The Unborn Child - Thailand Movie



The Unborn Children - Film Thailand yang bergenre horor ini saya tonton dari aplikasi Genflix 2.0. Dari judulnya saja sudah ketahuan kalau film ini tentang anak-anak yang tidak diinginkan. Tapi, saya pikir ceritanya sama dengan salah satu video yang sempat viral di Thailand dengan tema yang sama.

Kalau video viral yang saya tonton, tentang seorang Bapak yang mengubur banyak bayi yang merupakan korban aborsi di sebuah tempat kesehatan. Dia memang menyediakan lahan kosong bagi bayi-bayi tersebut. Dan, beberapa yang berhasil hidup, dirawat olehnya. Nah, ada beberapa kesamaan si Bapak ini dengan film yang saya tonton berjudul The Unborn Children.


Yaimai Dan Adik Kecilnya






Awal mulanya, ketika mereka bertiga berada dalam satu mobil dan melewati kuil, Yaimai berkata ada seorang adik kecil di sana. Kedua orang tuanya kebingungan karena saat mereka melihat ke arah pandangan Yaimai, mereka tidak melihat apa-apa. Kemudian, mengatakan bahwa tidak ada adik kecil atau siapa pun di sana. 

Bukan hanya sekali, bahkan hal terparahnya, Yaimai bermain ayunan di malam hari. Entah bagaimana caranya dia kabur dari kamarnya. Padahal, letak kamar berada di lantai atas. Tidak dapat dibayangkan, ketika sang Ibu mencari Yaimai dan Ayahnya mendapati teriakan Yaimai berada di dekat taman tempat tinggal mereka. Bermain ayunan, dan sempat menangis karena ayunannya didorong terlalu keras.


Yang entah keberapa kalinya, Yaimai terlihat bermain bersama si adik kecil. Nah, saat Yaimai menunjuk sesuatu ke dalam tasnya. Sang Ibu dengan bergetar membukanya, ternyata di dalam tas itu berisi mainan kayu. Mainan tersebut, merupakan mainan yang berasal dari lahan di belakang kuil. Tidak tahu kapan Yaimai mengambilnya, tapi yang jelas, mainan itu sudah ada di dalam tasnya.




Setelah itu, si Ayah merasakan sesuatu yang mengusiknya. Ada yang mengganggu hasil kerja di ruangannya. Saat ditanya pada Yaimai, anaknya itu menggeleng tidak melakukan apa-apa. Si Ayah tetap bersikukuh, bahwa Yaimai yang melakukannya. Padahal, Yaimai sudah bilang, bahwa yang melakukan hal tersebut itu adalah Adik Kecil.

Hingga akhirnya, si Ayah Yaimai memutuskan untuk merekam video saat mereka hendak tidur. Untuk memastikan bahwa Yaimai-lah pelakunya. Tapi, baru saja video tersebut diletakkan di tripod, kemudian tripod seperti tersenggol sesuatu dan jatuh. Kembali diletakkan di tempatnya, dan begitu lagi hingga Ayah dan Ibu Yaimai merasa takut.



Sang Ahli Aborsi




Saat film dimulai, memang tampak dua orang remaja yang kebingungan karena hamil. Sementara si cowoknya ini galau, jika ketahuan keluarganya, dia bisa saja dijauhkan dari si cewek ini. Kemudian, insiatif untuk menggugurkan janin yang ada dalam perutnya berkat bantuan dari temannya. Di tempat aborsi, di sinilah sosok Ahli Aborsi, seorang perempuan dengan rokok yang tersemat di bibirnya. Mengeluarkan janin dari rahim secara paksa.

Dia sudah beribu-ribu kali sukses membantu menggugurkan janin-janin tersebut. Dengan bantuan penjaga kuil, janin tersebut dibakar, ada juga yang disimpan di kotak bekas makam yang sudah jarang digunakan lagi. Semakin banyak janin yang terbuang, penonton akan disuguhkan adegan yang lumayan membuat ngilu. Karena ada banyak darah, peralatan aborsi yang lumayan membuat takut. Serta akting dari pemainnya yang bisa membuat penonton merasa mulas.





Suatu ketika, sang Ahli Aborsi mendapat keterangan dari penjaga kuil kalau alat pembakaran mereka tampak rusak dan aneh. Si Ahli Aborsi tidak peduli dan tetap memaksa untuk membuang janin-janin tersebut. 

Dan beberapa malam berikutnya, dia dihantui oleh sosok yang tak terlihat. Mengejar-ngejarnya hingga ke sebuah lorong. Kemudian dia berteriak, mengatakan bahwa dia hanya membantu mereka yang tak menginginkan kalian. Sehingga janin tersebut bisa tenang di alam lain kemudian bisa kembali lagi di kehidupan berikutnya, dengan kondisi yang lebih baik dari saat itu.





Penjaga Kuil


Iya, malam itu seperti biasanya si Penjaga Kuil hendak membakar janin-janin tersebut. Namun, tampak ada yang aneh. Beberapa janin yang sudah masuk dalam tungku tampak menakutkan baginya. Sehingga dia terkesan terburu-buru untuk segera membakar janin tersebut.



Tapi, siapa sangka, kalau ternyata api di tungku yang sudah menyala-nyala kemudian mati total dan tak bisa dinyalakan lagi. Inilah alasannya untuk berhenti namun tetap dipaksa oleh si Ahli Aborsi untuk bisa memusnahkan janin tersebut.

Dan suatu hari di siang hari, dia diganggu oleh makhluk tak kasat mata saat berada di halaman belakang kuil. 





Hubungan Antara Sang Ayah dan Adik Kecil


Kenapa setelah membuat Yaimai berteman dengan Adik Kecil itu, kemudian tetap mengincar keluarga Yaimai? Pasti ada hubungannya. Itu dugaan saya yang ternyata benar adanya. Untuk keperluan agar pembaca tidak penasaran sementara merasa takut untuk menontonnya. Saya akan berikan spoiler dari film ini.



Ayah Yaimai ternyata selingkuh dengan salah satu model yang bekerja sama dengannya. Berkali-kali si model ini hamil dan diaborsi. Berkali-kali, bukan hanya sekali. Kemudian, si model ini ditinggal oleh Ayah Yaimai dengan alasan bahwa dia memiliki keluarga sendiri.

Dan si Model ternyata melakukan beberapa kali aborsinya di tempat Ahli Aborsi. Jadi, inilah benang merah yang membuat Adik Kecil ingin membalas dendam dengan Ayah Yaimai. Padahal, beberapa kali juga Yaimai menanyakan pada Ayahnya, "apakah Ayah menyayangi adik kecil?"

Ternyata pertanyaan itu untuk memastikan apakah keberadaan si Adik Kecil ini diinginkan atau tidak. Hingga kemudian saat Ibu Yaimai dan Yaimai justru yang mendapat malapetaka dari Adik Kecil hingga dikejar oleh Ayah Yaimai. Keduanya terkurung di salah satu kotak berisi janin-janin yang dibungkus plastik.

Di tempat itu pula, Ayah Yaimai kemudian pingsan dan tak sadarkan diri. Hingga dirawat di rumah sakit namun tetap tidak bergerak sedikit pun. Tidak mati, tapi tidak juga hidup.


Alasan Film Ini Dibuat






Film ini dibuat sebagai bentuk Kampanye atas keprihatinan maraknya tindak aborsi di Thailand. Ini pertama kalinya saya menonton film horor yang ditujukan sebagai bentuk kampanye agar mengurangi tindakan aborsi di sana. Memang sangat disayangkan, apalagi mengingat video yang sempat viral yang juga berasal dari Thailand seperti yang saya tuliskan sebelumnya di pembuka.






Persamaan si Bapak yang ada di video viral dengan film ini, si Ahli Aborsi ternyata justru merawat beberapa anak yang masih hidup dan survive saat diaborsi. Ada lumayan banyak, ketika si Ahli Abrosi ini ditangkap polisi, anak-anak tersebut tinggal bersama di satu atap yang sama dengan Ahli Aborsi dan menjadi anak angkatnya.




Sama seperti si Bapak yang juga menyelamatkan anak-anak yang selamat dari tindak aborsi. Dirawat dengan baik dan tinggal di tempat yang sama dengannya. Baginya, anak-anak tersebut memiliki hak untuk melihat dunia. Tindakan seperti ini membuat banyak orang terenyuh menyaksikannya.



Setidaknya, film ini berhasil membuat saya sebagai penonton kemudian merenungi nasib ribuan janin yang tak diinginkan tersebut. Kemudian kembali teringat dengan anak-anak yang tinggak di panti asuhan. Kondisi mereka yang terkadang kurus kering, bukan karena tak diurus. Tapi mengurus anak-anak yang sangat banyak di panti sosial itu bukan hal yang mudah. Semoga, anak-anak ini memiliki masa depan yang baik.




Ah, menuliskan film ini saja membuat saya lumayan terharu. Meski ini film horor dan hantu yang muncul ini tidak tampak, sehingga membuat rasa takut menjadi-jadi. Tapi, akhir dari film ini membuat sedih. Bagi yang penasaran dengan film ini, sudah saya bantu untuk ceritakan melalui tulisan saya. Semoga yang kesal karena saya spoiler, bisa berlega hati. Hehe, ini ditujukan untuk teman-teman saya yang takut menonton film horor, tapi masih penasaran.



Terima kasih sudah membaca tulisan saya :)

Comments

  1. waaa dari judul dan fotonya aja udah horror, film Thailand pula, hehehe.. tapi bagus juga ya, film horror ada pesan moralnya..

    ReplyDelete
  2. aku langsung page down page down ga berani liattt xD

    ReplyDelete
  3. wah ada juga ya film thailand yang suak ditonton, jarang kan???

    ReplyDelete
  4. Ini film horor...aku takuuuttt... takutnya kebayang2 kalo pas malam2 sendirian di rumah

    ReplyDelete
  5. Ipeeeh, udah malem iniii *____*
    Lagian baca yak, hahaha
    Ini kok nyambung ya sama artikel parenting yang aku bikin tadi siang, tentang pola asuh Neglectful. Orangtua yang mengabaikan anaknya, cuek bebek, karena banyak faktor. Tapi intinya satu: anak yang tidak diharapkan kehadirannya.
    Entah karena cacat, atau karena hasil hubungan gelap, ibu diperkosa, dll. Intinya anak yang nggak tau apa-apa harus menanggung beban begitu berat. Di cuekin, dikasarin, dikurung, disiksa, bahkan....dibunuh T____T

    ReplyDelete
  6. film ini udah cukup lama saya tonton, karena waktu itu sifatnya santai dan gak terlalu niat jadi tidak berpikir kalau ada koneksi antara tokoh satu dengan yang lain. Sampai gak kepikiran ada twist di akhirnya. Padahal biasanya suka ketebak aja kalau nonton. Tapi, ini jenis film yg bikin takut dan bikin sedih di akhir

    ReplyDelete
  7. Duh, membaca ini saja rasanya gimanaaa gitu. Terenyuhhh.

    ReplyDelete
  8. Dari judulnya saja udah agak-agak seram. Deuh, ternyata memang film horor yak. Suka kadang miris, di satu sisi banyak pasangan yang mengharapkan anak, di sisi lain seenaknya aborsi yak..

    ReplyDelete
  9. takut sekaligus miris, bagi saya film horor thailand adalah yang terhoror

    ReplyDelete
  10. Ujung-ujungnya malah sedih ya ini film, gak menakutkan jadinya~

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih




domain murah