Blogger Yang Juga Penulis Buku

November 17, 2016





Blogger Yang Juga Penulis Buku - Baik menjadi blogger atau menjadi penulis buku, keduanya membutuhkan dua hal yaitu MENULIS dan MERANGKAI KATA. Demikianlah yang menjadi ciri khas dari Nyi Penengah Dewanti, salah satu kawan saya yang akan saya tulis profilnya kali ini. Sesaat saya seperti pernah mengingat namanya berada di tengah-tengah grup yang sama, jauh sebelum saya bergabung dengan komunitas blog.

Dari rasa penasaran inilah akhirnya kami berbincang sebentar, menanyakan ini dan itu, kemudian mendapat jawaban yang sedikit singkat. "..mungkin waktu itu aku lagi pusing sama majikan kali ya, Kak. Jadi lupa pernah gabung atau gak di grup itu," demikianlah kelakarnya ketika saya memintanya untuk mengingat kembali, memanggil kembali kenangan yang pernah berjejak dalam kehidupannya. 

Tapi, kita semua manusia, dianugrahi sifat lupa yang memang wajar adanya.

Namun, saya beruntung dan bersyukur sekaligus, karena dari sosoknya saya banyak belajar. Entah itu dari kisah pengalamannya survive menjalani kehidupan sebelum ini. Atau pengalamannya untuk terus berkarya dan berkarya sambil meniti nasib untuk masa depan yang lebih baik. Melangkah hari demi hari dengan disertai harapan agar hari esok cerah dan bersinar.


Qondhali


Qondhali berarti terang benderang, suatu ketika di masa yang lampau seorang bernama Pakuwojo pernah bersembunyi di balik sebuah pohoh. Di dalam pohon tersebut sangat terang, sehingga diberi nama Qondhali. Pohon yang rimbun daunnya ini sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak. Bahkan, konon Sunan Katong pernah berdecak kagum melihat keindahan pohon Qondhali ini.

Dikarenakan masyarakat tanah Jawa tidak terbiasa menyebut pohon tersebut dengan sebutan Qondhali, akhirnya terciptalah nama yang hingga saat ini menjadi nama daerah tersebut, yaitu KENDAL. 

Kabupaten Kendal ini meliputi 20 kecamatan, juga termasuk dua tempat yang sangat signifikan yaitu Kaliwungu yang merupakan basis keagamaan dan Weleri yang menjadi basis perdagangan. Dua tempat ini memiliki kegiatan berbeda, wilayah Kaliwungu tidak pernah sepi dengan kegiatan keagamaan dan tempat ini selalu khas dengan lalu-lalang orang-orang yang berpakaian muslim. Dan juga Weleri yang berkembang menjadi sebuah tempat yang ramai dan mudah untuk diakses. Selain itu, secara sosial, dengan adanya para pedagang dari Klaten-Solo yang membentuk suatu perkampungan khusus (Kampung Solo),perkampungan tersebut terletak di dukuh Kedonsari Kelurahan Penyangkringan. Dari pengaruh perubahan sosial inilah menjadikan weleri sebagai kecamatan yang perkembangan perdagangan semakin pesat dengan ditandai banyaknya pasar tradisonal.

Kota ini juga-lah yang menjadikan Nyi Penengah Dewanti bangga untuk menyebut dirinya sebagai Blogger Kendal. Kebanggaan ini yang membuatnya cinta dan betah dengan tempat tersebut. Beberapa kali dirinya juga turut serta mengenalkan tempat-tempat yang ada di Kendal, ini berguna bagi para wisatawan lokal yang tengah berkunjung ke Kendal.

Mereka bisa lebih mudah mendapatkan informasi melalui hal-hal yang dibagikan di sosial media.


Menulis Sebagai Terapi


Mungkin sudah berkali-kali kita membaca atau mendengar perihal menulis yang bisa digunakan sebagai media untuk terapi. Tapi, apa benar itu nyata? 

Seorang pria bernama Smyth JM. yang menulis tentang "stressful experiences on symptom reduction in patients with asthma or rheumatoid arthritis: a randomized trial" atau lebih banyak dikenal dengan istilah JAMA mempublikasikan sebuah data. Dari 71 para penderita asma dan penderita peradangan akut pada sendi, mereka menulis secara random tentang pengalaman yang membuat mereka benar-benar stress menghadapinya. Setelah menulis, mereka diminta untuk meletakkan hasil tulisan mereka ke dalam kotak tertutup.

Penelitian ini mendapatkan kemajuan yang sangat siginifikan, terkait para pasien tersebut. Mereka mengalami kemajuan dalam hal kesehatan, setidaknya rasa sakit yang mereka alami berkurang sedikit. Ini didapati bahwasannya stress itu bisa dikurangi dengan banyak hal, salah satunya yaitu menulis. Dimana dalam bidang psikolog dikenal dengan istilah Katarsis, yaitu suatu upaya untuk melepaskan atau menyalurkan emosional melalui hal-hal seperti menulis, bermain musik, bercerita pada teman (Curhat).

Kenyataan inilah yang membuat banyak para penulis atau blogger, merasa banyak terbantu dengan kegiatan mereka ini. Sama seperti Nyi Penengah Dewanti yang pernah membukukan kisah pengalamannya bekerja di negara lain. Seperti apa suka dan dukanya, bagaimana perjuangannya untuk terus maju dan menjalani kehidupan sehari-harinya jauh dari orang lain. Buku tersebut berjudul "Promise, love and life".

Dan, berbagi kisah melalui tulisannya inilah yang kemudian membantu Blogger Kendal ini untuk meraih apa yang diimpikannya. Terbukti sudah hasil dari karyanya banyak dibaca oleh orang lain, banyak juga yang kemudian bisa melihat cerminan para pekerja wanita di luar negeri. Dari menulis inilah Nyi tidak hanya terbantu karena bisa menjadi media untuk katarsis, tapi juga membantu Nyi dikenal sebagai seorang penulis.

Tidak hanya satu saja karyanya, ada sekitar 103 buku antologi yang sudah ditulis olehnya. WAW! Sungguh Nyi ini sangat produktif sekali, membuat saya berdecak kagum padanya. Dan juga, tulisannya sudah beberapa kali dimuat di media cetak lokal maupun koran lokal Indonesia yang berada di Hongkong.
Terbukti sudah, ternyata menulis tak hanya sekadar media yang bagus untuk terapi mengurangi stress, tapi juga bisa digunakan sebagai usaha untuk menerbitkan karya yang bisa menginspirasi orang lain (melalui media buku atau blog).



Menjadi Narasumber


Siapa sangka, keterlibatannya dalam satu komunitas UKM bisa membawa Nyi pada satu posisi dimana dia dipercaya untuk menjadi seorang Narasumber di sebuah acara. Ini tidak main-main bukan, karena kesempatan terkadang memang sering membuat kita tak menduganya. Dan kesempatan ini yang digunakan oleh Nyi untuk membuat satu progress sebagai kemajuan dalam usahanya selama ini.

Sudah tentu yang namanya menjadi narasumber itu bukan hal yang mudah, tapi Nyi berhasil mengendalikan ketidakmudahan menjadi sesuatu yang mudah dan bisa dilakukan. Bahkan beberapa waktu sebelum acara ini, Nyi pernah menyampaikannya di salah satu grup, tentang keterkejutannya juga tentang hal terkait rasa berdebar yang dihadapinya. Nah, kali ini saya ingin juga berbagi tips dari Nyi, berdasarkan pengalamannya menjadi narasumber.


Lakukan 5 Hal Ini Ketika Dipilih Menjadi Narasumber


1. Siapkan Topik yang Sesuai dengan Bidang yang Kita Minati atau Kita Kuasai

Seperti Nyi yang memilih topik copywriting karena memang dunianya serta kegemaran Nyi berkaitan erat dengan tulis menulis. Bagaimana tidak? Seorang penulis buku tentunya harus menguasai teknik-teknik menulis kan. Itulah kenapa dirinya merasa sangat percaya diri untuk membawakan topik tentang copywriting ini.


2. Percayalah Semua Orang Akan Gugup Pada Waktunya

Saya pernah mendengar dari seorang motivator ternama di sebuah seminarnya. Dia sambil tertawa mengatakan, bahwa terkadang dia mengatakan secara langsung pada peserta yang datang di sebuah seminar atau acara, bahwa dirinya grogi. Justru ini dinilai oleh peserta tersebut sebagai candaan atau intermezo sebelum acara dimulai. Padahal, itu adalah kondisi sebenarnya dari sang motivator tersebut.

Jadi, jangan khawatir ketika rasa grogi datang sebelum berdiri di atas panggung atau podium. Tenang saja, bahkan seorang yang terlihat sangat percaya diri sekalipun pernah mengalami rasa grogi. So, keep on moving!


3. Perlihatkan Wajah Kita dan Senyuman Kita 

Betul, jangan sampai wajah kita ini justru tidak terlihat karena KITA MENUNDUK! Kalau menunduk atau wajah tidak menengadah menghadapi peserta, bisa jadi semakin membuat grogi tidak segera bisa dikendalikan dan kita akan kehilangan 'kepercayaan' para peserta sehingga mereka tidak akan menaruh perhatian ketika sesi acara berlangsung.

Jadi, sapalah peserta yang hadir dengan senyuman dan semangat kita. Karena semangat itu bisa menular :).


4. Siapkan Materi Sebelum Acara Dimulai

Yang namanya persiapan tentunya harus dilakukan sebelum acara dimulai, kan. Misalnya, beberapa hari sebelum hari H, sudah mempersiapkan materi yang ingin disampaikan. Sama halnya ketika ditunjuk sebagai narasumber, pastinya kita harus memiliki materi yang sudah kita persiapkan. Usahakan jangan sampai kita tidak memiliki materi sama sekali, atau tidak mempersiapkan apa-apa saat diminta menjadi narasumber. Karena akan membuat kita tidak bisa optimal dalam menyampaikan topik yang sudah dipersiapkan.

Biasakan untuk menyiapkan materi agar pembicaraan kita tetap fokus.


5. Tidak Perlu Khawatir Mereka Tidak Akan Mendengar Selama Ada Pengeras Suara


Lah iya, ini sih yang seringkali menjadi ketakutan terbesar bagi banyak para narasumber pemula, takut kalau-kalau nanti tidak ada yang mendengarkan. Jika acara tersebut tidak menggunakan pengeras suara, wajar saja ketakutan itu muncul. Tapi, kalau kita diberi fasilitas pengeras suara, tampaknya pasti akan terdengar oleh seluruh peserta yang hadir.

Nah, urusan kita ingin materi yang disampaikan bisa diterima, atau ingin peserta semua menyimak dengan baik tanpa merasa bosan. Ini semua bisa didapat melalui latihan yang rutin. Jadi, jangan khawatir dengan ketakutan-ketakutan dan kecemasan yang hadir sebelum kita tampil di depan publik.


Setelah mendapatkan ilmu baru dari Nyi, saya semakin tak sabar ingin melatih diri saya sebelum dipercaya menjadi narasumber. Hehe, siapa tahu saya bisa dipercaya menjadi narasumber dengan topik yang saya kuasai, bermimpi boleh kan ya :D.

***

Kehidupan memang memiliki keunikan tersendiri bagi banyak orang yang menyadarinya. Terkait proses yang terkadang sering meninggalkan kenangan yang senantiasa bisa diingat sewaktu-waktu. Mungkin dahulu, keputusan yang Nyi ambil bisa saja meninggalkan keraguan, apalagi harus berpisah dengan keluarga di Indonesia. Tapi, ternyata keputusan ini yang justru membawa Nyi pada satu kehidupan yang bisa menginspirasi banyak orang.

Mungkin, jika Nyi tak memutuskan untuk bekerja di negeri orang, ceritanya akan berbeda. Jadi, teruslah bersyukur kau Nyi, karena diberi kesempatan begitu besar. Karena telah menorehkan sejarah dengan tulisanmu. Bukankah nantinya karyamu akan abadi? Berbahagialah selalu.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk pembaca.


Terima kasih.



Informasi Tambahan 

Nyi Penengah Dewanti
Blog : http://www.nyipenengah.com/
Twitter : @NyiPenengah

  • Share:

You Might Also Like

13 comments

  1. terima kasih Ipehhhhh
    ah kau, selalu menginspirasiku juga untuk terus semangat menulis :-D
    walau sekadar hanya status hahahaha
    semangat selalu, bismillah

    ReplyDelete
  2. Menjadi bloger dan penulis buku itu adalah hal yang menguntungkan hehehe biasanya story telling nya bagus.
    Tips menjadi narasumbernya bisa disontek nih ^^

    ReplyDelete
  3. perjalanan manusia tak pernah ad ayg menyangka ya. Dulu Nyi berkelana di negeri orang sekarang banyak prestasi di negeri sendiri :)

    ReplyDelete
  4. Salut sama Nyi Penengah yang udah banyak menelurkan buku. Masih muda dan terus mau berkarya, menjadi narasumber sesuatu yang baru bagi Nyi dan dia pantang mundur. Ah, kamu luar biasa Nyi

    ReplyDelete
  5. Wah sosok yang menginspirasi ya .. banyak banget antaloginya :D

    ReplyDelete
  6. aaaah makin banyak kenal blogger kereeeen..

    ReplyDelete
  7. ayooo menulis biar nggak stress. Stress kan bisa dikurangi lewat menulis, aku kalau lagi stress terus idbawa nulis memang berkurang mbak :D Mbak Nyi Penengah Dewanti keren yaa mbak (y)

    ReplyDelete
  8. Perjalanan mengenal seseorang selalu menyenangkan ya Peh, apalagi seseorang yang punya banyak pengalaman hidup yang bertabur hikmah. Bisa menjadikan kita belajar banyak darinya. Apalagi tambahannya, jika beliau juga sarat akan prestasi. Duh, paket komplit lah kata saya.

    Seperti Nyi ini. Tadinya nggak tau apa-apa, sebatas 'Oh, seorang blogger'. Tapi semakin lama mengenal, makin banyak hal-hal yang luar biasa yang kita tau dari Nyi. Semoga bisa meneladani apa2 yang baik darinya ya Peh, terutama daya juangnya.

    ReplyDelete
  9. namanya unik ya. nama aslinya memang Nyi Penengah Dewanti?

    ReplyDelete
  10. Qhondali jadi Kendal....penuh hawa Arab ya asal namanya. Apa kendal ini terletak di daerah pantai?

    ReplyDelete
  11. Nyi...Ipeh...
    Aku langsung buntu baca tulisan kalian.


    Padahal tadi berencana nulis ini dan itu.

    Nyi,
    Semangat nulis buku terus yaa...
    Kisahmu inspiratif.

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih