Sejarah Panjang Jam Dinding

March 15, 2017

The history of Wall Clock



Sejarah Panjang Jam Dinding - Jam Dinding merupakan perangkat yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Di setiap rumah, gedung atau tempat-tempat publik, pasti membutuhkan jam. Tentunya sesuai dengan fungsinya, sebagai penunjuk waktu. Namun, keberadaan Jam dinding tidak terlepas dari sejarah panjangnya.

Sejarah pertama kali penunjuk waktu ditemukan berupa Waktu Bayangan yang pertama kali digunakan oleh bangsa Mesir dan Jam Matahari yang digunakan oleh bangsa Yunani.  Mereka menggunakan tolok ukur ini untuk mengetahui Jam atau waktu dalam sehari. Sederhananya, mereka menggunakan kedua hal ini dengan bantuan Matahari yang dapat memantulkan bayangan yang berbeda tempatnya selama satu hari. Namun, teknik penunjuk waktu seperti ini, tidak berlaku di malam hari.


Wall clock


Pada tahun 725 M tenaga air digunakan untuk membuat jam mekanik, ini digunakan pertama kali oleh orang-orang Cina. Kemudian temuan jam dengan tenaga  air ini terus merambah hingga ke Eropa, dimana pada tahun 1280 sampai 1320, terdapat penambahan jumlah referensi yang ditemukan di beberapa gereja yang mencatat tentang teknik untuk mengembangkan Jam dalam bentuk yang baru.

Sementara itu di tahun 1283 dipasang sebuah jam di Dunstable yang tidak menggunakan air sebagai penggeraknya. Selang beberapa tahun kemudian, tahun 1292 Gereja Katedral Canterbury membangun jam yang sangat besar. Dan selama 30 tahun tercatat banyaknya gereja-gereja di Inggris, Italia, dan Perancis membangun jam serupa yang tidak menggunakan air sebagai penggeraknya.

Hingga pada tahun 1581, seorang bernama Galileo membuat gebrakan yang besar, yang mengatakan bahwa Ia menemukan sebuah cara agar sebuah jam tidak kehabisan energi dan akan menjaga keakuratan penunjuk waktu dalam waktu yang lama. Dengan menggunakan teknik pendulum, keakuratan waktu dapat dijaga selama tidak mengubah gerak pendulumnya. Dan jam pendulum inilah yang masih dipakai hingga saat ini bahkan sering dijadikan aksesoris ruangan.

Jam Pendulum
Sumber : aliexpress


Namun, masalah kembali datang, bagaimana caranya para pelaut dapat menghitung waktu dengan akurat? Meski biasanya para pelaut akan menggunakan Bintang Utara dan Bintang Selatan sebagai penunjuk waktu selama berada di laut, namun berbeda ketika mereka berlayar dari Timur ke Barat atau sebaliknya. Hingga tahun 1707 dilaporkan banyaknya kecelakaan di atas laut yang memakan ribuan korban. Sampai akhirnya pemerintah Inggris pada waktu itu, mengadakan sayembara disertai hadiah bagi siapa saja yang dapat membuat jam yang akurat dan bisa dibawa kemana saja selama berlayar.

Sayembara ini kemudian terdengar oleh seorang lelaki bernama John Harrison pada tahun 1728 dan setelah itu dia mulai membuat rancangan jam yang bisa digunakan para pelaut selama berlayar. Setelah 33 tahun, dimana Ia telah membangun 3 jam besar, kemudian jam mungilnya yang merupakan hasil penemuannya yang keempat mulai diuji coba. Kru kapal berangkat berlayar dari Jamaika dan mereka tiba 161 hari kemudian dan Jam mungil penemuan John Harrison hanya selisih 5 detik saja. Dan John menerima hadiahnya di usia 79 tahun.

Wall Clock
Sumber Google Image


Siapa sangka perkembangan jam ini melalui kisah yang panjang, serta disempurnakan oleh banyak orang dari generasi berbeda. Namun, kalau mengingat kembali, koleksi jam dinding antik dengan teknologi pendulum memang cukup membantu bagi generasi saat ini untuk melihat hasil dari penemuan Galileo. Bahkan tak jarang Jam dinding dengan teknik pendulum ini menjadi aksesoris yang mempercantik ruangan.

Galileo Galilei
Sumber  Google Image


Bahkan Jam dinding saat ini sudah memiliki desain yang cukup unik dan beragam. Kebanyakan jam-jam tersebut menggunakan teknik mesin. Dimana penemuan jam dengan menggunakan baterai pertama kali ditemukan sekitar tahun 1840 dan mengalami penyempurnaan pada tahun 1906.

Jam yang berbentuk Arloji bulat yang biasa disimpan di dalam kantong, memang sangat popular di tahun-tahun 1800 - 1900. Dimana memiliki satu tombol yang bisa digunakan untuk mengatur ulang jam sambil mencocokkannya di jam yang dibangun di kota. Dan perkembangan Jam elektrik yang menggunakan teknologi baterai dengan kombinasi pendulum mulai digemari banyak orang. Dimana baterai ini digunakan agar penanda waktu tidak kehabisan energi dan gerak pendulumnya tetap konstan hingga bisa menunjukkan waktu secara akurat.

Wall Clock
Sumber Pinterest


Sebagai seorang yang hidup di era digital saat ini, saya merasa bersyukur dapat menikmati beragam teknologi yang pada mulanya ditemukan dalam kondisi terbatas. Bahkan, saat ini kita bisa menggunakan perangkat genggam kita untuk melihat waktu di berbagai negara lainnya tanpa harus berada di tempat tersebut. Beragam kemudahan yang kita rasakan, tidak terlepas dari sejarah panjang serta usaha keras orang-orang yang menemukan dan mengembangkan teknologi ini.

Dari banyaknya jenis Jam Dinding yang beredar, mulai dari jam dinding bertenaga baterai sampai jam dinding tenaga pendulum, yang menjadi favorit saya adalah Cuckoo Wall Clock, yang ketika jam berdentang kemudian keluar miniatur burung dari dalam kotak kecil. Jam dengan bentuk seperti ini mengingatkan saya pada banyak film-film horor, hehe. Tapi, jangan salah film animasi anak-anak yang berjudul Timmy Time juga menggunakan Cuckoo Wall Clock loh.

Wall Clock
Sumber Pinterest


Nah, kira-kira, setelah mengetahui sedikit perjalanan panjang dari Jam Dinding, kira-kira pembaca punya tipe jam dinding favoritkah? Atau mungkin punya desain jam dinding impian yang ingin sekali dimiliki. Silakan berbagi pengalaman atau pendapatnya di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.



Referensi :

1. Wikipedia - https://en.wikipedia.org/wiki/Clock - diakses pada 11 Maret 2017
2. Prezi - https://prezi.com/hsxmea-dpngi/the-history-of-wall-clocks/ - diakses pada 11 Maret 2017


  • Share:

You Might Also Like

23 comments

  1. baru tau sejarah jam panjang jg y mba dulu jg sempet mikir kok bisa y jam kek gini bla bla bla pokonya jelimet akhirnya ga difikirin lg pusing sendiri hahaha.
    aku suka jam dinding biasa takut klo ada model yg burunh keluar apalagi yg besar bunyi teng di jam 12 merinding 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kan ya, horor-horor gimana gitu :D

      Delete
  2. era kita tinggal terima enaknya, jam yang udah jadi..:)

    ReplyDelete
  3. Hehe...ga pernah kepikiran pengen jam dinding yg kayak gimana sih.... yang penting bisa lihat waktu dengan jelas aja :D

    ReplyDelete
  4. Ini postingan mengingatkanku akan pentingnya menghargai waktu.

    Ipeeh aah..
    Pagi-pagi bikin aku bapeerr...



    Aku tuuh fave banget sama jam mekanik, Peh..tapi sayangnya cuma ada buat laki.
    Jadilah laki ku kupilihkan model begitu.

    Dan ternyata doi lebih seneng jam digital.

    Haiaah..
    Aku bikin sejarah jamku sendiri.
    Heehe...^^

    ReplyDelete
  5. Paling suka jam klasik yang tiap jam bunyi, kesannya kayak wah aja gitu. Meskipun kalo malam agak horor juga bentuknya hihi.

    ReplyDelete
  6. Ooh Cuckoo Wall Clock yang namanya.

    Saya masih penasaran lho sama jam ini. Pengen juga punya. :D

    ReplyDelete
  7. Duku di rumah nenekku pakai jam dinding yang setiap jam bunyi, kalo malam suka serem hihi..kalau sekarang dirumah pakai jam dinding yang modelnya yg simpel aja cuma polos dan warna putih :)

    ReplyDelete
  8. Kayaknya menarik Juga nih Jamnya ....

    ReplyDelete
  9. Kalau aku pilih jam dinging yang sederhana aja mba :)

    ReplyDelete
  10. saya ngak menyangka jam dinding punya sejarah panjang banget. sekarang tiap liat jam dinding jadi tahu sejarahnya.

    ReplyDelete
  11. Terima kasih infonya Mbak, jadi tahu deh sekarang sejarahnya jam dinding.

    ReplyDelete
  12. Aku tim yang penting jamnya jelas haha. Nggak punya idaman tertentu soalnya aku utamain fungsi aja. Tapi kalau ada beberapa pilihan pasti bakal milih yang paling sesuai dengan styleku :)

    ReplyDelete
  13. Aak.... sumpah aku baru tau ini. Gak pernah kepikiran asal muasal ada jam. Tapi baca ini sekarang jadi tau. Canggih.. ._.

    ReplyDelete
  14. Saya mah jama apapun oke oke saja.. Yang penting angkanya jelas.. Soalnya kalo gak ada angkanya, aku gak bisa baca jam.. Sering salah melulu.. 😂😂

    ReplyDelete
  15. Waah, ternyata begitu panjang sejarah jam dinding ya. tengkiu infonya mbak

    ReplyDelete
  16. Terima kasih untuk ulasannya Mba. Baru tau, ternyata begitu ya sejarah jam dinding.

    ReplyDelete
  17. Panjang sekali sejarahnya. Disempurnakan sana sini. Dan kita menikmati hasilnya sekarang :-)
    Di rumah orangtua saya pakai jam dinding yang berdentang tiap setengah jam sekali :-)

    ReplyDelete
  18. wah, asyiknya mengetahui sejarahnya jam dinding. mana gambarnya bagus2. terus terang, saya paling mupeng dengan model jam yang pertama. so classy hehehe...

    ReplyDelete
  19. Perlu nggak ya kita ngecek kebenarannya di jaman sekarang, siapa tahu ada penyesuaian, hihihi. Makasih ya Ipeh, jadi tahu ni..

    ReplyDelete
  20. Oalah namanya chucko wall clock to..baru tahu peh.

    ReplyDelete
  21. Wah, ternyata sejarah jam tuh menarik banget ya. Aku dulu pernah punya jam kuk-kuk tapi sekarang sudah ga ada. Jadi pengen beli lagi tapi susah dapetinnya dan pasti mahal.

    ReplyDelete
  22. Beneran deh...aku baru tau sejarahnya dgn lengkap mbak. Tipe jam dindingku yg angkanya besar pokoknya, biar jelas...hahaha

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih