Cintai Ejaan Bahasa Indonesia - Penulisan Huruf Kapital

June 23, 2016

Cintai Ejaan Bahasa Indonesia - Penulisan Huruf Kapital



Cintai Ejaan Bahasa Indonesia. Seperti tulisan sebelumnya dari Materi yang dibawakan oleh Mba Haya Aliya di acara Fun Blogging, yaitu Tips Agar Tulisan Bertenaga. Salah satu poin dari tulisan tersebut adalah untuk menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia pada tulisan yang ditayangkan di blog. Ini guna menunjukkan, seberapa profesional narablog tersebut, sehingga pengunjung yang membaca tidak akan jenuh untuk kembali membaca tulisan narablog yang bersangkutan.

Kaidah dasar dalam Ejaan Bahasa Indonesia sebenarnya sudah dipelajari oleh banyak orang sejak masih di Sekolah Dasar. Namun, memang untuk mempraktekkan ilmu ini dibutuhkan komitmen serta praktek yang terus menerus, karena sifat ilmu Kaidah EBI ini bukan sekadar teori. Tapi juga ilmu yang harus dipraktekkan sehingga terbiasa menggunakannya.

Beberapa waktu lalu saya mendapat kabar melalui timeline facebook, terkait blogger yang mengikuti sertifikasi Ejaan Bahasa Indonesia. Ini guna mencanangkan penggunaan Bahasa Indonesia agar lebih banyak digunakan dalam setiap tulisan dan dalam berbahasa. Sebuah berita yang positif, menurut saya, karenanya sebagai seorang blogger pemula, saya juga ingin membagikan teori tentang Ejaan Bahasa Indonesia.

Materi ini saya ambil dari acara Fun Blogging (baca Juga "Fun blogging 11") juga melalui surat edaran dari Pak Anis Baswedan yang saya dapat. Berisi beberapa hal tentang Ejaan bahasa Indonesia.


Mari Belajar Ejaan Bahasa Indonesia


Penggunaan Huruf Kapital

Seperti yang sering kita tahu, huruf kapital atau dulu saya menyebutnya Huruf Abjad Besar, sering menempati urutan pertama pada awal kalimat. Namun, penggunaan huruf kapital juga terbagi menjadi beberapa bagian.

-  Sebagai Huruf Pertama Awal Kalimat.

Contoh : Apa maksudnya?

- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

Contoh : Amir Hamzah
              Jendral Kancil

- Dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Contoh : Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"


- Dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

Contoh : Islam
               Allah akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.


- Dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar, kehormatan, keturunan, keagamaan atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Contoh : Sultan Hasanudin
               Ruhut Sitompul, Sarjana Hukum
               Selamat datang, Yang Mulia.



- Dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat.

Contoh : Wakil Presiden Adam Malik
               Gubernur Papua Barat


- Dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa.

Contoh : bangsa Indonesia
               suku Dani

*catatan : Nama bangsa, suku bangsa dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal capital.

Contoh : pengindonesiaan kata asing / keinggris-inggrisan / kejawa-jawaan


- Dipakai sebagai  huruf pertama nama tahun, bulan, hari dan hari besar atau hari raya.

Contoh : tahun Hijriah
              bulan Agustus


- Dipakai sebagai huruf pertama nama peristiwa sejarah.

Contoh  : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


*catatan : Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.


- Dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Contoh : Pulau Miangas
              Pegunungan Himalaya


*Catatan (1) : Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : berlayar ke teluk. Berenang di danau.

*(2) : Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : jeruk bali.

Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat dikontraskan atau disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya. Seperti misalnya : Kita mengenal berbagai macam gula, seperti gula jawa, gula pasir, gula tebu, gula aren dan gula anggur.


Sementara contoh di bawah ini bukan merupakan nama jenis :

>> Dia mengoleksi batik Cirebon, batik Pekalongan, batik Solo, batik Madura.


-Dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi atau dokumen. Kecuali, kata tugas, seperti dikedaridanyang, dan untuk.


Contoh : Republik Indonesia
              Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia
              Kitab Undang-Undang Hukum Pidana



-Huruf kapital juga dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel dan makalah. Serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas seperti dikedariyang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.


Contoh : Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
               Ia menyajikan makalah “Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata”


-Digunakan juga sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat atau sapaan.

Contoh :

S.H. : sarjana hukum
S.K.M. : sarjana kesehatan masyarakat
S.S. : sarjana sastra
M.A. : master of arts
M.Hum. : magister humaniora


K.H. : kiai haji
Dg. : daeng
Dt. : datuk
Dr. : doktor
Sdr. : saudara

- Dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik dan paman, serta ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Contoh : “Kapan Bapak berangkat?“ tanya Hasan.


*Catatan (1) : Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan. Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

*Catatan (2) : Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital. Seperti dalam kalimat : Sudahkah Anda tahu?

~~~

Dengan mencintai Ejaan Bahasa Indonesia, ini juga bisa memberi kemudahan pada setiap orang ketika menulis, entah itu untuk keperluan akademis, pekerjaan atau untuk keperluan blogging. Karena dengan berusaha mempelajari EBI, setidaknya bisa ikut serta membudayakan Bahasa Indonesia, serta menunjukkan profesionalitas seorang blogger juga. Jadi, tidak ada ruginya untuk belajar lagi dan lagi, meski dahulu ketika sekolah pernah diajari. Tapi, kalau tidak terus menerus dipraktekkan, ilmu itu bisa luntur atau malah menghilang dari ingatan.


Sekian materi Ejaan Bahasa Indonesia, yang saya tuliskan lengkap sesuai dengan pakem yang ada. Kebetulan, materi ini juga dibahas di acara Fun Blogging Community, yang mana materi ini muncul pada bagian narasumber mba Haya Aliya Zaki. Beliau menekankan juga betapa pentingnya penulisan yang sesuai dengan EBI agar pengunjung blog merasa nyaman ketika membaca tulisan kita.


Materi pembelajaran EBI ini masih banyak, meliputi penggunaan huruf miring, huruf tebal, penulisan kata seperti kata dasar, kata berimbuhan, bentuk ulang, gabungan kata, pemenggalan kata, kata depan, partikel, singkatan dan akronim, angka dan bilangan, kata ganti, kata sandang, diftong, penulisan huruf kapital (seperti materi yang ada di atas), pemakaian tanda baca yang meliputi penempatan tanda titik, koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, tanda elipsis (materi ini juga muncul di pembahasan pada acara Fun Blogging), tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurang, tanda kurang siku, tanda garis miring, tanda penyingkat. Juga meliputi penulisan unsur serapan.


Bagaimana? Dengan banyaknya poin-poin yang memang perlu dipelajari ulang dalam penulisan Ejaan Bahasa Indonesia, ini membantu saya untuk fokus dalam berlatih. Karena, belajar penulisan yang baik itu memang harus segera dipraktekkan, bukan hanya sekadar teori. Apalagi dengan banyaknya materi dan syarat yang menyertai setiap penggunaan dalam EBI, rasanya memang saya harus menyediakan waktu untuk terus belajar agar benar-benar paham.

~~~

Pembaca memiliki pengalaman dalam belajar Ejaan Bahasa Indonesia? Atau justru punya pengalaman ikut sertifikasi Ejaan Bahasa Indonesia? Silakan berbagi pengalaman pembaca yang relevan dengan tulisan ini pada kolom komentar, agar bisa bermanfaat juga bagi pengunjung yang lain. Terima kasih.

  • Share:

You Might Also Like

26 comments

  1. Saya baru tahu kalo "D" : Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, harus huruf besar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mba. Pas belajar ini jadi banyak hal yang baru saya tau :D


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  2. ic judul buku ternyata harus huruf besarr
    baca lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan harus dicetak miring juga.

      Delete
    2. Waaa, ilmunya belum sampai sini, kudu segera praktekin terus ini mah :D


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  3. Selama ini masih ada yang salah dong aku, belajar lagi dan belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk..semangat belajar lagi :)


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  4. Pusing juga EBI hehehehe ternyata saya masih sesuka hati dalam menulis jauh dari aturan :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba, masih sering banyak melakukan kesalahan dalam menulis :(



      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  5. ternyata masih banyak yang harus diterapkan pada saat nulis ya. penempatan titik dan koma juga saya masih suka kesulitan mba. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak Gan, dan memang harus segera dipraktekkan sih, karena kalau teori aja suka ga sukses :D



      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  6. masih banyak salahnya ketimbang benernya ketika nulis, duh :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh, sama mba...sama banget :(



      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  7. Wohoo.. makasih mba ipeh.. eh Ipeh (dgn I besar) hihi.. harus lebih banyak praktek dan belajar lagi nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk, iya nih, balas komentar aja saya masih sering mengabaikan EBI :(



      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  8. judul blogku tak set kapital semua hihihi...
    btw makasih mba ipeh ilmunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi, biar gak ribet ngetiknya ya mba...


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  9. ada sertifikasi EBI buat blogger? ih baru tau ya..
    aku berusaha banget nulis blog pakai EBI, cuma masih bingung aja kadang2 takut nulisnya jadi terlalu baku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, betul Bunda, kadang suka takut kurang bersahabat yaa, tapi bisa kok Bunda praktek EBI tapi tidak terlalu terasa kurang bersahabat. Asal pemilihan kata-nya yang tepat, biasanya akan menghasilkan kalimat yang bagus juga.


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  10. EBI oh EBI...
    Pdhal setiap mendrafting peraturan perundanh2an harus sy pakai EBI lbh khusus lagi (ada bbrp perbedaan) EBI utk bahasa perundang2an... Tp tetep wae masih banyak kacalitut hehehe maksudnya yg terlewat. *tepok jidat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakakak, padahal setiap hari ya Mba bersinggungan dengan EBI, meski beda divisi ya. Tapi memang sih Mba, kalau EBI ini semacam praktek dan belajar setiap hari.


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  11. Tambah lagi dong Mbak materinya hihihi sekalian belajar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi, siaap mba, next time insya allah dilanjut lagi


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  12. Bagaimana penulisan yang cocok sesuai EBI di kalimat ini? "Pada acara hari Raya Natal suku Makassar yang ada di daerah Papua menghidangkan coto Makassar dan coto ayam pada tanggal 25 Desember 2016 Masehi".
    Mohon saran/kritikannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada acara hari Natal suku Makassar yang ada di daerah Papua menghidangkan coto makassar dan coto ayam pada tanggal 25 Desember 2016.

      hari Natal = Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

      coto makassar = sepehamahan saya ini nama makanan yang memang sudah identik, bukan lagi nama tempat. Karena ini termasuk penulisan nama jenis.

      Delete
  13. Kak mau tanya kalau untuk penulisan kalimat berpoin2 aturannya bagaimana ya? Contoh:
    Lima faktor yang mempengaruhi:
    1. "Lingkungan Yang Tidak Memadai"
    (Penjelasan)
    2. "Kurang Berinteraksi"
    (Penjelasan)

    Kaliman yang saya tandai dengan kutip itu penulisannya menggunakan huruf kapital di tiap kata atau menggunakan huruf kecil&diakhiri dengan tanda titik ?

    ReplyDelete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih