Anatomi Cerita : The Monomyth Structure by Campbel - The stages of the Hero's Journey

November 25, 2016

Anatomi Cerita : The Monomyth Structure by Campbel - The stages of the Hero's Journey
Anatomi Cerita : The Monomyth Structure by Campbel - The stages of the Hero's Journey



Sebenarnya ilmu atau topik pembahasan tentang anatomi cerita sudah sering dibahas di beragam media. Baik itu melalui buku atau media seperti blog atau website. 

Ada yang memulai dari konstruksi sebuah cerita ada juga yang membahas melalui apa-apa saja yang termasuk dalam komposisi sebuah cerita. Karena saya termasuk yang suka sekali dengan cerita dongeng serta gemar menonton film. 

Kali ini saya ingin sedikit menuliskan tentang Anatomi Cerita dari sumber : Buku The Hero with a Thousand Faces karya Campbell.

Dalam kehidupan kita, sebenarnya cerita itu sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan. Kita sudah begitu sering mengenal cerita, baik dari buku, dari dongeng yang disampaikan sebelum tidur, dari film, dari sandiwara atau bahkan dari cerita yang disampaikan orang lain terkait kisah nyata orang tersebut. 

Di buku tersebut Campbell menamakan anatomi cerita sebagai The Monomyth Structure.


Nah, karena peran dari cerita ini sebenarnya penting dalam banyak hal, saya ingin berbagi tentang apa saja anatomi dari sebuah cerita? Yang bukan hanya berisi tentang : Permulaan - Klimaks - Penyelesaian. 

Tapi, sedikit lebih kompleks dengan mengikut-sertakan beberapa tokoh baik itu utama atau tokoh pendukung serta kejadian yang sering terjadi dalam sebuah cerita. Silakan disimak, anatomi sebuah cerita.

Untuk penjelasannya saya akan menggunakan cerita dari Hobbit yang ditulis oleh J.R.R Tolkien.


The Monomyth Structure by Campbel - The stages of the Hero's Journey


1. Kehiduapan yang biasa atau rutinitas biasa

Dalam beberapa kisah, biasanya sang Hero ini merupakan seorang yang biasa saja dengan rutinitas yang juga biasa. Hingga kemudian panggilan untuk berpetualang datang.

Seperti Bilbo Baggins, seorang Hobbit yang sangat menikmati kehidupannya, namun tidak pernah pergi dari kampungnya untuk berpetualang. Kehidupannya biasa saja memang, bisa dikatakan tidak ada kisah yang terlalu wah darinya.


2. Panggilan untuk berpetualang

Kemudian datanglah seorang pembawa pesan yang mengabarkan sesuatu, entah itu buruk atau terkait suatu masalah atau justru bisa jadi sebuah tantangan yang disampaikan ke sang Hero ini. Inilah seruan untuk pergi berpetualang. 

"Nah, kalau dalam cerita Hobbit, datanglah seorang tamu bernama Gandalf yang mengajaknya untuk berpetualang. "


3. Menolak ajakan

Dalam sebuah kisah, ada saja ajakan yang ditolak oleh sang Hero sebagai tokoh utama. Karena tokoh utama lebih memilih melanjutkan kehidupannya seperti biasa, karena tidak ingin beranjak dari zona nyaman.

"Sama ketika Bilbo Baggins menolak ajakan Gandalf ketika dia bertamu ke rumah Bilbo karena berpikir tentang perjalanan yang jauh, kemudian meninggalkan rumah serta segala isinya."


4. Menemui sosok Mentor

Mentor di sini digambarkan sebagai sosok yang memberi nasihat, seperti guru. Juga yang memberikan pertimbangan dan hal lain yang sebenarnya berkaitan dengan ajakan berpetualang.

"Kalau di sini, Bilbo memang tidak menemui mentor atau siapa pun. Tapi, langsung didatangi para kurcaci yang entah bagaimana, tanpa diketahui Bilbo, datang bertamu ke rumahnya. Serta menceritakan tentang keinginan para kurcaci tersebut untuk merebut tahta kerajaan mereka."



Keluar dari zona nyaman
Keluar dari zona nyaman


5. Keluar dari zona nyaman

Pada langkah ini, sang Hero akhirnya memutuskan untuk keluar dari rutinitas atau zona nyamannya. Sehingga menerima ajakan untuk berpetualang.

"Keesokan harinya, ketika para kurcaci selesai berpesta di rumah Bilbo. Dimana Bilbo sempat menolak untuk ikut serta juga, akhirnya memutuskan untuk ikut serta. Dia mengejar rombongan kurcaci, dimana Gandalf sudah menyiapkan kuda untuknya."

6. Petualangan dimulai

Biasanya petualangan ini membuat tokoh utama dihadapkan pada kehidupan dunia yang baru, berhadapan dengan ujian, alien, musuh, tantangan demi tantangan. Beragam pilihan ditentukan pada bagian ini, yang fungsinya untuk menguji sang Hero serta bagaimana tokoh utama memilih jalan keluarnya.

"Petualangan dimulai, Bilbo dan para kurcaci benar-benar merasakan petualangan yang hebat. Ditangkap para raksasa dungu, masuk ke lubang goblin, dipenjara di kerajaan para peri. Hingga harus melepaskan diri melalui lubang yang digunakan untuk mengirim tong-tong minuman. Sampai tiba di sebuah pedesaan yang berbatasan dengan gunung tempat Naga bermukim dan kerajaan para kurcaci berada."


7. Masuk ke dalam gua paling dalam

Dalam hal ini, tidak hanya gua, bisa saja rumah atau kerajaan atau apa saja. Yang menandakan bahwa sang Hero sampai di lokasi dimana petualangan puncak berada. Biasanya juga disertakan satu bagian dalam emosional manusia, yaitu rasa takut yang menghantui sang Hero. 

"Para kurcaci sudah tiba di kerajaan mereka, Bilbo baggins juga turut serta. Di sini Bilbo diminta untuk masuk ke dalam kerajaan, mencari tiara khas yang dimiliki oleh raja Kurcaci pada dahulu kala. Sementara itu, dia sudah didongengi tentang Naga yang merampas takhta kerajaan. Di sinilah Bilbo juga menghadapi rasa takutnya ketika melihat pergerakan Naga yang terbangun dari tidurnya."


8. Cobaan terberat

Memasuki klimaks, ketika para tokoh di dalam cerita dihadapi ujian terberat yang membuat mereka ingin memilih untuk mundur. Pun di tahapan ini, tokoh utama atau sang Hero jika berada dalam pertarungan atau apa saja, akan mengalami bagian hampir mati atau hampir mengalami kekalahan dalam pertempuran. 


"Ketika sang Naga sudah benar-benar bangun dan marah karena kedatangan Bilbo serta teman-temannya. Pertempuran dengan sang Naga ini sempat membuat Bilbo dan teman-temannya hampir saja mati terkena embusan api dari sang Naga. Tidak hanya itu, mereka mengalami rasa bersalah yang amat besar, setelah desa di sebrang pulau tempat mereka berada dihabisi oleh sang Naga. Serta negosiasi dan pertarungan terberat yang dihadapi, karena melawan rombongan para goblin dan sekutunya."



Meraih kemenangan atau mendapat hadiah
Meraih kemenangan atau mendapat hadiah


9.  Meraih kemenangan atau mendapat hadiah

Di dalam tahapan ini, hadiah bisa saja seperti kekuasaan atau pesan moral yang bisa ditangkap dari sebuah cerita, bila kisahnya bukan cerita petualangan yang mengikutsertakan Naga atau pertempuran. Hadiah ini didapat oleh sang Hero setelah usaha dan kerja kerasnya.

"Bilbo mendapat bagiannya setelah melewati beberapa pertarungan. Ketika sang Naga mati, ternyata petualangannya tidak berhenti sampai di situ. Dia masih menghadapi keegoisan cucunya raja kurcaci yang gelap mata pada harta. Meski dia mendapat harta yang lumayan, namun di dalam filmnya, Bilbo harus berpisah dengan raja kurcaci. Di sinilah, tidak hanya harta tapi juga pengalaman yang sangat berharga bagi Bilbo."

10. Perjalanan untuk kembali

Seringnya pada bagian ini di dalam cerita, berisi refleksi diri dari sang Hero. Seperti keinginan mereka untuk kembali ke rumah atau keinginan tokoh utama untuk segera lepas dari lokasi pertempuran atau lokasi tempat petualangan mereka terjadi.

"Pertempuran sudah berakhir, Bilbo memutuskan untuk kembali ke rumahnya meski dia masih senang tinggal bersama teman-temannya. Bersama dengan rombongan lain yang meninggalkan kerajaan kurcaci."


11. Pemulihan 

Tahapan ini tokoh utama sudah berhasil lepas dari tempat terjadinya pertempuran atau klimaks. Tokoh utama akan menjadi lebih bijaksana, melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.


"Meski sempat mendapati kenyataan kalau barang-barang di rumahnya dilelang. Tapi, Bilbo yang dikenal 'lumayan pelit' ini justru tidak ingin lagi ngotot menuntut harta bendanya. Membiarkan rumahnya kosong melompong begitu saja. Karena petualangan yang didapatnya membuat Bilbo semakin bijaksana."


12. Kembali ke kehidupan dengan hal-hal berbeda
Setelah mengalami petualangan yang hebat, tokoh utama akan menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi. Dikenal dengan sesuatu yang baik, berbagi pengalaman dari petualangannya. Perubahan yang membuat pribadinya berbeda dari sebelumnya.


"Di akhir cerita, Bilbo menikmati kehidupannya, menulis kisah petualangannya dan menjadi pribadi yang lebih ramah."




Kisah transformasi tokoh dalam cerita ini bisa digunakan dalam banyak genre cerita. Mau itu untuk cerita drama, cerita petualangan seperti Hobbit atau cerita romantis. 

Namun, kisah seperti ini biasanya mengandalkan pesan moral bagi kita, melalui petualangan dan usaha keras serta rintangan yang ditemui oleh tokoh dalam cerita. 

Bagi pembaca yang sedang ingin menulis cerita, metode di atas bisa digunakan karena memang selalu masuk ke dalam bagian cerita mana pun. Namun, karena saya menggunakan contoh Hobbit, bukan berarti metode ini hanya cocok untuk cerita petualangan saja. 

Bisa diadaptasi untuk semua genre cerita. Dan lagi, metode ini memudahkan kita untuk memilah dan memilih adegan demi adegan dalam cerita, mana yang akan ditempatkan di dalam poin 3 atau mana yang akan dimasukkan ke dalam poin berikutnya.

Setidaknya, ketika ada cara yang mudah, siapa tahu kita bisa memperdalam kisah yang kita tulis sendiri. Tertarik untuk mencobanya? Selamat mencoba, semoga tulisan ini bermanfaat.


Terima kasih

  • Share:

You Might Also Like

9 comments

  1. Ganfalf Bilbo Baggins, tokohnya sama dengan Lord of the rings ya Ipeh. Ga nonton Hobbit soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hobbit ini termasuk sekuel Lord of the ring juga mba :)

      Delete
  2. biasanya cerita super hero memang seperti itu ya, alur2nya :)

    ReplyDelete
  3. oo yang begini dsebut anatomi cerita ya. Kalau dalam cerita hero rata2 ya begini.
    Yang jadi penasaran justru bukunya Om Campbell ini

    ReplyDelete
  4. Iya juga ya, alur seperti ini rata-rata sama untuk semua film. Aku ngeh banget yang sosok penasehat atau 'guru'. Pasti ada deh. Tapi kalau untuk memulai nulis cerita dengan anatomi begini...hmmm...ku belum shanggup keknya :D

    ReplyDelete
  5. Waaah menulis itu ternyata banyak ilmunya ya? Nggak bisa cuma ngelamun langsung dapat ilham dan jadi.

    ReplyDelete
  6. dek, aku ijin share ya via akun twitter Kampung Fiksi. pembahasannya menarik. Kl yg aku lihat, pastinya setiap cerita ada konflik-nya ya. Dan bagaimana nanti ending dari cerita tsb. ada penulis yg udah tau endingnya ada jg yg masih belum hingga benar2 berakhir :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan Mba Ria, semoga bisa bermanfaat yaa :)

      Delete
  7. Tulisannya bagus sekali mbak..
    kalo bisa textnya gedein dikit deh, kekecilan buat saya :D

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih