A Monster Calls Movie - Sebatang Pohon Yang Mendongeng

A monster Calls


A Monster Calls sebuah film yang diangkat dari novel karya Patrick Ness ini rilis tahun 2016 kemarin. Disutradarai oleh Juan Antonio Bayona, dimana berkisah tentang seorang anak berusia 12 tahun bernama Connor O’Malley, yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya di sekolah. Belum lagi, faktanya dia harus menghadapi kondisi dimana sang Ibu menderita penyakit yang membuatnya harus menenggak obat terus menerus.


Orangtua Connor telah berpisah, sehingga Connor harus tinggal berdua dengan sang Ibu dan dialah yang mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Connor sudah terbiasa menyiapkan makan sendiri, mencuci baju bahkan mengurus sang Ibu. Dia terbiasa dituntut oleh keadaan untuk menahan amarahnya, menahan kesedihannya agar sang Ibu tidak melihatnya lemah.


Film bergenre fantasi ini memang mengikut-sertakan sosok Monster di dalamnya. Namun, film ini memang cocok untuk anak-anak. Meski melibatkan sedikit aksi yang terbilang rude pada saat Connor merusak atau memukuli Jam Kayu di malam hari hingga hancur berkeping-keping. Ada sesuatu yang diajarkan oleh sang Monster yaitu tentang keberanian, kejujuran, dan kepercayaan.


A monster Calls
Source : Google Image


Berawal Dari Sebuah Mimpi


Connor terbangun dari mimpinya, sambil terengah-engah dengan mata berkaca-kaca. Ia bermimpi, sebuah gedung di dekat pemakaman mendadak roboh. Sementara itu, dia berusaha menyelamatkan sang Ibu yang hampir jatuh ke jurang dengan menggenggam tangan Ibunya erat-erat, namun tangan Ibunya tetap terlepas hingga dia terbangun dalam keadaan panik.


Ada seorang Anak….
Yang terlalu tua untuk menjadi anak….
Terlalu muda untuk menjadi dewasa….
Dan mimpi buruk….
~ a monster calls


Ada yang menarik dari diri Connor, selain dia sering menahan amarahnya serta berjuang keras untuk menahan rasa sedih serta mampu mengurus urusan rumah tangga serta merawat sang Ibu, Connor juga pandai menggambar. Bakat ini seolah diturunkan oleh sang Ibu yang notabennya memang seorang pelukis. Dalam film ini kita akan disajikan beberapa adegan proses Connor menggambar, dimana gambar tersebut tampak kelam bagi seorang remaja seperti Connor.


A monster Calls
Source : Google Image



Di dalam kelas, dia sering mengalihkan perhatiannya dan kurang berkonsentrasi. Dia menghabiskan waktu pelajaran di kelas dengan menggambar. Dirinya memang terkenal pendiam, tidak banyak berbicara, bahkan tidak melawan ketika temannya memperlakukannya dengan tidak baik.


Malam itu, ia menghabiskan waktunya di depan bukunya : menggambar. Bagus deh hasil gambarnya, mungkin karena saya tak bisa menggambar jadi melihat proses Connor memainkan pensilnya hingga menjadi sebuah gambar merupakan moment terbaik dari film ini di antara moment kece lainnya. Saat dia tengah serius menggambar, tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya. Dipikirnya itu suara sang Ibu, namun saat dia membuka jendela sebuah pemandangan yang tampak aneh terlihat dari balik jendela di kamarnya.


Memang sedikit tampak horor, karena sebuah pohon tiba-tiba berubah bentuk dari kejauhan. Dan pohon tersebut merangsek mendekat ke arah Connor kemudian dia berkata, “aku kemari untuk menjemputmu.” Tapi, Connor tidak merasa takut sedikit pun meski ditakut-takuti oleh sang pohon.


Setelah semua kisah selesai, kau yang akan menceritakan kisah keempat dan itu adalah kebenaran. ~ a monster calls


Iya, si pohon yang mendadak hidup, dia berjanji pada Connor akan menceritakan 3 kisah yang mana kisah tersebut diceritakan oleh sang pohon setiap malam menjelang.



A monster Calls
Source : Google Image



Sebuah Dongeng Dari Sosok Monster


Ini adalah kisah pertama yang diceritakan oleh pohon misterius yang bisa berjalan, kita sebut saja sebagai monster. Dia membawa imajinasi Connor untuk melihat secara langsung kisah yang disampaikan oleh sang monster.


Dahulu kala sebelum tercipta jalanan dengan kereta dan mobil, terdapat sebuah kerajaan. Kerajaan itu makmur dengan Raja yang bijak serta kedamaian bagi rakyatnya. Tapi, kedamaian memiliki imbalan. Tiga anak Raja tewas dalam pertempuran melawan raksasa, melawan naga, melawan serbuan mayat hidup yang dipimpin oleh penyihir. Ratu tidak bisa menahan sedihnya kehilangan tiga anak. Meninggalkan Raja sendirian bersama pewaris satu-satunya : anak cucunya.


Anak itu dibesarkan menjadi Pangeran. Memenangkan hati kerajaan dengan sifat gagah berani dan hati yang baik. Semua rakyat dan pasukan menyukainya. Pangeran masih remaja sewaktu kakeknya menikah lagi. Raja jatuh sakit dan rumor mulai menyebar kalau Ratu baru adalah penyihir jahat yang ingin menguasai takhta kerajaan dengan meracuni Raja. Beberapa minggu kemudian, Raja meninggal dunia. Kala itu, Pangeran masih terlalu muda untuk mewarisi takhta. Jadi, menurut hukum, Ratulah yang berkuasa.


Masa depan tidak menentu…



Namun, Pangeran jatuh cinta. Wanita yang cantik dan pintar, meski hanya anak petani, kerajaan menerima pasangan itu. Namun, Ratu hanya menikmati takhtanya. Apa yang lebih baik dari menikahi Pangeran itu sendiri? Tapi, Pangeran tidak menyetujuinya. Dia membawa anak petani dan pergi jauh dari kerajaan. Mereka berhenti istirahat di bawah pohon cemara Inggris. Keesokan paginya, Pangeran membangunkan anak petani, namun anak petani tidak bergerak. Lalu, Pangeran melihat darah. Ada yang telah membunuh kekasihnya!


Ratu telah membunuh kekasihku!” kata sang Pangeran. Para Rakyat menjadi marah mendengarnya dan memberontak. Saat itulah sang monster bangkit… Bersama sang Pangeran melumpukan kerajaan, dan sang Ratu tak pernah terlihat lagi. Sang monster membawa Ratu jauh dari kerajaannya supaya para Rakyat tidak bisa menemukan dia. Di desa dekat laut tempat dia memulai hidup baru.


Sang Pangeran sebenarnya tidak pernah tidur malam itu. Dia menunggu hingga waktu yang tepat, kemudian menjalankan rencananya. Dia tahu, jika dia merebut hati para Rakyat maka sang Ratu dapat disingkirkan dengan mudah. Dan sang Pangeran bisa merebut kembali takhtanya.



Banyak hal-hal nyata yang terasa seperti curang ~ a monster calls



A monster Calls
Source : Google Image


Kisah Nyata Berupa Dongeng Yang Sarat Dengan Pembelajaran


Sang monster memang memberikan pembelajaran pada Connor, tentang tiga hal yaitu keberanian, kepercayaan dan kejujuran. Dengan kondisi Connor yang tengah mengalami masa beranjak remaja yang berat, dia terbiasa untuk menerima tanpa bisa menolak. Dia menelan mentah-mentah segala keterpurukan dalam hidupnya tanpa sadar. Bahkan, saat itu sang Nenek mengatakan bahwa seorang anak kecil seharusnya tidak mengerjakan semua pekerjaan rumah.


Pelajaran tentang keberanian, ini berkaitan dengan hubungan Connor di sekolahnya. Dia kerap menerima perlakuan buruk dari teman sekelasnya, Connor sering dipukuli, dibully tanpa sebab. Namun, selama itu pula ia hanya diam tanpa melawan. Dan kehadiran sang monster inilah yang membuat Connor berani untuk melawan, meski pada akhirnya dia melampaui batas.


Sementara tentang kepercayaan, dimana kehidupan Connor yang terpisah dengan sang Ayah, dia sempat tidak memercayai bahwa sang Ayah juga sang Nenek sebenarnya mencintai dirinya. Dia tak percaya bahwa sang Ibu tengah berjuang keras melawan penyakitnya. Di sinilah, Connor belajar percaya pada dirinya sendiri bahwa sebenarnya dia mampu untuk tetap bertahan. Dia belajar percaya bahwa orang-orang di sekelilingnya sangat menyayanginya dan dia tidak akan ditinggal sendirian.


Dan pembelajaran tentang kejujuran, berkaitan dengan perasaan Connor yang terpendam jauh dalam lubuk hatinya. Selama ini dia tidak pernah jujur pada dirinya, dia mengatakan tidak pernah sedih padahal dia sedih, dia mengatakan bahwa dia kuat, padahal dalam dirinya meragukan hal itu. Sang Monster ini menjanjikan kesembuhan, hingga Connor mau menuruti apa yang dikatakan sang monster hingga akhirnya Connor mengeluarkan semua hal dalam dirinya, baik itu berupa kekesalan, kesedihan, kecewaan dan segala halnya.




A monster Calls
Source : Google Image


Sosok Monster Dalam Diri Manusia


Saya masih belum menemukan sebuah sumber yang valid terkait sisi lain dari umat manusia, secara individu. Namun, yang saya tangkap dalam film ini, monster di sini seolah perwakilan sisi gelap dalam individu manusia. Pernah saya mendengar tentang celetukan, “the devil inside of me.” Dimana menggambarkan bahwa dalam diri manusia ada sifat-sifat buruk.


Di sini, saat mengaitkan perihal sosok monster yang digambar Connor, saya menangkap makna bahwa ini sebuah teriakan yang berasal dari dalam diri Connor, ketika dia harus menghadapi kehidupan yang berat, kehidupan yang tidak seperti anak-anak lain di sekolahnya. Demikian juga, ketika sang monster datang saat Connor berada di sekolahnya, seketika itu dia kemudian berusaha untuk membalas perlakuan buruk sang temannya itu.



***


Film berdurasi 1 jam 48 menit ini menawarkan kualitas efek yang bagus. Dengan drama yang dikemas apik diambil dari sudut pandang seorang anak berusia 12 tahun. Selain itu, bobot misteri dalam film ini memang cukup menegangkan, orang lain mungkin akan mengira ini film horor yang berkaitan dengan hantu. Namun, ini murni film tentang sebuah pohon cemara Inggris yang berubah menjadi monster yang membantu Connor menghadapi kenyataan dalam hidupnya.


Apalagi hubungan antara Connor dan sang Ibu yang sederhana tapi memang istimewa bagi seorang anak. Melalui sudut pandang Connor, kita diajak untuk melihat bagaimana seorang anak lelaki yang ingin menjadi sosok yang menjaga dan melindungi sang Ibu, serta ingin menjadi orang yang menyelamatkan sang Ibu. Hubungan ibu dan anak inilah yang menjadi adegan paling mengiris hati saya sebagai penonton.


Pembaca sudah menonton film ini? Jika belum, boleh juga mencari film ini di penyedia film legal. Jangan khawatir, film ini cocok untuk anak-anak, kok.



Mungkin pembaca juga ingin berbagi pengalaman menonton film bergenre fantasi yang masih terngiang sampai sekarang? Atau ingin berbagi pendapat terkait masa sulit oleh Connor yang berusia 12 tahun? Silakan jika berkenan untuk meninggalkan kisah pengalamannya di kolom komentar.


Terima kasih kepada pembaca yang sudah berkenan berkunjung dan membaca tulisan ini.

Comments

  1. baca semuanya bikin aku penasaran pengen nonton mba, mau cari ah film ini. Penasaran sama cerita yang pertama itu xixixi gimana caranya bunuh kekeasihnya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe film ini emang menarik Mba. Banyak teka teki yang akhirnya terjawab.

      Delete
  2. Monster yang baik...meskipun berwajah dan berwujud menyeramkan.

    Jadi berpikir bahwa sesuatu yang baik memang tidak selalu hadir dalam rupa yang baik yaa...


    Aku suka reviewnya, Ipeh.
    ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya walaupun mukanya serem tapi dia baik. Meski kalo ditonton kaya ga ada kebaikan sama sekali hehe

      Delete
  3. mau banget liat filmnya. bagian yang dongeng sang monster *jleb*

    ReplyDelete
  4. Wah seru nih, tapi belum baca novelnya. Harus baca novelnya dulu nih sebelum mulai nonton filmnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga belom baca novelnya :(

      Delete
  5. Ini genre favorit saya banget, mendingan baca novelnya dulu apa langsung nonton aja ya? Soalnya kadang suka kecewa kalo udah baca novelnya, tetapi pas di film ada beberapa part yang 'disesuaikan'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga belum pernah baca bukunya sih Mba. Tapi filmnya so far saya suka.

      Delete
  6. Seperti biasa, review Mbak Ipeh mah juaraaa 👍👍👍
    Jadi penasaran pengen nonton filmnya Kakak Connor yg sholeh.
    Kasian yaa masih kecil tapi tanggung jawabnya besar.
    Oia, tokoh pohonnya ngingetin sama Groot deh. Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, saya juga pas liat terus keingetan sama Groot.

      Makasih udah mampir Teh

      Delete
  7. Kadang kalau bicara tentang monster, langsung membayangkan yang serem-serem. Padahal yang monster bisa menjelma dalam diri manusia. So far, aku baca reviewnya mba Ipeh sampai habis dan sukses bikin aku penasaran.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah