3 Pesan Dari Film Animasi Toy Story

June 19, 2016




3 Pesan Dari Toy Story. Kemarin, bersama gabungan krucil dan keponakan serta adik, ngumpul bareng di rumah. Bersama, kami menonton tayangan ulang di channel anak-anak, film Toy Story. Mungkin sudah banyak yang menonton film ini, namun beberapa komentar dari adik-adik saya dan keponakan serta krucil yang menonton, kembali menyadarkan saya tentang apa saja yang saya dapat dari film ini.

"Ih, itu kok muka anaknya pas banget ya. Model-model kaya gak punya temen, karena jahat."

"Itu bonekanya jahat ya? Kok kepalanya bayi sama kakinya laba-laba gitu. Serem banget!"

"Umi, itu kenapa tangannya dicopot gitu?"

"Mi, kok Buzznya malah duduk gitu? Rusak ya?"


Kalimat di atas bersumber dari komentar yang saya sangat ingat dari para penonton di rumah. Komentar yang mendatangkan pemikiran bagi saya juga penjelasan yang demikian panjang untuk krucil-krucil di rumah.


3 Pesan Dari Film Toy Story



1. Belajar Tentang Lampu Sorot

Sudah tentu Woody salah menilai Buzz sebagai saingannya sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi, inilah pemahaman tentang bagaimana perasaan manusia. Tidak jarang loh, banyak orang yang justru menganggap orang yang baru saja ditemui atau dikenal malah dianggap sebagai saingan.

Karena apa? Alasannya mudah, karena lampu sorot tiba-tiba saja berubah kepada orang lain yang bukan dirinya. Di sinilah saya mengajarkan anak-anak untuk melihat kenyataan, bahwa dalam hidup ini kita tidak akan mungkin lepas dari keinginan untuk disoroti. Namun, sebagai makhluk sosial, ada kalanya berbagi lampu sorot pada orang lain.

Karena panggung sandiwara akan lebih menarik jika pemainnya diberi porsi lampu sorot yang sesuai. Sama dengan kehidupan, ada kalanya perhatian tercurah pada si A, adakalanya pada si B. Dan bagaimana belajar menerima segala hal tersebut, untuk menjadikan diri ini tak sekadar memikirkan egoisme pribadi.


2. Mari Belajar Menilai


Melihat tampang si anak yang sungguh terlalu ini. Membuat saya setuju, betul juga ya, tampang anak ini benar-benar bengal. Beda dengan Andy. Beda dengan adiknya yang sering dirusak mainannya. 

Namun, ketika mengetahui bahwa Sid, ternyata memiliki rasa takut ketika semua boneka yang dirusak olehnya kemudian membalas dendam. Penonton akan menilai ini semua sebagai balasan yang seimbang dari perilakunya. Sesuatu tentang sebab dan akibat.


Dan, bagaimana ketika kita melihat adegan Buzz dikerumuni oleh para boneka tersebut? Yang bagi Woody dianggap akan menyakiti Buzz? Namun faktanya justru mereka menolong Buzz. Nah, tidak sedikit di zaman saat ini orang lebih mudah mendaratkan penilaian yang kurang tepat pada sesuatu.

Pembelajaran ini yang membuat saya paham, betapa besar keinginan movie creator dan jajaran tim suksesnya, untuk menyampaikan bahwa kehidupan akan selalu menghadirkan orang-orang dengan penilaian yang sering melenceng terhadap orang atau sesuatu.

Justru ketika baru mengetahui maksud dan tujuan dari para boneka tersebut, Woody tahu bahwa mereka (para boneka rusak itu) tidak jahat. Hanya saja tidak ada yang dapat berbicara karena sudah rusak. Nah, dari sini anak-anak dilatih agar bisa memberikan persepsi pada orang atau sesuatu sesuai kondisi dan takarannya. Tidak berlebihan juga tidak melenceng. 


Memahami segala sesuatu melalui hasil dan proses, bukan sekadar melalui 'keinginan pikiran pribadi' semata.


3. Kepercayaan Itu Sulit Didapat


Bagaimana mungkin manusia akan mudah mempercayai seseorang jika ditemukan orang tersebut penuh dengan hal yang tak sesuai? Biasanya, orang di sekelilingnya tak lagi bisa memberi kepercayaan meski dia berkata benar.

Maka dalam film ini, dijelaskan pada anak-anak, bahwa kejujuran itu sangatlah penting bagi kehidupan kini dan nanti. Karena mendapat kepercayaan dari orang lain merupakan hal yang tidak mudah. 


Bahkan, kepercayaan dari orang lain bisa pupus hanya karena satu perkara. Dan  bisa membutuhkan bertahun-tahun lamanya usaha untuk memperbaiki. Di sinilah menunjukkan pentingnya sebuah kejujuran demi menjaga kepercayaan dari orang yang disayangi.


oo00oo

Meski mungkin ketiga poin di atas sesuatu yang biasa saja, tapi juga memegang peranan penting dalam proses kehidupan. Karena ketiga hal di atas juga memegang peranan dalam kendali pada diri sendiri demi menjaga hubungan dengan orang sekitar.

Apalagi, di zaman kreatif seperti saat ini, anak-anak nantinya akan dituntut untuk pandai berkolaborasi bukan lagi kompetisi. Karena itulah, penting untuk menentukan kapan menunjukkan kemampuan diri, kapan menunjukkan kemampuan kelompok dan kapan kemampuan diri digunakan untuk kemajuan kelompok.

Tidak pernah bosan saya mencari dan terus mencari, bagaimana film-film animasi menyampaikan pesan mereka melalui aksi dan reaksi, melalui pencapaian para tokohnya atau melalui dialog antar tokohnya. 


Pembaca memiliki kesan tersendiri pada film Toy Story ini? Jika ingin berbagi, silakan share melalui kolom komentar. Terima kasih :)

  • Share:

You Might Also Like

10 comments

  1. saya suka mba nontom tou story. bahkan sudah berulang2 tetap betah. satu lagi yang saya suka tentang kemauan keras dan tekad bulat. Nothing imposible asal dicoba... Jadi ingat aksi heroik para boneka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba Ira, tekad bulat dan kemauan keras disertai usaha yang optimal dari para boneka ini ya Mba, bikin filmnya ga bosen.

      Delete
  2. anak-anak saya pun suka nonton film ini...satu pelajaran lagi dari film ini, pentingnya merawat mainan dan membereskannya setelah main hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mba rina. Agar anak-anak semangat dalam merawat mainan mereka dan tanggung jawab juga ya mba :)

      Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi

      Delete
  3. Saya juga banyak belajar dari film kartun mba ipeh, seperti inside out, bagus juga ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba Prima, banyak film animasi yang menyampaikan pesan moral yang baik untuk anak-anak.

      Delete
  4. aku belum nonton film ini, boleh deh nanti pas lebaran nonton dirumah ini sama keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba sekalian ngumpul ya :)

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  5. Dulu aku nggak suka sama Toy Story, loh. Makanya baru tau jalan ceritanya sekarang-sekarang.
    Tapi, film Pixar memang bagus-bagus dan tentang pelajarannya mudah ditangkap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huum, keren yaa mereka bener2 bikin konsep yang relevan buat anak2

      Delete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih