British English Class - Belajar Online Dengan Cara Mudah

October 31, 2016




British English Class - Saya akan memulainya dengan sedikit perlahan, bercerita dari awal mengapa dan bagaimana kelanjutannya. Dengan tujuan, agar pembaca bisa menimbang kembali apakah BEC benar-benar bisa memberi bantuan atau tidak. Karena itulah saya berharap agar tulisan saya kali ini bisa menjadi bahan pertimbangan yang bermanfaat serta informasi yang cukup untuk pembaca.

Terutama bagi yang memiliki keluhan ingin mengikuti kursus bahasa Inggris, namun terkendala waktu dan juga tidak memungkinkan untuk kursus private. Sehingga siapa tahu, sistem yang ditawarkan oleh BEC ini bisa membantu pembaca, karena saya pribadi merasa sangat terbantu. 



Pertama Kali Kenal BEC


Ini kegunaan dari tulisan-tulisan para blogger yang berisi informasi, karena saya termasuk yang terkena 'pengaruh' dari seorang kawan blogger bernama Ety Abdoel. Dari Mba Ety inilah saya membaca tulisannya yang tengah belajar bahasa Inggris di sebuah tempat bernama BEC. Saya telusuri lagi bagaimana beliau menjabarkan keuntungannya belajar di BEC. Setelah itu, saya justru semakin mendalam memupuk rasa penasaran saya, hingga akhirnya saya memutuskan mencari tahu sendiri perihal kursus ini.


Rasa ingin tahu membuat saya meluncur dan mendarat di website milik BEC, berisi tentang pengenalan terkait program BEC ini. Seperti biasa, saya akan mencari tahu juga terkait biaya, karena saya tidak ingin mengikuti kursus yang harganya selangit hingga membuat jatah saya membeli buku, berkurang. Ternyata biaya yang ditawarkan tidak begitu mahal, justru di sini kebiasaan saya yang buruk, malah membuat satu persepsi tentang kualitasnya.

Siapa tahu harga oke, kemudian kualitas kurang oke, yakan? Kembali saya mencari tahu siapa-siapa saja pengajar di BEC. Di sinilah saya disajikan gambar-gambar dari para pengajar diikuti dengan informasi nilai Toefl mereka. Saya sempat merasa tidak percaya, zaman sekarang ini, orang bisa dengan mudah berbohong, iya kan? Saya sempat meragukan kredibilitas BEC serta foto - foto yang terpajang di sana.

Bukan apa-apa, saya sudah demikian 'kenyang' mampir ke blog yang berisi testimoni ini dan itu, tapi nyatanya buatan. Iya saya tidak bohong, testimoni tersebut BUATAN. Bukan melalui pengalaman asli dari customer asli yang memberikan cerita yang asli. Tapi, bantuan dari orang-orang terdekat untuk memberikan 'pengaruh' bagi calon pembeli. Dan saya sudah benar-benar 'kenyang' dengan kenyataan seperti ini.

Dari pengalaman 'kenyang' inilah akhirnya saya meragukan BEC. Namun, bukan saya namanya kalau tidak penasaran sambil mencoba. Benar kan? Iya, saya ini kalau mau membuktikan sesuatu itu Oke atau Tidak, pasti akan saya coba terlebih dahulu, itulah sebabnya akhirnya saya memutuskan untuk bertanya dengan contact center BEC melalui whatsapp.


Sebuah Permulaan


Saya mengikuti paket pemula aka Paket Pertamax, dengan membayar 300.000/bulan. Kemudian, saat mendaftar, saya ditanya banyak hal selain biodata dan pekerjaan. Yaitu, ingin diajari dengan guru yang seperti apa? HEH? Bisa milih guru sendiri? Hooo, ternyata benar adanya, sekarang saya tinggal verifikasi hal lainnya.

Terkait permintaan, saya menyertakan segala hal tentang diri saya sendiri sebagai orang yang akan belajar. Saya katakan pada Mba Wia, saya seorang slow learner, guru yang akan mengajar saya harus benar-benar sabar dalam mengajari saya, karena terkadang saya baru bisa mengerti pada contoh praktek ke sekian (lebih dari dua), dan baru akan memahami pada praktek ke sekain kali (biasanya lebih dari enam kali praktek baru saya paham benar-benar paham). Saya juga ingin guru tersebut memiliki level baper yang minim, karena meski saya bekerja di rumah, tapi saya sering kali tidak memiliki banyak waktu karena selalu saja ada pekerjaan lain yang lebih urgent.

Baik, sudah sampai di sini, Mba Wia paham, kemudian menyalurkan kembali terkait permintaan saya ke grup khusus pengajar. Dan menjanjikan usai magrib saya akan dihubungi secara langsung. 

Tuntas sudah akhirnya penantian saya beberapa saat kemudian, karena saat itu calon guru saya, menghubungi saya dan bertanya segala macam tentang saya. Tapi tidak menyertakan bahasa Indonesia sama sekali, langsung berbahasa Inggris. Awalnya saya sempat merasa takut, minder serta grogi. Sehingga semua yang ada di kepala saya musnah dalam hitungan detik. 

Namun, di sini inilah, poin penting dimana calon guru saya melihat dimana letak level saya dalam berbahasa Inggris. Setelah kami saling mengenal, kemudian kami sama-sama merundingkan kira-kira kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesi belajar. Iya, kami sepakat untuk belajar di hari Senin, Selasa dan Jumat.

Senin dan Selasa kami gunakan untuk sesi menulis, kemudian Jumat kami lakukan untuk sesi Voice Conversation melalui Whatsapp Voice Record. Kebetulan, waktu itu awal mula saya belajar, hari Jumat, jadi kami langsung mengobrol dengan bahasa Inggris tentunya untuk sesi VC.


Verifikasi Kualitas Pengajar


Inilah hal yang membuat hati saya lega ketika pertama kali kami melakukan sesi VC melalui whatsapp. Karena, ketika saya mendengar suara guru saya ini, pronunciation-nya sangat-sangat sempurna. Serasa saya mendengar suara orang Inggris secara langsung. Dengan aksen yang pas di telinga. Bagi yang belum bisa membedakan aksen British dengan aksen English US, bisa membandingkan melalui film-film yang berlokasi di New York dengan film yang berlokasi di London.

Di sini inilah, verifikasi keabsahan dari data terkait Toefl para pengajar selesai. Karena, mereka benar-benar bukan sekadar foto tempelan dan informasi tempelan saja, tapi benar-benar nyata mereka ini memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris yang sesuai. 

Pertama kali, dalam sesi ini, kami berusaha untuk berkenalan lebih jauh terkait masing-masing, seperti apakah nama saya aslinya Ipeh Alena, kemudian pekerjaan saya, status saya serta banyak hal yang kami perbicangkan. Sama seperti pertanyaan yang dilontarkan kepada saya, Cut Meutia, nama guru saya, juga bercerita tentang dirinya, aktivitasnya saat ini serta banyak hal.

Dan satu cerita ini yang membuat saya kagum, karena Cut Meutia, sudah pernah merasakan sekolah dan berkumpul di Kairo. Dia menceritakan bagaimana berkumpul dengan teman-teman dari segala penjuru dunia, berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda. Di sini dia juga sering menceritakan bagaimana kebudayaan di Kairo, seperti apa kisah lucu teman-temannya yang kesulitan memanggil nama CUT karena mereka berpikir tentang PISAU.

Selain itu, setiap pengajar memiliki visi dan misi cara mereka mengajar. Sebagai seorang mahasiswa fakultas Bahasa Arab yang sedang sibuk dengan tesisnya. Meutia memiliki metode pengajaran tersendiri yang kemudian dia praktekkan pada saya. Apalagi, saya termasuk yang 'paham' seperti apa sih saya ingin diajarkan.

Beliau sendiri mengakui bahwa ini menjadi kemudahan untuknya, karena saya sudah mengetahui cara belajar saya. Jadi, memang benar kok, mengenal diri sendiri itu butuh proses, karena saya sendiri untuk mengetahui tipe pembelajar seperti apa sih saya, itu butuh waktu. Tapi, dari sinilah akhirnya saya paham, keunggulan dan manfaat mengenal gaya belajar sendiri.


Sesi Menulis Sambil Berbincang


Saya pernah beberapa kali mengikuti kursus bahasa Inggris. Waktu sekolah tentunya. Sebelum saya maju untuk mengikuti kelas BEC, saya sempat berpikir, duh ribet banget kalau nanti dijejelin rumus past tense, present sampai segala hal yang membuat kepala saya tiba-tiba saja rusuh seketika.

Tapi, saya membulatkan tekad untuk segera saja mencari tahu sendiri. Dan ternyata, tidak sulit. Sungguh, karena memang kami mengadakan sesi untuk beberapa contoh dalam penggunaan kalimat atau kata tertentu secara berulang. Misalnya, kami berbincang tentang topik hari ini, setelah melihat beberapa hal kesalahan yang sering saya lakukan, guru saya akan segera memberi informasi apa-apa saja yang salah.

Bagaimana cara penulisan yang benar, sampai segala hal pertanyaan-pertanyaan saya dijawab olehnya. Apalagi saya sering membaca teks terjemahan di serial drama korea, dimana terjemahannya menggunakan google translate yang sering membuat grammar saya semakin ngaco.

Atau contohnya seperti hari ini, Hari Senin, kami masih praktek menulis Past Tense. Serius, beberapa kali saya melakukan kesalahan yang sama, bahkan saya juga mendapat kosa kata baru. Tapi, dengan cara yang easy to learn. Kami berbincang tentang Festival Kebudayaan Arab kemudian Gelar Jepang yang pernah diadakan di Universitas Indonesia. Karena temanya menulis untuk cerita masa lalu, saya meminta kembali agar sesi ini bisa benar-benar saya pahami.

Tak masalah bagi saya, karena tujuan saya adalah benar-benar paham hingga saya bisa meminimalisir kesalahan dalam susunan penulisan kalimat. Toh, namanya belajar itu berproses, apalagi buat slow learner macem saya ini, pasti butuh proses yang tidak sedikit.


Dan tentunya, bukan waktu yang singkat juga, karena ini adalah bulan kedua saya mengikuti kursus di BEC. Tujuan saya sudah jelas, bahkan guru saya dengan senang hati membantu saya untuk bisa mewujudkan apa yang ingin saya raih. Apalagi saat ini saya mulai memberanikan diri membuat satu akun instagram lagi, saya khususkan untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris saya.

Keberanian ini tidak datang spontan tanpa usaha, tapi dengan usaha yang sedemikian besar disertai impian yang terus memanggil-manggil, hingga saya yakin bahwa saya harus mempraktekkan apa yang sudah saya pelajari agar saya bisa mudah mencernanya.


Ketika Tidak Bisa Mengikuti Sesi


Sebenarnya saya ingin sekali menambah jam belajar bahasa Inggris agar saya bisa menyelesaikannya dalam jangka waktu yang tidak terlampau lama. Tapi, apa mau dikata? Saya masih belum lihai dalam mengatur waktu, mana prioritas yang benar-benar harus segera diselesaikan, mana yang masih bisa ditunda. Dan seolah-olah waktu satu hari tidak begitu cukup sampai terkadang pekerjaan lainnya tertunda.

Lumayan cukup pontang-panting memang menjalani pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah. Karena, berbeda dengan bekerja di kantor dimana pekerjaan bisa dilupakan sejenak. Sementara bekerja di rumah, mau tidak mau saya masih terpikirkan oleh pekerjaan yang belum selesai, hahahahaha, sungguh memang saya harus benar-benar mulai giat mengatur waktu.

Dari kerempongan inilah, jika pembaca penasaran apakah nanti sesi yang tidak sempat kami laksanakan jika menghadapi kendala, apakah bisa diganti di hari lain? Dalam hal ini, 'bayar' ketertinggalan? Jawabannya BISA. Seperti beberapa waktu lalu saya tidak bisa mengikuti sesi belajar, sehingga kami sepakat untuk 'membayarnya' di hari lain. Dan ini tetap tercatat loh oleh guru kita, karena beliau langsung meminta agar kami segera menambah hari untuk mengerjar ketertinggalan.

Jadi, sama-sama bertanggung jawab penuh dengan komitmen kami. Saya juga harus benar-benar rela membagi waktu meski saat itu saya tengah mengerjakan pekerjaan, misalnya. Atau seperti waktu itu, guru saya tengah berada di perjalanan menuju kampus, sesi tetap berjalan dengan lancar. Bahkan lucunya, karena waktu itu guru saya ini sedang di perjalanan, dan hari itu adalah jadwal VC, sehingga suara hingar-bingar kondisi jalan terdengar jelas oleh saya.

Allhamdulillah, melewati dua bulan dengan belajar untuk berkomitmen satu sama lain, membuat saya bersyukur sudah bergabung dengan BEC dan merasakan manfaatnya.


Semua Tentang Gadget dan Internet


Sebelum ikut menjadi murid di BEC, saya pernah mengikuti kursus bahasa Inggris di tempat lain. Dengan konsep belajar yang sama, yaitu melalui online. Ini memang yang saya perlukan, berhubung saya tidak memiliki banyak waktu dan agak sulit mengatungi surat izin untuk keluar rumah. Akhirnya saya memutuskan untuk ikut serta dalam belajar melalui online.

Sayangnya, dari kursus sebelumnya, saya tidak mendapat kemajuan apa-apa. Justru semakin saya bingung, yang kemudian dari sinilah saya mulai mencari kembali tempat kursus yang bisa dilakukan secara Online. Karena ini bisa mempermudah saya, meski saya harus berada di luar kota atau tengah berada di tengah-tengah keluarga besar, saya tidak perlu khawatir karena sesi belajar tetap bisa dilaksanakan.

Dan betul, belajar online itu lebih fleksibel bagi saya yang memang tidak memiliki banyak kesempatan untuk belajar ke tempat kursus.


Harapan-harapan Ke Depan


Insya allah saya masih ingin melanjutkan sesi belajar, sampai target yang sudah saya miliki tercapai. Karena itu, memang harus totalitas. Apalagi belajar bahasa yang sifatnya memang harus dipraktekkan setiap hari, jadi mau tidak mau saya tidak boleh mundur. Karena memang bagi saya worth sekali, sehingga saya juga merasa nyaman belajar bersama BEC.

Semoga saja, BEC juga semakin memperbaiki  kualitasnya baik pengajar maupun sistem mengajar dan segala hal lainnya. Sehingga bisa menjadi tempat kursus online yang berkualitas. Walaupun sampai saat ini saya belum memiliki keluhan, mungkin jika suatu saat nanti saya menemukan kendala, saya akan menuliskannya kembali atau langsung mendiskusikannya dengan mba Wia. Tapi sejauh ini, saya masih belum memiliki kendala.

Harapan saya, pada diri saya sendiri, saya ingin menambah sesi belajar, agar bisa menyelesaikan target tanpa berlama-lama. Meski seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, kendalanya memang masih berada pada saya yang harus mau 'mengorbankan' hal lain agar bisa memiliki jam tambahan untuk belajar bahasa inggris.


***

Belajar online memang mengasyikkan, tapi perlu disertai dengan komitmen yang tinggi, karena selalu saja ada hal lain yang bisa menjadi alasan untuk tidak menjalankan komitmen dengan penuh. Apalagi memang cukup besar godaan belajar online ini, antara surfing, ngobrol dengan teman atau bermain game. Jadi, selama belajar online, diwajibkan untuk menyingkirkan terlebih dahulu halangan-halangan yang bisa menghambat proses belajar.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk pembaca, apalagi bagi yang membutuhkan informasi belajar bahasa Inggris secara online. Dan jika pembaca memiliki pengalaman belajar online di BEC atau di tempat lain, bagaimana suka dan dukanya, jika berkenan silakan berbagi di kolom komentar.

Terima kasih


Informasi terkait BEC silakan langsung kunjungi http://www.britishenglishclass.com/

  • Share:

You Might Also Like

18 comments

  1. zaman sudah maju ya mbak. dulu kursus ya tatap muka sama guru. sekarang bisa via whatsapp! masya Alloh....

    good luck ya mbak. semoga makin mantap dan lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin terima kasih Mba :). Iya, sekarang banyak kursus yang dilakukan secara online.

      Delete
  2. Aku masih bingung dengan sistem online ini Mbak. Belum biasa belajar yang ga face to face. Kalau Video Call gitu mesti kuat juga di jaringab yak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sistemnya online iya mba, ada sesi writing melalui chat via BBM atau Whatsapp. Sama sesi ngobrol pakai voice record di wa. Ada juga pilihan ngobrol langsung sama orang bule asli melalui telpon.

      Delete
  3. Kayaknya asyik juga belajar online dengan cara seperti ini. Terima kasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat ya mba. Makasih sudah mampir.

      Delete
  4. hmmm,, pengen coba teh ipeh, jadwalnya aja ya saya nih masih berantakan blm bisa konsisten

    ReplyDelete
  5. Jujur mbak saya tuh orang yang terbilang kudet karena baru tahu sekarang tentang bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan baik, tapi alhamdulillah dengan sudah mengetahui kemajuan teknologi sedikit demi sedikit jadi lebih tahu.

    ReplyDelete
  6. Waaah bgs nih kayaknya.. mw aku rekomendasiin utk temenku mba.. ama utk staff di kantor yg bhs inggrisnya msh ada yg kacau.. soalnya kita kerja di bank asing, jd sbnrnya bhs inggris udh wajib. Tp ada bbrp staff yg msh ketinggalan bgt level inggrisnya. Aku prnh saranin utk ambil les, tp ngerti sih krn jam kntor yg padat ampe malam agak susah.. kalo online gini kan jdnya ga trlalu mengganggu jam kerja ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Fanny, ga ganggu jam kerja sama sekali. Karena waktunya bisa ditentuin sama kita. Bisa pas lagi di jalan atau lagi makan siang misalnya

      Delete
  7. Belajar bahasa inggris ini menjadi salah satu wishlist aku tahun ini. Dan aku nol banget deh kayaknya, huhu.
    Akhirnya Ipeh nulis ini. Mudah2an bisa daftar secepatnya. Ini sistem daftarnya bebas kan Peh? Maksudku nggak ada gelombang2 gitu *duh belibet. Intinya kapan aja daftar bisa gitu kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anytime Nyak, bisa daftar kapan saja. Jadi bener2 bebas. Tapi tetep dituntut buat komitmen

      Delete
  8. Asyik ih, jd pgn nyoba... Sejak berhenti kerja, kemampuan bhs inggris saya menurun...

    ReplyDelete
  9. Mba Ipeh, sekarang semakin mudah ya buat belajar inggris secara online. Ah, jadi pengen mencoba :)

    ReplyDelete
  10. Asik nih gurunya pengertian dengan si murid. Les privat bahasa Inggris lewat HP bisa juga ya. Btw waktu belajarnya gimana mba? Kalau buat saya bisanya di atas pukul 9 malam setelah anak tidur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk waktu memang dinegosiasikan langsung dengan gurunya Mba. Jadi tinggal kita kasih info, kapan kita bisa readynya. Gitu

      Delete
  11. Aku juga belajar di BEC dengan Cut Meutia. Orangnya enak ya. :D

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih