali ini Ipeh mau berbagi sedikit dari apa yang pernah Ipeh pelajari.

Sebelum memulai, mari kita pahami dahulu hakikat dari Merangkum. Pada dasarnya kegiatan merangkum ini tidak pernah lepas dari membaca. Jadi, untuk mendapatkan informasi yang padat saat merangkum, dibutuhkan kemampuan membaca yang baik pula. Singkatnya, merangkum bisa diartikan sebagai kegiatan dalam menyajikan tulisan dari seorang pengarang ke dalam sebuah tulisan yang lebih ringkas. Dalam sebuah rangkuman yang harus diperhatikan adalah urutan asli dari ide asli pengarang yang harus dipertahankan. Selain urutan asli, ada beberapa hal juga yang harus dipertahankan dalam merangkum yaitu : maksud dan tujuan pengarang, ide asli pengarang, sampai bentuk rangkuman yang ringkas dan padat.

Menurut Gorys Keraf, membuat rangkuman dapat berguna untuk mengembangkan ekspresi serta penghematan kata, serta berlatih mempertajam daya kreasi dan konsentrasi kita. Dengan menulis rangkuman, kita pun belajar untuk memahami secara utuh isi bacaan dan belajar menyusun rangkuman serta menyampaikan gagasan dalam rangkuman dengan baik.





Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Merangkum




Kegiatan merangkum ini pastinya sudah banyak dilakukan oleh semua orang. Baik itu merangkum buku, mentranskip acara di televisi atau film, atau bahkan meringkas artikel. Semua orang pasti pernah melakukan hal ini. Namun, dalam merangkum, sebenarnya ada beberapa patokan atau hal-hal yang semestinya diperhatikan. Beberapa hal di bawah ini merupakan kaidah untuk rangkuman secara baik dan benar.


rangkum



1.Membaca Naskah Asli

Ini maksudnya sebelum memulai merangkum sesuatu, seharusnya membacanya terlebih dahulu. Entah ingin dibaca sekali atau dua kali pun tidak masalah, selama bisa mengetahui kesan umum secara menyeluruh dari isi naskah yang ingin dirangkum. Saya biasa merangkum beberapa buku baik fiksi atau nonfiksi yang saya rasa terlalu bagus hanya untuk ditulis secara singkat.

Juga dengan pertimbangan agar calon pembaca buku tersebut, sedikit banyaknya bisa mendapat masukan apakah buku yang akan dibacanya itu sesuai dengan selera atau ekspektasinya atau tidak. Karena ada beberapa yang judulnya mengecoh, dianggap memiliki tema dan bahasan yang ringan, tapi ternyata justru berisi bobot pembahasan yang berat. Sehingga, bisa dijadikan sedikit gambaran sebelum membaca buku tersebut.

2.Mencatat Gagasan Utama

Menemukan gagasan utama dalam sebuah karya memang tidak begitu mudah, karena kita harus membacanya alinea demi alinea, karena biasanya gagasan utama dalam suatu karya terselip di antara alinea tersebut. Setelah ditemukan gagasan utama, mulailah untuk mencatatnya. Mencatat gagasan utama bisa seperti poin per poin, atau membuat mind map. Disesuaikan dengan kebutuhan dan minat saja.

Kalau saya pribadi, lebih senang mencatatnya poin per poin, dengan menggunakan warna-warni yang berbeda antara poin satu dengan yang lainnya. Agar lebih semangat, karena saya senang melihat tulisan yang warna-warni, hehe.

3. Reproduksi atau Tulis Ringkasan Naskah

Dalam menulis rangkuman, diusahakan menggunakan kalimat sendiri, namun tetap harus mempertahankan urutan isinya, ide dan pendapat penulisnya. Jika menghadapi kesulitan dalam mengemas sebuah pemahaman dari naskah tersebut, bisa dibaca ulang atau mengutipnya. Terutama jika memang berkaitan dengan kaidah, kesimpulan atau rumusan yang padat.

Saya pun pernah menghadapi kesulitan seperti ini ketika menuliskan sebuah buku karya Yasunari Kawabata berjudul daun-daun bambu. Dimana dalam kata pengantarnya, sang penerjemah memuat banyak sekali fakta menarik tentang Yasunari Kawabata serta menyisipkan pula naskah pidatonya ketika menerima penghargaan. Sulit bagi saya untuk mengubah kalimat yang bahkan membuat saya takjub. Sehingga saya memutuskan untuk mengutipnya sebagai bagian dalam rangkuman dari naskah tersebut.




Penting Dalam Menulis Rangkuman




Setelah kita memahami kaidah dasar dalam menulis rangkuman, ada juga beberapa hal yang termasuk dalam muatan dasar ketika menulis rangkuman. Seperti menulis rangkuman dengan menggunakan gagasan utama saja. Agar rangkuman tidak terkesan bertele-tele, sehingga ketika menemukan gagasan yang terlalu panjang, bisa dimodifikasi agar gagasan sentral yang ingin disampaikan tetap dipertahankan.

Kemudian untuk beberapa ilustrasi, entah itu bagan atau dekskripsi, dapat dihilangkan. Kecuali memang penting dalam penyampaian rangkuman. Dalam merangkum, penting untuk diingat untuk tidak pernah memasukkan gagasan baru atau pendapat pribadi Anda. Jadi, rangkuman memang benar-benar murni berisi ide atau pendapat dari penulis naskah asli. Sehingga urutan gagasan tidak boleh terpecah-pecah, harus dipertahankan keasliannya sesuai naskah asli. Jika merangkum sebuah pidato atau ceramah, ada baiknya menggunakan sudut pandang orang ketiga.




Metode Membaca Untuk Merangkum




Setelah membaca naskah asli dengan seksama. Ada satu metode dalam membaca untuk merangkum, yaitu SQ3R, Skimming dan Scanning. Setelah sebelumnya saya pernah menuliskan tentang metode membaca Skimming dan Scanning, maka kali ini saya hanya akan membahas metode SQ3R.





SQ3R terdiri dari Survey, Question, Read, Recite/Recall, Review. Dalam membaca dengan menggunakan metode ini, setelah membaca secara detail naskah asli. Dilanjutkan dengan melakukan survey terlebih dahulu untuk mendapatkan gagasan umum dalam bacaan. Setelah itu baru mengajukan beberapa pertanyaan yang kita buat sendiri untuk membantu menemukan hal-hal pokok yang ingin kita rumuskan dalam rangkuman.

rangkum


Tahapan Survey, seperti dijelaskan sebelumnya, bertujuan untuk mengenali isi bacaan serta menggali ide-ide penting di dalamnya. Dalam melakukan Survey bacaan ada baiknya untuk Membaca Judul, membaca semua sub-judul (jika ada), membaca pendahuluan atau kata pengantar, mengamati tabel atau grafik jika ada, serta membaca kalimat pada sub-bab.

Kemudian Question, dengan menyusun pertanyaan, ini akan mempermudah dalam menemukan gagasan utama dalam bacaan. Bisa dengan menggunakan metode 5W1H di catatan terpisah, sambil menuliskan jawabannya sebelum me-reproduksi isi rangkuman.

Nah, Read di sini merupakan kelanjutan dari tahap setelah Question. Yaitu membaca sambil mencari informasi berdasarkan beberapa pertanyaan yang sudah dicatat. Jika mendapati bagian-bagian yang penting dalam bacaan, maka sebaiknya perlambat bacaan, namun jika dirasa kurang penting bisa dipercepat membacanya.

Recite atau Recall ini sebuah tahapan untuk mengingat beberapa hal dari bacaan yang sudah kita baca secara mendetail sebelumnya. Itulah sebabnya dalam aktivitas merangkum, diwajibkan untuk membaca buku atau naskah secara menyeluruh dengan metode membaca secara detail. Yaitu membaca dengan seksama setiap kalimat dalam bacaan. Karena dalam tahapan Recall inilah, akan membantu kita mengingat kembali beberapa bagian yang sudah kita baca untuk kita tulis gagasannya.

Terakhir yaitu Review, di sini sebelum kita me-reproduksi sebuah karangan, ada baiknya untuk mengulangi dan menelusuri kembali judul-judul dalam setiap bab atau sub-bab. Membaca kembali beberapa bagian-bagian penting, jangan sampai ada yang terlewat, karena urutan ide atau naskah harus tetap dipertahankan sesuai naskah aslinya. Pada tahap inilah membantu kita untuk benar-benar memahami isi bacaan dengan baik, terutama hal-hal yang penting.



***


Tidak heran, jika proses merangkum memang harus disertai dengan membaca secara keseluruhan dengan baik. Sehingga proses merangkum akan menghasilkan pemahaman yang baik pula jika dilakukan secara benar. Saya pun sering membaca berulang-ulang buku yang bagi saya memuat muatan yang bobotnya lumayan berat. Selain itu, saya juga sering menyematkan pembatas atau bookmark di beberapa bagian yang bagi saya penting. Sehingga ini akan mempermudah saya dalam melakukan metode SQ3R.


Jadi, kapan terakhir kalinya Anda merangkum? Kira-kira apa yang menjadi kendala dalam kegiatan merangkum? Silakan jika ingin berbagi di kolom komentar, siapa tahu bisa saling berbagi pengalaman dengan pembaca lainnya.



Terima kasih sudah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Comments

  1. Merangkum terakhir kapan ia, lupa sih tapi seingatnya buat skripsi :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah