Blogger Bengkulu Yang Berprofesi Sebagai Penyiar Radio

 Blogger Bengkulu Yang Berprofesi Sebagai Penyiar Radio
Inokari.com


Blogger Bengkulu Yang Berprofesi Sebagai Penyiar Radio - Apa yang menjadi kelebihan seorang penyiar radio? Bagi saya pribadi, menurut pengalaman saya, dimana saya dahulu sejak SMP sampai Kerja lebih sering mendengarkan radio ketimbang menonton televisi. Penyiar radio memiliki kelebihan yang sangat menonjol ketimbang menjadi presenter televisi. Apa itu? Mereka tidak perlu menonjolkan penampilan, tidak perlu harus memiliki wajah yang enak dipandang, cukup memiliki suara yang enak didengar dan mampu bercuap-cuap sendiri menyapa pendengarnya.

Apalagi ketika masih kecil dahulu, saya ingin menjadi penyiar radio. Sampai saat ini, saya masih menunggu kesempatan tersebut, meski waktu itu pernah diajak untuk ikutan wawancara di Radio terkait komunitas yang saya ikuti. Saya justru memilih untuk tidak ikut serta. Dan sampai detik ini, saya masih sering mendengarkan radio.

Baca Juga "Blog Faycha"

Kali ini saya ingin mengenalkan kepada pembaca sekalian, sosok penyiar radio yang masih muda, punya aktivitas segudang, serta gemar membaca buku. Perkenalkan namanya Intan Novriza Kamala, yang akrab disapa dengan nama Inokari. Demikian pula saya, justru lebih mudah ingat dengan inokari ketimbang Intan. Karena nama Inokari itu unik dan tidak banyak yang menggunakan nama ini.

Dari tulisan Inta berjudul "Yang Harus Kamu Miliki Jika Ingin Menjadi Penyiar Radio" cukup mengingatkan saya sebagai seorang pendengar setia radio. Apa yang dituliskannya memang betul dan sangat benar. Apalagi ditulis berdasarkan pengalaman Intan menjadi penyiar radio. Nah, kalau di tulisan tersebut Intan memberikan hal-hal yang harus dipersiapkan, kali ini saya justru ingin bercerita tentang sosok Penyiar Radio.

1. Suara Yang Ramah Dan Sahabat Yang Tahu Segala Hal

Dahulu, ketika saya masih SMP, saya sering mengawali pagi saya dengan mendengarkan radio swasta kegemaran banyak orang. Kantornya dulu masih di Cinere dan sekarang sudah pindah di dekat Bundaran HI. Mendengar radio, membawa kenangan berbeda ketimbang menonton berita di televisi atau acara di televisi. Karena suara dari penyiar radio yang mengudara, justru seolah menyapa saya secara langsung.

Apalagi dengan suara yang enak didengar, terkadang melemparkan kelakar yang membuat saya tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Sampai menemani saya saat masa-masa jomblo bahagia. Dimana setiap malam minggu pasti saya nongkrong bareng dengan buku dan radio. Keduanya adalah sahabat terbaik saya, yang entah kenapa, selalu tahu apa yang saya butuhkan saat itu.

Baca Juga "Blog Nyakrotun"

Enggak heran, kalau Intan harus mengulik banyak hal untuk disampaikan ke pendengar setianya. Karena, tentu setiap pendegar radio ingin mendapat informasi yang bermanfaat untuk mereka, kalau enggak, bisa jadi pendengar setia radio tersebut banyak yang mengundurkan diri.


2. Tak Hanya Mendengarkan Musik

Saya suka musik, tapi entah kenapa keberadaan suara dari penyiar radio membuat pengalaman mendengarkan musik lebih berbeda. Saya bisa mendengarkan komentarnya tentang lagu yang baru saja diputar, atau bisa mendengar pengalaman pribadi sang penyiar ketika mendengar lagu tersebut. Dan masih banyak lagi, di sini saya merasa diajak ngobrol meski bukan dalam bentuk komunikasi.

3. Membuat Penasaran

Bukan hal yang bohon kalau saya sampai penasaran dengan sosok penyiar yang saya kagumi. Kalau kalian pernah melewati masa remaja mendengarkan JIGOPEL yang dulu dibawa oleh tiga orang lelaki yang somplak abis, Viki - Arif - Molan, pasti tahu gimana malam-malamnya berisi canda tawa yang enggak ada habisnya.

Bahkan, saya ingat, setiap acara itu akan mengudara, saya akan rela tidur cepat demi bangun jam 10/11 malam demi mendengarkan suara mereka dan candaan mereka. Serius! Ini sih sama aja kayak pembaca lagi nungguin drama korea terbaru yang akan tayang.

Baca Juga "Blog Penulis Buku"

Nah, malahan saya bisa berkenalan dengan senior saya waktu di SMA. Berawal dari kebiasaan mengirim pesan singkat dengan membawa informasi sekolah. Saya kemudian berkenalan dengan beliau, kakak kelas perempuan, yang kemudian membuat saya dan dia berbagi banyak hal tentang siaran yang kami dengar.

Begitu pula saat ini, saya jadi penasaran, seperti apa dan topik apa kira-kira yang sering diangkat oleh Intan. Apalagi sosok penyiar radio itu bagi saya memiliki wawasan yang luas. Jadi, harus banget ya punya banyak sumber informasi untuk dibagikan ke pendengarnya.

**

Kembali lagi ke sosok Inokari yang jujur sebenarnya beliau ini jarang sekali bisa nimbrung bareng. Tapi, saya paham, kegiatannya yang tidak bisa dibilang sedikit, apalagi dia harus menempuh perjalanan dari kantor ke tempatnya beristirahat dengan jarah yang lumayan. Belum lagi, tugas-tugasnya menumpuk serta beberapa projek seperti Blog tour yang sering diadakan di blognya, menuntut untuk diperhatikan.

Memang, manajemen waktu itu bukan hal yang mudah. Saya sendiri pernah mengalaminya, kok. Menentukan skala prioritas itu enggak gampang. Jadi, memang harus benar-benar komitmen dan berusaha ekstra agar bisa terjangkau semua tugas yang menanti.

Kalau berbicara sosok, saya memang belum mengenal Intan dengan dekat. Tapi sebagai sesama pembaca buku, saya juga beberapa kali ikutan Giveaway di blognya. Atau terkadang hanya membaca-baca tulisanya tentang pengalaman menjadi penyiar radio, karena selalu membawa saya menjejak pada kenangan masa lampau.

**

Kalau ditanya apakah saat ini masih ingin menjadi penyiar radio? Saya hanya bisa tersenyum, jujur memang masih ada sedikit keinginan tersebut, tapi tertutup dengan kegiatan lain yang akhirnya impian ini menjadi pajangan dalam kotak mimpi.

By the way, kira-kira pembaca punya pengalaman menarik enggak ketika mendengarkan radio? Atau hal apa yang pertama kali terbesit ketika mendengar nama penyiar radio disebut? Silakan berbagi di kolom komentar.

Terima kasih juga sudah membaca tulisan saya ini :).


Informasi Tambahan 

Intan Novriza Kamala
Blog : inokari.com
Instagram : https://www.instagram.com/inokari_/

Comments

  1. Tahu mba Intan karena suka buku dan GA kali pertama yang aku menangin lewat mba Intan xixixi...
    Pengalaman menarik dengerin Radio dulu pas SMP tuh suka ada kirim2 salam, padahal sebleum plg sekolah uda pesan awas y ntar nlp ke radio namaku disebut wkwkwk *kelakuan >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa wakakakakakakak saya juga suka nungguin GA di blognya intan :D

      Delete
  2. Sama kaya Intan, wkt kuliah teman saya ya radio. Deket bgt dg MQ FM :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, mba Kania kita juga sama ternyata :D

      Delete
  3. Makasih ulasannya Kak Ipeh. Aku juga sebelum jadi penyiar (sampe sekarang pun) lebih suka dengerin radio ketimbang dengerin playlist mp3. Berasa ditemenin aja. Terus sekedar modal dengerin yang bisa disambi sambil melakukan hal lain juga bisa dapet info baru.


    Mon maap jarang nongol bareng Genk Ijoek, aku masih susah banget bagi waktu, Kak Ipeh. Solusinya ya jarang pegang smartphone. Kalo udah buka WA atau BBM, walaah bisa lalai deh sama yg lain. Huhuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, Intan. Kalau dengerin radio tuh enak, kaya diajak ngobrol bareng gitu :D

      Delete
  4. Aku suka sekali berbagi cerita horor di radio. :v Padahal ceritanya fiksi. Sekalian sama titip salam ke teman-teman dan orang terkasih. :p Hehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaga, itu tuh yaa, suka bikin kangen kirim2 salam dari radio :D

      Delete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih




domain murah