3 Hal Tentang Tujuan Hidup Dari Blogger Bekasi

June 06, 2016

"Kamu gak akan kemana-mana kalau tidak tahu arah tujuannya." ~ Billy Boen


Bagaimana pun, manusia yang mampu terus bergerak maju adalah mereka yang tahu kemana tujuan hidup mengarah. Sehingga pergerakkan mereka menjadi proses yang terus menerus meninggalkan jejak berupa kenangan serta kemajuan dari masa ke masa. 


Ketika pemuda dan pemudi di Indonesia tengah dilanda gelombang 'badai galau' dalam banyak hal. Hingga tidak sedikit dari mereka yang bahkan tak tahu akan mengarah kemana kehidupan mereka. Bagi mereka masa depan akan tetap abu-abu, dan tak perlu bergerak maju. Jikalau pemikiran ini terus menetap dalam pikiran alam bawah sadar mereka, berpuluh tahun kemudian, Indonesia akan dipimpin oleh orang yang bahkan tak tahu akan membawa negaranya ke arah mana.


Tapi Saya Memiliki Harapan


Blogger Bekasi


Dan harapan ini muncul setelah melihat masih banyak juga pemuda dan pemudi yang ternyata sudah bisa menentukan arah karir atau arah tujuan mereka. Melalui proses tentunya, yang juga tidak bisa dikatakan sebentar. Sebut saya namanya Monic atau Elisa, tapi bukan Elsa. Sesama Blogger Bekasi ternyata, namun kami belum memiliki kesempatan untuk bersua.

Membaca pernyataan darinya, bahwa dia mulai menulis sejak usia 17 tahun membuat saya bisa melihat sebuah bukti, proses seorang Monic dari masa remaja yang 'sekadar menulis' kemudian terus mengikut alur kehidupan sampai akhirnya di usianya yang menginjak 24 tahun, dia sudah mengetahui apa dan kemana arah tujuan tulisannya. Blogger Beauty, demikianlah proses panjang yang dilalui olehnya.


Bolehlah saya berbangga jika bisa berkumpul dengan para pemudi yang memiliki tujuan dalam kehidupan mereka, sama seperti sosok yang pernah saya bahas di tulisan sebelumnya, tentang Mba Ayi, (baca di sini).

Tentang tujuan, tentang arah karir dan juga tentang pemahaman diri sendiri. Tidak semua orang yang saya temui, mampu memberikan keputusan yang jelas, akan mengarah kemana tujuan hidup mereka. Terkadang banyak yang terjebak dengan pemikiran bahwa manusia akan bahagia jika, "do what their love." 


Padahal, manusia diberi kemudahan dalam beradaptasi oleh Yang Maha Kuasa, sehingga masih mampu untuk, "Love What Their Do." Sama seperti Elisa, sebenarnya dia mampu untuk berkoar-koar ketika dia paham, bekerja dengan orang tua juga memiliki tantangan tersendiri. Bisa saja, Elisa menciptakan drama untuk mengumbar sisi negatif dari pilihan tersebut.


Alih-alih menjejali pembaca blognya dengan hal negatif, Elisa justru mampu mengajak pembaca melihat sisi lain, sebagai bahan pertimbangan pembaca tentang bekerja bersama orang tua. Dan bagaimana dia bisa berusaha mencintai apa yang dia lakukan. Darimana saya menilai ini? Penilaian subjektif saya bersumber dari kalimat ini, "Saya bekerja untuk usaha keluarga saya, and i love it -or at least i think i do, wkwkwk" (klik di sini untuk melihat sumbernya).


Karena, bagi saya, pendewasaan itu merupakan proses seumur hidup. Yang mana hasilnya yaitu melalui hasil pemikiran dan keputusan yang diambilnya. Jadi, demikianlah alasan saya mengapa saya katakan, bahwa Elisa bisa beradaptasi dan berusaha untuk hal tersebut kemudian tetap berproses serta mengetahui arah hidupnya.


Inilah 3 Hal Yang Saya Pelajari Dari Elissa Monic :


1. Terus Lakukan Hal Postif Apa Saja Yang Kamu Bisa, Optimalkan Serta Lihat Peluang.


Monic, menyukai menulis, hal positif seperti ini dia lakukan terus. Meski saat itu dia mengawalinya dari menulis curhatan. Sesuatu yang mungkin bagi orang lain, dipandang sebelah mata. Tapi, hasilnya terlihat ketika akhirnya dia menemukan her passion, pada segala hal yang berkaitan dengan beauty.

Paham kan? Bahwa menentukan arah karir atau tujuan hidup memang butuh waktu untuk melihat hasilnya. Tapi, selama mampu dan bisa memaksimalkan apa yang saat ini dikerjakan, tidak akan ada ruginya. Selama hal tersebut baik serta positif.


2. Pahami Diri Sendiri Dan Temukan Apa Yang Kamu Sukai


Terkadang, passion atau arah karir itu bisa mudah ditemui ketika mengetahui apa yang disukai. Seperti Monic, yang dikemudian hari menyukai hal berkaitan dengan Beauty dan Olahraga. Keduanya memiliki tempat yang sama sejajar, karena kecantikan dengan kesehatan merupakan hal selalu berkaitan.

Dan Monic, mampu mengetahui apa yang dia sukai. Bukan sekadar kegemaran olahraga yang sifatnya sesaat, tapi juga sedang dalam proses menjadi gaya hidupnya.


3. Beradaptasilah, Berusahalah Cintai Apa Yang Kamu Lakukan


Jika mendapati jurusan kuliah yang tak sesuai dengan keinginan atau bidang pekerjaan yang juga tak sesuai, mengapa tidak mencoba untuk Mencintai Apa Yang Dilakukan? Selama memang itu masih memiliki kebaikan dalam hal tersebut. Toh, pada akhirnya manusia didesain untuk mudah beradaptasi asalkan memiliki keinginan.


Demikianlah Monic, yang juga berusaha untuk mencintai pekerjaannya saat ini. Bersama dengan keluarganya, mengelola bisnis mereka. Dan ini bukan hal yang mudah, karena tetap dituntut untuk profesional, (Kerja Dengan Orang Tua Itu Enak).


oo00oo


Selain hal tersebut di atas, pembelajaran tentang kehidupan, ada juga beberapa hal yang membuat saya sempat berpikir. Bahwa, saya mendapati dari beberapa teman blogger yang memiliki niche beauty, selalu saja mereka mampu memberikan 'keindahan' bukan hanya dari foto produk. Tapi juga dari tampilan blog mereka, (baca Beauty Blogger).


Melalui mode mobile, saya bisa mengakses dengan mudah dan ringan blog milik Monic. Dan bisa dilihat dari picture post yang ditonjolkan darinya, bukan sekadar gambar asal tempel. Tapi juga gambar yang memanjakan mata pembaca. Atau meski ada picture post sederhana, tetap saja enak dipandang. Lihat saja, bagaimana paduan corak warna dan jenis huruf pada postingan "Cara Membuat Watermark dengan PicMonkey".

Gradasi warna yang sederhana, dengan pemilihan font yang sesuai. Rasanya itu cukup sederhana tapi memiliki daya tarik yang bagus. Apalagi beberapa tulisan yang dimuat juga diselipkan tutorial berupa video yang bisa membuat bounce rate dari blog bisa berkurang. 

oo00oo

Sekarang mari kita cek bersama-sama, apakah blog milik Elisa Monic ini sudah sesuai dengan ciri-ciri blog profesional yang saya rangkum dari banyak sumber.

1. Tempate Blog, sudah sesuaikah ?

Bagi penilaian pribadi saya, blog mba Monic sudah mengikuti aturan template yang ideal untuk blogger profesional.  Belum lagi saat membuka laman blognya, tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup ringan.

2. Disclosure

Karena Mba Elisa ini sering mendapat job review dari brand yang berkaitan dengan beauty, jadi sudah tentunya laman Disclosure ini sudah ada sehingga menunjukkan keseriusannya dalam mengelola blog.

3. Mobile Friendly

Laman blog Mba Elisa sudah support Mode Mobile, sehingga ketika kita membuka blognya akan muncul dengan tampilan yang sesuai dengan handphone.

4. Kolom 'about me'

Nah, kolom Author sudah terpasang di bagian depan blognya. Tapi, kalau mau masuk ke laman About Me, harus masuk lagi ke laman Start Here, sebenarnya kalau menurut saya pribadi, sangat disayangkan kalau laman yang berkaitan tentang blog dan kontak harus masuk-masuk ke menu lainnya. Mungkin ada baiknya tetap menjadi menu tersendiri seperti laman Disclosure, sehingga Brand/Agency yang mau mengajak bekerja sama dan ingin 'kepo' dengan profil Mba Elisa tidak kebingungan.

5. Engagement dengan Pengunjung

Betul, salah satu hal yang masuk ke dalam materi dunia blogging, yaitu membangun hubungan dengan pengunjung yang meninggalkan jejak. Mba Elisa juga sudah melakukan hal tersebut, bisa dilihat setiap postingan yang berjejak dari para komentatornya, memiliki jawaban dari empunya blog. 

oo00oo

Demikianlah, saya memperkenalkan Mba Elissa Monic melalui sudut pandang saya. Mau berbagi pengalaman tentang tulisan Mba Monic? Atau tampilan Blognya? Atau mau cerita juga, bagaimana berusaha untuk tetap berusaha mencintai dan bersyukur dengan hal positif yang masih dilakukan saat ini? Sila berbagi melalui kolom komentar. Terima kasih :).

Informasi Tambahan

Blog : http://www.elisamonic.com/
Instagram : http://www.instagram.com/elisachic
Youtube Channel : https://www.youtube.com/channel/UCYGZ0jeN14i5QAtOL57xS3g
Email : hai@elisamonic.com



  • Share:

You Might Also Like

20 comments

  1. wah tambah lagi blogger bekasi :),salam kenal dari erna di bekasi juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mba kapan2 kopdaran kitah :)

      Delete
  2. Aku mengunjungi blognya pake hape.. Benar2 moble frienfly blognya mba Elisa zmonic..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba Rita, jadi ga ribet yaa pas berkunjung

      Delete
  3. orang zaman dulu memang didesign beradaptasi dgn apa yg ga disukai. contoh kuliah, jarang deh kayaknya dulu sesuai dengan apa yg dicita citain. Tapi ya mau ngga mau harus dilakoni, ngga mungkin berhenti di tengah jalan...karena inget ortu yg susah payah cari biaya. Bener juga sih bahwa sebetulnya kita manusia didesign untuk mampu beradaptasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya memang manusia sudah didesain untuk bisa beradaptasi. Sehingga bukan lagi 'memaksa' keadaan menjadi sesuai kehendak. Tapi 'memaksa' kehendak dan keadaan agar tetap sejalan.

      Delete
  4. Wih. Ulsannya Mb Ipeh mendalam banget. *terus langsung liat blog sendiri yg masih acak adul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, ini saya masih belajar menulis kok Mba Diba. Hihihi..

      Delete
  5. kalimat2nya bersahaja betul mak, nice. mau2 ikutan kopdar blogger bekasi :)

    ReplyDelete
  6. Blognya mba elisa cepet ya diliatnya. . Tante sekarang pake ini 😍😍😍 asiknya bisa komen ditulisan tante. . Dulu waktu tumblr jarang komen hahaha. .

    Aku belum konsisten nulis. . . 😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk iya abis pindahan awal taun kemarin :)

      Delete
  7. wah blogger Bekasi juga ya Elisa. banyak juga ya yg dibekasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Lid, dan rumahnya deket juga

      Delete
  8. ulasannya komplit :D
    buruan adain kopdar hihihi sesama Bekasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, iya nih kapan2 semoga bisa kopdaran sesama bekasi :D

      Terima kasih atas kunjungannya :)

      Delete
  9. Langsung ketahuan ketidakprofesionalan sayyah...gak punya disclosure dan about me. Bikin dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi, ayo mba Yervi, segera bikin about me dulu baru disclosure. Biar tambah kece :)

      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  10. Super deep review, makasih ya mba ipeh.
    Segala sesuatu meskipun kayaknya kok buruk dan gak enak tp pasti ada hal baiknya, seperti kerja sama orangtua misalnya, semua tergantung pikiran kita kok mau hepi atau benci :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dirimu berkenan yaa Mba Monic, yap semua tergantung bagaimana sudut pandang kita ya...


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih