Bagaimana Heart Selling Membuat Online Shop Menjadi Lebih Baik

Heart Selling


Belakangan ini makin marak seminar-seminar serta training yang berkaitan dengan soft selling. Tujuannya agar setiap blogger yang menulis untuk tujuan berbayar, bisa menuangkannya dengan cara yang lebih lihai, tanpa terlihat seperti hard selling. Namun, ternyata kemampuan menulis iklan dengan teknik soft selling juga dibutuhkan untuk para online shop juga.

Itulah kenapa, ketika Mba Indari membuka peluang training menulis iklan dengan teknik yang hampir sama dengan soft selling. Namun, teknik ini menggunakan 'perasaan' sebagai medianya. Menurut Mba Indari, "menulis dengan metode teknik baper ini buat pembaca gak sadar kalau mereka lagi baca status iklan." 

Intinya memang sama dengan soft selling, namun teknik Heart Selling ini, lebih sering digunakan untuk menulis di status facebook. Demikian tujuan Mba Indari, agar status facebook para Ibu-ibu yang memiliki usaha di dunia maya, bisa terbantu dengan menulis iklan menggunakan teknik Heart Selling. Selain itu, mba Indari juga banyak 'mengingatkan' kekurangan terkait teknik hard selling atau isi facebook yang jualan terus tanpa terdapat komunikasi di dalamnya.

Baca Juga "10 Kiat Menulis Iklan Soft selling"

Nah, dari sisi negatif menulis dengan teknik hard selling, terdapat juga manfaat-manfaat menulis iklan dengan teknik heart selling seperti yang diajarkan oleh Mba Indari. 


Manfaat Heart Selling Untuk Membuat Online Shop Menjadi Lebih Baik.



1. Memudahkan dalam menentukan target pasar

Kalau biasanya banyak yang kebingungan ingin menetukan target pasar seperti apa, nah dengan teknik menulis Heart Selling, pembaca bisa langsung belajar menentukan, seperti apa target pasarnya. Misalnya, saat ingin mempromosikan produk diapers untuk bayi, di sini sudah bisa didapat target pasar untuk produk tersebut adalah Perempuan atau Ibu-ibu atau bisa juga Bapak-bapak yang ingin menghadiahi anaknya diapers, namun dominasi target pasarnya yaitu Perempuan.

2. Menambah interaksi dengan teman-teman di kanal facebook

Di materi teknik menulis heart selling, para peserta diminta untuk menjalin komunikasi dengan teman-teman yang berada di daftar pertemanan facebook. Komunikasi ini tujuannya agar para pedagang online tidak hanya melulu berpikir tentang jualan, tapi bagaimana mengelola hubungan dan interaksi mereka dengan anggota teman lainnya.

Jadi bukan berarti setiap hari harus jualan terus tanpa menyapa atau menanyakan kabar teman-teman di facebook. Karena berjualan bukan berarti mengabaikan pertemanan, jadi harus tetap berkomunikasi secara normal, bukan tiba-tiba mengirim pesan hanya untuk memprospek. Menurut Mba Indari ini ibarat, "kalau butuh aja langsung japri, kalau ditolak langsung marah-marah."

3. Meningkatkan kesadaran terhadap kondisi pertemanan di facebook


Jangan sampai karena berpikir ingin buru-buru closing kemudian langsung menuduh dan berburuk sangka pada calong pelanggan. Tiba-tiba langsung memasang status bernada negatif terkait calong pelanggan yang tak kunjung memberi kabar pembayaran. Di training ini, diajarkan untuk bertanya dengan cara yang baik, karena bisa jadi calon pelanggan kita benar-benar terkena musibah tanpa diduga. 

Hanya karena ingin cepat closing, bukan berarti kita harus menggadaikan empati kita sampai berpikiran negatif. Meski, nantinya calon pelanggan tersebut memang membatalkan pesanan, tidak apa-apa kan. Intinya tetap menjalin pertemanan tanpa dinodai dengan rasa sakit hati berlebihan, karena itu masih hak calon pelanggan untuk membatalkan transaksi, loh.

4. Mempermudah membangun personal brand dalam bisnis

Membangun personal branding untuk bisnis yang tengah dijalani akan terasa lebih mudah dengan menulis status-status berisi peningkatan atau kemajuan dari bisnis yang dikelola. Belum lagi, teknik heart selling juga akan mempermudah untuk membangun kepercayaan bagi para calon pelanggan baru. Plusnya adalah teman-teman di kanal facebook kita akan lebih mudah mengingat kita melalui tulisan-tulisan status yang menggunakan teknik heart selling.

5. Memberi kemudahan untuk bisa closing

Kok bisa? Menulis status yang berisi hal-hal baik tentang kegiatan sehari-hari atau hal-hal baik yang menjadi peningkatan dalam bisnis membantu untuk bisa closing? Itu dia, ada tekniknya dan diajarkan dengan contoh-contoh yang sangat banyak oleh Mba Indari dalam seminar penulisan ini.


**

Training ini diadakan pada mulanya karena terjadi kekhawatiran dalam diri mba Indari ketika sering sekali mendapat tag dari para teman-teman online shop di facebooknya. Mereka tanpa permisi atau izin langsung saja men-tag akun mba Indari yang kemudian membuatnya merasa tak nyaman. Belum lagi banyak juga yang berpengalaman tiba-tiba dikirimi pesan di facebook berisi penawaran barang, ada yang mengatakan cara menawarkannya membuat mereka justru takut.

Alih-alih membeli produk yang ditawarkan, banyak yang bercerita bahwa hal tersebut justru membuat mereka tak nyaman. Inilah alasan kenapa akhirnya Mba Indari berniat untuk memberi edukasi agar para peserta - yang merupakan kumpulan perempuan - bisa menggunakan teknik yang lebih baik dalam menawarkan produk mereka.

**

Media yang menjadi sasaran untuk praktek adalah status facebook. Setelah training diadakan, Mba Indari membuka pendampingan selama 7 hari untuk melihat progress dari para peserta. Bagaimana hari pertama mereka berlatih membuat status dengan teknik Heart Selling. Pencapaian dilihat dari seberapa banyak status tersebut di like, dikomentari serta seberapa berpengaruh status tersebut hingga membawa calon pelanggan benar-benar membeli produk yang ditawarkan.

Menarik bukan? Dengan menggunakan teknik Heart Selling, berjualan bukan lagi sesuatu untuk menawarkan secara tidak langsung. Tapi juga tidak dibumbui dengan kebohongan, semua status yang ditulis tetap harus jujur. Namun, yang paling penting adalah bagaimana status dan keberadaan kita di facebook tetap dihargai dan dihormati karena kita juga menghargai dan menghormati teman-teman di facebook kita.

Ternyata, berjualan itu bukan hanya sekadar menawarkan barang saja, tapi ada ilmunya juga. Bagi pembaca yang penasaran seperti apa training Heart Selling, bisa langsung menuju emakpintar.asia. Dan yang perlu diketahui, semua training yang dimentori oleh mba Indari, dikhususkan bagi PEREMPUAN SAJA.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk pembaca.

Terima Kasih


Comments

  1. halo mbak ipeh,

    tulisannya bermanfaat banget buatku, noted

    aku lagi belajar teknik soft selling nih, riskannya soft selling kadang klo gak dilabelin "advertorial", pembaca suka berasa kejebak ... kasih saran dong mbak untuk tulisan2 advertorial sebaiknya dicantumin gak sih kata2 advertorialnya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Maria, kalau tulisan di blog, memang perlu dilabeli advertorial. Ini untuk memberi keterbukaan bagi para pembaca :)

      Hal ini juga disarankan oleh blogger sekaliber mba Haya Aliya Zalika

      Semoga bermanfaat tulisan saya ini ya mba.

      Delete
  2. Sepertinya saya memang butuh mampir kesana tuk memperlajari heart selling ini. Kebetulan bisnis kami pengen dibangkitkan lagi ke dunia online.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trainingnya banyak yang online loh Mba Lidha

      Delete
  3. Menarik sekali, baru tau ada teknik jualan heart selling. Bagus, terimakasih infonya, bisa untuk belajar nih

    ReplyDelete
  4. Ini termasuk yang status berisi motivasi dan kalimat-kalimat positif dari para pelaku online shop ya, Peh?

    Pernah baca juga di Facebook, ada seseorang yang tadinya nggak respek sama pelaku online shop atau bisnis online utamanya yang sistem MLM, macem Or***ame. Tapi, katanya lagi, kemudian dia melihat sisi positif dari mereka yaitu betapa optimisnya mereka menjalani hari, menebarkan status beraura positif bagi yang membacanya.

    Nah, saat orang udah merasa nyaman dan suka maka otomatis akan lebih mudah juga untuk tertarik dengan barang yang dijual oleh pelaku online shop itu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes Nyak, membangun kesan positif tapi tetap tak melupakan interaksi.

      Delete
  5. Jadi poinnya adalah berpromosinya lebih diniat dan digali lagi ya kata-katanya?
    Maksudnya nggak asal nulis status 'Ready jam tangan MK ori best seller 150k, PM me for order. Sorry for tag' gitu ya?
    heart selling tuh mungkin kayak blognya My Lovely Sister ya mba ipeh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, my lovely sister yang mana belum tau, tapi bener yang Monic bilang. Bukan langsung nulis ready..blablabla itu

      Delete
  6. Aku sampai saat ini masih susah banget kalau untuk soft selling, terutama kalau nulis review produk. Soalnya kalau review produk kan menyeluruh tuh jadinya bingung sendiri kalau mau soft selling. Mesti banyak belajar lagi deh.

    ReplyDelete
  7. Ada contoh tulisan heart sellingkah, mba ipeh? hehehe..belum kebayang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Contohnya saya ambil dari Mba Indari ya,

      => gara-gara gamis si dia bilang,"aku jadi tambah manis." eleuhhhh <=

      Delete
  8. Aku juga diajarin kalo promoin jualan jangan langsung bablas bilang ‘dibeli ya sis. Harga murmer bla blaaaa..” Tapi bisa dibikin kayak status becandaan, status kayak curhat padahal ada promo yang nyempil. Hihi. Susah sih kak Ipeh. Tapi kalo dibiasain, apa sih yg ga bisa? :D

    ReplyDelete
  9. Sama dengan soft selling ga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hampir sama dengan softselling Mba

      Delete
  10. Suka sama soft selling karena ngga hanya jualan..tapi ada sisi lainnya..
    Makasih ya infonya :)

    ReplyDelete
  11. heart selling ya namanyaaa...jadi penasaran nih mak. Tapi kalau pakai perasaan biasanya memang selalu mantaaap hasilnya

    ReplyDelete
  12. Thank you sarannya mba Ipeh. Soft selling memang lebih baik ya, ga maksa jual-jual-jual melulu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah