Pengalaman : Cabut Gigi Geraham




Cabut Gigi Geraham. Permasalahan gigi memang sering dialami oleh setiap orang, baik gigi berlubang, gigi sensitif sampai gigi keropos hingga harus dicabut. Masalahnya, kesadaran mengunjungi dokter gigi lebih dominan saat gigi sedang sakit. Ketika gigi berangsur sembuh, seringnya justru pasien tidak kembali lagi untuk melakukan perawatan giginya.


Memang tidak dapat dikesampingkan perihal harga. Untuk menambal satu gigi saja diperlukan perawatan permulaan hingga bisa dua atau tiga kali bolak-balik sebelum benar-benar ditambal permanen. Untuk tambal permanen dengan sinar pun memakan biaya yang tidak sedikit.


Baca Juga "Blogger Jogja"

Tapi, efeknya dalam jangka panjang. Keluhan sakit gigi bisa diatasi dan kesehatan gigi bisa terus dijaga selama dirawat dengan baik. Namun, jika dihadapkan pada masalah mahkota gigi yang sudah tidak memungkinkan untuk menopang tambalan gigi, juga infeksi gigi yang terus menerus, maka seringnya dokter gigi akan merekomendasikan pencabutan gigi.


Ini pengalaman saya kemarin malam (18 Juli 2016) cabut gigi geraham depan. Pasalnya, sudah beberapa kali gigi saya ini bermasalah. Sampai harus dilepas tambalan permanennya karena tiba-tiba bengkak. Entah karena tambelannya mulai tidak pada tempatnya ada ada bolong yang tak terlihat, akhirnya gusi saya bengkak. Dan masalah gusi bengkak ini sudah mulai memasuki masa kritis.


Bulan Ramadan kemarin, hari-hari saya dilewati dengan kondisi gusi bengkak yang hanya sembuh / kempis selama tiga hari saja. Setelahnya, gusi saya masih terus bengkak, sampai saya bosan mengkonsumsi obat-obatan. Akhirnya, setelah lebaran dan selesai mudik kemarin, saya kembali ke dokter gigi dan diputuskan untuk mengganti merk obat juga diberitahu bahwa saya harus mencabut gigi saya.


Salah satu hal yang mendebarkan pastinya, membayangkan rasa sakit gigi saja membuat saya tak kuasa, apalagi harus membayangkan dicabut giginya! 






Saya termasuk beruntung, menurut saya. Karena tidak harus melalui tahap rontgen gigi. Karena beberapa bulan sebelumnya, adik saya sendiri harus menjalani operasi pengangkatan gigi juga dengan prosedur rontgen sampai tindak operasi. Kalau saya? Cukup dicabut giginya saja.



oo00oo




Bagaimana proses cabut gigi geraham yang saya rasakan kemarin?




1. Pertama kali dokter meminta saya untuk kumur terlebih dahulu. Kemudian meletakkan kapas di mulut bagian dalam. 

2. Setelahnya beliau memberikan suntik bius, yang mana ketika saya mencari informasi di mesin pencarian, isinya selalu mengatakan tidak terlalu sakit.

Jika pembaca memang tipe orang yang kurang bisa menahan rasa sakit, perlu diketahui kalau suntikan pada rahang paling belakang menimbulkan rasa sakit, tapi ingat. Rasa sakit ini sepadan dengan proses yang akan dijalani, yaitu Cabut Gigi.

3. Selain disuntik pada rahang belakang, suntikan lain juga diberikan pada gusi bagian gigi yang akan dicabut. Ini juga bagi beberapa sumber mengatakan, sakitnya biasa saja.


Kembali lagi, jika memang takut jarum suntik, tidak kuat merasakan sakit atau ngilu, lebih baik kuatkan diri Anda. Karena memang rasa sakitnya tidak sama dengan rasa sakit ketika sakit gigi. Jadi, sedikit berkurang, tapi tetap ada rasa sakitnya. Saran saya, hadapi saja agar proses pencabutan gigi berjalan lancar.

4. Setelah menunggu beberapa menit, saya merasakan lidah dan bibir saya seperti dikerubungi semut, tapi hanya sebelah saja. Kemudian sang dokter menanyakan apakah mulut saya terasa bengkak? Apakah lidah saya terasa melebar? 

Ini untuk memastikan bahwa suntikan biusnya berhasil sehingga proses cabut gigi bisa dilaksanakan.


5. Waktunya menikmati proses dicabut gigi geraham. Yang patut disadari sebelumnya oleh pembaca, bahwa gigi manusia dewasa itu sangat kuat, karena akarnya besar sehingga proses untuk pengangkatan gigi lumayan terlihat butuh upaya keras.


Jadi, jangan khawatir ketika dokter gigi terlihat tampak berusaha begitu keras dalam mengangkat gigi, karena memang gigi dewasa itu kuat akarnya. Kalau ditanya apakah terasa sakit?

Saya jawab tidak terasa sakit, hanya ada rasa seperti akarnya terangkat dan itu bisa jadi menimbulkan rasa sakit ketika pasien mengalami ketegangan atau rasa takut berlebih ketika proses pencabutan gigi.


Jadi, sebelum melakukan proses pencabutan gigi, tenangkan saja dahulu. Berdoa agar proses cabut gigi geraham berlangsung lancar. Sehingga tidak merasakan sakit, dan permasalahan pada gigi akan berkurang.




Karena tidak ada alasan mendasar untuk takut pada dokter gigi, takut pada proses perawatan dan pengobatan gigi.


oo00oo


Kemudian apa saja perawatan yang saya lakukan usai cabut gigi?


1. Dilarang memakan makanan dengan suhu panas. Ini bisa membuat darah sulit untuk membeku.

2. Karena dilarang memakan makanan yang masih panas, pastinya makanan yang dingin sangat direkomendasikan. Untuk membantu pembekuan darah, jadi makan es krim pun menjadi sangat menyenangkan :D.

3. Minum obat teratur, ini guna mempercepat proses penyembuhan dan menghindari infeksi dari dalam.

Saran dari Dokter Gigi langganan saya, minumlah obat sebelum suntikan biusnya mereda, untuk menghindari rasa sakit yang berlebih.

oo00oo

Bagi pembaca yang berdomisili di wilayah Bekasi timur, kemudian saya persempit yang tinggal di dekat Perumahan Narogong, bisa mengunjungi Apotek Imani Medika. Di situlah saya mendapat perawatan untuk gigi saya. 


Untuk biaya pencabutan gigi, kalau dari pengalaman saya kemarin, saya mengeluarkan uang sebesar Rp 330.000 untuk pencabutan gigi geraham. Itu sudah termasuk biaya Jasa Dokter, Suntik Bius, dan Obat-obatan. Bagi saya ini cenderung murah, karena kalau di rumah sakit, saya bisa mengeluarkan biaya lebih dari itu. Apalagi kalau tau saya pengguna asuransi, biasanya suka dikasih harga tinggi -__-.


Kenapa saya memilih Apotek Imani Medika? Awalnya karena apotek tersebut yang satu-satunya buka ketika jam di tangan saya menunjukkan pukul 8 malam. Sementara klinik gigi yang lainnya memilih tutup. Akhirnya, karena waktu itu keluhan gusi bengkak sudah tak tertahankan, saya memaksakan diri untuk berobat ke tempat ini.


Ternyata, selain tempatnya yang bagus dan bersih, pelayanannya juga ramah dan menyenangkan. Meski sering kedapatan antri, tapi tidak pernah lama menunggu antriannya. Selain itu, dokter gigi yang bertugas di sana sangat sabar dan telaten, jadi tidak asal dalam merawat pasien.


Bukan hanya itu, saya juga suka dengan jam praktek baik dokter umum maupun dokter gigi di Imani Medika, yaitu  jam 6.00 pagi sampai jam 21.00 malam. Jadi, fleksibel sekali bagi saya yang terkadang baru bisa bepergian saat menjelang sore. Dengan jam praktek dokter yang panjang seperti ini, membuat pasien juga tidak bingung menentukan jadwal.


Di Apotek Imani Medika juga melayani pemeriksaan kesehatan Anak dan Dewasa, pemeriksaan Gigi, penambalan, pencabutan, pembersihan karang gigi, gigi palsu dan perawatan gigi lainnya. Juga melayani pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan Ibu Hamil, bedah minor dan khitan, KB dan Apotek.


Bagi pembaca yang berlokasi di sekitar Perumahan Narogong Bekasi, tempat ini cenderung mudah ditemukan, karena lokasinya berada di jalan utama, jadi tidak perlu kebingungan saat mencari Apotek Imani Medika.



Informasi lebih lanjut :

APOTEK IMANI MEDIKA
Jl. Raya Taman Narogong Blok A10 No.3
Pengasinan, Rawa Lumbu Bekasi.
Telp. 021-82731078


Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.

Comments

  1. aku kok jadi ikut ngilu bacanya. Paling takut ke dokter gigi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, ga apa-apa mba Tira, saya juga awalnya penakut banget sama dokter gigi :D

      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  2. Jadi inget waktu cabut gigi geraham belakang juga mba waktu itu pas baru kuliah, muka saya uda pucet n tegang sampe2 si dokter ketawa2 dan blg "km tegang banget" akhirnya diajak ngobrol dan ga kerasa pas disuntik tau2 berasa bengkak sebelah dan pluk gigi berlubang copot. Udahannya karena ngerasa pipi gelembung akhirnya saya pencet2 pipinya pas efeknya uda ilang halah pipi saya banyak goresan kuku kayak abiz dicakar kucing wkwkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, bener banget, rasanya tuh aneh yaa karena pipi sebelah dan lidah serta bibir ga bisa merasakan apa-apa. Sampai yang namanya ngomong aja saya cadel :D


      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  3. Pengalamannya cukup menegangkan juga tapi akhirnya berakhir dengan bahagia juga dong mbak. ahi hi hi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allhamdulillah, sekarang udah ga ada masalah :)


      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  4. Mba, aku pas cabut gigi nggak disuntik tapi disemprot ama cairan agar nggak sakit. Biasanya sih buat anak2 kalau bius pakai semprotan itu. Tapi mungkin karna aku keliatan ketakutan sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya mba, sama-sama cairan bius tapi untuk dosis kecil sepertinya. Karena si Kakak pas cabut gigi juga pakai cairan seperti itu :)



      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  5. Aku pernah cabut gigi ginsulku waktu esde dulu, awalnya takut tapi santai aja soalnya dokternya baik hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu SD cabut giginya sama Bapak saya Tis, soalnya udah goyang tinggal cabut :D


      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  6. Aku termasuk harus rutin ke drg, giginya dah ga bagus hehe.. tp alhamdulillah sampe skrg blm pernah merasakan cabut gigi walopun lubang gigi dah kemana2 hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhuhu, selama masih ga ngilu sih mungkin saya akan bertahan, Mbak. Tapi, ngilunya itu loh tak tertahankan :D

      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  7. Wiii.. jadi ingat pengalaman cabut geraham depan. Waktu cabut sih ga berasa ya mba.. yg susaj abis cabutnya. Setelah bius abis.. ga bisa ini itu.. makan pun jadi ga berasa.. hihi tapi abis itu jadi plong banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pas cabutnya ga terasa, tapi sebelum dan sesudahnya, yang bikin deg-degan :D. Etapi saya minum obat sebelum biusnya habis, jadi ga terasa gimana-gimana :)


      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  8. Aku takut klo udah ngomongin cabut Gigi peh..tapi emang bener yaa klo pakai asuransi bisa lbih dimahalin? Moga sehat terus yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa Mba Suci, kayanya kalau ngomongin dokter gigi banyak yang takut ya :D. Saya sendiri juga gitu. Oiya perihal asuransi, waktu itu saya pengalaman pas periksa ke dokter di rumah sakit (semoga ini cuma dokter ybs itu aja ya), hari pertama dan hari kedua sama-sama mendapat tindakan yang sama, tapi anehnya harganya lebih mahal hari kedua karena pas ditanya saya pakai asuransi atau ga. Begitu Mba kenapa saya berpikir kalau pakai asuransi malah dimahalin.


      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  9. Saya mah kalau urusan gigi ampun deh Mbak...angkat tangan. Tapi gara-gara miara gigi impaksi, gigi geraham saya dua mesti dicabut. Iku loh Mbak, gigi bungsu yang tumbuh miring.

    Saya tunda-tunda tuh, buat dioperasi bedah mulut cabut itu gigi impaksi, sampai bertahun-tahun, padahal kambuhan. Sampai akhirnya saking udah ga kuat, saya cabut juga. Ealah, ternyata ngga sakit...nyeseeel banget. Tapi tetep sih, kalau suruh ke dokter gigi lagi mah wedi Mbak..xixi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya apalagi mba Lev, sempet angot-angotan dan sebenarnya ini gigi udah beberapa kali disuruh dicabut tapi sayanya masih ingin mempertahankan, eh ternyata ga kuat euy karena ngilunya bikin saya guling2 :D


      Terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  10. /jangan terlalu dipikir kalau mau cabut gigi, jadi rasanya biasa saja tidak akan takut :D

    ReplyDelete
  11. aku baru aja nyelesein operasi pencabutan gigi geraham bungsu, empat-empatnya pake bius total saking masalahnya kompliketed wkwwkwk

    ReplyDelete
  12. Gigi itu emang krusial banget. dikit sakit aja nangisnya seabad. hikz
    semoga g kumat2an ya abis dicopot. itu termasuk murah kemaren dongg aku dicabut kena sejutaan waktu itu dan g selesai2 sakitnya karena ada yang sisa -___- protes udah sampe ganti dokter huhuhu

    ReplyDelete
  13. Gigi gerahamku juga bolong dan tambalan. Dua pula. Sekarang makin bolong tambalannya. api kalo mau cabut gigi itu rasanya ... :( Takuuut. Apalagi saya phobia jarum suntik

    ReplyDelete
  14. Duh kalau ingat dokter gigi jadi suka ngilu hihi...

    ReplyDelete
  15. Aku geraham kanan berlubang. Tapi lucu deh lubangnya bukan di atas, tapi di pinggir -__-
    Paling sebel kalau abis makan ada yang nyangkut, mesti nyongkel-nyongkel dulu (((nyongkel)))
    Tapi kata dokter belum perlu dicabut, cukup ditambal azaaa. Yasuds aku manut. Dan gratis dooong. Nambalnya di puskesmas :)))

    ReplyDelete
  16. ngilu mba bacanya hehe. Jadi kebayang kalau lagi ngebersihin karang gigi. biasanya suka ngilu setelahnya

    ReplyDelete
  17. aku malah dulu lebih horor mba..gegara geraham bungsuku tumbuh miring trus ternyata tanpa disadari berlubang kecil tp sdh dalam. jadilah harus dioperasi kecil..penyembuhannya aduhai lama sekali...hiksss gak mau lagiii

    ReplyDelete
  18. Baca ini kok ya langsung berasa ngilu duluan hihihi..
    Udah lama banget nih gak ke dokter gigi~

    ReplyDelete
  19. Ipeeeh inpohgrapisnya lucu pisan.
    Saya mah sering ngunjungin dr.gigi, gak mesti sakit. Gimana ya, tante sendiri sih.
    Waktu kecil apalagi, bapak asisten dr.gigi ya hampir tiap hari ke dokter gigi (tapi gak periksa, cuma minta beliin permen ama bapak, wekekekek)

    ReplyDelete
  20. Duh ngebayanginnya ngilu. Saya dulu pernah bermasalah dengan gigi geraham tapi gara2 geraham tumbuh cuma rahang terlalu sempit, jadi harus dibelah & itu juga wow deh sakitnya.

    ReplyDelete
  21. hai kak mau nanya, setelah gigi geraham dicabut apa ada tindakan utk mengisi ruang kosong gigi yg sudah dicabut?
    aku juga ngalami masalah yg sama sprti kk, gigi geraham aku berlubang sudah parah, krn lubangnya semakin dalam dan melebar jadi sering sakit.. akhirnya aku nggak tahan lagi, pas ke dokter gigi disarankan dicabut aja soalnya sudah nggak bisa dipertahankan lagi giginya. skrg sakitnya sakit bgttt mau cabut juga takut :(
    kata dokternya kalo sudah dicabut nanti bisa dibikinin gigi palsu, aku belum nanya2 lebih jauh ttg gigi palsu itu yg lepas pasang atau implan.. kepikiran kalo implan gigi lebih takut lagi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo....

      Setelah cabut gigi geraham, saya belum menambahkan gigi palsu, jadi masih ruang kosong saja di deretan gigi saya ini. Namun, semenjak dicabut, keluhan gigi ngilu atau sakit malah sudah tidak ada sama sekali. Awalnya memang takut kalau ngebayanginnya, tapi setelah dicabut malah bikin saya bisa makan es krim :)

      Untuk gigi palsu, baik implan maupun yang lepas pakai, sama2 bagus hanya saja disesuaikan saja dengan kondisi kamu. Kalau memang butuh dengan pasang gigi, kenapa tidak. Dan pas dipasang gigi palsu, tidak sakit kok (ini pengalaman om-om saya semua yang pakai gigi palsu)


      Semoga kamu tidak takut lagi ya

      Delete
  22. Halo mbak, thanks udah share pengalaman..duhhh nyeri ngeri baca pengalaman mbak hehehe.. Lagi kuatin diri ngadepin operasi cabut gigi nih..

    ReplyDelete
  23. Lebih sakit waktu ngilu atau pas disuntik ya? Aq tegang mau operasi bulan depan. Mohon infonya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih sakit waktu ngilunya, Mbak. Pas disuntik asal kita tenang dan ga tegang mah ga terlalu, tapi tetap ada rasa sakit yang ga bikin nambah parah ngilunya. Ga...


      Tenang aja Mba, yang penting ga tegang, biar ga cepet capek rahangnya pas disuruh mangap :)

      Semoga lekas sehat yaa mba

      Delete
  24. Mba,, masih inget ngga kira2 siapa nama dokter giginya??? Rekomendasinya bagus skali kebetulan aq dipekayon jd mau coba kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya lupa nama dokternya, karena memang gak inget banget. Tapi, beliau memang praktek di situ, jam prakteknya Senin-Sabtu, pagi jam 9-10. Dan malam jam 7. Untuk dokter pengganti di hari Minggu juga tetap enak, informatif dan gak bikin tegang.

      Oiya di Imani Medika menerima pembayaran via bpjs juga mba :)


      Semoga bisa bermanfaat

      Delete
  25. Maaf mba, kira2 masih inget ga siapa nama dokternya??
    Kebetulan saya dipekayon nih dan mau nyoba rekomendasinya mba ipeh, sangat2 membantu skali, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya lupa nama dokternya, karena memang gak inget banget. Tapi, beliau memang praktek di situ, jam prakteknya Senin-Sabtu, pagi jam 9-10. Dan malam jam 7. Untuk dokter pengganti di hari Minggu juga tetap enak, informatif dan gak bikin tegang.

      Oiya di Imani Medika menerima pembayaran via bpjs juga mba :)


      Semoga bisa bermanfaat

      Delete
  26. Aku niatnya mau cabut gigi mba , karna tumbuhnya langsung kiri kanan di atas . Yg kanan mengganggu berasa penuh bgt walaupun gk sakit tp kadang berasa aneh dan nnti hilang sendiri . Kepengen cabut kebayang rasanya jd takut bgt huhuhu

    ReplyDelete
  27. Mba aku jg harus cabut 3 gigi utk behel.. tp masuh blm berani bayanginnya. Crita dong mba rasanya setelah dicabut gigi gmn ya? Nyut2an seperti apa mba ? Sama sakit gigi lebih nyut2an mana mba?
    Butuh pencerahan ini utk berani. Soalnya tiap baca review2 pasti aneh aneh kesannya :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Orin,

      Kayanya hal yang wajar kalau takut bayangin cabut gigi. Hihi, saya pun demikian. Tapi, harus diketahui dulu, sebelum gigi dicabut kondisi gigi ga boleh dalam keadaan sakit. Jadi, pasti sama dokternya dikasih obat dulu biar ga sakit, baru deh bisa dicabut giginya.

      Untuk rasa sakitnya? Jujur mba, ga setara dengan rasa sakit gigi pas ngilu-ngilunya. Saya kalau sakit gigi bisa guling2 dan ga bisa makan sama sekali loh mba. Jadi, pas kena jarum suntik sampe proses cabut gigi, sakitnya ga sama.

      Dan setelah cabut gigi, allhamdulillah malah jarang gusi bengkak atau sakit gigi lagi.

      Tenang aja Mba, cukup percayakan dengan dokter giginya.

      Semoga lekas sehat ya :)

      Delete
  28. Mbaa aku jga mau cabut 2 gigi graham depan aku soalnya udah bolong parah ga sakit si cma agak ke ganggu aja, itu mba biaya 330 itu cabut 1 gigi aja ? Terimakasih mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, satu gigi aja. Itu termasuk murah, karena di klinik :)

      Delete
  29. Mba saya minggu depan mau cabut gigi geraham sama seperti mba geraham saya udah parah banget bolongnya dan udah ngga tahan lagi....
    Pas di suntik biusnya rasanya itu kaya disuntik ambil darah atau gimana ya mba? mohon infonyaa... Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasa sakitnya kaya disuntik ambil darah atau dipasang infus. Kaya gitu rasanya. Jadi jangan dibayangin bakal sesakit kaya sakit gigi. Soalnya rasa sakitnya beda.

      Semoga lancar untuk cabut giginya nanti ya! Semakin kita rileks, semakin mudah dokter giginya melakukan pencabutan giginya.

      Delete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih

Instagram




domain murah