Ingin Menulis Artikel Opini Yang Bagus? Perhatikan 4 Hal Ini


Ingin Menulis Artikel Opini Yang Bagus? Perhatikan 4 Hal Ini.


Menulis Artikel



Tren yang sekarang ini banyak beredar di media sosial adalah penyebaran artikel yang berisi opini tentang apa yang tengah terjadi di Indonesia. Atau hal-hal yang sedang tren dikemas dalam sebuah tulisan yang berisi opini si penulisnya. Perang pemikiran, demikianlah banyak orang mengatakan. Sebuah era dimana setiap orang memiliki kebebasan berpendapat, menuliskannya dalam sebuah artikel, baik di majalah atau di media lain seperti di internet.

Meski demikian, sebagai pembaca, saya tetap memilah dan memilih artikel opini yang mengedepankan logika serta penjabaran alasan yang lebih logis. Kalaupun disematkan sesuai dengan ilmu pengetahuan, misalnya sembari dijelaskan berdasarkan ilmu psikologi, ilmu sosial, ilmu politik atau ilmu hukum dan ilmu ekonomi. Ini justru menjadi nilai tambah dari artikel tersebut. Setidaknya berarti tulisannya tidak hanya sekadar hiburan atau semacamnya. Tapi, memberikan wawasan baru bagi para pembaca.



Dalam hal ini, jika Anda berniat untuk menuliskan sebuah opini di sebuah media, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu struktur dari artikel opini. Ini ditujukan untuk memberi kemudahan pada Anda yang masih awam dalam menulis opini, dengan belajar menulis secara sistematis, siapa tahu bisa menjadikan Anda mahir dalam menulis opini.




Perhatikan 4 Hal Berikut Jika Ingin Menulis Artikel Berisi Opini Yang Bagus




1. Opini

Menurut Oshima & Hogue (1997 : 172), opini adalah sesuatu yang dipikirkan oleh seseorang berkaitan dengan subjek tertentu. Sementara menurut Wishon & Burks (1980 : 147) opini merupakan argumentasi yang artinya mendukung atau menentang sebuah topik yang menimbulkan perdebatan.  Argumen tersebut bisa bertujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca bahwa suatu hal itu adalah benar atau harus dilakukan.

Dalam artikel opini adalah suatu kewajaran, ketika seorang penulis mengambil sikap atau memosisikan dirinya pada suatu hal yang berkaitan dengan isu yang ditulis, yang di kemudian hari dapat menimbulkan ketidaksetujuan pada pembaca. Namun, hal yang harus diperhatikan adalah opini yang ditulis bukan hanya sekadar opini, tapi harus diikuti dengan alasan-alasan  yang meyakinkan dengan mengemukakan fakta dan contoh sebagai pendukungnya.


2. Pendukung Opini

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, bahwa sebuah tulisan berisi opini harus disertai dengan beberapa alasan dimana masing-masing alasan didukung juga dengan fakta dan contoh. Menurut Oshima, fakta adalah sebuah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Dengan menyertakan contoh pada setiap fakta dalam tiap-tiap alasan pendukung, akan membantu pembaca untuk memahami maksud dari tulisan opini Anda.



3. Pernyataan Kontras Dan Perbandingan

Dalam sebuah artikel opini pernyataan atau paragraf kontras dapat mengandung ide-ide atau gagasan yang kontras (berbeda) dengan paragraf lain. Namun, tetap masih berada dalam satu jalur terhadap isu yang sama.

Contoh : A. Naik motor itu menyenangkan
              B. Naik motor bisa membahayakan

Naik motor itu menyenangkan, namun ternyata berkendaraan motor juga bisa membahayakan keselamatan.

Dari kalimat di atas isu yang diangkat tetap sama yaitu naik motor. Namun, terdapat dua gagasan yang berbeda di dalamnya.

Tidak hanya itu,  Anda juga bisa memaparkan beberapa kesamaan antara dua hal yang berbeda dalam sebuah tulisan opini. Jadi, selain menyertakan beberapa gagasan yang kontras, bisa juga didukung dengan persamaan-persamaan antara dua hal yang berbeda tersebut.


4. Kesimpulan

Biasanya berisi pernyataan yang diulang kembali dari gagasan-gagasan yang ingin disampaikan. Namun, simpulan ini harus dikemas dengan cara yang berbeda. Meski simpulan pada sebuah tulisan sering berada di paragraf terakhir, tetap saja kata-kata yang dikemas harus berbeda dari gagasan sebelumnya. Simpulan ini semacam penekanan gagasan dari seorang penulis, namun jika tidak disampaikan dengan cara yang berbeda, maka pengaruhnya akan berkurang bagi pembaca.


***

Selain digunakan untuk menulis artikel yang kekinian, tulisan opini juga sering digunakan untuk keperluan tugas lain dalam berbagai bidang. Semisalnya pandangan para ahli ekonomi melihat dampak kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, misalnya. Atau untuk tugas anak-anak sekolah, tentang seberapa siapkah sekolah dan aparatur sekolah dalam menyiapkan ajian akhir.


Meskipun sering digunakan untuk tujuan komersil, artikel juga bisa digunakan untuk menggiring opini masyarakat. Tentunya, diperlukan juga kesadaran secara utuh dalam membaca artikel-artikel yang beredar saat ini. Bagi Anda yang juga ingin menuliskan artikel, jangan lupa untuk menyertakan alasan serta fakta dan contoh sebagai pendukungnya. Agar opini Anda memiliki alasan yang kuat sehingga tidak hanya sekadar dianggap berita bohong atau angin lalu. Apalagi jika opini tersebut menyematkan pula wawasan baru bagi pembacanya.



Jadi, menurut Anda, seberapa besar pengaruh artikel opini yang beredar di masyarakat melalui media sosial saat ini? 



Comments

  1. waaah makasih sharingnya ipeh..kadang klo artikel opini suka fokus ke "pendapat pribadi aja"

    ReplyDelete
  2. aku blm mahir kalo nulis artikel opini

    ReplyDelete
  3. Yang di media sosial .. wah mudah bikin orang gerah meskipun bukan dia yang disebut :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah