Dr. Strange 2016

Source : imdb

Dr. Stephen Strange, nama lengkapnya. Dia seorang lelaki dengan pembawaan yang percaya diri, memiliki otak yang cerdas, termasuk dokter yang kaya raya. Dia gemar menghamburkan uangnya, tanpa berpikir macam-macam. Karena dalam dirinya, ia yakin akan tetap bisa secermelang saat ini. Seorang yang selalu mengedepankan logika serta segala hal yang sesuai dengan ilmu alam. 

Film yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch, saya sempat merasa sedikit aneh, karena karakter Sherlock Holmes sudah demikian melekat padanya, sehingga saya kesulitan untuk beradaptaasi dengan peran barunya ini sebagai dokter Strange. Meski, memang sama-sama memerankan orang yang cerdas, seperti dalam film The Imitation Game, yang memerankan tokoh Alan Turing. Keduanya memang menjadi sangat melekat bagi saya, setelah sebelumnya mengenal Ben dalam film Star Trek Into The Darkness.

Satu hal yang selalu melekat dengan jelas dari karakter Ben, yaitu suaranya. Dia memiliki suara yang unik sehingga tidak semua aktor hollywood memiliki suara yang menyerupainya. Hampir sama seperti pemeran Alan Rickman yang bahkan dengan mata tertutup, kita bisa menebak bahwa itu adalah suaranya. Ini yang membuat Ben istimewa.


Dokter Cerdas Dengan Track Record Memukau


Jujur saja, pembukaan film ini hampir mirip dengan film Inferno yang pernah saya tulis sebelumnya. Dimana dibuka dengan scene berada di rumah sakit. Bedanya, dr. Strange yang tengah menjadi sorotan, sedang melakukan operasi. Kita akan disajikan gambaran yang mungkin akan sedikit membuat ngilu atau pusing bagi yang tidak terbiasa melihat adegan operasi. 

Setelah selesai dari satu adegan operasi, berganti lagi ke adegan lain, kasus seorang pasien yang koma dan dinyatakan meninggal oleh seorang dokter lainnya. Dokter Strange dimintai bantuan oleh Christine untuk membantunya menolong pasien tersebut. Karena Christine yakin, pasien masih hidup tapi dalam keadaan koma. Dan dokter Strange bersedia membantu, dengan analisa bahwa kondisi yang menurun diakibatkan bahan dari peluru yang tersendat di tengkorak kepala pasien.

Lumayan menegangkan memang, apalagi ketika dalam tahap operasi, Strange meminta dokter lainnya untuk menutupi jamnya agar tidak terdengar berbunyi. Suasana hening, sambil menahan napas melihat Strange berusaha mengeluarkan peluru dari batang tengkorak kepala. Bagian ini, saya benar-benar merasa tegang sampai menahan napas.

Kehebatan Strange memang tak diragukan lagi, analisanya terhadap segala hal. Belum lagi memang disertai dengan kecerdasan yang seakan di luar batas. Dia bahkan hapal dengan lagu-lagu yang diputar di ruang operasi. Bukan hanya hapal judul lagu dan liriknya, tapi juga penyanyi sampai tahun berapa pertama kali album tersebut dikeluarkan. Ini baru hal lain, belum perihal kedokteran yang sering membuat Palmer terbiasa mendengarnya bertepuk dada.

Sebenarnya Strange seorang dokter ahli bedah tulang punggung, dia sudah berkali-kali sukses menyusun kembali tulang punggung pasiennya yang patah atau retak. Tapi, tidak terlepas dari mengurusi tulang punggung saja, Ia bahkan sering melihat peluang dalam menyembuhkan pasiennya. Kesuksesannya inilah yang membuatnya selalu merasa lebih tahu dari orang lain dan menganggap dirinya tak pandai dibodohi.


Kehidupannya Memasuki Masa Ujian


Sesuatu terjadi ketika Strange berada di perjalanan menuju sebuah tempat dimana dia dimintai untuk berpidato di sana. Sebuah kecelakaan yang membuat jemari tangannya tak lagi seperti dahulu karena mengalami keretakan yang begitu parah. Ketika dia terbangun dan sadar, dia menyalahi rekannya yang bertindak gegabah menurutnya. Strange menghadapi langsung dokter-dokter yang menjadi rekan bekerjanya, untuk mengikuti instruksi yang dia berikan. Inilah yang khas dari Strange, dia selalu melihat KESEMPATAN pada segala sesuatu, sehingga dia sangat yakin akan kesuksesan operasi berikutnya demi kesembuhannya.

Tapi, banyak dokter yang menolak. Belum lagi kekayaannya sudah terkuras habis. Christine mengingatkannya agar tetap menjalani hidup karena, Menolong Nyawa Orang Lain Bisa Dengan Berbagai Cara. Tapi, Strange sudah kadung putus asa. Hingga suatu ketika, saat dia menjalani fisioterapi untuk tangannya, dia mendengar seorang pasien yang bisa sembuh total. Pasien yang awalnya didiagnosa tidak dapat berjalan lagi oleh Strange, justru bisa berlari.

Itu adalah hal yang mustahil, demikian Strange berkelakar. Meski kemudian dia tetap mencari tahu, bagaimana dia bisa sembuh total. Karena keinginan Strange hanya agar tangannya tak lagi bergetar, agar karirnya sebagai dokter bisa kembali lagi. Hanya itu pada awalnya hingga dia pergi ke suatu tempat bernama Khamar Taj.


Perluas Jangkauan Pikiranmu


Strange akhirnya sampai di suatu tempat bernama Khamar Taj, setelah melewati perjalanan-perjalanan yang membuat kekayaannya habis. Hingga tersisa jam tangan dari Christine sebagai satu-satunya harta berharganya. Saat menghadapi perampok, Strange ditolong oleh Mordo yang kemudian membantunya menemui The Ancient One.

"Forget everything that you think you know", demikian pesan Mordo pada dokter Strange yang masih tetap tak mempercayai tentang kesembuhan serta ilmu mistis yang tidak berasal dari ilmu pasti. Meski begitu akhirnya The Ancient One akhirnya membuktikan pada Strange bahwa ada hal lain di dunia ini yang melewati batas pemikiran manusia.

Hal tersebut bersifat mistis dan masih misterius keberadaannya. Namun, setelah diperlihatkan akhirnya Strange memohon untuk diajarkan. Tapi, kemudian justru The Ancient One menolak, akibat masih trauma dengan anak didik sebelumnya, Kaecillius.


Kekuatan Pikiran


Dalam film ini, kita akan diajak untuk mempercayai bahwa kekuatan dari pikiran kita akan menentukan seberapa sukses apa yang kita percayai. Dalam hal ini, Strange yang menjadi contoh, ketika kekuatan berpikirnya masih meragukan tentang ilmu sihir, kemudian berusaha untuk melepaskan ego-nya. Hingga akhirnya dia bisa terlepas dari hipotermia di gunung everest.


Eksistensi Manusia


Mantapnya, di film ini kita juga disuguhkan tentang "Siapa Diri Kita?" "Siapa Kita ini?" melalui kebingungan-kebingungan yang dihadapi oleh Strange. Pertanyaan mendasar jika kita belajar ilmu filsafat, maka kita akan terus dihadapi pertanyaan, "siapa kita ini?" hingga kita paham betul siapa kita di belantara dunia, apa yang menjadi tujuan kita hingga apa yang harus kita kerjakan.

Pemahaman terkait eksistensi inilah yang membantu Strange untuk akhirnya mengetahui dimana tempatnya kini berada. Bukan hanya perihal waktu, tapi perihal posisinya serta tugasnya di dunia ini karena semenjak kecelakaan tersebut, posisinya berubah dalam tatanan kehidupan. Hingga menghasilkan rasa optimis ketika dia paham betul dimana dia berada dan siapa dia saat itu.


Namun Film Ini Membuat Saya Pusing


Dengan banyaknya animasi yang hebat dan halus dalam film ini, memang menjadikan film dokter Strange menarik untuk ditonton di bioskop. Rasanya akan berbeda jika menonton dari layar televisi. Tapi, ada yang membuat saya terganggu, karena saya tidak kuat dengan ruang yang berputar-putar memebentuk kubus-kubus. Ini membuat kepala saya ikut berputar, hehehe, seperti ketika saya menonton film Inferno yang membuat saya lelah.

Mungkin memang faktor saya pribadi. Namun, saya tetap bisa menikmatinya, tapi ada satu hal yang saya lihat tentang konsep ruang dan waktu yang kemudian membawa saya teringat pada film Interstellar. Kubus-kubus yang menjadi bidang lima dimensi ini beberapa kali saya lihat juga di dunia kaca atau pada teknik yang ditunjukkan oleh The Ancient One.

Setidaknya, memang teknik sihir mereka berbeda. Satu lagi, sebelum saya tutup. Saran saya, setiap pembaca menonton film-film keluaran Marvel, jangan langsung beranjak dari tempat duduk meski credit title sudah muncul. Biasanya akan selalu ada sepotong adegan atau cuplikan yang nantinya akan berhubungan dengan film selanjutnya. Jadi, tetap sabar, tunggu sampai cuplikan tersebut muncul.

**

Pembaca sudah menonton filmnya? Kira-kira apa yang menarik dari film tersebut? Atau jika pembaca masih belum menontonnya secara langsung, adakah yang ingin dibagi? Silakan berbagi melalui kolom komentar. Dan semoga tulisan ini berkenan di hati pembaca.

Terima Kasih

Comments

  1. Ben ya? Aku sudah jd fans dia sejak dia pertama jadi Sherlock. Khas dan pas. Iyes, film2 Marvel memang seperti itu. Kalau aku, biasanya creditnya dicepetim biar segera ketemu cuplikannya. Haha

    ReplyDelete
  2. Wuuih...kece banget reviewnya, Peh.
    Serius aku penasaran...tapi aga males nontonnya karena suami uda nonton duluan.

    Errg...

    Nunggu donlot aja aah...
    Hiihhii...kalo masalah ruangan kubus-kubus, jadi inget novel "Hujan"nya Tere Liye yaa..

    Apa bener kehidupan masa depan itu begitu??

    ReplyDelete
  3. Keren mak! Thanks ulasannya.. kebetulan aku pengen nonton juga nih sejak muncul di fb kapan hari itu

    ReplyDelete
  4. Lgs baca ini krn semua temen yg udah nonton bilang bgs mbak filmnya. Jd aku dan suami prnasaran. Kyknya memang hrs nonton nih :D

    ReplyDelete
  5. Aku langsung cus pas credit title ini keluar. Aaaah nyesel ga ngintip spoilnya.

    ReplyDelete
  6. duh..rajin ya mba... abis nonton bikin review... asyiknya jadi hapal sama pemainnya.., semua disebutin diatas aku ga tau..hahhaha...

    tapi kayanya seru ya...
    nanti aku mau coa nonton via youtube kalo ada..
    makasih mba...

    ReplyDelete
  7. Kemarin aku pengen nonton ama anak, tapi sayangnya untuk usia di atas 17 tahun ya mba. Menarik ulasannya. Kayaknya asyik nonton ama yayang ya mba. HIhii

    ReplyDelete
  8. Selain Inferno, film ini juga pengen kutonton, udah rencana tapi belum dapat waktu yang pas :(
    Jadi makin penasaran buat nontonnya, thanks reviewnya.

    ReplyDelete
  9. Bikin penasaran aja , pandai kau bercerita

    ReplyDelete
  10. Belum nonton. Di awal-awal tertarik nonton, pas udah sampai akhir ... Ipeh kok bingung ... jadi aku ikutan bingung. xixi. Sepertinya film y memerlukan pemikiran juga nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bingung dengan konsep ruang dan waktunya aja Mba. Karena terlalu cepat dijelasinnya. Jadi, di sana ruang dan waktu itu ga ada batasan, sama kaya film interstellar ketika lagi kejebak di lubang cacing.

      Delete
  11. Belum nontoon, pemainnya yang jadi Alan Turing ya, wah aku suka actingnya,keren, berkarakter banget.. hihi setuju, jadi ciri khas ya Peh, klo ending film Marvel ada bonus cuplikan2 lagi

    ReplyDelete
  12. Kaecilius-nya nggak double "L", Nya.

    Ini penting! *kabor*

    ReplyDelete
  13. Film unik yah ..

    Dan ... bikin pusing .. hm saya juga bakal pusing kayaknya kalo menontonnya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah