Kimi No Nawa Movie 2016

December 31, 2016

Kimi no nawa
Kimi no nawa

Kimi no nawa (what's your name?) - Film animasi yang kembali saya tonton di akhir tahun 2016 ini. Saya juga bersemangat untuk menuliskannya dan menjadikan postingan ini sebagai postingan terakhir tahun ini. Dimana banyak blogger lain menulis tentang resolusi, saya ingin menjejak kenangan di blog ini dengan sesuatu yang berbeda. Iya menuliskan sebuah ulasan tentang anime yang saya tonton hari ini. Berjudul Kimi no nawa yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Siapa Namamu?

Saya jadi teringat kembali, kalau anime ini sempat terlihat posternya di Blitz beberapa bulan yang lalu, saya kurang begitu ingat, tapi saya memutuskan untuk menonton film lain. Ah, ya ternyata saya tidak menyesal untuk menontonnya kali ini. Berawal dari perbincangan saya dan Juliardi Ahmad, ketika saya merekomendasikan padanya Live Action Orange yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Kemudian, dia kembali memberikan rekomendasi pada saya, anime movie satu ini.

Film ini diawali dengan dua orang yang secara terpisah - cowok dan cewek - memandang tangannya dengan perasaan hampa. Seolah-olah ada sesuatu yang hilang dalam diri mereka, sesuatu yang kemudian menciptakan kekosongan dan meminta untuk segera diisi. Dengan sebuah pencarian yang lumayan absurd. Gimana gak absurd, kalau nama orang yang ingin ditemui saja tidak ingat.

Plot

"Selama ini aku selalu mencari...sesuatu dan seseorang."  ~ Taki kun
"Perasaan ini mulai menghantuiku, mungkin sejak hari itu." ~ Mitsuha




Kedua remaja ini beberapa kali bertukar jiwa, setelah mereka bangun dari tidur. Entah bagaimana tiba-tiba saja Taki berada di tubuh Mitsuha dan begitu sebaliknya. Pada awalnya ini mengakibatkan banyak keanehan yang terjadi dalam kehidupan mereka dan orang-orang sekitarnya. Hingga keduanya pun sepakat untuk menuliskan sesuatu. Meski begitu, keduanya bahkan tidak mengingat nama sosok yang sempat bertukar tempat itu, hingga Taki menuliskannya dalam buku Mitsuha, SIAPA KAMU? Demikian tertulis di buku tersebut, hingga membuat Mitsuha keheranan.

Baik Mitsuha dan Taki akhirnya seakan terbiasa dengan pertukaran ini, kemudian menjalani kehidupan masing-masing seperti yang seharusnya. Mitsuha menjalani kehidupan Taki dan sebaliknya Taki juga menjalani kehidupan Mitsuha. Meski begitu, mereka sama-sama sering bertukar informasi apa saja yang terjadi di hari mereka bertukar tempat hingga tidak perlu lagi keduanya kebingungan. Seperti, satu moment dimana Taki bangun dari tidurnya kemudian membaca pesan dari Mitsuha bahwa hari itu dia akan berkencan dengan Okudera Senpai.

Dan di hari yang sama, Mitsuha sempat memberi tahu, bahwa hari itu akan ada komet yang melintas bumi. Komet Tiamat tersebut melintasi bumi selama 12.000 tahun sekali. Dan ini merupakan kejadian langka. Sementara di tempat Mitsuha, kehadiran komet ini berbarengan dengan Festival Perayaan Musim Semi. Mereka semua menyambut pemandangan alam yang jarang sekali terjadi ini dengan gembira dan semangat.

Pada saat mereka kembali bertukar tempat, sang Nenek mengajaknya ke sebuah tempat keramat yang terletak di atas pegunungan. Mereka berdoa di sana, sambil meletakkan satu botol sake yang merupakan hasil dari kunyahan beras yang kemudian airnya dikumpulkan di dalam sebuah wadah. Betul, air tersebut memang campuran air liur dan sari beras yang dikunyah di mulutnya Mitsuha. Ini tradisi turun temurun, karena mendiang Ibunya Mitsuha merupakan penghuni kuil. Sehingga Mitsuha juga mengikuti tradisi tersebut.

Ketika botol berisi sake fermentasi milik Mitsuha diletakkan di tempat persembahan, setelahnya mereka berdua tak lagi pernah bertukar tempat. Di perjalanan sebelum meletakkan botol sake, sang Nenek menceritakan tentang Musubi dan falsafahnya, bahwa Musubi itu berarti ikatan atau hubungan antara manusia dengan dewa. Namun, dalam praktek kehidupan Musubi ini banyak sekali kaitannya. Seperti berhubungan atau bercengkaram dengan orang lain, itu musubi. Makan dan minum itu juga Musubi, dan masih banyak contoh lainnya yang dijelaskan oleh sang Nenek.

Setelah kejadian peletakan botol tersebut, memang baik Taki dan Mitsuha tak lagi bisa bertukar tempat. Dan ini membuat Taki merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Ada rasa rindu yang menelusup ke dalam relung hatinya. Hingga kemudian, Taki memutuskan untuk fokus menggambar pemandangan yang dia ingat ketika bertukar jiwa dengan Mitsuha. Setelahnya dia memutuskan ingin mendatangi tempat tersebut, meski belum mengetahui nama tempatnya.




Selama perjalanan, memang akhirnya Taki mendapati nama tempatnya yang ternyata sudah hancur akibat Komet Tiamat yang ternyata salah satu percikannya meledak di Itomori - tempat Mitsuha tinggal- dan menewaskan sekitar 500 warga. Ini seperti hal yang mustahil, karena peristiwa tersebut terjadi 3 tahun yang lalu. Tetapi Taki dan Mitsuha baru saja bertukar tempat beberapa minggu sebelumnya. Dari rasa penasaran inilah, serta rasa kecewa dan kehilangan, karena memang nama Mitsuha termasuk dalam daftar korban jiwa dari ledakan Komet Tiamat. Akhirnya Taki memutuskan untuk pergi ke tempat persembahan yang pernah dia datangi ketika bertukar tempat.

Taki berusaha untuk menyelamatkan Mitsuha dan orang-orang yang tinggal di Itomori. Dengan berharap usai meminum sake tersebut, dia bisa bertukar tempat lagi dan mengingatkan Mitsuha agar menyelamatkan diri. Usahanya kemudian disetujui oleh dua sahabat Mitsuha yang kemudian menjadi sebuah peristiwa yang amat besar karena mereka harus merusak banyak hal, demi menyelamatkan penduduk di Itomori.


Seseorang Dari Masa Lalu dan Masa Depan

Baiklah, setelah Film Orange kemudian lanjut nonton Kimi no nawa, membuat saya berpikir tentang memperingatkan sosok kita di masa lalu akan sebuah peristiwa. Baik film Orange atau Kimi no nawa memiliki tujuan demi menyelamatkan nyawa orang lain. Dari tujuan inilah motivasi mereka dengan harapan yang kuat agar bisa memberi peringatan tersebut bisa mengubah masa depan. Meski berbeda ending antara Film Orange dan Kimi no nawa.

Untuk film Kimi no nawa, dari formatnya saya justru teringat dengan film yang dibintangi oleh Sandra Bullock dan Keanu Reeves. Ada beberapa bagian yang hampir mirip, seperti pertemuan keduanya di sebuah lokasi namun salah satu dari mereka tidak mengingat. Sementara untuk format berkirim pesan antara film The Lake House dengan Film Orange memiliki kesamaan yaitu menggunakan sebuah surat. Tapi, di Film Orange surat ini termasuk satu jalur, maksudnya surat yang dikirim dari masa depan ke masa lalu, hanya itu.

Tapi kalau di film The Lake House, mereka berdua membangun komunikasi melalui surat yang terus berbalas setiap hari melalui kotak pos di depan Lake House. Dan Kimi no nawa, berkomunikasi dengan cara bertukar jiwa.

Sempat saya membaca salah satu postingan tentang beberapa Alur Cerita yang masih akan terus menarik minat audience, salah satunya tema ini. Komunikasi atau peringatan dari masa depan ke sosok orang di masa lalu. Meski dikemas dengan cara berbeda, tetap saja, alur seperti ini masih termasuk dalam Beberapa Ide Cerita Unggulan yang akan terus menarik perhatian penonton.


Kalau Saya Mendapat Kesempatan Mengirim Pesan

Mari berandai-andai, kalau saya memiliki kesempatan untuk mendapat 2 pilihan, pertama, mendapat pesan dari masa depan. Kedua, mengirim pesan ke diri saya sendiri di masa lalu. Maka saya akan memilih pilihan kedua, jika memang memilih merupakan keharusan dan tidak memilih akan membawa malapetaka.

Kenapa ke masa lalu? Karena saya ingin memberi keyakinan pada diri saya di masa lalu, untuk tetap tegar dan kuat menjalani kehidupan, pantang untuk menyerah dan teruslah berharap karena harapan itulah bara dari kehidupan dan pemicu semangat untuk terus berkarya.

Sementara kalau saya dapat surat dari Masa Depan, yang ada saya sudah suuzon duluan. Kalau disuruh menyelamatkan dunia, yang ada saya milih buat gegoleran di atas kasur. Daripada capek-capek wakakakakakakak. Oke fix, saya lemah.

**

Adalah hal yang wajar ketika manusia memiliki sebuah keinginan untuk memperbaiki masa depan dengan menata masa lalu. Karena manusia itu memang akan selalu menjalani kehidupan melalui tahap trial dan error. Namun, bagi sebagian muslim, tentunya sudah paham bahwa "hal yang paling jauh dari manusia adalah masa lalu." Jadi, memang seperti harga mati.

Namun, bukan berarti harga mati menandakan kita bisa dengan mudah menghakimi orang lain yang masih mempercayai "back to the past." Karena bukan porsi kita untuk memberi penghakiman pada manusia lainnya, itu Hak Tuhan yang Maha Kuasa.

Jadi, film apa yang membuat Anda terkenang di tahun 2016 ini? Adakah film yang membuat Anda masih mengingatnya dengan baik seperti baru saja menontonnya, padahal sudah berbulan-bulan lalu kejadiannya? Silakan jika ingin berbagi, siapa tahu bisa jadi rekomendasi saya juga.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini :)

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. Kalo gw lagi nonton drama jepang hehehe, ternyata kartun nya juga bagus yesss

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih