13 Tips Agar Tulisan Bertenaga


Write a great content

Mungkin kita sering membaca tulisan seperti itu. Tentang bagaimana sebuah blog akan sangat berharga jika muatan kontennya mengandung banyak manfaat bagi pembacanya. Masalahnya, bagaimana cara menuliskan konten yang menarik juga tetap memiliki bobot manfaat juga informatif bagi pembaca blog?

Menurut Mba Haya Aliya Zalika, saat membawakan materi di acara Fun Blogging, “konten itu penting, karena napas dari blog adalah kontennya. Jika kontennya menarik, maka pembaca tidak akan segan untuk kembali lagi dan menunggu postingan tulisan kita selanjutnya.” Dari sinilah, bisa didapatkan jawaban bahwa konten memiliki tempat yang penting dari sebuah blog, selain itu juga beberapa hal penting lainnya seperti template dan layout dari blog.

Dan untuk membuat sebuah tulisan yang menarik juga tetap berbobot, Mba Haya Aliya Zaki membagikan tipsnya. Karena sesuai dengan perkataan Mba Haya, “kenapa kita menulis? Karena seorang blogger itu peduli.” Jadi, tulisan-tulisan yang kita tampilkan dan bagikan ke publik merupakan bentuk dari kepedulian. Oleh karena itu, melalui Fun Blogging, Mba Haya membagikan informasi dan tips dalam menulis konten.


13 Tips Agar Tulisan Bertenaga


13 Cara Agar Tulisan Bertenaga


 1. Jujur

Sangat baik jika blogger menulis konten yang jujur, sesuai dengan pengalamannya. Baik itu dalam menggunakan produk, jasa atau justru pengalaman saat menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan. Dengan jujur saat menulis, membuat pembaca akan merasakan sendiri bagaimana ‘feel‘ yang sama dengan penulis. Melalui pengalaman yang jujur, setidaknya pembaca juga bisa mempelajari apa saja yang baik dan tidak dalam banyak hal.

Misalnya, menulis dengan jujur tentang sebuah produk, apa yang benar-benar dirasakan saat menggunakan produk tersebut, jadi pembaca memiliki bayangan apakah akan membeli produk tersebut atau tidak. Sehingga tulisan kita bisa membantu pembaca dalam mempertimbangkan sebelum membeli suatu produk.

Atau menulis tentang pengalaman saat melahirkan, misalnya. Bagaimana rasanya, seperti apa repotnya persiapan, apakah saat itu mengalami juga pendarahan atau tidak dan semua cerita yang benar-benar sesuai dengan keadaan. Ini bisa juga membantu pembaca untuk mempertimbangkan dalam mempersiapkan kelahiran, ketika pengunjung blog yang membaca justru memang sedang persiapan menjelang melahirkan.

 2. Temukan Ide Unik

Menulis konten memang penuh dengan hambatan, salah satunya ide untuk menulis. Apa yang ingin ditulis dan segala hal yang berkaitan dengan menulis. Sebenarnya ini juga sering dialami oleh penulis pemula, baik penulis buku atau blogger. Kehabisan ide atau writer block sering menjadi momok yang tidak menyenangkan saat berhadapan dengannya.

Mba Haya memberikan pengalamannya untuk terus menggali ide-ide yang ada di dalam kepala kita, ide yang unik akan menarik bagi pembaca. Selain itu, juga bisa membawa tulisan kita menjadi ‘shareable‘. Jika sedang mengalami kebuntuan, bisa mencoba dengan menuliskan hal-hal yang ada di sekitarnya, misalnya Cara Membuat Sepeda Tua Menjadi Pajangan Di Rumah. Jadi, dalam tulisan tersebut, dijelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk menjadikan sepeda tua tetap terawat dengan menjadikannya sebagai pajangan di rumah. Misalnya keranjangnya dijadikan pot untuk tanaman, kemudian tempat duduk sepeda dijadikan meja kecil, atau hal-hal  kreatif lainnya yang terlintas melalui hal-hal di sekitar kita.

 3. Riset

Penting sekali untuk melakukan riset, meski riset kecil-kecilan. Karena, dengan riset ini bisa membuat pembaca mendapatkan hal-hal yang perlu mereka ketahui dan bisa menjadi wawasan yang bermanfaat juga. Juga, riset memiliki posisi yang penting dalam menulis cerita fiksi. Meski berisi fiksi, tapi riset bisa membantu untuk membangun setting/latar atau menggali tokoh yang bisa membuat tulisan menjadi optimal.


4. Ingat Pesan Kunci

Maksudnya Apa? Jadi, ketika menulis jangan lupa, untuk tetap pada jalurnya. Karena, ketika menulis dan lupa dengan pesan yang ingin disampaikan, seringnya penulis melakukan hal ini : Bahasannya terlalu melebar. Intinya, kita harus fokus pada tulisan, fokus pada pesan kunci, fokus pada hal yang ingin dibahas, fokus pada apa yang sedang ditulis. Dan ini penting untuk menghindari terlalu banyak tema atau terlalu banyak hal yang dibahas dalam satu tulisan. Nantinya ini akan membuat pembaca merasa 'keblinger' karena membaca banyak hal sekaligus dan alurnya tidak sejalan.

5. Hindari Kalimat Klise

Kata mba Haya, "tulislah kalimat pembuka yang unik, tidak klise, yang membuat pembaca menjadi penasaran." Terdengar cukup familiar perkataan ini, di setiap couching writer materi yang pernah saya baca, kebanyakan juga menyarankan untuk membuat kalimat pembuka yang tidak itu-itu terus. Tidak selalu ketika menceritakan dongeng selalu menulisnya dengan "Pada Suatu Hari". Kecuali memang sudah memiliki fans yang banyak dan loyal, sehingga mau menulis dengan pembuka yang sudah terlalu biasa pun, akan tetap memiliki daya tarik tersendiri.

6. Gunakan Kalimat Aktif

Dengan menggunakan kalimat aktif, pengunjung yang membaca tulisan pada blog akan merasakan juga pengalaman yang ditulis oleh narablog. Jadi, tulisan-tulisan yang isinya berdasarkan pengalaman akan memberikan kemudahan serta penyampaian pesan yang lebih cepat ketika menggunakan kalimat aktif.

7. Gunakan Kalimat Pendek

Nah, poin ini yang juga masih saya pelajari dan praktekkan dalam hal menulis di blog. Jadi, nasihat dari mba Haya bahwa, "paragraf yang enak dibaca itu yang terdiri dari kalimat-kalimat pendek. Sehingga enak dibaca." Benar saja ketika saya menulis dengan paragraf yang panjang sekali, kemudian ada yang berkomentar bahwa tulisan saya terlalu panjang satu paragrafnya.

Ini juga untuk menghindari pembaca merasa lelah ketika membaca tulisan kita. Jadi, berapa idealnya jumlah kalimat dalam satu paragraf agar membuat pembaca nyaman? "Gunakan kalimat pendek pada satu paragraf, maksimal 9 kalimat," demikian kutipan dari Mba Haya saat acara Fun Blogging.

8. Sederhana

Sebisa mungkin, gunakan kalimat yang mudah dicerna oleh pembaca. Jika ingin menyematkan istilah-istilah yang baru atau yang cenderung akademis, usahakan agar menyertakan juga arti dan maksudnya. Sehingga ketika membacanya, pengunjung tidak akan merasa kebingungan. Dan dengan pemilihan kata yang sederhana akan membuat tulisan kita mudah dipahami.

9. Cintai EBI

EBI atau Ejaan Bahasa Indonesia merupakan ilmu yang harus dipraktekkan. Sehingga, setiap tulisan yang ditayangkan di blog akan terhindar dari typo atau kesalahan penulisan. Karena, typo merupakan indikasi tidak profesionalnya seorang penulis, dan akan dianggap main-main saat menayangkan tulisannya.
Jadi, mari belajar EBI, karena saya juga masih harus belajar banyak.

10. Perhatikan Logika

Ini ada kaitannya dengan riset pada poin sebelumnya. Ketika melakukan riset, maka tulisan yang disajikan akan memiliki alur yang logis, alasan yang tidak terlalu mengada-ngada. Meskipun jenis tulisan yang dipilih merupakan kategori fiksi fantasi, tapi unsur logika tetap diperlukan. Apalagi bagi tulisan blogger yang menulis untuk job review, ini harus diperhatikan agar tulisan tidak menyimpang dari logika.

11. Kaya Diksi

Saya pribadi sebagai pembaca sangat menyukai jika mendapat tulisan yang berisi kata-kata yang belum pernah saya tahu sebelumnya. Ini membuat saya sendiri merasa senang karena mendapat something new dari bacaan tersebut. Sama halnya dengan tulisan di blog, dengan menggunakan diksi yang tepat dan baru, akan membuat pembaca merasa senang karena mendapatkan wawasan baru dari tulisan kita.
Kata Mba Haya, "kalau ingin memiliki banyak diksi, perbanyaklah membaca." Jadi, mari kita perbanyak membaca agar bisa menambah diksi untuk setiap tulisan di blog.

12. Mainkan Indera

Jelas, akan berbeda rasanya jika kita menulis tentang pemandangan saat berjalan-jalan dengan kalimat, "pemandangannya bagus." Maka respon pembaca juga akan biasa saja. Berbeda jika tulisan yang kita sajikan menggunakan panca indera dan diwakilkan dengan kata-kata, misalnya "Ketika kaki saya meninggalkan jejaknya di tumpukan pasir yang putih, halus, serta berkilau. Ditemani kicau burung serta deburan ombak yang membuat pikiran saya merasa tenang."

13. Swasunting (Self-Editing)

Baik bagi penulis untuk buku atau menulis untuk blog, melakukan swasunting sebelum mempublikasikan tulisan sangatlah penting. Bagi penulis buku, hal ini akan memberi nilai tambah bagi editor yang menyaring karya ketika masuk ke penerbitan. Selain memberi kemudahan bagi Editor, juga memberi kesan berbeda sehingga editor akan senang ketika membaca naskah yang dikirim.
Berlaku juga untuk blogger. Tulisan yang sudah disunting serta minim typo akan membuat pengunjung yang membacanya tidak pusing atau kehilangan konsentrasi. Dan ini pernah saya alami ketika membaca sebuah buku, saat imajinasi saya mulai bergerak menikmati alur dari cerita melalui tulisannya, tiba-tiba dirusak oleh penulisan yang salah alias typo, dan ini benar-benar merusak ritual membaca.
Jadi, swasunting memang memiliki posisi yang penting juga bagi penulis maupun blogger sebelum menayangkan atau mengirimkan tulisannya.

oo00oo

Dari ke-13 poin di atas, baru dua poin yang saya lakukan yaitu Jujur dan Riset. Selebihnya, masih menjadi hal yang harus saya praktekkan dan optimalkan agar tulisan yang saya tayangkan di blog bermanfaat dan bisa dengan mudah dicerna oleh pengunjung blog. 
Ada pengalaman juga seperti saya, yang akhirnya merasa kurang semangat membaca tulisan karena hal-hal sepele? Ingin berbagi hal lain yang relevan dengan isi tulisan? Silakan berbagi melalui kolom komentar. Terima kasih :).

Comments

  1. Saya harus banyak belajar dalam menulis, 13 point diatas penting sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk, sama-sama belajar dan praktek :)

      Delete
  2. Sama...kadang suka masih ngalor ngidul kemana-mana. Haha. Hilang fokus tulisan deh jadinya. Suka nyadar sih abisnya. Ini maksudnya apa yak...suka gitu pas abis posting. Xixixi. Kalau Ipeh mah udah bagus atuh...beda sama sayah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, mba Levi, saya mah masih pemula...

      Delete
  3. Hihi.. serasa hadir di kelas lagi
    .. bermanfaat banget ilmu dr mba Haya ini... eh btwya mba ipeh rajin sekali udah posting beberapa. Saya masij rencana aja... :-)

    ReplyDelete
  4. mencari diksi itu seru ya, biar ga ngebosenin tulisannya, aq baca tipsnya dr mak carra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba dewi, tantangan tersendiri ya

      Delete
  5. Makasi mba infonya jadi nambah pengetahuan ttg nulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba Herva, semoga bermanfaat

      Delete
  6. Makasih rangkumannya. Semoga bisa dipraktekkan :))

    ReplyDelete
  7. aku masih jauh dari ini, tapi mau belajar nanti ajarin yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebalik Mba Lid, saya yang minta ajarin dirimu

      Delete
  8. yg terakhir jarang banget saya lakukan hiks. makasih tipsnya mba, diingatkan kembali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba Kania, semoga bermanfaat

      Delete
  9. akuu ..akuu..masih harus belajar dari 13 point diatas, kalo jujur sih udah iya banget :D

    makasih tips n sharingnya yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah...itu dia...masih banyak PRnya ya :D

      Delete
  10. editing sm typo....PR aku banget niih.
    kadang sudah publish baru ketemu typo2 jd balik lagi ngedit trus update hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat ya mba Ophi, biar gak dua kali kerja :)

      Delete
  11. Yang no satu ini Mbak yang agak susah. Apalagi kalau tulisannya pesanan klien, saat ada hal yang tidak sreg, berasa gimana gitu, tapi gak mungkin nolak, wong kita dibayar

    dilema jujurnya kemana? Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, bener ya mba Okti, kadang mau nulis gimana gitu, ada yang bisa terima pendapat jujur ada yang minta bagus2nya aja ya :p. The ugly truth sih jadinya

      Delete
  12. Lah semua poin kok masih jadi peer saya hahaha… Terutama poin 5, menghindari kalimat klise terutama untuk paragraf pertama sebagai pengantar ke dalam inti tulisan. Kadang karena struggling buat cari kalimat pembuka yang kece dan gak klise malah ga jadi-jadi nulis padahal materinya udah ada banget di kepala :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwk, samaaa PR saya juga inih

      Delete
  13. benar sekali mba. saya juga pernah ngalamin lagi enak2 baca,eh malah buyar gara2 ada salah penulisan alias typo,akhirnya baca ulang dari awal. makanya kebiasaan saya swasunting selalu diterapkan karena ngalamin sendiri gimana rasanya kalau baca tulisan yang banyak typo. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, sama tho, saya juga rasanya gimana gitu, lagi enak2 baca eh ladala...

      Delete
  14. Menulis mmg banyak tips dan aturannya. Harus belajar lagi dan belajar terus ni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba Sri, harus terus banyak belajar

      Delete
  15. Terima kasih tipsnya Mbak Ipeh. AKu baca baik2 supaya postingan blogku bisa lebih hidup dn bertenaga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba April :)
      terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  16. Ipeh udah jago begini lho nulisnya..
    aku masih kagok dengan kalimat pembuka deh, sring banget diganti2 jadinya tulisan nggak jadi2,
    kalau udah nyerah ya publih aja deh walaupun jelek, biar bisa mikirn tulisan yang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh Bunda, saya juga masih belajar inih, belum lulus2

      Delete
  17. Kaya diksi. Itu bener banget. Tapi sering blog walking, kadang suka keikut bahasa si blogger yang lain mba. Aku kudu piye? ;'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu harus tegar, Mba Ayi. Kuatkan hatimu agar tidak ngikut :p

      Delete
  18. Bener banget point satu sepahit pahitnya pengalamant, klo ditulis jujur di blog paling tidak bisa buang energi negatif
    Buat pembaca menarik hikmah
    Dan tentunya feelnya lebih nyampr di hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi media katarsis juga ya mba, biar lega

      Delete
  19. Saya masih kurang di nomor 12, Mbak Ipeh .... masih harus diasah lagi. Nah kalo orang yang terbiasa nulis fiksi, biasanya bagus dalam menerapkan nomor 12 itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya Mba Niar, karena harus diasah inderanya saat menulis fiksi

      Delete
  20. Kadang tulisanku tidak bertenaga kalo sesi curhat... etapi diksi kadang aku sulit...alias nggak bisa...hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, kata Mba Haya, cara untuk memperbanyak diksi dengan banyak baca aja mba. Kapan2 mampir ke blog2 yang tulisannya nyastra banget, bisa jadi pilihan juga :D

      semoga bermanfaat

      Delete
  21. Akupun sama mba.. Masih mengutamakan kejujuran dalam menulis. Sisanya masih harus banyak banyak banyak belajar. Hehe..
    Jadi pengen ikut fun blogging ih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk, ayo ih ikutan, serius deh materinya isinya daging semua. #eh *semoga ga batal :p*


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  22. Kalimat pembuka jadi peer besarku mba. Thanks sharing nya ya ;).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih selalu kepentok sama kalimat pembuka, lagi dan lagi masih harus banyak belajar


      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  23. Yupp setuju sekali sama tulisan di atas. Kalau aku lihat tulisan-tulisanku yang kunjungannya ribuan, rata-rata lahir dari riset. Riset kecil-kecilan soal ttg tema, apa sih yang menjadi masalah pembaca? apa info yg mereka butuhkan? Trus biasanya akan lebih dahsyat kalau dukungan fotonya juga cethar :)

    TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, berarti riset does matter ya mba, biar bisa menyajikan tulisan bermutu :)

      Terima kasih juga sudah berbagi :)

      Delete
  24. Tipsnya bermanfaat sekali mbak buat aku, thanks ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mba, semoga bermanfaat :)

      Delete
  25. Kepengen bisa menulis yang menarik tanpa menggurui. Trimakasih tipsnya ya. Sangat bermanfaat.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon maaf untuk sementara komentar dimoderasi, karena banyak spammer.

Silakan meninggalkan komentar dengan bahasa yang baik. n_n
Link hidup dan Spam akan dihapus ya :)


Terima kasih




domain murah